Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Website Vs Marketplace, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis?

Amalia Ageng Harvianti Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 6 menit baca

" Sering kali terjadi misleading mengenai website vs marketplace dari segi pemahamannya. Adapun website dari segi bisnis adalah media digital yang secara fleksibel digunakan untuk memposting berbagai hal, termasuk untuk menjual sebuah produk, baik barang atau jasa. Sedangkan marketplace adalah platform digital yang menjadi perantara pertemuan antara penjual dan pembeli secara online untuk melakukan transaksi jual beli. "

Daftar Isi
  1. Pengertian Website dan Marketplace
  2. Perbedaan Website dengan Marketplace
    1. 1. Kepemilikan dan kontrol
    2. 2. Persaingan pasar
    3. 3. Cara berkomunikasi dengan customer
    4. 4. Traffic
  3. Kelebihan Website
    1. 1. Memiliki kendali penuh
    2. 2. Bebas membangun branding
    3. 3. Tidak ada pesaing di halaman yang sama
    4. 4. Tidak bergantung pada pihak ketiga
  4. Kekurangan Website
    1. 1. Membutuhkan investasi awal
    2. 2. Pengelolaan mandiri
    3. 3. Proses pembuatan yang lama
  5. Kelebihan Marketplace
    1. 1. Permulaan yang mudah
    2. 2. Tidak memerlukan banyak modal
    3. 3. Sistem yang tersedia
  6. Kekurangan Marketplace
    1. 1. Persaingan ketat antar kompetitor
    2. 2. Target pasar terbatas
  7. Kesimpulan

Mempelajari perbedaan website vs marketplace berarti memahami kedua kanal penjualan tersebut secara menyeluruh.

Dengan begitu, Anda dapat mengenali perbedaan yang signifikan sekaligus kelebihan dan kekurangan masing-masing sebelum menentukan strategi penjualan.

Persamaan keduanya adalah sama-sama menjadi media digital untuk menjual barang atau jasa melalui internet. Untuk lebih memahami kedua hal tersebut, silakan simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Website dan Marketplace

Masih banyak yang keliru memahami perbedaan kedua platform ini. Adapun website dari segi bisnis adalah media digital yang secara fleksibel digunakan untuk memposting berbagai hal, termasuk untuk menjual sebuah produk, baik barang atau jasa.

Sedangkan marketplace adalah platform digital yang menjadi perantara pertemuan antara penjual dan pembeli secara online untuk melakukan transaksi jual beli.

Berbeda dengan website yang dimiliki oleh satu bisnis tertentu, karena marketplace yang jika dianalogikan seperti pasar ini berperan sebagai pihak ketiga yang menaungi banyak toko online.

Baca Juga: Cara Membuat Website Toko Online di WordPress

Perbedaan Website dengan Marketplace

Meskipun sama-sama menjadi platform untuk menjual barang atau jasa, terdapat beberapa aspek yang membuat website dan marketplace berbeda. Berikut di antaranya.

1. Kepemilikan dan kontrol

Perbedaan pertama adalah mengenai kepemilikan dan kontrol kegiatan jual beli.

Pada website, pemilik situs adalah pelaku bisnis itu sendiri. Sehingga, sebagai pemilik situs web sekaligus owner brand tersebut, Anda dapat dengan fleksibel menyesuaikan layout, desain, dan fitur sesuai keinginan atau kebutuhan bisnis.

Sedangkan marketplace, pemilik platform adalah pihak ketiga yang hanya menjadi perantara antara penjual dan pembeli.

Sehingga, pemilik bisnis di marketplace adalah partner yang harus mematuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh platform tersebut.

Di marketplace memang tersedia fitur yang mendukung jual beli, seperti foto produk, deskripsi, review pembeli, dan lain sebagainya. Namun, desain untuk tiap penjual tidak dapat disesuaikan sesuai keinginan.

2. Persaingan pasar

Pola persaingan di kedua kanal ini sangat berbeda. Di website, tidak ada toko pesaing yang tampil berdampingan di halaman Anda, sehingga persaingan terjadi dengan sesama pemilik situs bisnis, misalnya untuk tampil di hasil pencarian Google.

Meskipun demikian, persaingan di website tidak seketat yang terjadi di marketplace. Hal ini karena terdapat banyak sekali toko online yang menjual produk yang sama di marketplace.

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa level persaingan pasar di marketplace jauh lebih tinggi daripada di website.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa marketplace telah memiliki pengguna aktif yang tidak selalu dimiliki oleh sebuah website.

3. Cara berkomunikasi dengan customer

Perbedaan selanjutnya adalah media komunikasi antara penjual dan pembeli.

Website menyediakan beragam fitur untuk berkomunikasi dengan customer, yang mencakup telepon, SMS, WhatsApp, Email, media sosial, maupun live chat.

Marketplace dapat berkomunikasi dengan pembeli melalui kolom percakapan terbatas yang tetap dapat digunakan dengan mudah oleh konsumen untuk bertanya kepada penjual mengenai produknya.

4. Traffic

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa marketplace telah memiliki pengguna aktif, sehingga pemilik toko online tidak perlu membangun traffic dari nol. Meski begitu, penjual tetap harus bersaing untuk mendapatkan visibilitas, misalnya melalui iklan internal marketplace, optimasi judul dan foto produk, serta rating dari pembeli.

Sedangkan website bisnis perlu mengoptimalkan website dengan SEO dan membutuhkan strategi agar situs web dapat muncul di hasil pencarian.

Ketika sebuah situs web semakin dikenal dan mendapatkan ranking tinggi dari search engine, hal itulah yang membuat traffic website akan meningkat, begitu juga dengan penjualannya.

Setelah mengenali beberapa perbedaan penting keduanya, selanjutnya Anda akan mempelajari tentang kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Website

 kelebihan dan kekurangan website vs marketplace

Membangun Bisnis dengan Website (Sumber: Freepik)

1. Memiliki kendali penuh

Anda memiliki kendali penuh atas website yang dijalankan. Mulai dari desain, fitur, tema, fitur pembayaran, sistem pelayanan, dan berbagai pendekatan lain yang dapat Anda sesuaikan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan bisnis.

2. Bebas membangun branding

Anda dapat bebas membangun branding bisnis dengan cara menerapkan SEO untuk mengoptimalkan website di mata Google dan audiens.

Hal ini bertujuan membangun reputasi sekaligus menjangkau lebih banyak customer. Karena konsumen cenderung bertransaksi dengan brand yang diketahui banyak orang.

Baca Juga: 10 Cara Optimasi SEO Website, Raih Ranking 1 di Google!

3. Tidak ada pesaing di halaman yang sama

Di website bisnis, tidak ada produk pesaing yang tampil berdampingan dengan produk Anda, sehingga pengunjung tidak langsung tergoda membandingkan harga dengan toko lain di halaman yang sama. Meski begitu, Anda tetap bersaing dengan kompetitor di hasil pencarian maupun di pasar secara umum.

Hal ini memungkinkan Anda lebih fokus pada kualitas layanan dan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

4. Tidak bergantung pada pihak ketiga

Website bisnis berperan penting dalam pertumbuhan suatu usaha yang tidak bergantung pada pihak ketiga, baik dari aspek penjualan maupun eksistensi bisnis.

Sehingga, jika Anda berhasil memastikan keberadaan brand di ranah online, bisnis akan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Baca Juga: 6 Cara Promosi Produk Menggunakan Website, Banyak Untung!

Kekurangan Website

1. Membutuhkan investasi awal

Website memerlukan biaya untuk berlangganan hosting, domain, dan biaya untuk penyimpanan tambahan.

Sehingga, baik ketika pengembangan maupun pemeliharaannya, Anda perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk memastikan website beroperasi dengan baik.

Baca Juga: 6 Cara Maintenance Website Paling Mudah dan Efektif!

2. Pengelolaan mandiri

Meskipun memiliki kendali penuh atas website memberikan fleksibilitas konfigurasi, pengelolaan itu tidak hanya dari segi tampilan saja. Anda juga perlu mengelola keamanan, kecepatan, backup, dan aspek lainnya secara mandiri.

3. Proses pembuatan yang lama

Pembuatan website tidak hanya memakan waktu 1-2 hari, karena Anda perlu menyelesaikan detail untuk mengoptimalkan fungsinya, seperti halaman utama, fitur produk, pembayaran, dll yang mungkin pembuatannya akan menghabiskan waktu berminggu-minggu.

Kelebihan Marketplace

kelebihan dan kekurangan website vs marketplace

Membangun Bisnis Melalui Marketplace (Sumber: Freepik)

1. Permulaan yang mudah

Jika membuat website membutuhkan berminggu-minggu, dengan marketplace Anda hanya perlu membuat akun dan mengisi toko dengan produk.

Meskipun marketplace perlu mendapatkan persetujuan untuk mengoperasikan toko, marketplace cukup praktis dan memiliki akses yang mudah.

2. Tidak memerlukan banyak modal

Anda tidak perlu menggunakan banyak modal awal untuk bergabung di marketplace, sehingga modal dapat dialokasikan untuk produksi, promosi, dan lainnya. Meski begitu, perhatikan potongan biaya administrasi dan layanan dari setiap transaksi. Besarnya bervariasi tergantung kategori produk dan program yang diikuti, dan bisa mencapai beberapa persen dari harga produk atau lebih, jadi selalu cek tarif terbaru di masing-masing marketplace.

3. Sistem yang tersedia

Marketplace menyediakan sistem yang mudah dikelola, sehingga tidak perlu mengelolanya secara mandiri.

Anda telah diberikan fitur sistem pembayaran hingga keamanan juga kecepatannya tanpa harus mengaturnya sendiri. Sehingga, Anda dapat fokus memulai toko online dan memantau penjualan.

Kekurangan Marketplace

1. Persaingan ketat antar kompetitor

Mengingat marketplace dapat digunakan oleh siapa saja, tidak heran jika jumlah kompetitor untuk setiap produk, layanan, atau harganya akan sangat banyak.

Hal ini tergantung pada strategi marketing Anda untuk memasarkan produk Anda agar lebih unggul daripada produk lainnya.

2. Target pasar terbatas

Marketplace tidak dapat menyasar pasar tertentu tanpa adanya strategi dan biaya yang memadai. Hal ini karena meskipun marketplace di Indonesia sangat sukses, belum tentu Anda dapat menerapkannya untuk menarget pasar internasional.

Kesimpulan

Lalu mana yang lebih menguntungkan dari website vs marketplace? Pada dasarnya, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Sehingga mencari yang lebih menguntungkan akan tergantung pada kebutuhan dan strategi pemasaran yang Anda jalankan.

Anda dapat memanfaatkan website, marketplace, ataupun keduanya sebagai solusi terbaik perkembangan bisnis Anda.

Jika Anda tertarik untuk mengembangkan bisnis dengan website, Anda dapat mengandalkan pengembangannya pada Sitespirit.

Sitespirit merupakan perusahaan yang siap membantu pengembangan bisnis di ranah digital dengan layanannya, jasa web development. Untuk informasi selengkapnya, silakan hubungi kontak Sitespirit!

Amalia Ageng Harvianti

Ditulis oleh

Amalia Ageng Harvianti

I am a writer with experience in content writing and cinematography. After completing my internship as a content writer, I developed my SEO skills to create interesting and effective content. In addition, I have experience writing film scripts and fiction works, including short stories and short films.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.