Jawaban Singkat
Slug adalah bagian akhir alamat URL yang menjelaskan isi halaman dengan beberapa kata, misalnya slug-adalah pada sitespirit.co/blog/slug-adalah/.
- Slug yang baik memuat kata kunci utama, singkat, tanpa angka yang mudah usang, dan memakai tanda hubung (-) sebagai pemisah antarkata.
- Mengubah slug berarti mengubah alamat halaman, jadi pasang redirect 301 dari URL lama ke URL baru agar pengunjung dan mesin pencari tidak menemui error 404.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Slug adalah bagian akhir sebuah alamat URL yang menjelaskan isi halaman dengan beberapa kata, misalnya slug-adalah pada https://sitespirit.co/blog/slug-adalah/. Dalam bahasa Indonesia, slug artinya label singkat sebuah halaman di URL. Slug yang deskriptif membantu pengguna dan mesin pencari memahami isi halaman sebelum membukanya, sehingga ikut mendukung optimasi SEO.
Banyak orang masih asing dengan istilah ini, padahal elemen tersebut hampir selalu Anda temukan ketika mengunjungi sebuah website, letaknya yaitu di bagian belakang alamat URL setelah tanda slash (/).
Namun, tahukah Anda bahwa ternyata teks tersebut ada hubungannya dengan optimasi SEO? Yap, teks ini membantu mesin pencari dan pengguna memahami isi sebuah halaman.
Penasaran selengkapnya tentang topik tersebut? Kali ini, kami akan merangkumkan informasinya untuk Anda, meliputi arti slug hingga cara membuatnya pada WordPress. Yuk, simak!
Apa itu Slug?

Gambaran letak slug pada alamat url (Sumber: Freepik)
Slug adalah teks yang merupakan bagian dari alamat URL yang biasanya terletak setelah nama domain dan dipisahkan oleh tanda slash (/).
Sebagai contoh, pada alamat https://sitespirit.co/blog/slug-adalah/, bagian slug-nya adalah slug-adalah.
Selain homepage, umumnya setiap halaman dalam website memiliki teks ini pada alamat URL-nya.
Teks tersebut biasanya berisi tentang deskripsi singkat dari halaman yang sedang diakses.
Dengan kata lain, slug adalah elemen yang menjadi petunjuk di halaman manakah pengguna sedang berkunjung pada website.
Pada dasarnya, WordPress akan mengatur alamat URL default secara otomatis, tetapi biasanya terkesan berantakan dan susah untuk diidentifikasi.
Hal itu membuat pengguna kesulitan untuk memahami. Oleh karena itu, Anda perlu mengaturnya sendiri agar lebih user friendly.
Biasanya, slug dibuat berdasarkan isi konten pada halaman tersebut. Teks ini juga biasa ditulis dengan huruf kecil dan dipisahkan oleh tanda dash (-).
Arti Kata Slug dan Asal-Usulnya
Dalam bahasa Inggris sehari-hari, slug berarti siput tanpa cangkang. Namun, dalam dunia website, slug artinya label singkat yang mengidentifikasi sebuah halaman di dalam URL.
Istilah ini dipinjam dari dunia penerbitan surat kabar. Di ruang redaksi, slug adalah nama pendek yang diberikan pada sebuah artikel selama proses produksi, sehingga artikel mudah dikenali saat berpindah dari penulis ke editor. Sistem pengelola konten (CMS) seperti WordPress kemudian memakai istilah yang sama untuk bagian akhir URL yang mewakili isi halaman.
Perbedaan Slug, Permalink, dan URL
Ketiganya saling berkaitan, tetapi tidak sama:
- URL adalah alamat lengkap sebuah halaman, termasuk protokol dan nama domain, misalnya
https://sitespirit.co/blog/slug-adalah/. - Permalink adalah URL permanen untuk sebuah halaman atau artikel yang tidak berubah dari waktu ke waktu.
- Slug hanyalah bagian akhir dari URL tersebut, yaitu
slug-adalah.
Karena slug menjadi bagian dari permalink, mengubah slug berarti mengubah alamat halaman. Jika halaman lama sudah terindeks atau ditautkan, pasang redirect 301 dari URL lama ke URL baru agar pengunjung dan mesin pencari tidak menemukan error 404.
Fungsi Slug pada Website
Lantas, apa pentingnya menggunakan slug yang baik pada website? Sebenarnya, fungsi utama dari teks ini adalah sebagai petunjuk halaman atau konten yang sedang diakses.
Namun, tak hanya itu saja, teks ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya, seperti:
1. Memudahkan User dalam Mengakses URL
Ketika membuat sebuah folder di komputer, apakah Anda akan membiarkan nama foldernya berupa “New Folder (2)”, “Folder-23492-133-40” atau “Doc1sakd3jdb34r”? Tentunya nama folder yang semacam itu akan menyulitkan Anda ketika mencarinya di lain waktu, bukan?
Berbeda dengan folder yang Anda beri nama sesuai isinya, misalnya “Data Pelanggan Januari” atau “Database Karyawan”, tentu akan lebih mudah untuk mencarinya. Sebab, nama folder itu sudah mencerminkan isinya.
Begitu juga dengan halaman website. Jika Anda menyertakan alamat URL yang jelas dan deskriptif sesuai dengan isi kontennya, maka pengguna akan lebih mudah menemukannya.
Itu sebabnya slug adalah hal yang penting diperhatikan meskipun sering terlupakan.
2. Memaksimalkan Optimasi SEO
Selain memudahkan pengguna, slug adalah elemen yang memudahkan search engine untuk memahami isi halaman tersebut.
Teks ini dapat memberikan pemahaman kepada Google tentang konten, sehingga akan merekomendasikannya kepada pengguna yang membutuhkan informasi tersebut.
Hal itu akan membantu meningkatkan relevansi halaman dengan topik terkait yang dicari pada halaman hasil pencarian.
Sebaiknya Anda juga menyertakan kata kunci utama pada alamat URL. Kata di URL hanya sinyal ringan bagi peringkat di SERP, tetapi URL yang deskriptif membantu pengguna memahami isi halaman sebelum mengekliknya.
Oleh karena itu, slug yang rapi adalah bagian kecil dari optimasi halaman, terutama untuk halaman baru.
Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak mengubah URL terlalu sering, karena akan berdampak pada visibilitas website.
3. Memudahkan Navigasi
Slug adalah teks yang dapat memudahkan untuk memahami navigasi website.
Dengan teks yang jelas dan deskriptif, pengguna dapat memperkirakan mereka sedang berada di bagian website sebelah mana, seperti bagian blog, layanan, kontak, karir, atau yang lainnya.
Baca juga: WordPress Developer: Pengertian, Gaji, Skill, dan Tools-nya!
Tips Membuat Slug yang Baik
Setelah mengetahui pengertian dan fungsinya, selanjutnya adalah tips untuk membuat slug yang baik berdasarkan aturan-aturan SEO agar halaman tersebut lebih mudah dipahami oleh pengguna dan Google.
Untuk membuatnya dengan baik, simak beberapa tips berikut ini!
1. Mengandung Main Keyword
Tips pertama untuk membuat slug adalah dengan menyertakan kata kunci utama yang Anda targetkan pada halaman tersebut.
Sebab, menyertakan main keyword pada URL akan membantu search engine dan pengguna untuk memahami topik dan informasi yang Anda tuliskan di dalamnya.
Dengan itu, pengguna yang melihat URL di hasil pencarian atau saat tautan dibagikan bisa langsung menebak isi halaman Anda.
2. Singkat dan Jelas
URL yang baik adalah yang berisi teks deskriptif secara singkat dan jelas.
Oleh karena itu, hindari membuat URL yang terlalu panjang, karena hal tersebut akan lebih susah untuk diingat. Berikan deskripsi singkat yang menunjukkan isi konten secara sekilas.
Misalnya, jika konten Anda membahas tentang “Cara Membuat Website yang Mudah dan Cocok untuk Pemula”, maka cukup menyertakan “cara-membuat-website” saja pada slug. Sebab, hal itu sudah dapat mewakili isi konten secara keseluruhan.
3. Tidak Menyertakan Angka
Menyertakan angka pada slug adalah hal yang tidak direkomendasikan, terutama jika angka tersebut tidak berarti penting untuk mendeskripsikan isi halaman.
Terlebih lagi, jika Anda menyertakan angka tahun pada halaman URL. Artinya, Anda perlu mengubahnya jika sudah berganti tahun.
Mengubah URL tanpa memasang redirect 301 bisa menyebabkan broken link dan memengaruhi performa website. Untuk itu, cukup gunakan teks yang deskriptif tanpa menyertakan angka yang mudah usang.
4. Gunakan Tanda Hubung (-)
Mungkin Anda perlu menyertakan slug yang terdiri dari beberapa kata, bagaimana memisahkannya? Anda dapat menggunakan tanda dash (-) untuk menghubungkannya.
Pastikan untuk tidak memisahkan kata dengan spasi, karena spasi akan diubah menjadi kode %20 sehingga URL sulit dibaca dan rawan terpotong saat dibagikan.
Google juga tidak merekomendasikan untuk menggunakan tanda hubung underscore (_) sebagai pemisahnya, atau menggabungkan semua kata.
Untuk itu, tanda yang paling tepat untuk menghubungkan kata pada slug adalah dash (-).
Cara Membuat Slug di WordPress
Lantas, bagaimana cara mengaturnya pada WordPress? Setelah pengaturan permalink sesuai, Anda bisa menulis slug langsung di kolom URL/slug pada panel pengaturan pos di editor WordPress, atau melalui fitur plugin SEO.
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Setting Permalink
Langkah pertama untuk mengatur slug adalah dengan mengubah pengaturan permalink yang terdapat pada WordPress terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya.
- Buka Dashboard WordPress
- Pergi ke Settings dan cari menu Permalink
- Terdapat beberapa opsi untuk pengaturan slug, pilihlah opsi Post name
- Klik Save changes

(Sumber: Rumahweb)
2. Memanfaatkan Plugin
Setelah itu, Anda hanya tinggal mengetikkannya pada fitur Permalink yang terdapat pada plugin SEO. Berikut kami berikan gambaran langkah-langkahnya menggunakan plugin RankMath
- Tambahkan pos baru dengan mengklik Tambah Baru di bagian pos
- Pada bagian kanan atas, klik plugin RankMath yang menunjukkan skala penilaian angka
- Klik Edit Cuplikan
- Tuliskan slug pada bagian Permalink

Memanfaatkan Fitur Plugin
Nah, itulah beberapa informasi dari slug yang perlu Anda ketahui. Kesimpulannya, slug yang deskriptif sangat bermanfaat untuk memudahkan pengguna dalam mengakses halaman website. Selain itu, elemen ini juga sangat berkaitan dengan optimasi SEO.
Dengan menggunakan slug yang baik, search engine akan memahami isi konten yang terdapat pada halaman tersebut, sehingga akan lebih mudah untuk di-crawling dan diindeks.
Meski bukan faktor penentu peringkat, slug yang baik adalah dasar yang mudah diterapkan sejak halaman pertama kali dibuat.
Belakangan ini, SEO memang sangat dibutuhkan untuk bersaing di dunia digital, khususnya melalui mesin pencarian. Sebab, mayoritas pengguna internet akan mencari segala informasi melalui search engine. Untuk itu, pastikan menerapkan optimasi yang tepat pada website Anda!
Jika Anda ingin strategi SEO makin tajam dan terarah, tim Sitespirit siap membantu Anda, mulai dari:
Ingin berkonsultasi? Bisa langsung hubungi kami via WhatsApp atau isi form di halaman ini. Yuk, optimasi website Anda sekarang juga!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Slug artinya apa dan dari mana istilah ini berasal?
Dalam dunia website, slug artinya label singkat yang mengidentifikasi sebuah halaman di dalam URL. Istilah ini dipinjam dari penerbitan surat kabar, tempat slug adalah nama pendek untuk sebuah artikel selama proses produksi.
Apa bedanya slug, permalink, dan URL?
URL adalah alamat lengkap halaman, termasuk protokol dan nama domain. Permalink adalah URL permanen sebuah halaman, sedangkan slug hanya bagian akhir dari URL tersebut, misalnya slug-adalah.
Apakah slug memengaruhi peringkat di Google?
Slug bukan faktor penentu peringkat dan hanya menjadi sinyal ringan. Namun, slug yang deskriptif membantu pengguna dan mesin pencari memahami isi halaman sebelum membukanya.
Bagaimana mengatur slug halaman di WordPress?
Pilih opsi Post name pada pengaturan Permalink, lalu tulis slug di kolom URL pada panel pengaturan pos di editor WordPress. Slug juga bisa diisi lewat kolom Permalink pada plugin SEO seperti RankMath.
Referensi
- Google Search Central (2025). URL Structure Best Practices for Google Search
- WordPress.org Documentation (2025). Customize permalinks
- MDN Web Docs (2025). Slug (Glossary)
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
Graduated to Arabic Language and Literature, experienced in SEO content writing, also interested in digital marketing.
LinkedIn →Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



