Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

SVG (Scalable Vector Graphic) adalah: Pengertian, Fungsi, dan Perbedaannya dengan PNG

Nadya Nafisah Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 7 menit baca

" SVG, atau Scalable Vector Graphics, adalah format grafis yang dirancang untuk mendukung grafis web resolusi tinggi, dan karena sifat vektor, gambar SVG dapat diperbesar atau diperkecil tanpa kehilangan kualitas atau ketajaman. "

Ringkasan

  • SVG (Scalable Vector Graphics) adalah format gambar vektor dua dimensi berbasis XML yang dapat diperbesar atau diperkecil tanpa menurunkan kualitas.
  • Dalam web design, SVG cocok untuk ikon, logo, ilustrasi, dan infografis karena ringan, mudah dikustomisasi, dan tetap tajam di berbagai ukuran layar.
  • Perbedaan utama SVG dan PNG: SVG menyimpan gambar sebagai vektor, sedangkan PNG berbasis piksel sehingga lebih cocok untuk foto dan gambar yang kaya detail.
Daftar Isi
  1. Apa itu Scalable Vector Graphic?
  2. Fungsi SVG dalam Web Design
    1. 1. Ikon
    2. 2. Logo
    3. 3. Ilustrasi
    4. 4. Infografis
  3. Kelebihan SVG dalam Web Design
    1. 1. Tidak Bergantung pada Resolusi
    2. 2. SEO-Friendly
    3. 3. Kustomisasi
    4. 4. Skalabilitas
    5. 5. Meningkatkan Pengalaman Pengguna
  4. Cara Membuat File SVG
    1. 1. Membuat File SVG Secara Manual
    2. 2. Convert Gambar ke File SVG
  5. SVG vs PNG
  6. SVG vs JPG
  7. Cara Convert SVG ke Format Lain (PNG, JPG, MP4, PDF, CDR, PSD)
    1. 1. SVG ke PNG / JPG
    2. 2. SVG ke MP4
    3. 3. SVG ke PDF
    4. 4. SVG ke CDR (CorelDRAW)
    5. 5. SVG ke PSD (Photoshop)

Ketika terjun ke dunia design, pasti Anda pernah mendengar istilah Scalable Vector Graphic. SVG adalah salah satu jenis format gambar yang dapat digunakan untuk kepentingan web design.

Biasanya, Anda akan menemukan istilah ini pada bagian akhir nama suatu file, yaitu ekstensi .svg.

Pada artikel ini, Sitespirit akan membahas secara lengkap informasi tentang pengertian, fungsi, keuntungan, dan cara membuat file Scalable Vector Graphic.

Apa itu Scalable Vector Graphic?

File SVG adalah format penyimpanan yang biasanya digunakan untuk gambar grafis dan dapat diperbesar atau diperkecil.

SVG sendiri merupakan singkatan dari Scalable Vector Graphic, digunakan sebagai penyimpanan gambar vektor yang berbentuk dua dimensi.

File SVG ditulis dalam format XML, yaitu teks berstruktur, sehingga isinya dapat di-index mesin pencari serta dibuat atau disunting dengan editor kode, bahkan dimanipulasi dengan bahasa pemrograman seperti JavaScript.

Format ini juga dapat dikompres dan disunting dengan beberapa aplikasi teks, sehingga memudahkan para developer untuk membangun User Interface (UI).

Scalable Vector Graphic adalah format penyimpanan yang website friendly.

Pasalnya, berbeda dengan beberapa penyimpanan pixel lainnya, Scalable Vector Graphic menyimpan gambar dengan beberapa rumus berdasarkan titik dan garis.

Dengan demikian, ukurannya dapat disesuaikan tanpa mengubah kualitas gambar tersebut.

Baca juga: Bahasa Pemrograman: Pengertian, Fungsi, dan 8 Contohnya

Fungsi SVG dalam Web Design

Beberapa fungsi dari format penyimpanan Scalable Vector Graphic dapat digunakan dalam beberapa materi berikut:

1. Ikon

File SVG adalah format paling cocok untuk menyimpan gambar yang akan digunakan sebagai ikon. Sebab, ikon pada website merupakan elemen yang cukup krusial.

Ikon, terutama pada tombol, harus responsif terhadap berbagai ukuran device yang digunakan oleh user.

Selain itu, SVG memiliki format yang skalanya mudah diatur, sehingga akan memudahkan developer dan designer dalam mengembangkan UI/UX website yang baik.

Baca Juga: UI UX Designer: Pengertian, Tugas, Skill, dan Jenjang Karir

Logo merupakan gambar yang menjadi identitas sebuah brand, sehingga akan selalu muncul pada beberapa tempat, seperti header website, email, pamflet, merchandise, dan lain sebagainya.

Untuk itu, scalable vector graphic adalah format yang cocok untuk menyimpan gambar logo.

3. Ilustrasi

Ilustrasi merupakan sebuah interpretasi dari pemikiran dan ide yang menjadi konsep dasar design.

Tentu saja, ilustrasi sangat cocok disimpan dalam bentuk vektor karena skalanya dapat diubah dengan mudah.

4. Infografis

Format file yang satu ini juga dapat digunakan untuk menyimpan infografis yang akan ditampilkan pada website.

Dengan SVG, skala infografis dapat dengan mudah disesuaikan dengan ukuran device user.

Kelebihan SVG dalam Web Design

Beberapa kelebihan dari penggunaan format SVG adalah sebagai berikut.

1. Tidak Bergantung pada Resolusi

SVG adalah penyimpanan berbasis vektor. Artinya, gambar disimpan dalam bentuk garis dan rumus matematika, bukan kumpulan pixel.

Oleh karena itu, gambar SVG tidak memiliki resolusi tetap. Gambar tetap tajam di layar beresolusi tinggi maupun saat diperbesar, berbeda dengan gambar berbasis pixel yang bisa pecah.

2. SEO-Friendly

Dari segi SEO, format file ini dapat membantu search engine untuk mengindeks website dengan lebih mudah.

Sebab, Google dapat mengindeks gambar SVG, dan seperti gambar lain, SVG dapat dipasang dengan tag <img> yang disertai teks ALT sehingga membantu proses crawling dan indexing.

Biasanya, gambar yang terdapat pada website dapat memengaruhi kecepatan loading.

Untuk grafis sederhana seperti ikon dan logo, ukuran file SVG umumnya lebih kecil daripada versi rasternya, sehingga halaman dapat dimuat lebih cepat. Kecepatan halaman merupakan bagian dari pengalaman pengguna yang turut diperhatikan Google.

Baca juga: Apa itu SEO Off Page? Ini Manfaat & Cara Mengoptimalkannya!

3. Kustomisasi

File ini membuat designer ataupun developer dapat mengatur dan modifikasi gambar dengan mudah.

Anda dapat mengubah bentuk vektor, teks, warna, hingga efek visual dan bayangan melalui tools atau aplikasi editing yang kompatibel dengan Scalable Vector Graphic.

4. Skalabilitas

Kelebihan dari file Scalable Vector Graphic selanjutnya adalah dapat diperkecil atau diperbesar sesuai kebutuhan tanpa mengubah kualitas gambar tersebut.

Hal itu tentu saja dapat mempengaruhi responsivitas website ketika digunakan oleh berbagai macam ukuran device.

5. Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Dengan menggunakan file ini sebagai format penyimpanan gambar, website Anda akan menampilkan pengalaman pengguna atau user experience yang lebih baik.

Alhasil, hal ini dapat menarik lebih banyak pengunjung dan memberikan kenyamanan kepada mereka ketika mengakses situs tersebut.

Cara Membuat File SVG

Anda dapat membuat gambar dengan format ini secara manual dari dasar, atau dapat mengubah format file gambar yang sudah tersedia.

Masing-masing penjelasan cara membuat file SVG adalah sebagai berikut.

1. Membuat File SVG Secara Manual

Untuk membuat gambar dengan format file ini, sebenarnya Anda tak perlu mengetikkan informasi vektor dan rumus matematikanya.

Jadi, Anda hanya perlu menggunakan aplikasi atau tools yang kompatibel dengan Scalable Vector Graphic.

Beberapa opsi yang dapat Anda gunakan adalah Adobe Illustrator, CorelDRAW, Affinity Designer, Figma, dan Inkscape.

Sebagian besar alat tersebut berbayar atau memiliki paket gratis terbatas. Inkscape merupakan tools open source yang dapat Anda gunakan secara bebas dan gratis. Adapun GIMP lebih tepat untuk menyunting gambar raster, bukan untuk membuat grafis vektor.

Cara membuatnya adalah dengan membuat gambar atau grafis seperti biasanya pada beberapa aplikasi tersebut, lalu simpan dengan pilihan penyimpanan .SVG.

2. Convert Gambar ke File SVG

Selain membuatnya secara manual, Anda juga dapat mengubah format gambar yang sudah ada menjadi vektor.

Saat ini, sudah banyak tools yang dapat mengubah gambar menjadi format tersebut. Salah satunya adalah Vector Magic, layanan berbayar yang menyediakan uji coba. Jika ingin opsi gratis, Anda dapat memakai fitur Trace Bitmap di Inkscape.

Tampilan Vector Magic

Tampilan Vector Magic

Langkah-langkah untuk mengubah gambar menjadi format SVG adalah sebagai berikut.

  • Buka tools yang dapat mengubah format gambar menjadi vektor, seperti Vector Magic.
  • Upload gambar yang akan diubah dengan mengklik ‘Pick Image to Upload’ atau ‘Drag Image Here’.
  • Tunggu hingga proses convert nya selesai.

Proses vectorizing di Vector Magic

  • Anda dapat langsung mengunduh hasilnya, atau memperbaikinya dengan fitur ‘Improve Result’

SVG vs PNG

Ilustrasi PNG vs SVG

© Adobe

SVG (Scalable Vector Graphics) dan PNG (Portable Network Graphics), keduanya merupakan jenis format file gambar yang berbeda. Perbedaan SVG dan PNG yang paling utama adalah dari segi format penyimpanannya.

SVG adalah format penyimpanan gambar dengan menggunakan vektor, sedangkan PNG menggunakan raster atau pixel.

Beberapa perbedaan lainnya adalah sebagai berikut:

  • Ukuran file: Untuk grafis sederhana seperti ikon dan logo, SVG umumnya berukuran lebih kecil daripada PNG. Namun, untuk gambar yang sangat rumit, file SVG justru bisa lebih besar karena berisi banyak sekali titik dan jalur.
  • Kompresi: SVG berupa teks sehingga bisa diperkecil dengan minifikasi dan kompresi server (misalnya gzip) tanpa mengubah tampilannya. PNG memakai kompresi lossless, sehingga hasilnya bergantung pada kerumitan gambar.
  • Fotografi: PNG dapat digunakan sebagai penyimpanan foto dengan detail dan berkualitas untuk tujuan printing. Sebaliknya, format Scalable Vector Graphic lebih susah untuk menyimpan file fotografi karena tidak menggunakan pixel.
  • Kebutuhan Website: SVG sangat cocok untuk elemen antarmuka web seperti ikon, logo, dan ilustrasi karena berbasis XML dan dapat diatur dengan CSS maupun JavaScript. PNG lebih cocok untuk gambar dengan detail warna rumit, seperti tangkapan layar.
  • Transparansi: Keduanya sama-sama support transparansi, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan desain grafis.
  • Animasi: SVG dapat dianimasikan dengan CSS atau JavaScript, sedangkan PNG standar tidak mendukung animasi (kecuali varian APNG).

SVG vs JPG

Perbandingan lain yang tak kalah penting adalah antara SVG dan JPG:

  • Format penyimpanan: JPG berbasis pixel (raster), sedangkan SVG berbasis vektor.
  • Kualitas saat di-zoom: JPG akan pecah, SVG tetap tajam.
  • Ukuran file: Untuk logo dan ikon, SVG biasanya jauh lebih kecil. Untuk foto, JPG jauh lebih efisien.
  • Ideal untuk: JPG cocok untuk fotografi, SVG lebih cocok untuk ilustrasi, ikon, dan logo.

Cara Convert SVG ke Format Lain (PNG, JPG, MP4, PDF, CDR, PSD)

Berikut ini cara mengubah file SVG ke format lain yang sering digunakan:

1. SVG ke PNG / JPG

  • Gunakan Adobe Photoshop atau Illustrator
  • Buka file SVG
  • Klik Export As atau Save As lalu pilih PNG atau JPG

2. SVG ke MP4

  • Gunakan tools seperti After Effects
  • Import file SVG
  • Tambahkan animasi jika diperlukan
  • Ekspor sebagai video (MP4)

3. SVG ke PDF

  • Buka di Illustrator, Inkscape, atau browser
  • Klik Print lalu Save as PDF

4. SVG ke CDR (CorelDRAW)

  • Buka file SVG di CorelDRAW
  • Simpan ulang dengan format .CDR

5. SVG ke PSD (Photoshop)

  • Gunakan converter online seperti Picflow atau cloudconvert
  • Atau, buka SVG di Illustrator dan Export As PSD

Nah, itulah beberapa informasi tentang format penyimpanan Scalable Vector Graphic, mulai dari pengertian hingga cara membuatnya.

Kesimpulannya, SVG adalah format yang paling cocok untuk logo, ikon, dan ilustrasi pada website, sedangkan foto tetap lebih tepat disimpan dalam format raster seperti JPG atau WebP.

Dengan memilih format yang tepat, tampilan desain website Anda akan lebih tajam, responsif, dan user friendly.

Website yang fungsional akan membantu meningkatkan engagement user terhadap bisnis Anda. Ingin membuat website hingga optimasi dengan layanan profesional dengan kualitas serta kecepatan optimal? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan Sitespirit sekarang!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah SVG lebih baik daripada PNG untuk website?

Untuk ikon, logo, dan ilustrasi, SVG umumnya lebih baik karena ringan dan tetap tajam di layar apa pun. Untuk foto, format raster seperti PNG atau JPG tetap lebih cocok.

Bisakah foto disimpan dalam format SVG?

Tidak disarankan. SVG dirancang untuk grafis vektor berupa garis dan bentuk, sehingga foto yang kaya detail piksel lebih tepat disimpan sebagai JPG, PNG, atau WebP.

Aplikasi apa yang bisa dipakai untuk membuat file SVG?

File SVG bisa dibuat dengan aplikasi desain vektor seperti Adobe Illustrator atau Inkscape yang gratis dan open source. Gambar yang sudah ada juga bisa dikonversi ke SVG dengan alat seperti Vector Magic.

Apakah gambar SVG bisa diindeks Google?

Ya. Google Search mendukung gambar SVG yang dipanggil lewat elemen img, sehingga tetap bisa diindeks. Tambahkan alt text yang deskriptif agar mesin pencari memahami isi gambar.

Bagaimana cara mengubah file SVG menjadi PNG atau JPG?

Buka file SVG di Adobe Illustrator atau Photoshop, lalu pilih Export As atau Save As dan tentukan format PNG atau JPG.

Referensi

  1. MDN Web Docs (2025). SVG: Scalable Vector Graphics
  2. W3C (2026). Scalable Vector Graphics (SVG) 2
  3. Google Search Central (2026). Google image SEO best practices
Nadya Nafisah

Ditulis oleh

Nadya Nafisah

Graduated to Arabic Language and Literature, experienced in SEO content writing, also interested in digital marketing.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.