Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu Copywriting? Ini Jenis, Contoh, dan Tekniknya!

Muhammad Robith Adani Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 7 menit baca

Jawaban Singkat

Copywriting adalah teknik menulis di website atau media lain untuk menjelaskan produk atau layanan kepada audiens dan mengarahkan mereka agar membeli atau memakainya.

  • Jenis copywriting meliputi SEO, brand, B2C, B2B, creative, social media, dan ad copywriting, yang masing-masing memiliki tujuan dan target pembaca berbeda.
  • Dua formula yang umum dipakai adalah AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dan PAS (Problem, Agitate, Solution), dengan tetap memperhatikan prinsip E-E-A-T.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber

Daftar Isi
  1. Apa itu Copywriting?
  2. Pentingnya Belajar Copywriting
    1. 1. Meningkatkan Jumlah Konversi
    2. 2. Meningkatkan Rata-rata Traffic
    3. 3. Memudahkan Penjualan Produk dan Jasa
  3. Jenis-Jenis Copywriting
    1. 1. SEO Copywriting
    2. 2. Brand Copywriting
    3. 3. B2C Copywriting
    4. 4. B2B Copywriting
    5. 5. Creative Copywriting
    6. 6. Social Media Copywriting
    7. 7. Ad Copywriting
  4. Teknik Copywriting
    1. 1. AIDA Copywriting
    2. 2. PAS Copywriting
  5. Contoh Copywriting
  6. Kesimpulan

Di dalam internet, terdapat banyak sekali informasi yang dapat kita peroleh, mulai dari artikel, website, aplikasi, media sosial, hingga platform yang lain.

Namun, ketika user ingin menggunakan atau membeli sebuah produk, yang mereka cari adalah tampilan website yang menyediakan produk atau jasa tersebut.

Untuk dapat menarik minat audiens, sebuah perusahaan membutuhkan konten atau tulisan menjual atau biasa disebut dengan teknik copywriting.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas lebih dalam mengenai apa itu copywriting beserta dengan fungsi, teknik, jenis-jenis dan cara membuat tulisan dengan nilai jual untuk menarik pembaca. Sehingga, tulisan tersebut nantinya dapat membantu dalam memperkenalkan layanan produk Anda.

Apa itu Copywriting?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai teknik atau cara membuat copywriting, kita harus mengenal istilah tersebut.

Copywriting merupakan teknik menulis dalam sebuah website di mana tugasnya adalah membantu dalam menjelaskan produk atau layanan kepada audiens untuk dapat mengarahkannya membeli produk tersebut.

Biasanya, orang yang sering dan membuat tulisan dalam sebuah artikel, blog, atau website disebut dengan copywriter.

Tugas dari seorang copywriter adalah untuk membuat sebuah tulisan yang dapat menarik minat pembaca dan mempengaruhinya untuk membeli atau memakai produk tersebut.

Istilah dari copywriting sendiri tidak dapat dipisahkan dengan teknik SEO (Search Engine Optimization). Kedua metode ini memiliki keterkaitan untuk menunjang proses optimasi sebuah website.

Dengan demikian, copy yang telah ditulis oleh writer dapat membantu sebuah website agar dapat masuk pada halaman pertama di mesin pencari Google.

Pentingnya Belajar Copywriting

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa kebutuhan copywriting sangat dibutuhkan oleh perusahaan atau organisasi untuk dapat meningkatkan brand awareness maupun revenue, serta dapat mencapai target market sesuai dengan strategi pemasaran produk.

1. Meningkatkan Jumlah Konversi

Tujuan Anda mengembangkan tulisan berkualitas serta memiliki nilai jual adalah untuk meningkatkan tingkat konversi sebuah website.

Konversi adalah aksi yang Anda harapkan dari pengunjung, misalnya membeli produk, mengisi formulir, atau menghubungi tim penjualan. Tingkat konversi dihitung dari jumlah pengunjung yang melakukan aksi tersebut dibagi total pengunjung. Adapun perbandingan jumlah klik dengan jumlah tayangan (impression) di hasil pencarian disebut CTR (click-through rate), bukan konversi.

2. Meningkatkan Rata-rata Traffic

Manfaat yang kedua, dengan pembuatan SEO copywriting yang tepat, mampu meningkatkan jumlah pengunjung website setiap bulan melalui organic traffic.

Semakin banyak user yang membaca artikel atau halaman situs Anda, maka akan berdampak baik pada peningkatan brand awareness dan revenue perusahaan.

3. Memudahkan Penjualan Produk dan Jasa

Manfaat yang terakhir, memudahkan dalam mengenalkan brand produk perusahaan dan meningkatkan keuntungan dari segi penggunaan dan penjualan produk.

Teknik penulisan ini mampu menarik minat dan perhatian user dengan teknik menulis yang benar dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat.

Jenis-Jenis Copywriting

Sebelum masuk pada pembahasan selanjutnya, perlu Anda ketahui bahwa copywriting ada banyak jenisnya. Berikut beberapa jenis copywriting yang kami simpulkan:

1. SEO Copywriting

SEO bukanlah istilah yang asing lagi dalam bidang marketing khususnya kepenulisan. SEO sendiri adalah singkatan dari Search Engine Optimization, atau mengoptimalkan tulisan tertentu agar muncul pada hasil pencarian utama dari Google.

Dalam jenis yang satu ini tujuan utama dari copy tersebut dibuat adalah masuk dalam peringkat Google dan mendapatkan angka traffic yang tinggi dengan banyaknya klik pada tulisan. Untuk menerapkannya beberapa cara digunakan, seperti pengoptimalan keyword dan masih banyak lagi.

2. Brand Copywriting

Berbeda dengan jenis copy sebelumnya, tulisan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan brand awareness pembaca terkait perusahaan serta produk maupun jasa yang ditawarkan. Umumnya, tulisan ini fokus pada menunjukkan value perusahaan dan layanannya.

3. B2C Copywriting

Seperti namanya, Business to Consumer Writing berfokus pada menarik minat pelanggan untuk melakukan transaksi tertentu.

Salah satu kunci dari tulisan ini adalah memahami pembaca Anda dan apa yang mereka butuhkan dan apa yang dapat Anda berikan dalam tulisan untuk menjawab permintaan tersebut.

4. B2B Copywriting

Copy jenis ini tujuannya berbanding terbalik dengan B2C Copywriting. Target utamanya adalah sesama pemilik bisnis atau penyedia layanan tertentu. Fungsi utamanya adalah menarik perhatian business yang berkemungkinan membutuhkan produk atau layanan kita.

Baca juga: Apa itu B2B Marketing? – Definisi, Manfaat, dan Strateginya

5. Creative Copywriting

Copywriting yang satu ini juga salah satu jenis copy yang paling banyak digunakan terutama pada penyedia layanan dan produk tertentu.

Tulisan ini menekankan keunikan serta originalitas dari isi konten untuk menonjolkan sisi lain dari brand pada pembaca. Walaupun begitu, isinya tetap tidak boleh melenceng dari ciri khas brand tersebut.

6. Social Media Copywriting

Jenis ini tentunya paling sering ditemukan di media sosial yang Anda gunakan. Didukung dengan grafis atau konten tertentu, tulisan ini mampu mengambil perhatian pengguna media sosial untuk mencari tahu brand Anda lebih jauh bahkan hingga melakukan transaksi.

7. Ad Copywriting

Ad Copywriting

Berbagai iklan di pinggir jalan (Foto:Pixabay)

Pernah membaca iklan? Ternyata iklan juga salah satu jenis copywriting loh! Tentu copy ini dapat ditemukan di iklan-iklan baik secara online maupun offline. Ciri khasnya adalah tingginya tingkat persuasif dalam tulisan singkat.

Teknik Copywriting

Teknik Copywriting

(Foto: Pexels)

Terdapat banyak formula copywriting dari para ahli maupun praktisi digital marketing di dunia, seperti AIDA, PAS, FAB, dan BAB. Kami telah merangkum dua formula yang paling sering digunakan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dari segi pemasaran bisnis secara online.

1. AIDA Copywriting

Teknik yang pertama, Anda dapat menggunakan formula AIDA, di mana formula ini sangat cocok untuk diterapkan dalam mempromosikan produk pada halaman web agar user dapat menekan CTA (Call To Action).

a. Attention (Perhatian)

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menarik perhatian pembaca, misalnya lewat judul atau kalimat pembuka yang menyentuh kebutuhan mereka. Pastikan pesannya tetap sesuai dengan kondisi real dari produk Anda. Beberapa praktisi menyebut tahap ini sebagai Awareness (kesadaran).

b. Interest (Ketertarikan)

Kedua, setelah mendapatkan perhatian audiens, pastikan untuk menambahkan beberapa copy yang menunjukkan keunggulan dari produk yang Anda miliki daripada kompetitor.

c. Desire (Keinginan)

Ketiga, setelah audiens memiliki ketertarikan untuk membeli atau menggunakan layanan yang ditawarkan, Anda perlu meyakinkan lagi dengan memberikan tambahan penawaran khusus kepada user. Sehingga audiens akan membaca tulisan Anda hingga selesai.

d. Action (Tindakan)

Langkah terakhir, siapkan elemen button Anda berupa CTA yang nantinya ketika user menekan tombol tersebut akan mengarah pada halaman service Anda. Dan akan diteruskan pada proses transaksi dan pembelian produk bisnis Anda.

2. PAS Copywriting

Teknik yang kedua adalah PAS (Problem, Agitate, Solution). Formula ini cocok untuk produk atau jasa yang menyelesaikan masalah spesifik audiens.

a. Problem (Masalah)

Pertama, angkat masalah yang sedang dihadapi target audiens Anda. Gunakan bahasa yang dekat dengan keseharian mereka agar pembaca merasa “ini saya banget”.

b. Agitate (Pertajam)

Kedua, pertajam masalah tersebut dengan menunjukkan dampaknya jika dibiarkan, misalnya waktu yang terbuang, biaya yang membengkak, atau peluang yang hilang. Tetap jujur dan jangan melebih-lebihkan.

c. Solution (Solusi)

Terakhir, tawarkan produk atau jasa Anda sebagai solusi, lengkap dengan manfaat utamanya dan CTA yang jelas.

Selain memakai formula di atas, pastikan copy Anda selaras dengan prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness). Konsep ini berasal dari pedoman penilai kualitas penelusuran Google (Search Quality Rater Guidelines) dan diperbarui pada Desember 2022 dengan menambahkan unsur Experience. Artinya, tulislah berdasarkan pengalaman dan keahlian nyata, bangun reputasi merek dan penulis, serta sajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Contoh Copywriting

Sebuah contoh copywriting dapat ditemukan dalam iklan berbagai media seperti iklan cetak, iklan radio, iklan TV, dan iklan online.

Misalnya, sebuah iklan dari restoran kopi dan donat J.Co yang menggunakan teknik penulisan copy kuat untuk memberikan informasi mengenai promo Sharing is Caring.

Biasanya, konten yang dimaksudkan untuk mempromosikan promosi cenderung menekankan pada detail promosi. Namun, J.CO menggunakan engagement sebagai strateginya.

Mereka langsung menyorot target audiensnya, khususnya pecinta kopi Clever Drip yang ingin minum kopi bersama teman. Tujuannya bagi yang merasa terlibat dalam situasi ini agar segera mendatangi J.CO Indonesia terdekat.

Dalam contoh ini, copywriting dirancang untuk memancing perasaan dan memotivasi audiens agar melakukan tindakan yang diinginkan oleh penjual.

Kesimpulan

Itulah dia ulasan lengkap mengenai copywriting, mulai dari pengertian, jenis, teknik, hingga contohnya yang perlu Anda pahami.

Copywriting adalah teknik menulis yang digunakan untuk membantu meningkatkan nilai jual produk kepada audiens melalui metode digital marketing yang tepat.

Tujuan utama adanya konsep ini adalah untuk meningkatkan nilai konversi dan pencapaian trafik pengunjung setiap harinya. Dua formula yang dapat Anda coba untuk memulai adalah AIDA dan PAS, dengan tetap memperhatikan prinsip E-E-A-T.

Optimalkan strategi copywriting melalui salah satu media pemasaran digital terbaik yaitu situs web.

Apabila Anda memiliki keterbatasan untuk membuat situs web Anda, gunakan layanan pembuatan website Sitespirit.

Mari mulai untuk meningkatkan penjualan Anda!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa contoh copywriting dalam kehidupan sehari-hari?

Contohnya terlihat pada iklan cetak, radio, TV, dan iklan online, serta unggahan media sosial yang mengajak audiens mengenal brand atau bertransaksi. Ciri khasnya adalah tulisan singkat yang persuasif.

Apa hubungan copywriting dengan SEO?

Keduanya saling menunjang dalam optimasi website. SEO copywriting memadukan tulisan persuasif dengan pengoptimalan kata kunci agar konten lebih relevan dan berpeluang tampil di hasil pencarian.

Bagaimana cara kerja rumus AIDA dalam menulis iklan?

AIDA berjalan dalam empat tahap: menarik perhatian pembaca (Attention), menumbuhkan ketertarikan lewat keunggulan produk (Interest), memunculkan keinginan (Desire), lalu mengajak bertindak lewat tombol CTA (Action).

Apa bedanya tingkat konversi dan CTR?

Tingkat konversi adalah jumlah pengunjung yang melakukan aksi seperti membeli atau mengisi formulir dibagi total pengunjung. CTR adalah perbandingan jumlah klik dengan tayangan di hasil pencarian.

Referensi

  1. Google Search Central Blog (2022). Our latest update to the quality rater guidelines: E-A-T gets an extra E for Experience
  2. Google Search Central (2026). Creating Helpful, Reliable, People-First Content
  3. Nielsen Norman Group (1997). Concise, SCANNABLE, and Objective: How to Write for the Web

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Muhammad Robith Adani

Ditulis oleh

Muhammad Robith Adani

SEO & Content Specialist

SEO Specialist at Sitespirit, interested in programming, data, writer, SEO, and website optimization.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.