Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu PWA? - Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Inka Zahwa Sabrina Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 8 menit baca

" PWA adalah satu aplikasi maupun situs web yang dirancang secara khusus sebagai alternatif untuk platform seluler. Memiliki tujuan untuk meningkatkan konversi maupun traffic. "

Daftar Isi
  1. Apa itu PWA?
  2. Kelebihan PWA
    1. 1. Memberikan Kemudahan Pengguna di Semua Perangkat
    2. 2. Tidak Membutuhkan Ruang Penyimpanan yang Banyak
    3. 3. Update Otomatis
    4. 4. Bisa Digunakan saat Offline
  3. Kekurangan PWA
  4. Cara Kerja PWA
  5. Komponen dalam PWA
  6. Pentingnya Menggunakan PWA
    1. 1. Memuat Ulang Lebih Cepat
    2. 2. Meningkatkan Keterlibatan Serta Performa
    3. 3. Mengurangi Risiko Friction
  7. Contoh PWA
    1. 1. Pinterest
    2. 2. Forbes
  8. Kapan Anda Perlu PWA?
    1. 1. Anda Baru Saja Menjalankan Bisnis Pada Pasar Digital
    2. 2. Android Sebagai Target
    3. 3. Menurunnya Tingkat Konversi

Sebagai seorang webmaster, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan aplikasi yang disebut dengan PWA atau Progressive Web App. Secara sederhana, PWA adalah situs web yang dibangun dengan teknologi web modern sehingga bisa dipasang dan berperilaku seperti aplikasi.

Bagi Anda yang masih asing dengan istilah PWA, tenang saja, karena artikel kali ini akan membahas semua informasinya secara lengkap dan komprehensif.

Jadi, tanpa perlu berlama-lama lagi, mari simak penjelasan lengkap mengenai PWA, mulai dari pengertian hingga contohnya berikut ini! Baca sampai habis, ya!

Apa itu PWA?

Pada dasarnya, PWA atau singkatan dari Progressive Web App mengacu pada situs web yang dibangun dengan teknologi web standar (HTML, CSS, dan JavaScript), tetapi dapat dipasang di perangkat dan berperilaku layaknya aplikasi native, misalnya tampil di layar utama, terbuka tanpa bilah alamat browser, dan dapat bekerja secara offline.

Dengan progressive web app, Anda bisa mendapatkan layanan dengan kualitas tinggi melalui push notification maupun sinkronisasi informasi detail.

Aplikasi web ini juga dapat menunjang page speed atau page load serta memberikan tampilan andal dan unik untuk menarik perhatian para audiens.

Pertanyaannya, tahukah Anda apa tujuan dibuatnya PWA? Adapun salah satu tujuannya, yaitu memberikan pengalaman hybrid kepada para pengguna agar mereka bisa mengakses aplikasi mobile menggunakan browser.

Mungkin, saat ini Anda sedang bertanya-tanya apa yang menjadi pembeda di antara aplikasi asli dengan progressive web app. Jika sudah ada aplikasi, mengapa harus ada progressive web app dan sebaliknya?

Apakah memang ada perbedaan signifikan di antara kedua aplikasi ini? Mari kita sama-sama ketahui jawaban untuk pertanyaan itu pada pembahasan berikut ini.

Seperti yang kita ketahui, pengunduhan sebuah aplikasi dapat melalui beberapa toko aplikasi dalam perangkat masing-masing.

Dalam pembuatannya, suatu aplikasi memerlukan serta melibatkan bahasa pemrograman tertentu. Selain itu, programmer juga perlu memperhatikan komponen-komponen yang ada dalam pembuatannya.

Namun, pembuatan progressive web app tidak perlu pengembangan yang rumit dan kompleks layaknya native application.

Nantinya, setelah progressive web app jadi, PWA ini akan digunakan sebagai alat untuk menunjang traffic situs web.

Kelebihan PWA

Progressive web app memiliki beberapa keuntungan. Adapun di antaranya yaitu:

1. Memberikan Kemudahan Pengguna di Semua Perangkat

Progressive web app bisa diunduh dan dipasang di berbagai sistem operasi, termasuk iOS, Android, ataupun Windows. Jadi, Anda bisa menggunakan berbagai perangkat untuk mengakses web app ini.

2. Tidak Membutuhkan Ruang Penyimpanan yang Banyak

Dibandingkan dengan native application, progressive web app memiliki ukuran yang kecil, sehingga pengguna tidak membutuhkan ruang penyimpanan yang banyak untuk menginstalnya.

3. Update Otomatis

Progressive web app bisa diperbarui secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu melakukan pembaruan secara manual.

4. Bisa Digunakan saat Offline

Salah satu kelebihan PWA adalah bisa digunakan dalam keadaan offline atau tanpa internet. Hal ini dikarenakan service worker dapat menyimpan aset dan konten tertentu ke dalam cache sesuai strategi yang ditetapkan pengembang. Jadi, hanya konten yang sudah di-cache yang tersedia saat offline, bukan semua konten.

Kekurangan PWA

Progressive web app memang memberikan banyak kelebihan untuk Anda. Meski demikian, progressive web app tidak luput dari beberapa kekurangan. Adapun kekurangannya, yaitu:

  • Tidak semua pengguna familier dengan PWA
  • Tidak semua web browser mendukung PWA
  • Terdapat keterbatasan fitur, terutama di iOS, misalnya akses ke sebagian API perangkat yang lebih terbatas dibanding aplikasi native

Cara Kerja PWA

Ilustrasi PWA

Sumber: Freepik

Tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara kerja progressive web app karena prosesnya terjadi di balik layar. Singkatnya, cara kerja progressive web app ini melibatkan service worker.

Saat pengguna pertama kali mengakses situs web, service worker masih belum tersedia. Pada saat ini, service worker akan didaftarkan secara otomatis agar bisa menjalankan fungsinya.

Jika sudah terpasang, sistem akan menambahkan app shell ke dalam file cache. Jadi, setiap kali pengguna mengirimkan request, fetch event akan aktif dan menampilkan kontennya untuk Anda.

Sebagai contoh, dalam PWA X (dahulu Twitter Lite), saat pengguna mengajukan request, service worker akan memeriksa ketersediaan kontennya dalam cache. Jika tersedia, maka ia akan menampilkan kontennya untuk Anda.

Namun jika tidak, service worker akan memintanya pada server, lalu menampilkan hasilnya untuk Anda.

Komponen dalam PWA

Dalam menjalankan fungsinya, progressive web app didukung oleh beberapa komponen yang ada di dalamnya.

Lantas, komponen apa saja yang ada dalam progressive web app? Ini penjelasannya.

  • Web App Manifest. Berkas JSON berisi informasi aplikasi, seperti nama, ikon, warna tema, dan mode tampilan, sehingga PWA bisa dipasang di layar utama perangkat
  • Service worker. Skrip JavaScript yang berjalan di latar belakang, terpisah dari halaman. Fungsinya mengatur cache, menampilkan resources saat offline, serta menangani push notification
  • HTTPS. PWA wajib disajikan melalui koneksi aman HTTPS karena service worker hanya dapat berjalan di konteks yang aman
  • App shell. Pola arsitektur yang memisahkan kerangka antarmuka (header, navigasi, tata letak) dari konten, sehingga kerangka bisa di-cache dan tampil seketika saat aplikasi dibuka
  • Push notification dan cache. Fitur pendukung yang dijalankan melalui service worker untuk mengirim notifikasi dan menyimpan resources agar bisa diakses secara offline
  • Progressive enhancement. Prinsip agar PWA tetap bisa digunakan di browser apa pun, lalu fitur lanjutan diaktifkan bila browser mendukungnya

Pentingnya Menggunakan PWA

Sebetulnya, seberapa penting penggunaan progressive web app? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak beberapa alasan pentingnya progressive web app berikut:

1. Memuat Ulang Lebih Cepat

Berkat cache yang dikelola service worker, halaman PWA yang pernah dibuka dapat dimuat ulang jauh lebih cepat, bahkan saat koneksi sedang lambat.

Perlu dicatat, PWA tidak otomatis mempercepat proses indexing di Google. Jika konten Anda bergantung pada JavaScript, pastikan konten tersebut tetap bisa dirender dan dirayapi mesin pencari agar terindeks dengan baik.

2. Meningkatkan Keterlibatan Serta Performa

Meningkatkan kecepatan dari situs ternyata dapat memberikan pengaruh terhadap meningkatnya keterlibatan serta performa dari website.

Seperti yang sudah dijabarkan di awal, Anda dapat menerapkan push notification dalam progressive web app.

Dengan diterapkannya push notification, tingkat keterlibatan, konversi, maupun performa juga dapat meningkat.

3. Mengurangi Risiko Friction

Penggunaan progressive web app dapat mengurangi langkah-langkah yang harus ditempuh oleh para pengguna ketika mengunjungi atau mengakses aplikasi Anda karena tidak memerlukan waktu pengunduhan atau waktu muat yang lama.

Contoh PWA

Sampai sini, apakah Anda penasaran, bagaimana cara mengetahui progressive web app? Caranya cukup mudah. Pertama-tama, buka situsnya melalui browser.

Kemudian, periksalah, apakah situs web tersebut bisa diunduh secara langsung melalui browser? Jika iya, maka website tersebut menyediakan versi PWA-nya. Kira-kira, website apa saja yang sudah memiliki progressive web app?

Berkaitan dengan hal ini, Anda bisa menyimak beberapa contoh PWA berikut:

1. Pinterest

PWA dalam Pinterest

Contoh PWA dalam Pinterest

Anda tentu sudah tidak asing dengan Pinterest, kan? Ya, Pinterest merupakan mesin pencarian yang menyediakan hasil visual untuk menemukan ide-ide fresh mengenai berbagai topik, mulai dari desain rumah, fashion, hingga resep.

Selain memiliki aplikasi native, Pinterest membangun ulang situs mobile web-nya menjadi PWA pada 2017. Dengan begitu, pengguna bisa menikmati pengalaman layaknya aplikasi, termasuk memasangnya di layar utama, tanpa harus mengunduh dari toko aplikasi.

2. Forbes

Contoh PWA Forbes

Selanjutnya, perusahaan media seperti Forbes juga menggunakan progressive web app untuk menunjang traffic dan engagement-nya. Menurut studi kasus yang dipublikasikan Google pada 2017, setelah Forbes meluncurkan situs mobile berbasis PWA, tingkat engagement pembacanya naik hingga 100%.

Kapan Anda Perlu PWA?

Apakah Anda saat ini berminat dan berniat untuk menggunakan progressive web app pada kegiatan bisnis Anda? Jika iya, tunggu sebentar! Ada beberapa poin serta kondisi yang harus Anda perhatikan sebelum mengaplikasikannya.

Berikut merupakan kondisi yang optimal untuk menggunakan PWA pada kegiatan bisnis Anda.

1. Anda Baru Saja Menjalankan Bisnis Pada Pasar Digital

Jika bisnis Anda baru masuk ke pasar digital, membangun aplikasi native untuk Android dan iOS sekaligus bisa memakan banyak waktu dan biaya. PWA dapat menjadi langkah awal yang lebih hemat karena cukup dikembangkan satu kali dengan teknologi web.

PWA juga cocok ketika waktu serta sumber daya bisnis Anda masih terbatas.

2. Android Sebagai Target

Dukungan PWA di Android tergolong paling lengkap. Pengguna dapat memasang PWA langsung dari browser, menerima push notification, dan menjalankannya layaknya aplikasi biasa tanpa harus mengunduh dari toko aplikasi.

Di iOS, dukungan PWA lebih terbatas. Pemasangan dilakukan secara manual melalui menu Bagikan lalu Tambahkan ke Layar Utama, dan push notification untuk PWA yang dipasang baru didukung sejak iOS 16.4 (2023). Karena itu, jika mayoritas target pengguna Anda memakai Android, PWA menjadi pilihan yang sangat masuk akal.

3. Menurunnya Tingkat Konversi

Jika banyak pengunjung mobile meninggalkan situs Anda sebelum bertransaksi, misalnya karena halaman lambat dimuat atau mereka enggan mengunduh aplikasi, tingkat konversi bisa menurun.

Dalam kondisi ini, PWA dapat menjadi solusi agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang cepat dan nyaman layaknya aplikasi, langsung dari situs web bisnis Anda.

Demikianlah artikel lengkap yang membahas tentang progressive web app, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga contohnya.

Setelah membaca informasi tentang progressive web app, Anda pasti sudah paham mengenai teknologi digital satu ini.

Kesimpulannya, PWA adalah teknologi yang menawarkan pengalaman hybrid kepada para pengguna. Dalam hal ini, pengguna dimanjakan dengan pengalaman mobile app yang bisa diakses melalui web browser.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, progressive web app bisa membantu meningkatkan traffic dan engagement.

Namun, tahukah Anda selain menggunakan PWA, strategi SEO juga menawarkan benefit yang sama? SEO merupakan strategi optimasi situs web untuk menunjang performa situs web di mesin pencarian.

Yuk mulai tingkatkan performa website Anda dan raih peringkat teratas. Konsultasikan kebutuhan Anda!

Inka Zahwa Sabrina

Ditulis oleh

Inka Zahwa Sabrina

Actively writes several writings such as unpublished fiction stories as well as some research related to a literary work, it can be in the form of short stories, novels, dramas, films or poetry.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.