Jawaban Singkat
Wireframe adalah kerangka visual sederhana sebuah halaman website atau aplikasi yang menunjukkan tata letak, struktur informasi, dan elemen utama sebelum desain detail dibuat.
- Ada tiga jenis wireframe berdasarkan tingkat detailnya, yaitu low fidelity berupa sketsa kasar, medium fidelity yang lebih rinci, dan high fidelity yang mendekati tampilan akhir.
- Contoh wireframe yang umum dibuat meliputi formulir pendaftaran dan kontak, halaman produk e-commerce, dashboard SaaS, serta tampilan beranda hingga checkout aplikasi mobile.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Bagi Anda yang bekerja di dunia desain, mungkin tidak asing dengan istilah wireframe. Wireframe adalah gambaran awal untuk menunjukkan visualisasi desain secara kasar sebelum melakukan desain dengan lebih detail.
Peran wireframe atau kerangka dasar dalam desain produk sangat penting. Tanpa kerangka dasar, desainer akan kesulitan untuk merancang produk digital sesuai rencana awal yang diminta.
Pada tulisan kali ini kita akan membahas lebih spesifik berbagai jenis dan contoh wireframe yang ada.
Terdapat 3 jenis wireframe dan beberapa contoh wireframe. Jenisnya adalah low, medium, dan high fidelity, sedangkan contoh yang dibahas meliputi wireframe website (halaman beranda), formulir, halaman produk e-commerce, dan aplikasi mobile. Namun sebelumnya, mari kita bahas terlebih dahulu apa yang dimaksud dari wireframe!
Apa itu Wireframe?
Wireframe adalah suatu representasi visual sederhana dari tampilan sebuah desain yang dibuat dalam bentuk sketsa atau diagram.
Wireframe adalah kerangka dasar atau coretan kasar desain yang biasanya digunakan dalam tahap perancangan sebuah proyek desain, seperti desain website atau aplikasi, untuk menentukan tata letak, struktur informasi, dan elemen visual utama pada tampilan tersebut.
Kerangka dasar ini dapat berupa gambar sederhana yang menunjukkan letak elemen serta konten pada sebuah halaman atau layar, tanpa perlu memperhatikan detail seperti warna, font, atau gambar yang akan digunakan pada desain akhir.
Tujuan utama dari pembuatan wireframe adalah untuk memudahkan tim desain dan pengembang dalam visualisasi dan perencanaan tampilan yang tepat untuk proyek desain.
Ini dapat membantu mempercepat proses perancangan serta pengembangan serta memungkinkan tim untuk menguji berbagai tata letak serta desain sebelum melakukan investasi besar dalam waktu dan sumber daya tertentu.
Selain itu, kerangka dasar ini juga membantu memperjelas struktur informasi pada tampilan dan mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu diperbaiki atau diubah.
Dengan menggunakan kerangka dasar, tim desain dan pengembang dapat mengevaluasi berbagai opsi dan mengambil keputusan yang tepat sebelum melakukan pengembangan desain secara lebih detail. Pembahasan pengertian, tools, dan cara membuatnya secara lengkap bisa Anda baca di artikel wireframe adalah.

Gambaran Wireframe (Sumber: Idmetafora)
Jenis Wireframe
Wireframe memiliki beberapa jenis sesuai dengan tingkat fidelity-nya sebagai berikut.
1. Wireframe Low Fidelity
Jenis ini merupakan coretan kasar yang berguna sebagai representasi visual sederhana dari sebuah produk atau aplikasi yang dibuat pada tahap awal pengembangan.
Biasanya, jenis ini dibuat dengan menggunakan alat bantu seperti kertas, pensil, atau alat digital sederhana seperti Balsamiq atau Figma.
Jenis ini memiliki tingkat detail yang minimal serta hanya menampilkan elemen dasar dari produk seperti layout, konten, dan navigasi.
Keuntungan dari penggunaan jenis kerangka dasar seperti ini adalah waktu pembuatannya relatif lebih cepat dan efisien.
Selain itu, jenis ini juga memungkinkan pengembang serta desainer dalam melakukan eksplorasi desain serta ide dengan lebih leluasa tanpa terlalu memikirkan detail teknis atau desain yang rumit.
Meskipun low fidelity memiliki tingkat detail yang rendah, tetapi jenis ini sangat bermanfaat pada tahap awal pengembangan.
Coretan kasar desain yang low fidelity memungkinkan tim pengembang serta desainer untuk memfokuskan perhatian pada struktur dan fungsionalitas produk, serta mempercepat proses desain.
Tidak hanya itu, coretan kasar desain low fidelity juga memudahkan untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna atau stakeholder untuk memperbaiki masalah pada tahap awal pengembangan.
Pada umumnya, jenis ini memiliki tampilan sederhana dan minimalis. Jenis ini biasanya hanya menggunakan warna hitam putih atau abu-abu untuk menggambarkan elemen dasar dari produk atau aplikasi. Tidak ada ilustrasi atau elemen desain rumit pada jenis coretan kasar ini.
Selain itu, jenis wireframe ini juga biasanya tidak menggunakan font atau tampilan teks rumit serta hanya menggunakan teks dummy sebagai placeholder.
Dalam pengembangan produk atau aplikasi, jenis ini biasanya menjadi tahap awal sebelum masuk ke tahap kerangka dasar dengan tingkat detail yang lebih tinggi.
Setelah kerangka dasar ini dibuat dan diberikan umpan balik dari pengguna atau stakeholder, tim pengembang dan desain dapat memperbaiki desain atau fungsionalitas produk serta melanjutkan ke tahap wireframe dengan tingkat detail yang lebih tinggi.
2. Wireframe Medium Fidelity
Wireframe yang memiliki fidelity sedang adalah jenis kerangka dasar yang memiliki representasi visual lebih detail dari sebuah produk atau aplikasi yang dibuat pada tahap pengembangan berikutnya setelah wireframe low fidelity.
Jenis kerangka dasar ini memiliki tingkat detail yang lebih tinggi: proporsi elemen, jarak antarbagian, dan hierarki teks sudah lebih akurat, meskipun umumnya masih memakai warna abu-abu.
Kerangka dasar medium fidelity biasanya dibuat dengan menggunakan alat bantu seperti Figma atau Sketch, serta memiliki tampilan yang lebih menarik dibandingkan dengan jenis kerangka desain rendah fidelity. Adobe XD yang dulu populer kini berstatus maintenance mode (tidak lagi dikembangkan secara aktif), sehingga Figma lebih disarankan untuk proyek baru.
Keuntungan dari penggunaan jenis ini adalah mampu menunjukkan tampilan dan fungsionalitas dari sebuah produk atau aplikasi secara lebih detail.
Dalam jenis medium fidelity, pengembang dan desainer dapat menunjukkan interaksi antara elemen-elemen dan fungsi-fungsi yang dimaksud dalam produk atau aplikasi.
Jenis ini juga membantu tim pengembang dan desain untuk lebih memahami tentang cara kerja produk atau aplikasi dan meningkatkan efisiensi dalam proses pengembangan. Pada jenis ini, elemen dasar ditampilkan lebih kompleks dan lebih detail.
Pengembang dan desainer dapat menampilkan ukuran teks, ikon, dan susunan komponen yang lebih jelas, sementara warna dan font merek biasanya baru diterapkan pada tahap high fidelity.
Selain itu, jenis ini biasanya menggunakan konten asli yang sesuai dengan produk atau aplikasi yang sedang dikembangkan, bukan hanya menggunakan dummy text atau placeholder.
Dalam pengembangan produk atau aplikasi, wireframe medium fidelity biasanya menjadi tahap selanjutnya setelah pada tahap jenis low fidelity.
Setelah dibuat, tim pengembang dan desain dapat melakukan pengujian dan mengumpulkan umpan balik dari pengguna atau stakeholder sebelum masuk ke tahap selanjutnya yaitu pembuatan prototipe dan pengujian lebih lanjut.
Namun, meskipun jenis dengan fidelity sedang memiliki tingkat detail yang lebih tinggi daripada wireframe low fidelity, tetapi kerangka dasar ini masih terbatas pada level tampilan dan interaksi sederhana.
Oleh karena itu, setelah tahap ini selesai, tim pengembang dan desain dapat memperbaiki produk atau aplikasi dengan menggunakan prototipe yang lebih detail untuk menguji kinerja fungsionalitas lebih lanjut.
3. Wireframe High Fidelity
Wireframe dengan tingkat fidelity tinggi adalah salah satu jenis coretan kasar desain yang mempunyai representasi visual paling detail dari sebuah produk atau aplikasi serta dibuat pada tahap pengembangan berikutnya setelah wireframe medium fidelity.
Jenis wireframe ini memiliki tingkat detail yang sangat tinggi serta mendekati tampilan akhir dari produk atau aplikasi yang akan dirilis.
Jenis ini biasanya dibuat dengan menggunakan alat bantu desain antarmuka seperti Figma atau Sketch, dan memiliki tampilan yang sangat mirip dengan tampilan akhir produk atau aplikasi.
Keuntungan dari menggunakan jenis coretan kasar desain seperti ini adalah dapat menunjukkan detail sangat akurat tentang tampilan dan fungsionalitas dari sebuah produk atau aplikasi.
Dalam jenis wireframe ini, pengembang dan desainer dapat menunjukkan detail yang sangat spesifik tentang tampilan grafis, interaksi antara elemen-elemen, dan fungsi-fungsi dimaksud dalam produk atau aplikasi.
Jenis coretan kasar desain yang seperti ini juga memungkinkan tim pengembang serta desain untuk lebih memahami tentang cara kerja produk atau aplikasi dan meningkatkan efisiensi dalam proses pengembangan.
Di dalamnya, elemen dasar yang ditampilkan sangat kompleks dan sangat detail. Pengembang dan desainer dapat menampilkan setiap detail tampilan, mulai dari warna, ukuran, jenis font, hingga gambar dan ikon yang mendekati versi akhir.
Selain itu, jenis wireframe ini juga biasanya menggunakan konten asli yang sesuai dengan produk atau aplikasi yang sedang dikembangkan.
Dalam pengembangan produk atau aplikasi, jenis ini menjadi tahap terakhir sebelum masuk ke tahap pembuatan prototipe dan pengujian produk secara keseluruhan.
Dalam tahap ini, tim pengembang dan desain dapat melakukan pengujian dan mengumpulkan umpan balik dari pengguna atau stakeholder tentang setiap detail dan interaksi dalam tampilan produk atau aplikasi.
Jenis wireframe yang seperti ini juga memungkinkan tim pengembang dan desain untuk melakukan penyesuaian terhadap produk atau aplikasi sesuai dengan umpan balik yang diterima.
Meskipun wireframe dengan fidelity tinggi memiliki tingkat detail yang sangat tinggi, tetapi tetap terbatas pada level tampilan dan interaksi.
Oleh karena itu, setelah tahap kerangka desain selesai, tim pengembang dan desain dapat memperbaiki produk atau aplikasi dengan menggunakan prototipe yang lebih detail untuk menguji kinerja fungsionalitas lebih lanjut sebelum produk atau aplikasi dirilis ke publik.
Contoh Wireframe Website (Halaman Beranda)
Contoh wireframe website yang paling sering dibuat adalah wireframe halaman beranda, karena halaman ini menjadi pintu masuk utama pengunjung. Susunannya dari atas ke bawah biasanya seperti berikut:
- Header: logo di kiri, menu navigasi di tengah atau kanan, dan satu tombol ajakan (call to action) seperti “Hubungi Kami”
- Hero section: judul utama, subjudul singkat, tombol ajakan, serta kotak bertanda silang sebagai tempat gambar atau ilustrasi
- Bagian layanan atau fitur: tiga sampai empat kartu berisi ikon, judul, dan deskripsi singkat
- Bukti sosial: testimoni, logo klien, atau portofolio
- Ajakan penutup: kalimat singkat dan tombol yang mengarahkan ke halaman kontak
- Footer: alamat, kontak, tautan penting, dan media sosial
Buat juga versi mobile dari wireframe yang sama. Di layar ponsel, menu biasanya diringkas menjadi ikon tiga garis (hamburger menu) dan kartu layanan disusun menurun dalam satu kolom.
Jika Anda ingin rancangan seperti ini langsung diolah menjadi desain siap pakai, tim jasa desain website Sitespirit dapat membantu dari tahap wireframe hingga desain akhir.
Contoh Wireframe Formulir
Contoh kerangka dasar yang berupa formulir adalah representasi visual dari tampilan sebuah formulir pada sebuah website atau aplikasi.
Kerangka dasar formulir digunakan demi membantu tim desain dan pengembangan dalam merancang tampilan dan fungsi formulir tersebut.
Contoh wireframe yang seperti ini dapat berbeda-beda tergantung dari kebutuhan website atau aplikasi. Berikut ini adalah beberapa contoh kerangka dasar formulir yang umum digunakan:
1. Formulir Pendaftaran
Coretan kasar desain dapat berupa formulir pendaftaran biasanya berisi elemen-elemen seperti kolom untuk memasukkan nama lengkap, email, kata sandi, serta informasi kontak lainnya yang dibutuhkan untuk proses pendaftaran.
2. Formulir Kontak
Wireframe formulir kontak biasanya berisi elemen-elemen seperti kolom untuk memasukkan nama, email, nomor telepon, dan pesan yang ingin disampaikan.
3. Formulir Pengisian Data
Kerangka dasar formulir pengisian data biasanya berisi elemen-elemen seperti kolom untuk memasukkan data personal seperti alamat, tanggal lahir, jenis kelamin, dan lain-lain.
4. Formulir Pemesanan
Kerangka dasar berupa formulir pemesanan biasanya berisi elemen-elemen seperti kolom untuk memasukkan informasi produk atau jasa yang ingin dipesan, harga, jumlah, dan informasi pengiriman.
Dalam membuat kerangka dasar formulir, desainer dan pengembang harus mempertimbangkan elemen-elemen yang diperlukan dan membuat tampilan formulir yang mudah dipahami dan diisi oleh pengguna.
Setiap elemen seperti label, kotak input, tombol, dan instruksi harus ditempatkan dengan tepat dan mudah diakses oleh pengguna.
Selain itu, desainer dan pengembang juga harus memastikan bahwa formulir tersebut memenuhi tujuan dari website atau aplikasi dan membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas yang mereka inginkan.
Contoh Wireframe Produk

Contoh Wireframe (Sumber: Niagahoster, kini Hostinger)
Kerangka dasar produk adalah representasi visual dari tampilan produk pada website atau aplikasi. Contoh coretan kasar desain seperti ini membantu tim desain dan pengembangan dalam merancang tampilan dan fungsi produk tersebut.
Dalam membuat kerangka dasar produk, desainer dan pengembang harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan fungsionalitas utama dari produk tersebut.
Contoh ini bisa berbeda-beda tergantung dari jenis produk dan kebutuhan website atau aplikasi.
Berikut ini adalah beberapa contoh kerangka dasar produk yang umum digunakan:
1. Wireframe Produk E-Commerce

Contoh Wireframe e-Commerce (Sumber: Fastwork)
Coretan kasar desain untuk produk e-commerce biasanya berisi elemen-elemen seperti gambar produk, deskripsi produk, harga, opsi pengiriman, opsi pembayaran, dan tombol untuk menambahkan ke keranjang belanja.
2. Wireframe Produk Aplikasi Mobile
Wireframe berupa produk aplikasi mobile biasanya berisi elemen-elemen seperti tampilan awal, menu navigasi, halaman detail produk, opsi pembelian, dan opsi pembayaran.
3. Wireframe Produk SaaS
Coretan kasar desain yang berupa produk SaaS (Software as a Service) biasanya berisi elemen-elemen seperti tampilan awal, halaman dashboard, halaman pengaturan, dan halaman manajemen pengguna.
Dalam membuat coretan kasar desain produk, desainer serta pengembang harus memperhatikan tata letak baik dan mudah dipahami oleh pengguna.
Elemen visual seperti warna, font, dan gambar biasanya baru diputuskan pada tahap wireframe high fidelity atau mockup, setelah struktur tampilan produk disepakati.
Setiap elemen pada coretan kasar desain produk harus ditempatkan dengan tepat dan mudah diakses oleh pengguna.
Dalam mengembangkan contoh wireframe desain berupa produk, penting bagi desainer dan pengembang untuk mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan fungsionalitas utama dari produk tersebut.
Dalam membuat tampilan produk, desainer dan pengembang harus memastikan bahwa setiap elemen dan fitur pada produk memenuhi tujuan utama dari website atau aplikasi tersebut dan membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas yang mereka inginkan.
Dalam beberapa kasus, coretan kasar desain produk bisa menjadi dasar dari prototipe interaktif atau mockup produk yang lebih detail.
Coretan kasar desain produk menjadi sangat penting dalam tahap perancangan dan pengembangan sebuah produk karena memberikan visi awal dari tampilan produk.
Selain itu, kerangka ini juga membantu tim pengembang dan desain dalam membuat keputusan yang tepat dan efektif dalam membuat produk yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan pengguna.
Contoh Wireframe Aplikasi Mobile

Contoh Wireframe Mobile (Sumber: Niagahoster, kini Hostinger)
Kerangka dasar pada aplikasi mobile adalah representasi visual dari tampilan aplikasi mobile pada perangkat seperti smartphone atau tablet.
Contoh yang seperti ini membantu tim desain serta pengembangan dalam merancang tampilan dan fungsi aplikasi mobile tersebut.
Dalam membuat salah satu contoh kerangka dasar berupa aplikasi mobile, desainer dan pengembang harus mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan fungsionalitas utama dari aplikasi tersebut.
Contoh wireframe aplikasi mobile bisa berbeda-beda tergantung dari jenis aplikasi dan kebutuhan pengguna. Berikut ini adalah contoh kerangka dasar untuk aplikasi mobile:
1. Tampilan Beranda
Kerangka dasar yang satu ini biasanya berisi tampilan gambar produk terbaru, fitur-fitur aplikasi, dan menu navigasi.
2. Tampilan Katalog Produk
Tampilan katalog produk pada aplikasi mobile biasanya berisi daftar produk yang disajikan dalam bentuk kategori atau dengan filter tertentu.
3. Tampilan Detail Produk
Tampilan detail produk pada aplikasi mobile biasanya berisi informasi rinci mengenai produk seperti deskripsi produk, harga, dan opsi pembelian.
4. Tampilan Keranjang Belanja
Tampilan keranjang belanja pada aplikasi mobile biasanya berisi daftar produk yang telah dipilih oleh pengguna beserta total harga dan opsi untuk melanjutkan ke proses checkout.
5. Tampilan Checkout
Tampilan checkout pada aplikasi mobile biasanya berisi informasi pengiriman dan pembayaran yang harus diisi oleh pengguna sebelum melakukan pembelian.
Dalam mengembangkan kerangka dasar aplikasi mobile, penting bagi desainer dan pengembang untuk memperhatikan tata letak yang baik dan mudah dipahami oleh pengguna.
Elemen visual seperti warna, font, dan gambar biasanya baru diputuskan pada tahap wireframe high fidelity atau mockup, setelah struktur tampilan aplikasi disepakati.
Setiap elemen pada kerangka dasar aplikasi mobile harus ditempatkan dengan tepat dan mudah diakses oleh pengguna.
Demikian penjelasan tentang kerangka dasar secara lengkap. Dapat kita simpulkan bahwa wireframe adalah sketsa atau gambaran awal yang menunjukkan posisi, tata letak, dan elemen kunci dari interface pengguna tanpa terlalu memedulikan estetika pada tahap awal. Makin tinggi tingkat fidelity-nya, makin dekat pula wireframe dengan tampilan akhir produk.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan wireframe, mockup, dan prototipe?
Wireframe adalah kerangka struktur dan tata letak halaman, mockup adalah gambaran visual statis yang lebih detail, sedangkan prototipe adalah versi interaktif yang dipakai untuk menguji alur dan fungsi sebelum produk dikembangkan.
Aplikasi apa yang bisa dipakai untuk membuat wireframe?
Wireframe low fidelity bisa dibuat dengan kertas dan pensil, sedangkan versi yang lebih detail umumnya dibuat dengan aplikasi desain seperti Figma atau Sketch.
Kapan sebaiknya memakai wireframe low fidelity?
Wireframe low fidelity paling tepat dipakai di tahap awal perancangan karena cepat dibuat, mudah diubah, dan membantu tim fokus pada struktur serta alur sebelum memikirkan warna atau tipografi.
Apakah wireframe wajib dibuat sebelum membuat website?
Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Wireframe membantu tim desain dan pengembang menyepakati tata letak serta struktur informasi sejak awal sehingga revisi besar di tahap pengembangan dapat dihindari.
Referensi
- Nielsen Norman Group (2016). UX Prototypes: Low Fidelity vs. High Fidelity
- Nielsen Norman Group (2016). Wireflows: A UX Deliverable for Workflows and Apps
- Nielsen Norman Group (2021). How to Draw a Wireframe (Even if You Can't Draw)
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
She writes and edits for a variety of businesses across many subjects including business, technology, travel, psychology, linguistics and marketing.
LinkedIn →Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



