Jawaban Singkat
CTR (click-through rate) adalah persentase klik dibanding jumlah tayangan, dipakai untuk mengukur seberapa sering iklan atau hasil pencarian diklik orang.
- Rumus CTR adalah total klik dibagi total impresi lalu dikali 100%; misalnya 200 klik dari 1.000 impresi menghasilkan CTR 20%.
- CTR tinggi belum tentu berarti konversi tinggi. Untuk meningkatkannya, pahami pelanggan, pakai kata kunci sesuai search intent, tulis judul menarik, dan sertakan CTA yang jelas.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
CTR adalah istilah dalam digital marketing yang harus dipahami oleh para digital marketer sebelum memasang iklan atau ads.
Pasalnya, CTR dapat membantu digital marketer dalam melihat dan menganalisis user engagement dari iklan yang dipasang.
Apakah Anda sudah tahu apa itu CTR? Jika belum, Sitespirit telah merangkum semua informasinya.
Jadi, jika Anda ingin mempelajari CTR mulai dari pengertian, tujuan, rumus, dan cara meningkatkannya, simak artikel ini sampai habis.
Apa itu CTR?

Sumber: Freepik
CTR adalah singkatan dari Click-Through Rate atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan rasio-klik tayang. Lantas, apa itu click-through rate?
Anda pasti pernah melihat iklan di berbagai platform media sosial dan search engine. Pertanyaannya, pernahkah Anda mengklik iklan tersebut?
Nah, CTR adalah persentase klik yang Anda atau pengunjung lain lakukan ke iklan yang dipasang oleh advertiser.
Melansir dari Google, arti CTR adalah rasio dari seberapa sering pengunjung mengklik iklan yang ditayangkan.
Formula ini sering digunakan untuk mengukur tingkat engagement dari campaign Pay-per Click (PPC) yang dilakukan. Selain iklan, CTR juga dipakai untuk mengukur performa halaman website di hasil pencarian organik.
Dengan kata lain, CTR adalah metrik yang digunakan untuk melihat efektivitas sebuah campaign atau konten di search engine maupun media sosial.
Adapun contoh click-through rate, yaitu advertiser memasang iklan di search engine dan mendapatkan total impresi 1.000 serta klik 200 kali. Maka, CTR-nya adalah 20%.
Semakin tinggi angka click-through rate maka akan bagus. Namun, hal ini tidak menjamin tingginya conversion rate.
Sebab, bisa saja pengunjung hanya mengklik iklan yang ditayangkan tanpa tertarik membeli produknya.
Nah, setelah melihat contoh click-through rate, mungkin Anda bertanya-tanya dari mana datangnya angka tersebut?
Bagaimana cara menghitung CTR? Lalu, apa rumus click-through rate? Untuk mengetahui jawabannya, simak terus penjelasan dalam artikel ini, ya!
Fungsi CTR
Dari penjelasan sebelumnya, diketahui bahwa salah satu fungsi click-through rate adalah untuk melihat efektivitas suatu kampanye yang dilakukan. Lebih lanjut, berikut penjelasannya.
1. Mengevaluasi Performa Kampanye
Bagaimana bisa click-through rate digunakan untuk mengevaluasi efektivitas atau performa dari kampanye yang dilakukan?
Begini, ketika digital marketer mengiklankan suatu produk atau layanan, mereka harus melakukan evaluasi untuk menilai apakah iklan tersebut sudah maksimal.
Nah, dalam hal ini, menghitung angka CTR adalah salah satu cara yang bisa dilakukan. Click-through rate tinggi menunjukkan bahwa iklan yang dipasang telah memiliki jumlah klik banyak.
Sebaliknya, jika angka click-through rate rendah, maka jumlah klik yang didapatkan berarti jauh lebih sedikit dibandingkan dengan impresinya.
Hal ini dapat diartikan, iklan yang ditayangkan masih belum bisa menarik pelanggan untuk mengklik dan mencari tahu informasinya lebih lanjut.
2. Mengukur Relevansi Iklan dengan Interest Pelanggan
Jika konten yang disajikan relevan dengan kebutuhan pelanggan, maka mereka akan tertarik untuk mengunjungi atau mencari tahu informasinya lebih lanjut.
Ketertarikan pelanggan ini bisa dilihat dari seberapa banyak klik yang Anda dapatkan. Jika kliknya banyak, bisa diasumsikan bahwa konten iklan yang dipasang sesuai dengan interest pelanggan.
3. Mengoptimalkan Kampanye
CTR adalah formula yang bisa digunakan digital marketer untuk mengetahui jenis konten yang memiliki performa bagus.
Di samping itu, dengan adanya click-through rate, digital marketer juga bisa mengevaluasi dan memperbaiki konten-konten yang performanya tidak maksimal.
Rumus dan Cara Menghitung CTR
Cara menghitung click-through rate tidaklah susah, Anda hanya perlu dua data utama, yaitu impresi atau total jumlah penayangan dan total klik.
Jika Anda sudah memiliki dua data tersebut, berikut rumus menghitung CTR yang bisa digunakan:
Click-through rate (CTR) = (Total Klik : Total Impresi) x 100%
Adapun contoh cara menghitung CTR adalah sebagai berikut:
Anggap saja Anda adalah seorang digital marketer yang membuat campaign untuk mempromosikan produk olahraga.
Setelah berjalan satu minggu, iklan tersebut mendapatkan impresi sebesar 1300 dan total klik 137 kali. Maka CTR atau click-through rate-nya adalah:
CTR = (137 : 1300) x 100 = 10,5%
Dari penghitungan di atas, dapat diketahui bahwa angka click-through rate yang didapatkan dalam kampanye tersebut, yaitu 10,5%.
Melansir dari SEMrush, tidak ada tolok ukur pasti mengenai berapa jumlah click-through rate yang bagus untuk suatu kampanye.
Sebab, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang meliputi jenis industri, platform yang digunakan dan tipe kontennya.
CTR Organik di Google Search Console
Selain pada iklan, CTR juga berlaku untuk hasil pencarian organik. CTR organik adalah persentase orang yang mengklik halaman website Anda setelah melihatnya di hasil pencarian Google.
Data ini bisa Anda lihat di laporan Performa (Performance) Google Search Console, yang menampilkan total klik, total tayangan, CTR rata-rata, dan posisi rata-rata untuk setiap kata kunci maupun halaman. Rumusnya sama, yaitu jumlah klik dibagi jumlah tayangan dikali 100%.
CTR organik dipengaruhi oleh posisi halaman di hasil pencarian, kesesuaian dengan search intent, serta tampilan hasil pencarian itu sendiri, terutama title tag dan meta description. Halaman dengan tayangan tinggi tetapi CTR rendah biasanya menjadi prioritas untuk dioptimasi. Jika Anda ingin dibantu menganalisis dan meningkatkan performa ini, Sitespirit menyediakan jasa SEO mulai dari audit teknis hingga optimasi on-page dan konten.
Cara Meningkatkan CTR

Sumber: Freepik
Jika click-through rate masih rendah dan kampanye yang dilakukan tidak maksimal, Anda tak perlu khawatir. Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan CTR, di antaranya yaitu:
1. Pahami Karakteristik Pelanggan
Cara paling utama untuk meningkatkan CTR adalah pahami dulu karakteristik pelanggan Anda dengan mencari tahu jenis konten yang banyak disukai.
Jika sudah mendapatkan jawabannya, Anda bisa membuat konten iklan sesuai dengan ketertarikan tersebut.
Namun perlu diingat, pastikan konten yang dibuat juga relevan dengan jasa atau produk bisnis Anda, ya. Cobalah untuk menjawab kebutuhan mereka dengan produk yang Anda miliki melalui jenis konten yang disukai.
2. Gunakan Keyword yang Tepat
Cara selanjutnya untuk meningkatkan CTR adalah gunakan keyword yang tepat. Carilah kata kunci yang relevan serta sering dicari oleh pelanggan.
Namun sebagai catatan, Anda juga harus menyesuaikannya dengan search intent atau ekspektasi pelanggan saat mencari keyword tersebut.
Sebagai contoh, saat seseorang mengetik keyword “berapa lama olahraga yang ideal?” berarti ia ingin mendapatkan informasi mengenai durasi olahraga yang baik.
Jika demikian, maka keyword semacam ini akan kurang cocok digunakan untuk mengiklankan baju olahraga yang nyaman. Itulah kenapa, menggunakan keyword yang tepat merupakan suatu hal yang penting.
3. Gunakan Judul yang Menarik
Sebelum memutuskan untuk mengunjungi situs tertentu, pelanggan akan melihat judul yang digunakan. Jika tertarik, maka mereka akan mengunjunginya dan sebaliknya.
Maka dari itu, gunakan judul atau headline yang menggugah dan menarik perhatian para pelanggan.
Untuk hasil pencarian organik, judul ini terutama berasal dari title tag halaman, sedangkan deskripsi di bawahnya sering diambil dari meta description. Tulis keduanya secara jelas, sesuai isi halaman, dan memuat kata kunci utama, tanpa menjanjikan hal yang tidak ada di halaman (clickbait).
4. Manfaatkan Aset Visual
Gambar di dalam isi konten baru dilihat setelah orang mengklik, sehingga tidak memengaruhi CTR secara langsung. Yang berpengaruh adalah visual yang terlihat sebelum klik.
Pada iklan, manfaatkan aset gambar yang tersedia di platform iklan, misalnya aset gambar pada iklan Google Ads atau visual yang kuat pada iklan media sosial. Untuk hasil pencarian organik, gunakan gambar yang relevan dan structured data yang sesuai agar halaman berpeluang tampil dengan thumbnail atau hasil kaya (rich result).
5. Sertakan CTA
Nah, cara yang paling penting adalah sertakan CTA (Call to Action) untuk mengajak pelanggan membeli produk. Buatlah CTA yang menggugah agar pelanggan tertarik untuk mengklik link yang menuju ke produk Anda.
Demikian, penjelasan mengenai apa itu CTR beserta rumus, cara menghitung, dan cara meningkatkannya yang perlu Anda ketahui.
Kesimpulannya, CTR adalah metrik yang digunakan untuk menghitung persentase orang yang mengklik suatu iklan atau hasil pencarian.
Metrik ini bisa digunakan untuk menganalisis efektivitas kampanye yang dilakukan oleh digital marketer.
Namun, angka click-through rate yang tinggi tidak selalu bagus. Sebab, jika click-through rate tinggi tapi konversi ke penjualannya rendah, maka hal ini menunjukkan adanya hal yang perlu diperbaiki.
Umumnya, hal semacam ini terjadi karena beberapa hal, salah satunya yaitu landing page yang membosankan dan tidak menarik.
Banyak pengunjung menilai kredibilitas suatu bisnis dari desain atau tampilan situs web perusahaan. Semakin profesional dan konsisten desain situs web Anda, maka akan memberikan kesan yang lebih meyakinkan dan terpercaya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung CTR dari data impresi dan klik?
Bagi total klik dengan total impresi, lalu kalikan 100%. Contohnya, 137 klik dari 1.300 impresi menghasilkan CTR sekitar 10,5%.
Berapa CTR yang dianggap bagus?
Tidak ada tolok ukur pasti. Angka CTR yang bagus dipengaruhi oleh jenis industri, platform yang digunakan, dan tipe kontennya.
Di mana saya bisa melihat CTR organik website?
CTR organik bisa dilihat di laporan Performa (Performance) Google Search Console, yang menampilkan total klik, total tayangan, CTR rata-rata, dan posisi rata-rata untuk tiap kata kunci maupun halaman.
Apakah CTR yang tinggi pasti menghasilkan penjualan?
Tidak. CTR tinggi hanya menunjukkan banyak orang yang mengklik, belum tentu mereka tertarik membeli. Jika konversinya rendah, ada hal yang perlu diperbaiki, misalnya landing page yang kurang menarik.
Referensi
- Google Ads Help (2026). Clickthrough rate (CTR): Definition
- Google Search Console Help (2026). Performance report (Search results): Overview and basic setup
- Google Search Central (2026). Influencing your title links in search results
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
SEO content writer who loves creating informative and engaging content. I find joy in exploring new topics and presenting them with a creative touch.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



