Pendekatan ini membuat website lebih mudah dipercaya, baik oleh mesin pencari maupun oleh pengguna. Pada akhirnya, kondisi ini membuka peluang bagi website untuk mendapat kunjungan lebih banyak.
Apa Itu Topical Authority?
Topical authority adalah pengakuan mesin pencari terhadap sebuah website sebagai rujukan yang terpercaya akan satu topik tertentu. Otoritas ini tidak memberikan penilaian berdasarkan jumlah kata kunci atau backlink pada topik. Namun juga kedalaman pembahasan, relevansi, dan struktur yang disajikan oleh website.
Alih-alih menyajikan pembahasan secara komprehensif, website dengan pembahasan niche yang spesifik lebih berpotensi memiliki topical authority. Konten yang disajikan bisa memuat pembahasan mendalam dan menyajikan pembahasan yang tidak dimiliki oleh website lain.
Mengapa Topical Authority Penting untuk SEO?
1. Prioritas Algoritma
Saat ini, algoritma Google tidak lagi menilai konten dari pengulangan keyword, karena kondisi ini berpotensi mengalami pengulangan kata kunci yang berlebihan (keyword stuffing). Google lebih mengutamakan relevansi topik, cakupan pembahasan yang menyeluruh dan dalam. Dengan demikian, website lebih mudah memenuhi prinsip E-E-A-T.
2. Muncul di Featured Snippets
Featured snippets adalah jawaban singkat yang ditampilkan oleh Google di bagian paling atas pencarian. Jawaban dari website tertentu dapat dikutip oleh Google, karena memiliki pembahasan paling jelas, konsisten dengan topik, dan berasal dari sumber terpercaya.
Ketika konten-konten dalam website saling terhubung, konsisten menjawab pertanyaan turunan, dan menyajikan pembahasan secara mendalam, Google membacanya sebagai sinyal bahwa website ini paham dengan topik yang sedang dibahas. Oleh karena itu, website berpeluang mendapat peringkat atau otoritas di mesin pencari.
3. Meningkatkan Kepercayaan
Website dengan pembahasan yang lengkap, konsisten, dan disertai dengan pendapat ahli juga mampu meningkatkan kepercayaan pengguna. Kondisi ini memicu pengguna untuk kembali ke website. Pada kesempatannya, hal ini dapat memicu konversi lebih besar, seperti pembelian produk atau jasa, menghubungi bisnis, dan lain sebagainya.
4. Memperkuat Situs dan Internal Linking
Penilaian website yang memiliki otoritas kuat juga dilihat dari struktur pembahasan yang disajikan. Dengan struktur yang jelas, internal link dapat dibangun secara alami, sehingga setiap konten dapat terhubung dengan kuat. Kondisi memudahkan proses crawling dan indexing, sehingga konten berpeluang besar mendapat peringkat.
Bagaimana Cara Kerja Topical Authority?
Untuk menentukan kekuatan otoritas topik tertentu dalam website atau blog, Google menggunakan parameter keyword pada website dan backlink. Kendati demikian, fokusnya bukan pada pengulangan keyword secara berlebihan (keyword stuffing), tetapi pada konten yang dapat dipahami secara semantik dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
Setelah terjadi Google Hummingbird, pembaruan algoritma pada 2013 lalu, Google kini dapat memahami konten pada level semantik. Dengan demikian, cara Google memeringkatkan konten berdasarkan keyword yang relevan dan pertanyaan (query) pengguna.
Setelah muncul fitur AI Overview, kini pemeringkatan tidak hanya bergantung pada keyword. Namun juga tingkat Experience, Expertise, Authority, dan Trustworthiness (E-E-A-T) yang tinggi dan reputasi website yang positif.
Untuk membangun otoritas ahli dalam topik tertentu, konten harus memuat aspek E-E-A-T, sehingga dapat memberi sinyal kepada mesin pencari dan Google bahwa website dapat dipercaya dan ahli dalam topik tersebut.
Contoh Penerapan Topical Authority dalam Konten Website
Untuk mendapatkan ilustrasi jelas, berikut adalah penerapan topical authority pada website fiktif KotakBahasa.id. Website ini adalah blog edukatif yang berfokus memberikan edukasi Bahasa Indonesia dan Daerah.
Tujuannya adalah agar bisa menjadi rujukan terpercaya dalam kebahasaan, meningkatkan traffic organik, dan menarik pendidik, mahasiswa, dan penulis konten untuk berkontribusi di dalamnya. Target audiens website ini adalah mahasiswa linguistik dan sastra, guru Bahasa Indonesia, Content Writer dan editor, dan masyarakat umum yang tertarik akan isu kebahasaan.
Dalam pembuatan kontennya, pemilik website bekerja dengan alur sebagai berikut.
- Menentukan topik utama – “Pelestarian Bahasa Daerah di Indonesia”
- Meriset kata kunci – hasil riset: bahasa daerah terancam punah, penyebab kepunahan bahasa daerah, peran generasi muda dalam melestarikan bahasa, contoh bahasa daerah yang hampir punah, revitalisasi bahasa daerah di sekolah, kebijakan pemerintah tentang bahasa daerah.
- Membuat konten – judul: “Ancaman Kepunahan Bahasa Daerah di Indonesia”; struktur H2: Faktor Sosial Penyebab Bahasa Daerah Ditinggalkan, Peran Pendidikan dalam Revitalisasi Bahasa Daerah, Contoh Bahasa Daerah yang Hampir Punah dan Upaya Pelestariannya, Mengapa Anak Muda Enggan Menggunakan Bahasa Daerah?
- Menautkan internal linking – konten ditautkan dengan konten lain yang membahas tantangan pelestarian bahasa, peran keluarga dalam menjaga Bahasa Daerah sejak dini, hingga revitalisasi Bahasa Daerah oleh pemerintah.
- Memperbarui konten lama – pemilik website menambahkan data terbaru dari Kemendikbud, memperbarui contoh kasus Bahasa Daerah, menyisipkan tautan ke artikel baru, dan memperjelas struktur headingnya.
- Membagikan konten di media sosial – pemilik website membagikan konten ke Instagram, X, Facebook, dan LinkedIn
Strategi Membangun Topical Authority yang Efektif
1. Tentukan Topik Utama
Pertama, tentukan topik utama yang relevan dengan tujuan website. Semakin spesifik topik yang digunakan, maka semakin mudah website menciptakan otoritas di mesin pencari.
2. Riset Kata Kunci
Selanjutnya, riset kata kunci berdasarkan topik dan niche (fokus utama) website. Tentukan segmen pasar agar konten dapat tetap selaras dengan merek dan target audiens.
Gunakan alat pencarian keyword seperti Wordtracker, Ahrefs, Semrush, dan lain sebagainya untuk menemukan kata kunci yang relevan. Analisis volume pencarian hingga persaingan keyword untuk memilih keyword yang akan diprioritaskan,
3. Buat Konten yang Berkualitas dan Relevan
Tulis konten dengan bahasa alami, relevan dengan topik, dan pembahasan yang mendalam. Pertimbangkan menggunakan prinsip E-E-A-T untuk menambah otoritas.
4. Gunakan Internal Linking atau Backlink
Tautkan tautan dengan konten-konten sebelumnya atau konten eksternal yang relevan. Konten yang memiliki link builder kuat dapat memberikan sinyal ke mesin pencari bahwa konten berharga dan dapat dipercaya.
5. Perbarui Konten Lama
Strategi lain dalam membangun topical authority adalah memperbarui konten-konten yang lama. Baik dari sisi isi konten maupun optimasi Search Engine Optimization (SEO). Pembaruan konten semacam ini dapat meningkatkan nilai otoritas dalam mesin pencari hingga berpeluang menaikkan traffic website.
6. Bagikan Konten di Media Sosial
Media sosial memang tidak secara langsung memengaruhi peringkat mesin pencari. Namun, membagikan konten di media sosial setelah proses pengunggahan, penggunaan tagar yang relevan, dapat menjadi jalan bagi website mempromosikan kontennya. Kondisi memungkinkan peluang kunjungan meningkat dan website mendapat peringkat di halaman pencarian.
Penutup
Topical authority bukan sekadar strategi SEO jangka pendek, melainkan fondasi penting untuk membangun kredibilitas dan performa website secara berkelanjutan. Dengan menyusun konten yang fokus, saling terhubung, dan relevan dalam satu topik utama, website akan lebih mudah dipahami oleh mesin pencari sekaligus dipercaya oleh pengguna.
Namun, membangun otoritas yang kuat membutuhkan perencanaan konten, riset kata kunci, dan struktur SEO yang tepat. Jika ingin strategi tersebut diterapkan secara optimal dan terukur, gunakan layanan jasa SEO profesional Sitespirit untuk mempercepat pertumbuhan dan daya saing website di hasil pencarian. Hubungi tim Sitespirit dan konsultasikan kebutuhanmu sekarang.



