Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu AMP - Pengertian, Cara Kerja, & Bedanya dengan PWA

Azzahra Ilka Aulia Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 8 menit baca

Jawaban Singkat

AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobile Pages, framework open source untuk halaman web ringan yang cepat dimuat di perangkat mobile. Awalnya diprakarsai Google, kini dikelola OpenJS Foundation.

  • AMP bekerja lewat tiga komponen: AMP HTML dengan aturan tag ketat, AMP JS yang membatasi JavaScript dan memuat sumber daya secara asinkron, serta AMP Cache, jaringan pengiriman konten.
  • AMP tidak lagi wajib untuk tampil di Google dan bukan faktor peringkat. Bagi kebanyakan website, mengoptimalkan kecepatan halaman utama lebih praktis daripada mengelola dua versi halaman.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 4 sumber

Daftar Isi
  1. Apa itu AMP?
  2. Apa itu ampproject.org?
  3. Kelebihan dan Kekurangan AMP
    1. 1. Kelebihan AMP
    2. 2. Kekurangan AMP
  4. Cara Kerja Google AMP
    1. 1. HTML
    2. 2. JS
    3. 3. Cache
  5. Cara Setting Google AMP
  6. Ciri-Ciri Halaman AMP
  7. Cara Memeriksa AMP pada Website
    1. 1. AMP Validator
    2. 2. Search Google
  8. Apakah AMP Masih Perlu Digunakan?
  9. AMP vs PWA

AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobile Pages, yaitu framework open source untuk membuat halaman web ringan yang cepat dimuat, terutama di perangkat mobile. Proyek yang awalnya diprakarsai Google ini kini dikelola komunitas di bawah OpenJS Foundation, dengan situs resmi ampproject.org yang kini dialihkan ke amp.dev.

Ketika sedang mencari sesuatu di internet, tentu banyak dari kita yang ingin cepat mengakses sebuah halaman website.

Anda mungkin memilih meninggalkan halaman website yang loading time-nya terlalu lama.

Loading time dari sebuah situs web tentu akan memengaruhi user experience. Maka, teknologi harus mencari solusi atas masalah loading time pada sebuah halaman website tersebut.

Salah satu solusi yang diprakarsai Google adalah AMP, yang diumumkan pada Oktober 2015 dan mulai tampil di hasil pencarian Google pada Februari 2016.

Kepanjangan dari AMP adalah Accelerated Mobile Pages. Teknologi ini dirancang agar halaman web dapat dimuat dengan sangat cepat, terutama di perangkat mobile.

Pembahasan lengkap mengenai Accelerated Mobile Pages akan Sitespirit bahas secara tuntas pada artikel ini. Simak penjelasan berikut!

Apa itu AMP?

AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobile Pages. Accelerated Mobile Pages adalah framework open source untuk membuat halaman web yang ringan sehingga cepat dimuat, terutama melalui perangkat mobile.

Proyek ini awalnya diprakarsai oleh Google dan dikembangkan secara terbuka bersama komunitas.

Google terus berupaya memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya, salah satu caranya dengan accelerated mobile pages.

Accelerated mobile pages memberikan pengalaman seluler dengan performa tinggi dengan menyederhanakan HTML dan mengikuti aturan CSS (cascading style sheets) yang disederhanakan.

Namun, AMP tidak cocok untuk semua jenis halaman. Karena aturannya ketat, AMP paling banyak dipakai pada website berita dan artikel, meskipun juga bisa digunakan untuk halaman produk, Web Stories, iklan, dan email.

Halaman yang cepat dimuat membuat pengunjung lebih nyaman, sehingga dapat membantu menjaga traffic kunjungan website. Namun, AMP sendiri bukan jaminan traffic meningkat.

Dulu, ciri dari sebuah website yang menggunakan Accelerated Mobile Pages adalah terdapat tanda petir pada hasil mesin pencari Google. Namun, sejak pembaruan page experience tahun 2021, Google tidak lagi menampilkan label petir tersebut. Halaman AMP tetap dapat dibuka dari hasil pencarian, hanya saja tanpa penanda khusus.

Apa itu ampproject.org?

Ampproject.org adalah situs resmi proyek open source AMP. Situs ini kini dialihkan ke amp.dev, yang memuat dokumentasi, panduan, dan contoh komponen AMP bagi developer.

AMP awalnya diprakarsai oleh Google, tetapi sejak 2019 proyek ini bergabung dengan OpenJS Foundation sehingga pengembangannya dikelola bersama komunitas. Itu sebabnya Anda bisa menemukan domain ampproject.org pada kode halaman AMP, misalnya pada alamat script cdn.ampproject.org yang dimuat oleh halaman tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan AMP

Pada dasarnya, keuntungan accelerated mobile pages adalah dapat membuka halaman sebuah website secara instan.

Namun, meski dapat membuka website secara instan, accelerated mobile pages masih memiliki kekurangan.

Berikut ini adalah kekurangan dan kelebihan dari accelerated mobile pages.

1. Kelebihan AMP

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari Google Accelerated Mobile Pages.

  • Dapat diakses oleh siapa saja
  • Mobile friendly yang memberikan layanan membuka website lebih cepat meskipun internet lambat
  • Mendukung kecepatan halaman, yang menjadi bagian dari pengalaman halaman (page experience); AMP sendiri bukan faktor peringkat langsung
  • User experience meningkat dengan layanan yang cepat
  • Gambar teroptimasi secara otomatis melalui Google Accelerated Mobile Pages
  • Beban server bisa lebih ringan karena halaman yang diakses dari hasil pencarian Google dapat dilayani dari Google AMP Cache

2. Kekurangan AMP

Selain kelebihan dan keuntungan, accelerated mobile pages juga memiliki kekurangan dari cara kerjanya.

Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari Accelerated Mobile Pages Google.

  • Tampilan minimalis karena Google Accelerated Mobile Pages menonaktifkan elemen yang memperlambat website, seperti plugin, tema, widget, dan sebagainya
  • Banyak plugin dan widget yang tidak berfungsi di versi AMP sehingga sebagian fitur tidak tampil
  • JavaScript yang telah diatur oleh pemilik website banyak yang tidak berjalan pada accelerated mobile pages
  • Sebagian format iklan tidak tampil karena tidak semua jaringan iklan mendukung AMP

Cara Kerja Google AMP

Accelerated mobile pages dirancang agar halaman dapat dimuat dengan cepat.

Bagaimana cara kerja Accelerated Mobile Pages tersebut? Berikut ini adalah tiga komponen accelerated mobile pages yang membuat accelerated mobile pages dapat bekerja lebih cepat.

1. HTML

AMP HTML merupakan versi lebih kecil dari HTML biasanya. Kerangka kerja ini memiliki aturan yang ketat untuk tag HTML.

Agar pemuatan halaman tetap cepat, sebagian elemen HTML dibatasi atau harus memakai komponen khusus AMP. Misalnya, form harus memakai komponen amp-form.

Sebagian tag HTML juga digantikan dengan komponen khusus AMP, misalnya <amp-img> untuk gambar, yang sudah dirancang agar dimuat secara efisien.

2. JS

Cara kerja pada library Accelerated Mobile Pages JS adalah memastikan rendering cepat pada halaman HTML Accelerated Mobile Pages.

Framework membatasi penggunaan JavaScript agar pemuatan halaman pada platform seluler lebih cepat.

Cara kerjanya antara lain dengan memuat semua sumber daya eksternal secara asinkron sehingga tidak ada yang memblokir proses rendering halaman.

3. Cache

Accelerated Mobile Pages Cache adalah sebuah jaringan yang pengiriman kontennya berbasis proksi. Sistem ini berguna untuk melayani halaman HTML Accelerated Mobile Pages yang di-cache.

Cara kerja di sistem ini adalah dengan mengambil halaman HTML Accelerated Mobile Pages, menyimpan, dan meningkatkan kinerja halaman secara otomatis.

Cara Setting Google AMP

Berikut ini adalah cara install Google Accelerated Mobile Pages pada WordPress.

  1. Login ke dashboard WordPress
  2. Masuk pada menu Plugins > Add New Plugin
  3. Cari plugin dengan nama AMP
  4. Klik Install, kemudian aktifkan
  5. Buka menu AMP > Settings, lalu ikuti onboarding wizard
  6. Pilih mode template: Standard, Transitional, atau Reader, sesuai tingkat kompatibilitas tema dan plugin Anda

Jika memilih mode Reader, Anda juga dapat memilih tema khusus untuk versi AMP dan mengatur tampilannya. Setelah selesai, simpan pengaturan.

Ciri-Ciri Halaman AMP

Halaman AMP memakai struktur HTML khusus yang bisa dikenali dari kodenya. Menurut spesifikasi resmi di amp.dev, sebuah halaman AMP minimal memuat:

  • doctype <!doctype html> dan tag <html amp> (atau simbol petir sebagai penggantinya)
  • tag <meta charset="utf-8"> dan <meta name="viewport"> di dalam <head>
  • tag <link rel="canonical"> yang menunjuk ke versi halaman biasa, atau ke dirinya sendiri bila hanya ada versi AMP
  • script AMP runtime (v0.js) di dalam <head>
  • kode AMP boilerplate, yaitu gaya CSS khusus yang disyaratkan AMP

Cara tercepat untuk mengenalinya adalah membuka kode sumber halaman, lalu mencari atribut amp atau simbol petir pada tag <html>. Untuk memastikan halaman benar-benar valid, gunakan alat pemeriksa pada bagian berikut.

Cara Memeriksa AMP pada Website

Bagaimana cara mengecek accelerated mobile pages pada website? Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengecek accelerated mobile pages.

1. AMP Validator

Pengecekan valid atau tidaknya accelerated mobile pages dapat dilakukan dengan Accelerated Mobile Pages Validator sebagai berikut.

  1. Akses validator.ampproject.org
  2. Masukkan URL pada kolom yang tersedia
  3. Validate

Website yang valid akan menampilkan status PASS. Apabila website belum valid, validation status akan FAIL dan tampilan akan eror.

2. Search Google

Selain menggunakan Accelerated Mobile Pages Validator. Pengecekan status Accelerated Mobile Pages pada website juga dapat dilakukan melalui Search Google.

  1. Akses https://search.google.com/test/amp
  2. Masukkan URL website
  3. Test URL

Website yang valid akan menampilkan tulisan Valid AMP Page. Namun, website yang belum mendukung Accelerated Mobile Pages akan menampilkan tulisan Not an AMP Page.

Apakah AMP Masih Perlu Digunakan?

AMP tidak lagi wajib untuk tampil maksimal di Google. Sejak 2021, Google menghapus syarat AMP untuk masuk ke bagian Top Stories dan menggantinya dengan penilaian page experience, termasuk Core Web Vitals. Artinya, halaman biasa yang cepat dan stabil memiliki peluang yang sama dengan halaman AMP.

Google tetap mendukung AMP dan masih menautkan versi AMP bila tersedia. Jadi, AMP masih bisa menjadi pilihan untuk situs berita atau blog yang ingin halaman ringan dengan cepat. Namun, bagi kebanyakan website, mengoptimalkan kecepatan halaman utama sering kali lebih praktis daripada mengelola dua versi halaman sekaligus.

AMP vs PWA

AMP dan PWA berfungsi untuk meningkatkan pengalaman mengeksplor internet melalui perangkat mobile. Keduanya membuat website lebih mudah dan cepat untuk diakses.

Adapun perbedaan Accelerated Mobile Pages dan Progressive Web Apps akan dijelaskan dalam tabel berikut.

PerbedaanAMPPWA
PengertianAccelerated Mobile PagesProgressive Web Apps
Jenis KontenKonten statis, seperti artikel dan beritaBerbagai macam konten, seperti gambar, animasi hingga video
SEOBukan faktor peringkat langsung; membantu kecepatan halamanBukan faktor peringkat langsung
KecepatanKonten yang sederhana membuat Accelerated Mobile Pages lebih cepat diaksesKonten PWA tergantung dari banyaknya konten dan optimasi
Kelebihan– Loading halaman cepat – Ringan di perangkat mobile– Dapat memasukkan beragam fitur – Dinamis
Kekurangan– JavaScript kustom sangat dibatasi – Kurang fleksibel untuk fitur interaktif– Kecepatan bergantung pada optimasi – Penerapan WordPress sedikit sulit

Demikian pembahasan mengenai pengertian, kelebihan, kekurangan, dan cara kerja dari Google Accelerated Mobile Pages. Kecepatan loading website menjadi hal yang penting bagi user experience.

AMP bisa menjadi salah satu pilihan untuk mempercepat halaman, tetapi bukan satu-satunya cara. Bagi kebanyakan website, mengoptimalkan kecepatan halaman utama sudah cukup untuk memberikan pengalaman yang baik.

Apabila Anda menginginkan traffic yang berpotensi menjadi pelanggan, percayakan pada layanan SEO Sitespirit. Mulai sekarang untuk penawaran lebih lanjut!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

AMP singkatan dari apa?

AMP adalah singkatan dari Accelerated Mobile Pages, yaitu framework open source untuk membuat halaman web yang ringan dan cepat dimuat, terutama di perangkat mobile.

Situs apa sebenarnya ampproject.org?

Ampproject.org adalah situs resmi proyek open source AMP yang kini dialihkan ke amp.dev, berisi dokumentasi, panduan, dan contoh komponen. Domain cdn.ampproject.org juga muncul pada script halaman AMP.

Apakah website saya masih butuh AMP agar tampil di Google?

Tidak wajib. Sejak 2021 Google menghapus syarat AMP untuk masuk ke Top Stories dan menggantinya dengan penilaian page experience, sehingga halaman biasa yang cepat dan stabil punya peluang yang sama.

Bagaimana cara mengecek apakah halaman memakai AMP yang valid?

Masukkan URL ke AMP Validator di validator.ampproject.org. Halaman yang valid menampilkan status PASS, sedangkan halaman yang belum valid menampilkan status FAIL.

Referensi

  1. Google Search Central (2026). About AMP on Google Search
  2. amp.dev (AMP Project / OpenJS Foundation) (2026). AMP HTML Specification
  3. Google Search Central Blog (2020). Timing for bringing page experience to Google Search
  4. OpenJS Foundation (2019). OpenJS Foundation welcomes AMP project to help improve user experience on the web

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Azzahra Ilka Aulia

Ditulis oleh

Azzahra Ilka Aulia

An undergraduate Indonesian Language and Literature student who loves to write.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.