Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu Nofollow Link? Pengertian & Bedanya dengan Dofollow!

Rizka Alya Miranda Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 7 menit baca

" Link nofollow merupakan jenis backlink yang memiliki berbagai manfaat bagi website, di antaranya yaitu meningkatkan domain authority dan trafik. Namun, kualitas backlink ini kalah dengan link dofollow. "

Daftar Isi
  1. Apa itu Nofollow?
  2. Perbedaan Dofollow dan Nofollow
    1. 1. Tujuan
    2. 2. Atribut yang Digunakan
  3. Kelebihan Nofollow
    1. 1. Meningkatkan Traffic
    2. 2. Meningkatkan Exposure
    3. 3. Backlink Semakin Beragam
    4. 4. Terhindar dari Pelanggaran Spam
  4. Kekurangan Nofollow
    1. 1. Kenaikan Peringkat Lambat
    2. 2. Performa Tidak Sebagus Dofollow
    3. 3. Kurang Cocok untuk Website Baru
  5. Kapan Harus Menggunakan Nofollow?

Nofollow adalah salah satu jenis backlink yang sering digunakan dalam strategi link building.

Memahami no follow link merupakan hal penting untuk menentukan strategi SEO yang tepat.

Pasalnya, penggunaan backlink nofollow dapat memengaruhi traffic dan exposure website yang Anda miliki.

Penasaran dengan apa itu no follow? Jika iya, maka Anda mengunjungi artikel yang tepat.

Artikel ini akan mengulas informasi seputar no follow mulai dari pengertiannya hingga bedanya dengan dofollow. Maka dari itu, simak artikel ini baik-baik, ya!

Apa itu Nofollow?

Bagi para pengguna (user), nofollow link bukan merupakan suatu hal yang penting. Sebab, mereka hanya membutuhkan informasi yang ada di dalamnya.

Namun sebaliknya, dari segi Search Engine Optimization (SEO), backlink ini adalah hal penting yang harus diperhatikan.

Secara singkat, nofollow adalah nilai atribut rel pada tag <a> yang memberi tahu mesin pencari bahwa pemilik halaman tidak ingin meneruskan otoritas ke link yang disematkan.

Mengatur nofollow link di wordpress

Contoh mengatur no follow link di WordPress

Artinya, website tersebut tidak ingin memberikan otoritas pada link yang disematkan di dalamnya. Secara teknis, no follow link ditulis dengan menambahkan atribut rel="nofollow" pada tag tautan, misalnya <a href="https://contoh.com" rel="nofollow">.

Jadi, jika Anda bertanya-tanya apa itu rel nofollow? Rel nofollow adalah nilai atribut yang memberi petunjuk kepada mesin pencari bahwa link tersebut tidak perlu diberi bobot atau otoritas.

Dulu, cara kerja no follow cukup sederhana: ketika mesin pencari mendeteksi rel nofollow, tautan tersebut diabaikan sepenuhnya. Namun, sejak September 2019 Google memperlakukan nofollow sebagai petunjuk (hint) untuk penilaian peringkat, dan mulai 1 Maret 2020 juga untuk crawling dan indexing.

Artinya, tautan nofollow masih bisa di-crawl, diindeks, atau dipertimbangkan oleh Google, tetapi umumnya tidak meneruskan otoritas ke halaman tujuan.

Sebagai contoh, jika Anda menyematkan sebuah link dalam artikel dan mengaturnya sebagai no follow, maka hal ini umumnya tidak akan meneruskan otoritas ke website pemilik link tersebut.

Begitu pula sebaliknya, link no follow yang Anda dapatkan dari website lain umumnya tidak meneruskan otoritas, meskipun Google tetap bisa memakainya sebagai salah satu sinyal.

Sebagai informasi, Google sendiri mengenalkan no follow ini pada tahun 2005 untuk mencegah adanya manipulasi link atau spam komentar.

Perbedaan Dofollow dan Nofollow

Tampilan jumlah backlink Apple.com pada Semrush

Tampilan jumlah backlink apple.com pada tools Semrush

Dalam aktivitas link building, terdapat dua jenis backlink, yaitu no follow link dan dofollow link. Nah, apa bedanya do follow dan no follow? Ini penjelasannya.

1. Tujuan

Pertama, Anda bisa meninjau perbedaan dari dofollow link dan no follow link dari tujuannya.

Telah disebutkan di atas, tujuan nofollow adalah memberi tahu mesin pencari bahwa Anda tidak ingin meneruskan otoritas ke tautan tersebut.

Namun, karena kini diperlakukan sebagai petunjuk, mesin pencari tetap bisa memutuskan untuk meng-crawl atau mengindeks halaman tujuannya.

Sementara itu, tujuan dofollow adalah memberikan pengaruh positif untuk website lain. Di mana, link do follow akan memengaruhi peringkat website atau webpage di SERP.

Sebab, Google menganggap link biasa tanpa atribut nofollow (sering disebut dofollow) sebagai sinyal yang bisa membangun kepercayaan dan authority website.

2. Atribut yang Digunakan

Perbedaan selanjutnya dapat dilihat dari atribut yang digunakan. Dalam no follow link, atribut yang digunakan adalah rel="nofollow".

Atribut inilah yang memberi tahu mesin pencari bahwa tautan tersebut tidak perlu meneruskan otoritas. Di sisi lain, link dofollow tidak membutuhkan atribut tambahan.

Kelebihan Nofollow

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nofollow adalah nilai atribut yang memberi petunjuk kepada mesin pencari agar tidak meneruskan authority ke halaman yang disematkan.

Jadi, nofollow link umumnya tidak berpengaruh langsung pada ranking di SERP. Nah, hal inilah yang menjadikan banyak orang menilai bahwa no follow link tidak memberikan value penting untuk website.

Padahal, mendapatkan no follow link dari website lain dapat memberikan banyak manfaat untuk website Anda, lho.

Profil backlink yang alami hampir selalu berisi campuran dofollow dan nofollow link, termasuk pada situs yang menempati peringkat atas SERP.

Hal ini menunjukkan bahwa, meski no follow tidak memengaruhi ranking di SERPs secara langsung, jenis backlink ini tetap memberikan manfaat yang bagus untuk website.

Selengkapnya, simak beberapa kelebihan atau manfaat dari no follow link berikut ini:

1. Meningkatkan Traffic

Kelebihan link no follow adalah bisa meningkatkan traffic website. Sebab, orang yang tertarik dengan link yang disematkan akan mengunjungi website Anda secara sukarela.

Hal ini akan semakin menguntungkan apabila backlink no follow tersebut didapatkan dari website yang sudah terpercaya.

2. Meningkatkan Exposure

Banyak website besar dengan domain authority kuat memasang nofollow pada tautan ke sumber eksternal. Meski demikian, no follow link yang didapatkan dari website tersebut tetap menguntungkan.

Pasalnya, disebut oleh situs yang berkualitas dan terpercaya dapat membantu meningkatkan brand awareness. Hal ini bisa mendorong pengunjung untuk mengunjungi website secara natural.

Inilah salah satu alasan mengapa link no follow ini memberikan manfaat yang bagus untuk performa website Anda.

Untuk meningkatkan visibilitas website di SERPs, mendapatkan dofollow link merupakan hal yang sangat penting.

Sebab, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan dan authority website Anda. Namun, mendapatkan terlalu banyak link dofollow membuat agenda link building Anda jadi tidak natural.

Nah, dengan adanya link nofollow, agenda link building jadi lebih natural dan profil backlink Anda semakin beragam.

4. Terhindar dari Pelanggaran Spam

Tujuan utama Google mengenalkan link no follow adalah untuk menghindari spam komentar. Jadi, dengan nofollow link, spam komentar pada website dapat diminimalkan.

Kekurangan Nofollow

Di samping kelebihan dan manfaatnya, adapun beberapa kekurangan link no follow adalah sebagai berikut:

1. Kenaikan Peringkat Lambat

Salah satu faktor yang memengaruhi ranking website di SERP adalah backlink yang didapatkan dari website lain.

Link nofollow tetap akan membantu menaikkan traffic, tapi hal ini tidak akan memberikan banyak pengaruh pada ranking website Anda.

2. Performa Tidak Sebagus Dofollow

Selanjutnya, kekurangan nofollow adalah performanya tidak sebagus dofollow. Sebab, nofollow umumnya tidak meneruskan otoritas, sehingga tidak banyak membantu metrik pihak ketiga seperti Domain Authority dan Page Authority (metrik buatan Moz, bukan metrik Google).

Meski demikian, nofollow dapat meningkatkan click-through rate dan memberikan hasil yang lebih murni atau natural.

3. Kurang Cocok untuk Website Baru

Saat memiliki website baru, salah satu hal yang paling Anda butuhkan adalah otoritas website yang bisa dibangun dari backlink. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan ranking website dan brand awareness.

Meski no follow juga bisa meningkatkan brand awareness, tapi hasilnya akan lebih menguntungkan jika website mendapatkan link dofollow.

Kapan Harus Menggunakan Nofollow?

Setelah melihat kelebihan dan kekurangan no follow, mungkin Anda penasaran kapan saat yang tepat untuk menggunakan jenis backlink ini agar hasilnya maksimal.

Adapun waktu yang tepat untuk menggunakan link nofollow adalah sebagai berikut:

  • Link menuju halaman yang tidak ingin Anda endorse atau dukung. Jika Anda tidak ingin mempromosikan sebuah webpage, mengaturnya menjadi nofollow adalah keputusan yang tepat
  • Link promosi/berbayar. Kondisi selanjutnya yang mengharuskan Anda menggunakan no follow adalah saat menyematkan link promosi/berbayar. Meski demikian, Google lebih menyarankan Anda untuk menggunakan rel="sponsored"
  • User-generated content. Rel no follow bisa Anda gunakan untuk link yang dibuat oleh user di website Anda, seperti link di kolom komentar atau forum diskusi. Namun, akan lebih baik jika Anda menggunakan rel="ugc"
  • Link afiliasi. Untuk link jenis ini, Anda bisa menggunakan rel="nofollow" atau rel="sponsored"

No follow paling umum digunakan untuk link yang mengarah ke sumber eksternal. Namun faktanya, tidak semua sumber eksternal harus diatur no follow.

Nah, berikut beberapa contoh kondisi untuk tidak menggunakan rel no follow:

  • No follow untuk semua sumber eksternal. Melansir dari Semrush Anda tidak perlu mengatur no follow untuk semua sumber eksternal. Sebab hal ini tidak akan membantu website Anda
  • No follow untuk internal link. Kondisi kedua untuk tidak menggunakan nofollow adalah saat Anda menyematkan internal link. Jika Anda tidak ingin sebuah halaman website di-crawl oleh Google, sebaiknya gunakan cara lain

Itu dia penjelasan lengkap mengenai apa itu nofollow link. Dapat disimpulkan, nofollow adalah nilai atribut rel yang memberi petunjuk kepada mesin pencari agar tidak meneruskan otoritas melalui sebuah tautan.

No follow link ini digunakan ketika Anda tidak ingin memberikan authority kepada halaman atau website lain.

Jenis backlink ini berbeda dengan do follow. Sebab do follow dapat memberikan pengaruh positif kepada website lain dengan meneruskan authority ke halaman tersebut.

Melihat perbedaan tersebut, Anda perlu bijak dalam memutuskan kapan harus menggunakan no follow atau do follow.

Yuk tingkatkan authority website Anda dan raih peringkat teratas. Konsultasikan kebutuhan Anda!

R

Ditulis oleh

Rizka Alya Miranda

SEO content writer who loves creating informative and engaging content. I find joy in exploring new topics and presenting them with a creative touch.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.