Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu B2B? Ini Pengertian & Contoh Perusahaan di Indonesia!

Ayu Firda Amalia Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 11 menit baca

Jawaban Singkat

B2B (Business-to-Business) adalah model bisnis ketika sebuah perusahaan menjual produk atau jasa kepada perusahaan lain, bukan langsung kepada konsumen akhir seperti pada B2C.

  • Ciri khas B2B meliputi kemitraan jangka panjang, proses pembelian yang panjang dengan banyak pengambil keputusan, negosiasi kontrak, dan nilai transaksi yang besar.
  • Contoh B2B di Indonesia antara lain pemasok komponen untuk industri otomotif, jasa cleaning service untuk perusahaan, serta jasa pembuatan website dan digital marketing.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber

Daftar Isi
  1. Apa itu B2B?
  2. Contoh Usaha B2B
    1. 1. Industri Otomotif
    2. 2. Industri Kreatif
    3. 3. Industri Cleaning Service
    4. 4. Jasa Web Development
    5. 5. Jasa Digital Marketing
  3. Karakteristik Model Bisnis B2B
  4. Cara Kerja Perusahaan B2B
    1. 1. Mengidentifikasi Target Market
    2. 2. Melakukan Pemasaran dan Penawaran
    3. 3. Melakukan Negosiasi Kontrak
    4. 4. Menerima Pesanan
    5. 5. Mengirim Produk atau Jasa
    6. 6. Mengirim Tagihan dan Pembayaran
    7. 7. Menjaga Hubungan
  5. Contoh Perusahaan B2B di Indonesia
    1. 1. Unilever
    2. 2. PT. Krakatau Steel
    3. 3. PT. Avesta Continental Pack
    4. 4. Garuda Indonesia
    5. 5. PT. Asaba
    6. 6. Sitespirit
  6. Tantangan Bisnis B2B
    1. 1. Proses Penjualan Panjang
    2. 2. Kompetisi Ketat
    3. 3. Membangun Hubungan Jangka Panjang
    4. 4. Strategi Pemasaran Efektif
  7. Memahami Perbedaan B2B, B2C, dan B2G dalam Dunia Bisnis
    1. Pengertian Masing-Masing Model Bisnis
    2. Tabel Perbandingan B2B, B2C, dan B2G
  8. Kesimpulan

Seiring berkembangnya teknologi saat ini, terdapat berbagai model bisnis yang populer digunakan, seperti B2B (Business-to-Business), B2C (Business-to-Consumer), dan C2C (Consumer-to-Consumer).

Bagi orang awam, mereka mungkin hanya mengenali Business-to-Consumer saja, sedangkan istilah Business-to-Business masih terdengar asing di telinga mereka.

Sebelum Anda terjun sebagai pelaku bisnis, ada baiknya untuk mempelajari lebih dalam terlebih dahulu mengenai Business-to-Business beserta contoh dan perbedaannya dengan Business-to-Consumer. Yuk, simak artikel Sitespirit sampai habis!

Apa itu B2B?

B2B (Business-to-Business) adalah proses penjualan oleh satu bisnis ke bisnis lainnya. Seperti namanya, business-to-business, merupakan suatu praktik bisnis di mana pembeli dan penjualnya sama-sama perusahaan. Contohnya, perusahaan yang membeli bahan baku dari perusahaan lain untuk membuat produknya sendiri, atau perusahaan yang memakai jasa perusahaan lain untuk kebutuhan operasionalnya.

Sebagian besar perusahaan yang menerapkan model bisnis ini seringkali menuntut profesionalitas serta etika bisnis yang tinggi.

Seperti halnya etika mengenai berpakaian harus rapi pakaian formal, menerapkan bahasa bisnis dalam pekerjaannya, efisiensi dan tepat waktu dalam meeting, serta beberapa etika lain yang harus diperhatikan.

Transaksi yang terjadi dalam perusahaan dilakukan dengan sangat detail dan terperinci agar perusahaan dapat mencapai tujuannya.

Selain itu, penjualan barang maupun jasa diperuntukkan kepada bisnis, bukan konsumen secara langsung seperti B2C.

Contoh Usaha B2B

Terdapat berbagai macam contoh implementasi bisnis B2B yang beragam dari berbagai industri. Contoh implementasi business-to-business adalah sebagai berikut:

1. Industri Otomotif

Industri otomotif adalah salah satu pengimplementasian dari Sales B2B. Perusahaan otomotif membeli bahan baku yang dijual oleh perusahaan lain untuk membuat motor dan mobil

Biasanya, perusahaan otomotif melakukan kerjasama dengan perusahaan lain untuk komponen tersebut (ban, kaca, ataupun spare part lain). Bahkan biasanya, terdapat lebih dari satu perusahaan yang menjalin kerjasama sebagai supplier barang tersebut.

Pada dasarnya, perusahaan otomotif sendiri tidak mengelola dan produksi untuk komponennya, melainkan mengambil dari perusahaan luar. Nah, mereka juga memanfaatkan marketing B2B sebagai implementasi dalam perusahaan manufaktur.

2. Industri Kreatif

Industri kreatif adalah contoh business-to-business selanjutnya, seperti industri agensi, rumah produksi, bahkan perusahaan rintisan kreatif, seperti bisnis startup yang membutuhkan layanan videografi untuk foto produk atau lainnya.

Sales B2B berperan untuk menawarkan kerja sama tersebut, seperti melakukan penawaran dengan bisnis yang bergerak pada bidang fotografi untuk memotret dan membuat video company profile atau lainnya.

3. Industri Cleaning Service

Industri ini berbeda dengan industri yang lainnya. Dalam contoh B2B ini, terjadi proses penawaran atau pemanfaatan layanan jasa, seperti layanan kebersihan (cleaning service) yang terdapat di pusat perbelanjaan atau bahkan perusahaan.

Dalam konteks ini, bisnis melibatkan penyediaan dan penerimaan layanan jasa tertentu antara kedua bisnis.

4. Jasa Web Development

Jasa web development seringkali dicari oleh perusahaan-perusahaan besar yang ingin penjualan produk atau jasa mereka di mesin pencari menggunakan website company profile atau toko online.

Namun tidak semua perusahaan memiliki tim khusus untuk menangani pengembangan website mereka, hal ini akhirnya mendorong munculnya model bisnis baru business-to-business (B2B) untuk jasa web development seperti yang disediakan oleh Sitespirit.

5. Jasa Digital Marketing

Saat menawarkan produk atau jasa, sebuah perusahaan harus menggunakan strategi marketing atau digital yang efisien agar mendapatkan calon customer sesuai market.

Jika perusahaan masih belum memiliki ahli dalam bidang marketing, maka pilihan alternatifnya yaitu menggunakan perusahaan yang menyediakan jasa digital marketing.

Biasanya terdapat banyak layanan digital marketing mulai dari Iklan Social Media (Ads), email marketing, SEM maupun SEO

Misalnya, sebuah perusahaan distribusi yang belum memiliki tim pemasaran digital dapat bekerja sama dengan penyedia jasa SEO untuk mengelola konten blog dan meningkatkan visibilitas websitenya di mesin pencari. Kerja sama antarperusahaan seperti ini, termasuk layanan jasa SEO yang disediakan Sitespirit, merupakan contoh B2B di bidang jasa.

Karakteristik Model Bisnis B2B

  • Hubungan Jangka Panjang serta Kemitraan Bisnis
    Model B2B menekankan hubungan kerja yang berlangsung lama antara dua perusahaan. Fokus utamanya bukan pada transaksi sesaat melainkan kemitraan yang berkelanjutan. Pola ini memperkuat posisi perusahaan di pasar sekaligus menciptakan stabilitas pendapatan.
  • Proses Pembelian Lebih Panjang dan Terstruktur
    Dalam sistem business to business, proses pembelian biasanya melibatkan lebih dari satu pihak pengambil keputusan. Setiap tahapan dilakukan melalui analisis kebutuhan, biaya, dan manfaat produk. Prosesnya lebih formal dibanding transaksi konsumen langsung.
  • Pemasaran Bersifat Teknis dan Spesifik
    Pemasaran pada model B2B berfokus pada keunggulan fungsional serta efisiensi produk. Target pasarnya adalah sektor industri atau perusahaan dengan kebutuhan tertentu. Pendekatannya profesional dengan penekanan pada data serta performa produk.
  • Nilai Transaksi Lebih Besar serta Terstandarisasi
    Transaksi dalam kerja sama B2B biasanya memiliki nilai ekonomi tinggi dengan prosedur baku. Setiap tahapan mengikuti standar operasional yang disepakati kedua pihak. Tujuannya menjaga kontinuitas pasokan serta mengurangi risiko produksi.
  • Negosiasi Awal Sebelum Kerja Sama Dijalankan
    Dalam model business to business, negosiasi menjadi bagian penting sebelum kontrak disetujui. Pembahasan meliputi harga, volume, dan kualitas barang atau jasa yang akan dipasok. Kesepakatan awal ini membantu mencegah kesalahpahaman selama kerja sama berlangsung.

Cara Kerja Perusahaan B2B

b2b

Ilustrasi cara kerjasama model bisnis b2b (freepik)

Sebagai model bisnis dimana suatu perusahaan penghasil produk atau jasa akan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk menjual produk atau jasa tersebut, keduanya akan menandatangani kontrak kerja sama dalam periode tertentu.

Hal ini menjelaskan bahwa B2B lebih menonjolkan interaksi antar perusahaan atau bisnis daripada perusahaan dengan konsumen akhir, meskipun itu tetap dapat dilakukan.

Cara kerja business-to-business yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi Target Market

Perusahaan B2B akan melakukan peninjauan terhadap target pasar atau segmen industri mereka dengan cara mencari perusahaan yang memerlukan produk atau jasa yang mereka hasilkan.

2. Melakukan Pemasaran dan Penawaran

Selanjutnya, perusahaan B2B akan memasarkan produk atau layanan yang ditawarkan kepada perusahaan lain dengan beragam strategi marketing, seperti pameran dagang, email marketing, dan lainnya.

3. Melakukan Negosiasi Kontrak

Apabila kedua perusahaan telah sepakat untuk bekerja sama, perusahaan B2B akan melakukan negosiasi kontrak.

Negosiasi tersebut tidak lain bertujuan untuk menentukan syarat, ketentuan, dan harga yang ada di dalam kontrak.

Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan beberapa hal, seperti jumlah pembelian, durasi kontrak, dan persyaratan pembayaran.

4. Menerima Pesanan

Ketika kesepakatan antara dua perusahaan telah terjalin, perusahaan B2B akan menerima pesanan produk atau jasa yang ditawarkan dari perusahaan pelanggan tersebut.

Pesanan yang diminta akan diproses berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah disepakati bersama sebelumnya.

5. Mengirim Produk atau Jasa

Pengiriman barang atau layanan oleh perusahaan B2B kepada perusahaan pelanggan mereka akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah terlampir dalam kontrak.

6. Mengirim Tagihan dan Pembayaran

Setelah mengirimkan produk atau jasa, perusahaan B2B akan menyampaikan tagihan kepada perusahaan pelanggan.

Selanjutnya perusahaan pelanggan akan membayar biaya produk atau jasa tersebut berdasarkan persyaratan dan pembayaran yang telah disepakati pada kontrak, baik secara tunai, kredit, atau lainnya.

7. Menjaga Hubungan

Setelah proses transaksi selesai, perusahaan B2B perlu untuk memelihara hubungan baik dengan perusahaan pelanggan mereka dengan tujuan yang saling menguntungkan.

Dalam tahap ini, perusahaan B2B juga perlu memberikan dukungan purna jual, memberikan tanggapan atas pertanyaan atau masalah yang mungkin terjadi, dan membangun kesempatan untuk bekerja sama di masa depan.

Contoh Perusahaan B2B di Indonesia

Terdapat beberapa perusahaan yang menerapkan business-to-business di Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh perusahaan B2B di Indonesia:

1. Unilever

Unilever merupakan salah satu perusahaan yang menghasilkan produk keseharian, perawatan diri, bahkan minuman dan makanan di Indonesia.

Dalam rantai pasoknya, Unilever bekerja sama dengan pemasok bahan baku dan kemasan, lalu menyalurkan produknya melalui distributor dan peritel. Hubungan antarperusahaan inilah yang merupakan implementasi model bisnis B2B.

Dalam transaksi B2B berskala besar seperti ini, perusahaan umumnya memanfaatkan sistem EDI (Electronic Data Interchange), yaitu pertukaran dokumen bisnis seperti pesanan pembelian dan faktur secara elektronik dalam format standar, sehingga sistem komputer kedua perusahaan dapat saling terhubung tanpa input manual.

Hal ini biasanya juga berfungsi pada saat menggunakan penjualan barang atau jasa, informasi serta pengajuan proposal.

2. PT. Krakatau Steel

Sebagai salah satu produsen baja terbesar di Indonesia, Krakatau Steel menjual produknya kepada perusahaan lain, seperti industri konstruksi, otomotif, dan manufaktur, bukan kepada konsumen perorangan.

Seperti umumnya perusahaan B2B berskala besar, calon pembeli biasanya perlu melalui proses pendaftaran atau verifikasi sebagai mitra sebelum transaksi dapat dilakukan.

Proses ini tidak hanya terkait dengan aspek transaksional, tetapi juga mencakup strategi pemasaran dan bisnis B2B.

3. PT. Avesta Continental Pack

PT. Avesta Continental Pack bergerak di bidang pengemasan atau packaging dalam farmasi. Perusahaan ini adalah salah satu contoh B2B yang sukses.

Dalam industri seperti ini, pemasaran B2B umumnya menekankan kualitas, jumlah, waktu pengiriman, harga, dan spesifikasi produk yang tepat sesuai kebutuhan klien. Kredibilitas dan konsistensi mutu juga sangat penting karena produknya dipakai oleh industri farmasi. Kegiatan lain yang mendukung sales dan marketing B2B biasanya dilakukan melalui seminar maupun consulting kepada kliennya untuk mendapatkan konsultasi pengemasan obat-obatan (farmasi).

4. Garuda Indonesia

Perusahaan penerbangan ini menerapkan implementasi bisnis B2B, yaitu dengan melakukan kerjasama dengan agen resmi tiket perjalanan.

Selain menjual tiket langsung kepada penumpang, Garuda Indonesia bekerja sama dengan agen perjalanan dan perusahaan mitra yang menjual atau membeli tiket dalam jumlah besar, misalnya untuk perjalanan dinas karyawan.

Kerja sama seperti ini biasanya diawali proses pendaftaran dan kesepakatan sebagai mitra sebelum transaksi berjalan.

5. PT. Asaba

PT. Asaba yaitu Aneka Sakti Bakti, adalah salah satu perusahaan bergerak pada bidang alat tulis. Metode B2B yang dilakukan adalah dengan mendistribusikan alat tulis, laminating, bahkan mesin fotokopi kepada perusahaan maupun agen toko besar lainnya.

Dalam pemasaran B2B seperti ini, membangun citra merek yang kuat di mata distributor dan pelanggan korporat menjadi kunci agar kerja sama dapat terus berlanjut.

6. Sitespirit

Sitespirit adalah salah satu contoh perusahaan B2B, yaitu website specialist asal Malang yang melayani perusahaan, institusi pendidikan, instansi pemerintahan, dan UMKM. Sitespirit menyediakan berbagai layanan, mulai dari Jasa Pembuatan Website , Jasa Desain, Jasa Pemeliharaan, Hingga Jasa SEO Website.

Sitespirit menggunakan metode pemasaran B2B dengan fokus pada pembuatan website secara profesional dengan membangun brand awareness melalui strategi SEO nya.

Baca Juga Apa itu SEO? Definisi, Jenis, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Tantangan Bisnis B2B

Model bisnis Business to Business (B2B) tentu memiliki berbagai tantangan unik dalam pelaksanaannya. Berikut adalah beberapa tantangan yang mungkin Anda hadapi ketika menerapkan model bisnis B2B.

1. Proses Penjualan Panjang

Dalam menjalankan model B2B, tentunya proses akan lebih panjang mengingat target pelaku bisnis yang lebih kompleks. Selain itu, proses negosiasi dan persetujuan kontrak biasanya memakan lebih banyak waktu. Solusinya adalah Anda dapat menjalin hubungan yang lebih dekat dengan menggunakan konten edukatif atau memberikan tawaran negosiasi yang lebih fleksibel.

2. Kompetisi Ketat

Persaingan bisnis yang memiliki kompetitor lokal hingga internasional. Produk atau layanan serupa sangat mungkin ditawarkan sehingga Anda harus pandai mengatur strategi dan menonjolkan keunikan dari produk atau layanan Anda.

3. Membangun Hubungan Jangka Panjang

Dalam model B2B, jenis hubungan yang terjadi adalah jangka panjang dimana Anda harus bisa mempertahankan atau konsisten bahkan meningkatkan produk dan layanan yang Anda berikan. Hal ini akan berdampak pada kepuasan klien dan kemungkinan kontrak jangka panjang yang dapat terus berlanjut.

4. Strategi Pemasaran Efektif

B2B adalah model bisnis yang menggunakan pendekatan berbasis data dan edukasi pada pelanggan atau konsumennya. oleh karena itu, dibutuhkan strategi efektif seperti konten lebih spesifik dan terkonsep dengan baik melalui pemanfaatan teknologi digital untuk menjelaskan terkait layanan kepada pelanggan.

Memahami Perbedaan B2B, B2C, dan B2G dalam Dunia Bisnis

Dalam dunia bisnis modern, terdapat berbagai model interaksi antara pelaku usaha dan pelanggan. Tiga di antaranya yang paling umum adalah B2B (Business to Business), B2C (Business to Consumer), dan B2G (Business to Government). Meskipun sama-sama melibatkan transaksi jual beli, ketiganya memiliki karakteristik dan strategi yang berbeda. Memahami perbedaan ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk menentukan pendekatan yang tepat dalam menjalankan bisnisnya.

Pengertian Masing-Masing Model Bisnis

  • B2B (Business to Business): Model bisnis di mana perusahaan menjual produk atau layanan kepada perusahaan lain. Contoh: produsen bahan baku yang menjual ke pabrik.
  • B2C (Business to Consumer): Transaksi bisnis langsung dari perusahaan ke konsumen akhir. Contoh: toko online yang menjual pakaian kepada individu.
  • B2G (Business to Government): Model bisnis di mana perusahaan menyediakan produk atau jasa untuk instansi pemerintahan. Contoh: perusahaan IT yang mengembangkan sistem untuk kementerian.

Tabel Perbandingan B2B, B2C, dan B2G

AspekB2B (Business to Business)B2C (Business to Consumer)B2G (Business to Government)
Target PasarPerusahaan atau bisnis lainKonsumen individuLembaga pemerintahan
Proses PenjualanKompleks, negosiasi panjangSederhana, langsungFormal, melalui tender
Volume TransaksiBesar dan berkelanjutanKecil hingga sedangBesar dan terstruktur
Strategi PemasaranRelasi dan pendekatan langsungIklan, media sosial, promoProposal, dokumen resmi
Contoh Produk/JasaMesin industri, software ERPPakaian, gadget, makananInfrastruktur, sistem digital
Durasi KontrakJangka panjangTransaksi satu kaliJangka panjang (kontrak resmi)
Tingkat PersainganTinggi tapi spesifikSangat tinggiTerbatas dan selektif

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap tentang Business-to-Business beserta contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan metode tersebut. B2B adalah singkatan dari Business-to-Business yang melibatkan bisnis satu dengan bisnis lainnya.

Business-to-Business merupakan praktik bisnis di mana perusahaan menjual barang atau jasa kepada perusahaan lain, misalnya pemasok bahan baku kepada pabrik atau penyedia jasa kepada perusahaan kliennya.

Intinya, model bisnis ini merujuk pada proses transaksi antar perusahaan, berbeda dengan B2C yang melibatkan transaksi dengan konsumen.

Implementasi model bisnis ini telah banyak digunakan di berbagai perusahaan di Indonesia, mulai dari industri otomotif, cleaning service, dan kreatif.

Tertarik dengan model business to business untuk perkembangan perusahaan? Mulai sekarang dan temukan keuntungan model bisnis B2B Anda!

Sitespirit menyediakan jasa pembuatan website untuk solusi bisnis digital Anda. Segera konsultasikan pada kami untuk membuat bisnis B2B Anda lebih maju!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan B2B dan B2C?

B2B menjual produk atau jasa kepada perusahaan lain, sedangkan B2C menjual langsung kepada konsumen individu. Penjualan B2B biasanya lebih kompleks, melibatkan negosiasi panjang dan kontrak jangka panjang, sementara transaksi B2C lebih sederhana dan langsung.

Apa saja tahapan transaksi dalam bisnis B2B?

Transaksi B2B umumnya dimulai dari identifikasi target pasar, pemasaran dan penawaran, negosiasi kontrak, penerimaan pesanan, pengiriman produk atau jasa, penagihan dan pembayaran, lalu menjaga hubungan dengan klien.

Apa tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis B2B?

Tantangan utama B2B adalah proses penjualan yang panjang, persaingan ketat dengan pemain lokal maupun internasional, kebutuhan menjaga hubungan jangka panjang, dan strategi pemasaran yang harus spesifik serta berbasis data.

Apa itu EDI dalam bisnis B2B?

EDI (Electronic Data Interchange) adalah sistem pertukaran data terstruktur dengan format standar yang menghubungkan sistem komputer antarperusahaan, misalnya untuk pemesanan, penagihan, dan pengajuan proposal dalam transaksi B2B.

Apakah jasa pembuatan website termasuk bisnis B2B?

Ya. Jasa pembuatan website termasuk B2B ketika layanannya ditujukan bagi perusahaan yang tidak memiliki tim pengembang sendiri, misalnya untuk membuat website company profile atau toko online, seperti layanan yang disediakan Sitespirit.

Referensi

  1. Nielsen Norman Group (2016). B2B vs. B2C Websites: Key UX Differences
  2. Think with Google (2024). B2B marketing: Connecting with new & existing business buyers
  3. OECD (2025). The 2025 OECD Definition of E-commerce and Guidelines for Interpretation

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Ayu Firda Amalia

Ditulis oleh

Ayu Firda Amalia

I'm interested in developing a product such as business development, system analyst, user requirement, research and writing. Very organized, passionate to learn new things, and can work as an individual either as a team.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.