Jawaban Singkat
Tags adalah label berupa kata kunci singkat yang diberikan pada artikel untuk mengelompokkannya berdasarkan topik; di WordPress, setiap tag memiliki halaman arsip sendiri.
- Tags berbeda dari kategori: tags bersifat opsional, spesifik, dan tidak berjenjang, sedangkan kategori wajib minimal satu, bersifat umum, dan bisa memiliki sub-kategori.
- Tags bukan faktor peringkat Google, tetapi mendukung SEO secara tidak langsung bila dipakai rapi; arsip tag yang tipis atau mirip sebaiknya digabung, dihapus, atau diatur noindex.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Dalam Content Management System (CMS) WordPress, terdapat berbagai macam fitur yang bermanfaat bagi penggunanya. Dalam hal ini, tags adalah salah satunya.
Pernahkah Anda mendengar istilah tags? Tags (atau tag) adalah label berupa kata kunci singkat yang Anda berikan pada artikel untuk mengelompokkannya berdasarkan topik. Di WordPress, tags tidak berjenjang dan setiap tag memiliki halaman arsip yang menampilkan semua artikel dengan tag yang sama, sehingga pengunjung lebih mudah menemukan konten sejenis.
Jangan sampai salah, tags ini berbeda dengan fitur kategori. Lantas, apa yang membedakan keduanya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak penjelasan lengkap mengenai tags dalam artikel berikut ini!
Apa itu Tags di WordPress?

Tags di Konten Artikel
Dalam satu website, terdapat berbagai topik konten blog yang jumlahnya tidak sedikit. Nah, untuk mengorganisasikan semua konten-konten tersebut, Anda membutuhkan fitur tag.
Mungkin, Anda bertanya-tanya, tags artinya apa? Tags adalah fitur yang digunakan untuk mengelompokkan konten dalam website.
Fitur ini juga bisa mendukung SEO (Search Engine Optimization) website secara tidak langsung. Pasalnya, tag membantu menghubungkan artikel-artikel yang topiknya berkaitan, sehingga struktur konten lebih mudah dipahami pengunjung maupun mesin pencari.
Di sisi lain, tag juga membuat taksonomi website jadi lebih jelas, sehingga pengunjung lebih mudah menemukan konten yang mereka cari di situs web Anda. Biasanya, tag ini bisa Anda temukan di bagian paling bawah artikel yang sudah diterbitkan.
Arti Tag secara Umum
Dalam bahasa Indonesia, tag artinya label atau penanda. Kata ini dipakai di banyak platform dengan makna yang mirip, yaitu kata kunci singkat yang ditempelkan pada sebuah konten agar mudah dikelompokkan dan ditemukan kembali.
Di media sosial, misalnya, tag bisa berarti menandai akun orang lain atau memakai tagar (hashtag). Sementara di WordPress, tags adalah label topik spesifik yang Anda berikan pada setiap artikel, sehingga artikel-artikel dengan topik serupa terkumpul dalam satu halaman arsip tag.
Tag pada HTML dan Meta Tag: Apa Bedanya?
Istilah tag juga dipakai dalam pembuatan website, tetapi maknanya berbeda dengan tags di WordPress. Tag HTML adalah penanda dalam kode, seperti <p> untuk paragraf atau <h1> untuk judul, yang memberi tahu browser cara menampilkan setiap bagian halaman. Dalam HTML, satu elemen umumnya terdiri atas tag pembuka, isi, dan tag penutup.
Sementara itu, meta tag adalah potongan kode di bagian <head> yang memberi informasi tentang halaman kepada browser dan mesin pencari, misalnya judul dan deskripsi halaman. Jadi, tags WordPress dipakai untuk mengelompokkan konten bagi pembaca, sedangkan tag HTML dan meta tag dipakai untuk menyusun dan menjelaskan halaman bagi browser dan mesin pencari.
Perbedaan Tags dan Kategori
Seperti yang disebutkan sebelumnya, fitur tag berbeda dengan kategori. Kedua fitur ini dibedakan oleh beberapa aspek. Berikut tabel perbedaannya:
| Fitur Tags | Fitur Kategori |
|---|---|
| Opsional | Wajib (minimal satu) |
| Lebih spesifik | Umum |
| Tidak berjenjang | Bisa memiliki sub-kategori |
Fitur tag tidak wajib digunakan. Namun, jika dipakai dengan rapi, tag membantu pengunjung menemukan artikel lain dengan topik serupa, yang secara tidak langsung mendukung SEO website Anda.
Sementara itu, kategori adalah fitur yang wajib Anda gunakan dalam WordPress. Jika tidak, maka konten Anda akan otomatis dimasukkan ke dalam kategori bawaan Uncategorized (Tanpa Kategori).
Selanjutnya, fitur tag biasanya digunakan untuk mengelompokkan topik-topik spesifik. Sementara fitur kategori digunakan untuk mengelompokkan konten yang umum.
Sebagai contoh, Anda membuat konten dengan judul “Tips Traveling ke Luar Negeri”. Nantinya, konten ini akan dimasukkan ke dalam kategori traveling. Lalu untuk tag-nya, Anda bisa menggunakan tips liburan, tips traveling, ataupun liburan ke luar negeri.
Kemudian yang terakhir, fitur tag tidak berjenjang, sedangkan kategori bersifat hierarkis sehingga bisa memiliki sub-kategori di bawahnya.
Misalnya saja, untuk konten dengan kategori traveling, Anda bisa membaginya ke dalam beberapa sub-kategori, seperti traveling ke luar negeri, traveling di dalam negeri, dan sebagainya.
Di sisi lain, fitur tag bisa langsung Anda gunakan tanpa harus memiliki turunan topik.
Peran Tags WordPress dalam SEO
Sebelumnya, telah disinggung bahwa, tag memberikan dampak yang baik bagi SEO. Namun, perlu diketahui, tag bukanlah salah satu faktor ranking Google.
Meski demikian, tag memiliki fungsi penting dalam SEO. Tag akan membantu Anda dalam mengelompokkan konten sejenis untuk membantu pengunjung menemukan konten serupa yang mungkin mereka sukai.
Dengan demikian, User Experience (UX) saat menjelajahi situs web Anda akan meningkat, dan hal ini secara tidak langsung mendukung SEO.
Namun, perlu diingat, hal ini bisa terjadi apabila Anda mengimplementasikan penggunaan tag dengan benar. Jika tidak, maka tag bisa mengganggu SEO.
Cara Membuat Tags di WordPress
Ada beberapa cara untuk membuat tag di CMS WordPress. Pertama, Anda bisa membuat tag melalui menu tag di dashboard WordPress. Kemudian yang kedua, Anda bisa membuatnya melalui content editor WordPress.
Bagi Anda yang ingin membuat tag di WordPress, simak penjelasannya berikut ini.
1. Melalui Menu Tag

Membuat Tags Melalui Menu Tags di WordPress
Cara membuat tag melalui menu tag WordPress cukup sederhana. Adapun caranya, yaitu:
- Klik navigasi “Pos” di menu dashboard
- Pilih “Tags”
- Masukkan tag di kolom “nama” atau “name”
- Jika sudah, masukkan slug tag
- Tekan “Add New”
Setelah semua langkah-langkah di atas berhasil Anda lakukan, tag baru akan muncul dalam daftar tag yang sudah ada.
2. Melalui Content Editor WordPress

Membuat Tags Menggunakan Content Editor
Dibandingkan dengan cara sebelumnya, pembuatan tag melalui content editor WordPress jauh lebih mudah dan sederhana. Adapun caranya, yaitu sebagai berikut:
- Klik “Post”, lalu pilih “Add New Post”
- Klik “Setting” yang muncul di bagian atas kanan layar
- Pilih “Post”
- Ketik tag yang Anda inginkan dalam kolom “Add new tag”, lalu tekan tombol Enter pada keyboard
Cara Menampilkan Tag Widget
Untuk mengetahui tag apa saja yang sudah dibuat sebelumnya, Anda bisa menggunakan widget tag cloud. Adapun cara mengaktifkan widget tag cloud adalah sebagai berikut:
- Tema klasik: masuk ke menu Appearance > Widgets, klik ikon + pada area widget yang diinginkan (misalnya sidebar), cari blok Tag Cloud, lalu klik Update
- Tema blok (misalnya Twenty Twenty-Four): buka Appearance > Editor, pilih template yang ingin diubah, tambahkan blok Tag Cloud, lalu klik Save
Nantinya, tag tersebut akan muncul di sisi halaman yang sudah Anda tentukan, sehingga pengunjung bisa melihatnya dan menggunakannya untuk mencari konten di situs web Anda.
Namun, perlu diketahui bahwa halaman arsip tag yang terlalu banyak, mirip satu sama lain, atau hanya berisi satu-dua artikel berpotensi menjadi halaman tipis yang kurang bermanfaat di hasil pencarian. Salah satu solusinya, Anda bisa mengatur halaman arsip tag menjadi no-index.
Dengan mengubah pengaturan ini, halaman arsip tag Anda tidak akan diindeks oleh mesin pencari, sehingga tidak bersaing dengan artikel utama Anda di SERP.
Lantas, bagaimana cara mengaktifkan pengaturan no-index? Jika memakai plugin Yoast SEO, Anda bisa mengikuti cara berikut ini:
- Masuk ke menu Yoast SEO, lalu pilih Settings
- Buka bagian Categories & Tags, kemudian pilih Tags
- Matikan opsi Show tags in search results
- Klik Save changes
Tips Menggunakan Tags agar Tidak Merugikan SEO
Tags membantu SEO hanya jika dipakai secara rapi. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:
- Pakai secukupnya. Pilih beberapa tag yang benar-benar menggambarkan topik artikel, bukan semua kata kunci yang terpikir.
- Hindari tag yang mirip. Tag seperti tips liburan dan tips berlibur sebaiknya digabung menjadi satu agar halaman arsipnya tidak saling tumpang tindih.
- Jangan samakan dengan nama kategori. Tag yang sama persis dengan kategori hanya menghasilkan dua halaman arsip dengan isi serupa.
- Pastikan tag dipakai ulang. Tag yang hanya berisi satu artikel menghasilkan halaman arsip yang tipis; lebih baik dihapus atau diatur no-index.
- Tinjau secara berkala. Rapikan daftar tag di menu Pos > Tags setiap beberapa bulan, terutama jika website Anda sudah memiliki banyak artikel.
Nah, itulah dia penjelasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan tags. Bagaimana? Apakah Anda sudah paham?
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa, tags adalah fitur WordPress yang digunakan untuk mengelompokkan atau mengorganisasi konten blog.
Yuk mulai optimasi konten blog Anda dan raih peringkat teratas. Konsultasikan kebutuhan Anda!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti tag secara umum?
Tag artinya label atau penanda, yaitu kata kunci singkat yang ditempelkan pada konten agar mudah dikelompokkan dan ditemukan kembali. Di media sosial, tag juga bisa berarti menandai akun atau memakai tagar.
Apakah tags WordPress berpengaruh pada SEO?
Tags bukan faktor peringkat Google, tetapi membantu SEO secara tidak langsung karena menghubungkan artikel sejenis dan memudahkan pengunjung. Tag yang berlebihan atau saling mirip justru bisa mengganggu SEO.
Bagaimana cara membuat tags di WordPress?
Ada dua cara. Buka menu Pos lalu Tags untuk mengisi nama dan slug, atau ketik tag di kolom Add new tag pada editor artikel lalu tekan Enter.
Bagaimana cara agar halaman arsip tag tidak diindeks Google?
Dengan plugin Yoast SEO, buka Settings, bagian Categories & Tags, pilih Tags, matikan opsi Show tags in search results, lalu simpan. Ini mencegah arsip tag yang tipis bersaing dengan artikel utama.
Referensi
- WordPress.org Documentation (2026). Posts Tags screen
- WordPress Developer Resources (2022). Categories, Tags, & Custom Taxonomies
- Google Search Central (2025). Block Search Indexing with noindex
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
SEO content writer who loves creating informative and engaging content. I find joy in exploring new topics and presenting them with a creative touch.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



