Lantas, bagaimana cara optimasi yang tepat dan apa saja yang harus dioptimalkan? Artikel ini akan menjelaskan tentang jenis-jenis optimasi website, cara, tips, alat yang bisa digunakan, dan kesalahan umum yang harus dihindari.
Apa Itu Optimalisasi Website?
Optimalisasi website adalah proses perbaikan untuk meningkatkan performa website, pengalaman pengguna, dan menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Optimalisasi ini dapat mencakup beberapa aspek, seperti optimalisasi UX, merek, traffic, konversi dan pendapatan, SEO teknis, hingga pemasaran konten dan pembuatan tautan (link building).
Tujuannya bukan hanya untuk memperoleh traffic dan mendatangkan lebih banyak pengunjung, tetapi juga mengubahnya menjadi prospek konversi.
Jenis-Jenis Optimalisasi Website
Optimasi SEO (On-Page & Off-Page)
Optimasi SEO on-page merupakan proses menyesuaikan halaman website dengan kata kunci yang ditargetkan sebelumnya pada mesin pencari pilihan merek. Tujuannya agar website dapat masuk peringkat teratas Google, mudah dicari, dan dapat mengalahkan kompetitor.
Optimasi on-page berfokus pada hal-hal internal website, seperti perbaikan pada deskripsi meta, URL title, alt text untuk gambar, tag title, internal link, dan site speed.
Sementara optimasi SEO off-page adalah perbaikan yang berfokus pada hal-hal eksternal website. Secara sederhana, upaya ini juga dapat disebut sebagai salah satu cara mempromosikan website.
Tujuannya agar website dipandang Google sebagai halaman dengan kredibilitas tinggi. Optimasi ini mencakup link building, backlink, authority, reputasi, dan visibilitas di luar situs.
Optimasi Technical SEO
Kamu juga dapat melakukan optimalisasi website dengan teknik SEO. Ini merupakan proses perbaikan agar kinerja website lebih optimal, dapat mengindeks dengan baik, dan lebih mudah ditemukan di SERP.
Optimasinya mencakup indexing (kemampuan search engine mengindeks halaman website), render ability (kemampuan search engine merender dan memahami tata letak maupun tampilan visual website), crawlability (kemampuan search engine menjelajahi dan memahami struktur website), dan ranking (berkaitan dengan posisi website di SERP).
Optimasi User Experience (UX)
UX adalah istilah untuk mengukur seberapa baik interaksi pengguna dengan website–bagaimana pengguna merasakan dan apa manfaat yang diperoleh dari website saat mereka mengaksesnya.
Ini berkaitan dengan kemudahan penggunaan, kepuasan, kecepatan dan kelengkapan website. Optimasi UX mencakup peningkatan UI, performa dan kecepatan, navigasi dan arsitektur informasi, konten, responsivitas, dan lain sebagainya.
Cara Tepat Optimalisasi Website (Step-by-Step)
1. Periksa Performa Website
Pemeriksaan performa website dapat memberitahu bagian mana yang perlu perbaikan maupun peningkatan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan melalui pengalaman langsung dengan memanfaatkan perangkat berbeda.
Kamu dapat menggunakan beberapa alat seperti PageSpeed Insights untuk mengetahui bagaimana pengalaman pengunjung di website, kecepatan, hingga kemudahan navigasinya.
2. Tentukan Prioritas Perbaikan
Setelah mengetahui masalah website dan mengidentifikasi penyebabnya, tentukan prioritas perbaikan. Kamu dapat mendahulukan masalah yang paling berdampak pada pengunjung. Dengan begitu, perbaikan lebih efektif dan efisien.
3. Periksa Penyedia Layanan Hosting
Selanjutnya, periksa penyedia layanan hosting karena komponen ini juga dapat memengaruhi performa website. Seperti downtime tiba-tiba, kecepatan website lambat, bandwidth terbatas, server crash, keamanan rentan serangan, dan lain sebagainya.
Jika ada masalah pada layanan hosting, kamu dapat meningkatkan hosting ke layanan lain yang lebih memadai.
4. Kompresi Gambar Pada Website
Gambar dengan ukuran yang besar dan resolusi tinggi, seringkali membutuhkan waktu lebih lama saat memuat. Untuk mengurangi beban website, kompresi gambar, gunakan ukuran, dan format yang lebih ringan.
5. Batasi Penggunaan Plugin
Penggunaan plugin yang berlebihan dapat membuat performa website menurun. Membatasi jumlahnya dapat menjadi langkah bijak untuk mencegah masalah pada website.
Kamu dapat memanfaatkan alat seperti Query Monitor untuk mengecek performa plugin yang kamu gunakan pada website.
6. Gunakan Cache untuk Website
Cache bekerja dengan menyediakan lokasi penyimpanan sementara untuk menyimpan salinan fail statis atau halaman website yang pernah dikunjungi pengunjung.
Dengan adanya cache, website dapat bekerja lebih cepat. Kamu dapat memepertimbangkan untuk menambahkan cache untuk mengoptimalkan performa website.
7. Batasi Penggunaan Script Eksternal
Script eksternal meliputi tombol CTA, sistem komentar, dan plugin CMS. Ketiga komponen tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan konten website.
Namun dalam praktiknya, script eksternal memerlukan proses tiap kali halaman dimuat ulang. Oleh karena itu, penggunaannya perlu dibatasi.
8. Kecilkan Ukuran CSS dan JavaScript
Sama seperti gambar, ukuran fail CSS dan JavaScript dapat memengaruhi kecepatan website. Kamu dapat mengecilkan ukurannya agar waktu muat lebih cepat dan website memerlukan lebih sedikit bandwith.
Cara mengecilkannya dapat dilakukan dengan menghapus kode yang tidak diperlukan, seperti whitespace, kode komen, dan semicolon.
9. Riset Kata Kunci
Setelah mengoptimasi kecepatan website, penting juga untuk mengoptimasi website dari sisi SEO. Caranya adalah dengan riset kata kunci yang tepat dengan niche website. Tujuannya agar website bisa mendapat pengunjung yang ditargetkan.
Dalam memilih kata kunci, pertimbangkan user intent atau tujuan pengguna agar konten yang kamu sajikan selaras dengan apa yang dimau pengguna.
10. Sesuaikan Konten dengan Target Audiens
Selanjutnya, lakukan riset terkait target audiens mencakup rentang usia, masalah, dan kebutuhan audiens. Informasi ini dapat menjadi panduan untuk menentukan strategi bagaimana produk atau layananmu dapat membantu mereka.
Selain itu, lakukan optimasi konten untuk meningkatkan ranking dan traffic. Optimasi ini dapat dilakukan dengan menambahkan kata kunci pada judul, menggunakan kata kunci yang relevan dalam konten, menambahkan link internal maupun eksternal, dan gambar yang mendukung.
11. Bangun Backlink
Tambahkan backlink dari situs yang memiliki otoritas dan ranking tinggi. Cara ini dapat dilakukan dengan membuat konten yang fokus ke pemasaran dan menawarkannya kepada pemilik situs untuk kerjasama.
12. Tingkatkan Kecepatan Website
Kecepatan website tidak hanya berpengaruh pada pengalaman pengguna, tetapi juga ranking pencarian. Optimasi kecepatan website dapat dilakukan dengan CDN, kompresi fail, membatasi request HTTP, serta menggunakan tema yang SEO danmobile friendly.
13. Perbarui Konten Lama
Pembaruan konten lama dapat dilakukan dengan memperbarui informasi-informasi dalam konten maupun link internal dan eksternal.
14. Gunakan Domain yang Tepat
Untuk menyempurnak penampilan websitemu, gunakan domain yang bagus. Seperti, domain yang mudah diingat, ekstensi .com atau .co.id, dan tidak ada karakter khusus.
15. Tambahkan Plugin SEO
Gunakan plugin SEO seperti Yoast dan Rank Math untuk mempermudah optimasi SEO teknis, konten, meningkatkan visibilitas di mesin pencari, dan mengurangi risiko kesalahan SEO.
Tools yang Membantu Optimalisasi Website
- Ahrefs – menyediakan fitur keyword explorer untuk mencari volume keyword, rank tracker untuk mengetahui ranking halaman web, site audit untuk melihat error dalam website, dan panduan untuk fungsi lainnya.
- SEMrush – hampir sama dengan Ahrefs. Menyediakan fitur keyword research, site audit, on-page SEO, competitor analysis, Content Marketing, rank tracking, social media management, dan lain sebagainya.
- Screaming Frog – tools berbasis software yang dapat dimanfaatkan untuk audit, optimasi SEO on-page, teknis, menemukan tautan yang rusak, memeriksa HTML dan XML, menemukan konten duplikat, hingga analisis judul halaman.
- PageSpeed Insights – produk Google untuk memeriksa kecepatan website, halaman seluler, dan kinerja situs web. Dapat digunakan secara gratis.
- Contentsquare – alat yang dapat memberitahu pemilik website mengenai pengunjung web termasuk perilaku, motivasi, dan feedback dari mereka. Alat ini dapat memperbaiki bug, menguji kecepatan halaman web, mengoptimalkan desain, dan meningkatkan UX.
Kesalahan Umum dalam Optimalisasi Website
1. Mengabaikan Kecepatan Website
Website lambat atau memerlukan waktu muat yang cukup lama saat berpindah dari satu halaman ke halaman lain cenderung membuat pengunjung cepat pergi. Pada akhirnya, kondisi ini juga menurunkan peringkat SEO. Oleh karena itu, penting untuk membuat waktu muatnya berjalan lebih cepat dan ringan.
2. Mengabaikan Tampilan Website
Website dengan tampilan yang buruk juga berpotensi gagal menarik perhatian pengunjung. Bahkan kondisi ini juga dapat menurunkan kepercayaan mereka.
Pemilik website perlu memperhatikan header, background website, judul utama (heading), deskripsi, call to action, dan elemen visual penunjang lainnya.
3. Tidak Mobile-Friendly
Beberapa website hanya memiliki tampilan rapi untuk versi perangkat komputer. Lalu mereka kehilangan banyak traffic, namun tidak memperbaiki tampilannya.
Menurut Allconnect, lebih dari 60% traffic web global berasal dari perangkat seluler. Oleh karena itu, membuat tampilan website yang responsif untuk berbagai perangkat penting untuk dilakukan.
4. Konten Tidak Berkualitas
Fokus pada kualitas artikel lebih baik daripada fokus pada kuantitasnya. Sebab, konten yang berkualitas dan relevan dapat membuat pengunjung betah mengeksplorasi website. Untuk memaksimalkan pengalaman mereka, perbaiki dan perbarui secara berkala konten-konten yang sudah lama.
5. Struktur SEO Teknis Kurang Diperhatikan
Selain tampilan website, penting juga untuk mengoptimasi konten artikel menjadi SEO friendly. Optimasi ini mencakup penggunaan heading, meta description, dan URL yang ramah SEO.
Tips Meningkatkan Traffic Website Secara Konsisten
- Optimalkan website untuk mesin pencari – riset keyword dan volume, gunakan long-tail keyword, optimasi off-page dan on-page.
- Gunakan campaign email marketing – buat newsletter dan promosi melalui email untuk mengajak dan menarik mereka ke website. Kirim secara teratur tanpa spam.
- Posting di media sosial secara konsisten – buat konten berisi foto, video, blog post, maupun infografis. Konten media sosial yang relevan dan menarik dapat meningkatkan traffic secara organik.
- Buat konten yang relevan dan bagus – buat konten berdasarkan riset kata kunci, susun headline yang membuat terpaku, tulis secara ringkas, informatif, dan dilengkapi dengan gambar atau video.
- Buat website mobile-friendly – tes website dengan tool tes mobile-friendly Google untuk memastikan website nyaman diakses di smartphone. Gunakan platform web builder untuk referensi atau membuat website yang mobile-friendly.
- Tingkatkan kecepatan website – tes kecepatan website, hapus teks yang tidak perlu, optimasi gambar, gunakan cache website, hindari redirect, dan gunakan Content delivery Network (CDN).
- Coba influencer marketing – ajak kerja sama untuk mempromosikan produk atau layanan kepada followers mereka dengan imbalan komisi.
Penutup
Mengoptimalkan website membutuhkan waktu dan keahlian di bidangnya. Dalam beberapa kasus, upaya ini mungkin akan menyita waktu yang biasa kamu gunakan untuk menangani tugas sehari-hari.
Untuk memastikan optimalisasi dan tugas harian tetap berjalan, kamu dapat menggunakan layanan optimalisasi website Sitespirit yang dapat memastikan performa website tetap optimal setiap saat.
Kami berpengalaman menangani optimasi website perusahaan, toko online, kampus, hingga sekolah. Semua perbaikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.



