Jawaban Singkat
Audit website SEO adalah proses memeriksa performa website dari berbagai aspek yang berkaitan dengan mesin pencari untuk menemukan masalah yang menghambat kinerjanya di hasil pencarian.
- Langkah audit mencakup analisis performa, pengecekan indexing dan crawling, struktur website, on-page SEO, kecepatan, tampilan mobile, backlink, dan konten.
- Jenisnya meliputi audit SEO, technical SEO, UX, dan konten; gunakan Google Search Console, PageSpeed Insights, atau crawler seperti Screaming Frog, dan lakukan secara berkala.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Performa website di mesin pencari bisa menurun tanpa disadari, misalnya karena halaman gagal terindeks, tautan rusak, atau kecepatan muat yang melambat. Oleh karena itu, pemilik situs perlu melakukan audit website secara berkala untuk memastikan performanya tetap stabil. Dengan demikian, website mudah terdeteksi di SERP, pengunjung meningkat, dan konversi lebih banyak.
Apa Itu Audit Website SEO?
Audit website SEO adalah proses pengujian dan pemeriksaan performa website untuk memastikan kesehatannya dari berbagai aspek yang berhubungan dengan mesin pencari.
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi masalah atau kelemahan yang dapat menghambat kinerja dan performa website di hasil pencarian.
Beberapa aspek yang diperiksa dalam audit website mencakup struktur situs, konten, backlink, page speed, dan lain sebagainya.
Perbaikan terhadap masalah-masalah tersebut memungkinkan website mudah diakses, ditemukan mesin pencari, dan pemilik web dapat meningkatkan traffic dan konversinya.
Mengapa Audit Website Itu Penting?
Berikut beberapa alasan mengapa audit website penting dilakukan:
- Meningkatkan ranking di mesin pencari – audit dapat mengidentifikasi titik lemah dalam strategi SEO yang Anda gunakan, seperti konten duplikat, tautan rusak, hingga meta tag yang hilang.
- Meningkatkan pengalaman pengguna – audit memeriksa desain, kecepatan web, dan responsivitas pada tampilan seluler untuk memastikan pengguna dapat bertahan di halaman web dan menikmati pengalamannya.
- Meningkatkan keamanan web – audit website juga mencakup penilaian terhadap keamanan, identifikasi kerentanan seperti plugin kedaluwarsa, kata sandi lemah, dan enkripsi yang tidak memadai. Proses ini memungkinkan keamanan meningkat dan data terlindungi dengan baik.
- Mengoptimalkan kecepatan web – audit dapat mengidentifikasi seberapa cepat performa sebuah situs web. Ketika kecepatannya melambat, area-area yang perlu dioptimalkan teridentifikasi, seperti ukuran gambar yang terlalu besar, caching browser yang kurang dimanfaatkan, dan waktu respons server meningkat.
- Memeriksa kualitas konten – audit memastikan konten selaras dengan kebutuhan pengguna, kata kunci digunakan dengan tepat, dan konten lama atau duplikat diperbaiki.
Jenis-Jenis Audit Website
1. Audit SEO
Audit SEO website adalah proses analisis dan menguraikan masalah pada situs web yang dapat berdampak pada performa organik.
Proses audit ini mencakup pemeriksaan pada penggunaan kata kunci, struktur dan kualitas backlink, optimasi gambar, dan konversi.
Tujuannya adalah agar website dapat muncul di SERP dengan peringkat tinggi dan mudah ditemukan.
2. Audit Technical SEO
Audit technical SEO berfokus pada aspek teknis di balik layar web. Aspek-aspek yang diperiksa adalah kecepatan website, struktur kode, kemudahan website saat crawling, dan kemudahan indeks.
Audit ini bertujuan untuk memastikan website sesuai standar mesin pencari – sistem di balik website berjalan dengan baik.
3. Audit UX (User Experience)
Jenis audit website lainnya adalah audit UX – pemeriksaan terhadap performa website untuk memastikan website mudah digunakan oleh pengguna.
Pemeriksaan dilakukan terhadap kepuasan pengguna terkait penggunaan, aksesibilitas, desain interface, information architecture, dan performa aplikasi.
Proses audit ini dapat dilakukan oleh UX Designer, Product Manager, dan tim departemen lainnya.
4. Audit Konten
Audit konten merupakan proses evaluasi isi konten yang terunggah dalam website. Evaluasi dilakukan terhadap kualitas konten, kesesuaiannya dengan strategi marketing yang disasar pemilik web, gaya bahasa, dan konten seperti apa yang efektif.
Tujuannya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan konten serta menyesuaikan konten dengan tujuan bisnis.
Cara Melakukan Audit Website SEO (Step-by-Step)
1. Analisis Performa Website
Analisis performa website mencakup analisis terhadap kecepatan loading website, apakah website responsif ditampilkan dalam tampilan mobile, struktur URL, dan lain sebagainya.
Analisis ini dapat dilakukan dengan tools seperti Google PageSpeed Insights dan GTmetrix. Keduanya dapat memberikan hasil performa website, skor performa, dan saran perbaikan yang bisa dilakukan.
2. Cek Indexing & Crawling
Pengindeksan dilakukan untuk meningkatkan visibilitas dan traffic website. Cara memastikan website terindeks Google:
- Gunakan perintah “site:” – misalnya, site:https://namadomainanda.com/ (hasilnya bersifat perkiraan dan tidak selalu lengkap)
- Daftarkan website di Google Search Console untuk mendapat laporan indeks
- Periksa log akses server website untuk memastikan Googlebot telah mengunjungi (merayapi) halaman website. Status indeksnya tetap perlu dicek lewat fitur URL Inspection di Search Console.
Sementara proses crawling dapat dilakukan dengan alat bantu untuk memeriksa apakah Google berhasil melihat isi konten website Anda atau tidak. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Gunakan Google Search Console – laporan indexing tersedia di bagian ‘pages’ dan menyajikan halaman yang terindeks dan error.
- Gunakan crawler tools seperti Screaming Frog/Ahrefs untuk mendeteksi broken links, redirect loops, dan chain redirects.
3. Audit Struktur Website
Audit struktur website bertujuan untuk memastikan apakah website memiliki struktur yang memudahkan mesin pencari atau tidak. Website dengan struktur yang jelas dan rapi lebih mudah ditemukan dan diindeks oleh Google. Caranya adalah:
- Cek apakah sitemap XML sudah ada dan tersedia di Google Search Console.
- Pastikan file robots.txt tidak berpotensi memblokir halaman penting.
- Cek canonical tag agar website terhindar dari duplikasi konten.
- Gunakan struktur internal linking agar halaman tetap mendapat otoritas lebih besar.
4. Audit On-Page SEO
Audit ini berfokus pada elemen-elemen dalam website, seperti konten, meta tag, struktur URL, dan kecepatan halaman. Cara audit on-page SEO:
- Pastikan struktur URL pendek, mengandung keyword, mudah dibaca, serta tidak memuat parameter atau karakter acak yang tidak perlu.
- Gunakan meta title kurang dari 60 karakter dan meta description kurang dari 160 karakter.
- Gunakan header tag H1, H2, H3.
- Pastikan konten berkualitas – informatif, memiliki panjang cukup, penjelasan tuntas, dan penggunaan keyword natural.
- Gambar memiliki alt text agar audiens dapat memahami konteksnya.
- Gunakan link internal.
- Pastikan website tidak memiliki konten duplikat.
5. Audit Kecepatan Website
Kecepatan website memengaruhi pengalaman pengguna. Lakukan analisis terhadap:
- Ukuran gambar – kompres tanpa mengurangi kualitas.
- Kurangi penggunaan script eksternal berlebih.
- Gunakan server hosting yang andal dan aktifkan Content Delivery Network (CDN) agar proses loading lebih cepat.
6. Audit Mobile Friendliness
Desain website yang tampak rapi ketika dibuka pada perangkat komputer belum tentu memiliki tampilan serupa saat dibuka pada perangkat mobile. Tampilan yang kurang responsif dapat mengurangi pengalaman pengguna.
Google telah menghentikan Mobile-Friendly Test dan laporan Mobile Usability di Search Console pada Desember 2023. Sebagai gantinya, gunakan Lighthouse (tersedia di Chrome DevTools) atau PageSpeed Insights untuk memeriksa performa versi mobile, lalu cek tampilannya langsung lewat mode perangkat (device mode) di Chrome DevTools atau di ponsel sungguhan. Jika tampilan berantakan, tombol terlalu berdekatan, atau teks terlalu kecil, perbaiki layout. Langkah lengkapnya ada di panduan cara cek tampilan web di HP.
7. Audit Backlink
Pemeriksaan link dari website lain ke website Anda. Audit ini memungkinkan pemilik website mendapat wawasan mengenai kualitas dan kuantitas backlink yang masuk ke website, potensi spam atau link berkualitas rendah, dan strategi untuk meningkatkan backlink.
Beberapa tools yang dapat membantu audit backlink adalah Ahrefs, Google Search Console, dan SEMrush.
8. Audit Konten Website
Evaluasi terhadap kualitas dan efektivitas konten website. Berfokus pada relevansi dan keakuratan informasi, keterbacaan konten, pengaturan teks, penggunaan kata kunci, dan meta tag untuk SEO.
Anda dapat menggunakan tools seperti Yoast SEO, SEMrush, atau Ahrefs untuk audit konten website.
Tools untuk Audit Website SEO
Saat ini, ada banyak tools audit website yang bisa digunakan, baik dengan fitur penuh maupun terbatas. Di antaranya sebagai berikut.
- Semrush – akun dasarnya dapat menjalankan Site Audit dengan batas jumlah halaman, mencakup lebih dari 140 pemeriksaan SEO teknis dan kesehatan website. Menyediakan laporan terkait tautan internal dan eksternal yang rusak, meta tag hilang atau duplikat, hingga gambar tanpa alt text.
- Google Search Console – produk Google yang dapat memberikan informasi tentang indexing, error teknis, performa kata kunci organik, dan Core Web Vitals.
- Screaming Frog SEO Spider – memiliki versi dasar yang bisa digunakan tanpa batas waktu. Fitur-fitur dasarnya seperti analisis broken link, meta data, dan pemeriksaan respons kode.
- Moz – Moz Pro adalah layanan berbayar dengan masa uji coba, sedangkan alat versi dasarnya, seperti MozBar dan Link Explorer versi terbatas, dapat dipakai untuk melihat domain authority dan backlink.
Kesalahan Umum Saat Audit Website
- Mengabaikan responsivitas mobile – akibatnya halaman lambat dimuat, tampilan berantakan di ponsel, navigasi sulit dipakai, dan pengunjung cepat meninggalkan situs.
- Mengabaikan masalah SEO teknis – terlalu fokus pada perbaikan SEO on-page dan mengabaikan masalah SEO teknis mengakibatkan traffic, pengunjung, dan konversi menurun.
- Tidak melakukan audit konten – konten pada website tetap memerlukan pembaruan dan pemeriksaan secara berkala untuk memastikannya tetap relevan dan tidak membahayakan kinerja website.
- Tidak menilai Core Web Vitals – nilai LCP, INP (pengganti FID sejak 12 Maret 2024), dan CLS yang buruk bisa berdampak pada turunnya peringkat halaman web di SERP.
- Melewatkan pemeriksaan backlink – memeriksa backlink secara teratur memastikan backlink dapat berkontribusi dengan baik pada website.
Tips Agar Audit Website Lebih Efektif
- Gunakan tools – gunakan alat yang tepat dan dapat menangani masalah pada website Anda.
- Cek organic traffic – tujuannya untuk mengetahui tren traffic website dari hasil pencarian organik. Traffic turun menjadi sinyal masalah pada website.
- Periksa status indeks – jika halaman tidak muncul di hasil pencarian, cek dengan URL Inspection di Search Console. Bila memang belum terindeks, perbaiki penyebabnya lalu ajukan pengindeksan.
- Telusuri masalah SEO teknis yang error – seperti broken links, crawl error, atau duplikasi konten.
- Telusuri versi duplikat website Anda – pastikan hanya ada satu versi website yang diindeks Google, misalnya https://namadomainanda.com.
Penutup
Dengan pemeriksaan secara teratur, audit website dapat menjadi upaya untuk memastikan website dalam kondisi baik dan memberikan pengalaman yang berguna kepada audiens.
Sebagai langkah praktis, Anda dapat memanfaatkan layanan audit SEO website Sitespirit. Website tetap optimal dan peluang konversi lebih besar. Ingin konsultasi lebih lanjut? Hubungi tim kami melalui nomor di halaman kontak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja yang diperiksa dalam audit technical SEO?
Audit technical SEO memeriksa kecepatan website, struktur kode, kemudahan crawling, dan kemudahan indeks, untuk memastikan sistem di balik website berjalan sesuai standar mesin pencari.
Bagaimana cara mengecek apakah website sudah terindeks Google?
Anda bisa memakai perintah site: di Google, meski hasilnya hanya perkiraan, atau mendaftarkan website di Google Search Console. Untuk status indeks halaman tertentu, gunakan fitur URL Inspection.
Tools apa yang bisa dipakai untuk audit website SEO?
Google Search Console untuk indexing dan error teknis, PageSpeed Insights atau GTmetrix untuk performa, serta Screaming Frog SEO Spider untuk mendeteksi broken link dan redirect. Semrush juga menyediakan fitur Site Audit.
Bagaimana cara mengecek tampilan mobile setelah Mobile-Friendly Test dihentikan?
Google menghentikan Mobile-Friendly Test dan laporan Mobile Usability pada Desember 2023. Gunakan Lighthouse atau PageSpeed Insights, lalu cek tampilan lewat device mode di Chrome DevTools atau di ponsel sungguhan.
Referensi
- Search Console Help (2026). Page indexing report
- web.dev (2024). Interaction to Next Paint becomes a Core Web Vital on March 12
- Google for Developers (2024). About PageSpeed Insights
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.



