Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu Internal Link? - Fungsi, Contoh, & Cara Membuatnya

Rizka Alya Miranda Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 6 menit baca

Jawaban Singkat

Internal link adalah tautan atau hypertext yang mengarah ke halaman lain di website yang sama, sedangkan eksternal link mengarah ke halaman di website lain.

  • Internal link membantu pengunjung menemukan konten yang relevan dan membantu mesin pencari menemukan, merayapi, serta memahami hubungan antarhalaman dalam sebuah website.
  • Agar optimal, arahkan internal link ke halaman relevan, gunakan secukupnya, jangan beri atribut nofollow, dan pakai anchor text deskriptif, bukan frasa umum seperti klik di sini.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber

Daftar Isi
  1. Apa itu Internal Link?
  2. Perbedaan Internal Link dan Eksternal Link
    1. 1. Pengertian
    2. 2. Tujuan
    3. 3. Fungsi
  3. Pentingnya Internal Link dalam SEO
    1. 1. Meningkatkan Authority
    2. 2. Membantu Mesin Pencarian Memahami Struktur Website
    3. 3. Memudahkan Navigasi
  4. Cara Membuat Internal Link di WordPress
  5. Cara Mengoptimalkan Internal Link
    1. 1. Arahkan ke Halaman yang Relevan
    2. 2. Gunakan Secukupnya
    3. 3. Jangan Beri Atribut Nofollow
    4. 4. Gunakan Kata Kunci

Penggunaan internal link adalah salah satu strategi yang efektif dan kerap digunakan oleh para SEO specialist.

Penerapan internal link dalam sebuah artikel atau website tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus memperhatikan beberapa hal.

Perlu diketahui, internal link ini tidaklah sama dengan eksternal link karena tujuan link-nya mengarah pada sumber yang berbeda.

Nah, agar tidak keliru, mari simak penjelasan mengenai apa itu internal link SEO (Search Engine Optimization) dalam artikel SiteSpirit berikut ini!

Saat membaca artikel di internet, mungkin Anda pernah menemukan kalimat “Baca juga” diikuti dengan judul artikel lain yang bisa diklik. Nah, itu adalah salah satu contoh internal link.

Contoh internal link

Contoh internal link

Ditinjau dari definisinya, internal link adalah link atau hypertext yang mengarah ke halaman lain di website yang sama.

Diketahui, penerapan internal link yang tepat bisa mengoptimalkan strategi SEO dan membantu navigasi pengguna dalam menemukan konten yang relevan.

Telah disebutkan sebelumnya, internal link tidaklah sama dengan eksternal link. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari berbagai aspek, mulai dari pengertian, tujuan, dan fungsinya.

Berikut penjelasannya.

1. Pengertian

Dari segi pengertian, internal link adalah hypertext yang mengarah ke halaman lain yang ada dalam website yang sama.

Sebagai contoh, Anda ingin membuat artikel di website Sitespirit tentang “Apa itu SEO”.

Nah, Anda bisa menulis paragraf berikut dalam artikel Anda:

SEO sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu off-page, on-page, dan technical, dan masing-masing jenis tersebut memiliki strategi optimasi yang berbeda.

Bisa dilihat bahwa dalam kata “off-page” di atas, terdapat hypertext yang mengarah ke artikel Sitespirit yang lain dengan topik “apa itu SEO off-page“.

Sementara itu, eksternal link adalah hypertext atau link yang mengarah ke halaman yang ada di website lain.

Contohnya, Anda ingin membuat artikel di web Sitespirit tentang “promosi menggunakan website”.

Nah, berikut contoh pengimplementasian eksternal link yang bisa Anda gunakan:

Salah satu strategi agar website Anda bisa tampil di halaman atas pencarian adalah dengan menerapkan praktik SEO.

Sekarang, coba Anda klik kata “praktik SEO” dalam kalimat di atas. Anda akan diarahkan ke panduan SEO di Google Search Central, yaitu halaman dari website lain, bukan?

2. Tujuan

Dari segi tujuannya, link internal digunakan untuk menyalurkan otoritas antarhalaman di situs yang sama. Sebab, jenis link ini bisa meneruskan authority dari satu halaman ke halaman lainnya.

Di sisi lain, external link yang Anda pasang ke situs lain (outbound link) bertujuan memberi rujukan tambahan bagi pembaca dan menunjukkan bahwa informasi Anda didukung sumber yang kredibel.

Perlu dibedakan, tautan dari situs lain yang mengarah ke situs Anda disebut backlink. Backlink yang berkualitas dan relevan inilah yang berpengaruh pada otoritas situs. Otoritas ini sering diukur dengan metrik pihak ketiga seperti domain authority dari Moz, yang bukan merupakan metrik resmi Google.

3. Fungsi

Fungsi internal link SEO adalah mendukung strategi SEO on-page, meningkatkan engagement rate dan menaikkan pageviews.

Sementara itu, fungsi eksternal link adalah meningkatkan kredibilitas situs web, baik di mata search engine maupun pengguna.

Ilustrasi Penggunaan Internal Link dari Satu Halaman ke Halaman Lain

Ilustrasi Skema Link Internal © Sitechecker

Melansir dari Backlinko, penerapan link internal penting untuk SEO. Lantas, bagaimana fungsi link internal dalam SEO? Berikut penjelasannya:

1. Meningkatkan Authority

Salah satu goal dalam strategi SEO, yaitu peningkatan ranking website di Search Engine Result Page (SERP). Peningkatan ranking ini bisa didapatkan dari penggunaan link internal yang tepat.

Sebagai contoh, terdapat satu halaman website yang mendapat beberapa backlink dari situs lain. Artinya, halaman website tersebut memiliki authority yang kuat.

Nah, authority ini bisa diberikan ke halaman-halaman lain yang ada dalam website melalui internal link. Seiring dengan naiknya authority, peringkat halaman website di SERP juga akan meningkat.

2. Membantu Mesin Pencarian Memahami Struktur Website

Selanjutnya, link internal bisa membantu mesin pencarian, termasuk Google untuk memahami struktur website dan konteks setiap halamannya.

Link internal dapat memberitahu mesin pencarian bahwa halaman A berkaitan dengan halaman B, C, atau D dalam situs web.

Dengan begitu, mesin pencarian bisa menemukan, meng-crawl, dan mengindeks setiap halaman situs web dengan mudah.

3. Memudahkan Navigasi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, penggunaan internal link bisa membantu navigasi dan meningkatkan User Experience (UX).

Hal ini bisa terjadi karena link internal mengindikasikan konten yang relevan dengan halaman yang saat ini dibuka oleh pengguna.

Misalnya, ketika pengguna membuka halaman artikel dengan judul “Apa itu WordPress?” Anda bisa menyertakan internal link yang mengarah ke konten “Cara Membuat Website dengan WordPress”.

Praktik semacam ini akan membantu pengguna menemukan konten yang relevan sekaligus meningkatkan tingkat engagement mereka dengan situs web Anda.

Struktur Kode Internal Link

Struktur Kode Internal Link

Cara membuat link internal di CMS WordPress tidaklah sulit. Anda hanya perlu melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Blok kata atau kalimat yang ingin diberi link internal
  • Tekan keyboard CTRL + K atau pilih ikon “Tautan” di toolbar
  • Masukkan link tujuan
  • Klik tambah tautan atau tekan tombol “Enter” di keyboard

Jika diterapkan dengan tepat, link internal bisa memberikan dampak yang bagus bagi website dan SEO

Berikut cara membuat internal link yang benar agar penerapannya optimal.

1. Arahkan ke Halaman yang Relevan

Cara pertama, yaitu arahkan link internal ke halaman konten yang relevan. Hal ini ditujukan untuk menarik perhatian para pengguna.

Jika link internal relevan, kemungkinan besar mereka akan meng-klik link tersebut. Namun sebaliknya, jika link internal tidak relevan, maka pengunjung tidak akan mengklik link tersebut.

Di sisi lain, bot mesin pencari juga akan kesulitan untuk memahami konteks konten Anda.

2. Gunakan Secukupnya

Cara selanjutnya, yaitu gunakan link internal secukupnya. Jangan sampai, Anda menggunakan link internal terlalu banyak karena hal ini dapat mengganggu kenyamanan para pengguna.

Jadi, sesuaikan penggunaannya sesuai konteks dan kebutuhan. Nah, yang paling penting, pastikan penggunaannya terlihat natural dan tidak memaksakan.

3. Jangan Beri Atribut Nofollow

Secara bawaan, setiap link akan diikuti oleh bot mesin pencari selama tidak diberi atribut rel=“nofollow”. Istilah dofollow sebenarnya hanya sebutan untuk link tanpa atribut tersebut, bukan atribut tersendiri.

Jadi, pastikan link internal Anda tidak diberi atribut nofollow agar bot mesin pencari dapat mengikuti dan menjelajahi halaman tujuannya.

4. Gunakan Kata Kunci

Cara optimasi yang terakhir, yaitu gunakan kata kunci di anchor text untuk memasang internal link. Hal ini ditujukan agar implementasi link internal lebih natural.

Di samping itu, penggunaan kata kunci di link internal juga memudahkan pengguna dan mesin pencari memahami isi link yang disematkan.

Jadi, lebih baik hindari penggunaan anchor text yang menggunakan kalimat “klik di sini”, “download di sini”, dan sejenisnya.

Demikian penjelasan mengenai internal link, mulai dari pengertian, fungsi, hingga pentingnya link ini dalam SEO.

Kesimpulannya, internal link adalah hypertext yang menuju ke halaman lain di satu website yang sama untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan page authority.

Lebih dari itu, link ini bisa membantu bot mesin pencari untuk menemukan, meng-crawl, dan mengindeks halaman website.

Nah, agar penggunaan internal link maksimal, Anda bisa menggunakan cara optimalisasi yang sudah disebutkan di atas.

Namun perlu diingat, untuk meningkatkan performa situs web di mesin pencarian, menggunakan internal link saja tidak cukup.

Dalam hal ini, Anda perlu menerapkan strategi SEO lainnya, baik strategi on-page, off-page, maupun teknikal. Sehubungan dengan ini Anda bisa menggunakan jasa SEO Sitespirit.

Melalui jasa ini, tim Sitespirit akan merumuskan strategi terbaik dan ter-update untuk situs web Anda.

Kami juga akan membantu proses riset keyword, monitoring performa keyword, hingga membuatkan konten editorial setiap bulannya. Mari mulai untuk performa situs web yang lebih optimal!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana contoh internal link dalam sebuah artikel?

Contohnya kalimat Baca juga yang diikuti judul artikel lain di situs yang sama, atau sebuah kata dalam paragraf yang ditautkan ke artikel terkait, seperti kata off-page yang mengarah ke pembahasan SEO off-page.

Apa bedanya internal link dengan backlink?

Internal link mengarah ke halaman lain di situs yang sama, sedangkan backlink adalah tautan dari situs lain yang mengarah ke situs Anda. Backlink yang berkualitas dan relevan berpengaruh pada otoritas situs.

Bagaimana cara membuat internal link di WordPress?

Blok kata atau kalimat yang ingin ditautkan, tekan Ctrl+K atau pilih ikon Tautan di toolbar, masukkan tautan tujuan, lalu klik tambah tautan atau tekan Enter.

Bagaimana praktik internal linking yang baik untuk SEO?

Tautkan ke halaman yang relevan, gunakan secukupnya agar terlihat natural, hindari atribut nofollow pada tautan internal, dan pilih anchor text yang menjelaskan tujuan tautan.

Referensi

  1. Google Search Central (2025). Link best practices for Google
  2. Google Search Central (2025). SEO Starter Guide: The Basics
  3. MDN Web Docs (2026). <a>: The Anchor element

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

R

Ditulis oleh

Rizka Alya Miranda

SEO content writer who loves creating informative and engaging content. I find joy in exploring new topics and presenting them with a creative touch.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.