Jawaban Singkat
Backlog adalah daftar pekerjaan, tugas, atau fitur dalam sebuah proyek yang belum dikerjakan dan disusun berdasarkan prioritas agar pekerjaan lebih terorganisir.
- Dalam Scrum ada dua jenis: product backlog berisi seluruh pekerjaan produk yang dikelola Product Owner, dan sprint backlog berisi item yang dipilih untuk dikerjakan dalam satu sprint.
- Dalam digital marketing, backlog memuat tugas seperti produksi konten, kampanye iklan, dan optimasi SEO. Isinya dinamis, sehingga perlu ditinjau rutin lewat backlog refinement.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Backlog merupakan istilah yang mengacu pada susunan tugas, fitur, atau pekerjaan dalam sebuah proyek yang harus digarap dan diselesaikan secara individu maupun tim.
Pada dasarnya, backlog adalah daftar tugas yang harus disusun berdasarkan kepentingan, sehingga pekerjaan akan terorganisir dengan baik dan tepat.
Dalam digital marketing, backlog berisi daftar tugas pemasaran yang diprioritaskan, misalnya produksi konten, kampanye iklan, optimasi SEO, hingga perbaikan halaman website.
Dalam hal ini, kegiatan pemasaran yang perlu diselesaikan memanfaatkan backlog untuk merancang dan mengatur tugas-tugasnya. Dengan begitu, penanggung jawab dapat memastikan setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan barometer prioritas.
Apa Itu Backlog?
Secara sederhana, backlog adalah daftar pekerjaan yang belum dikerjakan dan disusun berdasarkan prioritas. Istilah ini populer dalam kerangka kerja Scrum, bagian dari metode Agile, dan kini banyak dipakai juga oleh tim pemasaran.
Dalam Scrum, dikenal dua jenis backlog:
- Product backlog: daftar seluruh fitur, perbaikan, dan pekerjaan yang dibutuhkan sebuah produk, diurutkan berdasarkan prioritas. Daftar ini dikelola oleh Product Owner.
- Sprint backlog: kumpulan item dari product backlog yang dipilih untuk dikerjakan dalam satu sprint, yaitu periode kerja singkat paling lama satu bulan, beserta rencana pengerjaannya. Daftar ini dikelola oleh tim yang mengerjakannya.
Backlog bersifat dinamis. Item baru bisa ditambahkan, diubah, atau dihapus seiring berjalannya proyek, sehingga backlog cocok dipakai baik untuk proyek individu maupun kerja tim.
Contoh Backlog dalam Digital Marketing
Berikut gambaran backlog sederhana milik tim pemasaran, diurutkan dari prioritas tertinggi:
- Memperbaiki halaman layanan yang lambat dimuat karena berdampak langsung pada konversi.
- Menyiapkan materi kampanye promo yang tenggatnya minggu depan.
- Memperbarui artikel blog lama yang trafiknya terus menurun.
- Melakukan riset kata kunci untuk rencana konten kuartal berikutnya.
- Menguji beberapa variasi judul email newsletter (prioritas rendah, bisa dijadwalkan ulang).
Menentukan Skala Prioritas

Menentukan skala prioritas tugas (sumber: pexels)
Strategi ini berperan sebagai patokan dalam mengelola tugas-tugas yang belum diselesaikan agar dapat terorganisir dengan baik sehingga tim maupun individu dapat fokus pada pekerjaan yang paling penting dan mendesak terlebih dahulu.
Saat menyusun backlog, item diurutkan mulai dari yang paling penting dan mendesak di bagian atas hingga yang lebih fleksibel dan tidak terikat tenggat di bagian bawah.
Dalam menghasilkan daftar yang terstruktur, ada beberapa faktor pokok dalam menentukan skala prioritas dalam suatu pekerjaan. Di antaranya adalah:
- Sejauh mana tugas atau pekerjaan berpengaruh pada nilai keseluruhan produk.
- Sejauh mana pekerjaan memerlukan suatu keahlian tertentu dan sejauh mana permintaan pasar dapat terpenuhi.
- Sejauh mana suatu produk memiliki keterlibatan yang erat pada aspek-aspek dalam proses pengembangan.
- Pertimbangan estimasi biaya pengembangan, peluang menghasilkan keuntungan, dan dampak finansial yang berkaitan dengan pekerjaan.
- Sejauh mana produk mampu mencukupi permintaan dan ekspektasi pasar bisnis.
- Analisis tantangan serta risiko setelah pekerjaan diselesaikan
Manfaat Backlog dalam Digital Marketing
Backlog dikatakan bermanfaat karena memudahkan pekerja dalam menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien.
Dalam digital marketing, backlog berfungsi dalam lingkup tugas-tugas pemasaran yang ada, dengan pekerjaan yang disusun berdasarkan prioritas agar semua proyek dapat terorganisir dengan baik tanpa ada yang terlewat.
Hal ini tentu membantu tim marketing dalam penyelesaian pekerjaan, karena tugas yang terstruktur akan menciptakan efisiensi kerja.
Berikut di antara manfaat backlog yang perlu diketahui:
- Memungkinkan manajer proyek menyusun skala prioritas tugas dan memastikan tim dapat bekerja dengan fokus pada pekerjaan yang paling penting dan harus diselesaikan. Dengan ini, risiko keterlambatan penyelesaian tugas dapat dicegah dengan baik. Dalam lingkup digital marketing, sebuah tim dapat bekerja tanpa kehilangan fokus atas banyaknya proyek yang perlu diselesaikan sehingga tugas-tugas dapat diselesaikan tepat waktu.
- Memaksimalkan pengelolaan sumber daya. Sehingga skala prioritas yang terbentuk mampu membantu tim dalam menyelesaikan tugas yang paling mendesak. Hal itu dapat menghindarkan terjadinya pemborosan tenaga dan waktu. Dengan sumber daya yang teratur, tim marketing dapat melayani proyek dari klien secara optimal dengan tetap memperhatikan tingkatan prioritas sehingga inefisiensi dapat ditangani dengan baik.
- Memungkinkan penanggung jawab mendukung tim untuk berdiskusi dan menemukan metode terbaik dalam memprioritaskan pekerjaan. Dalam mengerjakan proyek yang mencakup perancangan desain, pembuatan, perbaikan, hingga optimasi website dengan strategi SEO, tim akan selalu disokong oleh manajer proyek untuk berdiskusi guna menghasilkan keputusan yang dapat memilah tingkat kepentingan setiap tugas.
- Backlog dalam menetapkan skala prioritas dapat sekaligus menetapkan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan job desk masing-masing berdasarkan tugas yang sudah disusun. Sebagaimana poin sebelumnya yang memberikan kesempatan bagi tim untuk berdiskusi, backlog juga berguna dalam menentukan tugas yang dijalankan agar dapat sesuai dengan kapabilitas dan tanggung jawab masing-masing.
- Memungkinkan individu atau tim dapat memahami tugas selanjutnya setelah menyelesaikan pekerjaan sebelumnya. Dalam hal ini, skala prioritas telah diatur dengan baik sehingga memudahkan tim dalam mengambil langkah selanjutnya. Memahami rincian pekerjaan memang perlu dipahami oleh tiap-tiap tim maupun individu agar jalannya proyek yang selalu berkesinambungan dapat selesai dengan baik. Hal ini karena pekerjaan pada dasarnya sama pentingnya. Semua proyek yang didapat dari klien memiliki kadar kepentingan yang sama, tetapi urgensi dan waktu tenggat juga perlu menjadi pertimbangan dalam penyelesaiannya. Tugas yang selesai tepat waktu dengan hasil yang maksimal tentu akan mendapat feedback yang baik pula dari para klien, sehingga penentuan skala prioritas sangat memudahkan pekerjaan yang perlu diselesaikan.
Apakah Backlog Penting?
Backlog dianggap penting karena hasil yang didapat setelah pengaplikasiannya dapat mendatangkan alur kerja yang efisien dan menghindarkan proyek dari setiap hambatan karena semua hal telah disusun sesuai tempatnya.
Apalagi tim dapat menentukan tugas prioritas berdasarkan urgensi dan kepentingan dari daftar proyek yang dimiliki. Hal itu karena backlog secara komprehensif dapat membantu tim agar tetap dalam wilayah yang terorganisir dengan baik dan fokus pada tujuan.
Dengan backlog, tim dapat berkolaborasi dan berdiskusi yang mana memungkinkan adanya masukan dan saran sehingga tugas yang dijalankan dapat tetap tercatat bersamaan dengan menjadi wadah atas ide yang masuk.
Perencanaan dan penentuan skala prioritas bukan berarti menutup akses tugas lain dalam lingkup waktu tertentu. Karena itulah, tim perlu rutin melakukan backlog refinement (dulu sering disebut grooming), yaitu kegiatan berkelanjutan untuk meninjau, memperjelas, dan mengurutkan ulang item backlog, termasuk menentukan apakah ide baru yang masuk layak dikerjakan atau tidak.
Kesimpulan
Perusahaan yang menerapkan backlog dengan baik cenderung memiliki kolaborasi dan koordinasi tim yang baik, pengelolaan tugas yang efisien, dan tentunya layanan yang berkualitas.
Dengan backlog, penanggung jawab tidak sekadar mengejar tugas yang datang paling akhir, tetapi menyusun skala prioritas berdasarkan nilai dan urgensi, lalu mengelola pekerjaan secara teratur sehingga tim dapat melaksanakan tugas sebaik mungkin.
Sitespirit sebagai perusahaan penyedia layanan digital yang berdaya guna dalam meningkatkan fungsionalitas dan branding perusahaan dari berbagai industri, tentu menerapkan backlog sebagai dasar penting yang mampu menghasilkan layanan yang bernilai.
Pendekatan ini juga kami terapkan pada layanan jasa SEO, mulai dari audit teknis, riset kata kunci, hingga optimasi konten yang dikerjakan berdasarkan prioritas.
Selain layanan untuk mengoptimalkan website dengan SEO, Sitespirit juga menyediakan pembuatan website, desain website modern, juga peningkatan dan pemeliharaan website. Sudah siap membangun digital bisnis Anda? Silakan kontak kami sekarang untuk memahami kebutuhan website milik bisnis Anda!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Backlog artinya apa dalam pekerjaan?
Backlog artinya daftar pekerjaan yang belum dikerjakan dan diurutkan berdasarkan prioritas, dari yang paling penting dan mendesak di bagian atas. Istilah ini populer dalam kerangka kerja Scrum dan metode Agile.
Apa perbedaan product backlog dan sprint backlog?
Product backlog berisi seluruh fitur, perbaikan, dan pekerjaan yang dibutuhkan produk, dikelola oleh Product Owner. Sprint backlog berisi item pilihan dari daftar itu untuk satu sprint dan dikelola tim pengerjanya.
Apa contoh backlog untuk tim digital marketing?
Contohnya memperbaiki halaman layanan yang lambat dimuat, menyiapkan materi kampanye, memperbarui artikel blog lama yang trafiknya menurun, dan riset kata kunci. Item diurutkan dari prioritas tertinggi.
Apa manfaat backlog bagi tim kerja?
Backlog membantu tim fokus pada pekerjaan terpenting, memakai waktu dan tenaga lebih efisien, membagi tugas sesuai keahlian, serta mengetahui langkah berikutnya setelah satu tugas selesai.
Referensi
- Scrum Guides (Ken Schwaber & Jeff Sutherland) (2020). The 2020 Scrum Guide
- Microsoft Learn (2026). Use backlogs to manage projects - Azure Boards
- Agile Alliance (2026). Product Backlog
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
I am a writer with experience in content writing and cinematography. After completing my internship as a content writer, I developed my SEO skills to create interesting and effective content. In addition, I have experience writing film scripts and fiction works, including short stories and short films.
LinkedIn →Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



