Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu Rebranding, Kenali Jenis, Kelebihan, Kekurangan, dan Manfaat

Sastia Ainun Ningdyah Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 6 menit baca

Jawaban Singkat

Rebranding adalah strategi memperbarui brand bisnis yang sudah ada, misalnya logo, desain, nama, dan identitas, untuk memperbaiki citra serta tetap bersaing di pasar.

  • Rebranding ada yang proaktif, saat bisnis ingin berkembang atau menjangkau pasar baru, dan reaktif, sebagai respons atas merger, krisis reputasi, sengketa merek, atau perubahan regulasi.
  • Sebelum memakai nama atau logo baru, periksa pangkalan data merek DJKI dan daftarkan agar tidak melanggar merek pihak lain. Riset kompetitor dan survei pelanggan membantu rebranding tepat sasaran.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber

Daftar Isi
  1. Pengertian Rebranding
  2. Jenis-jenis Rebranding
    1. 1. Proaktif
    2. 2. Reaktif
  3. Kelebihan dan Manfaat Rebranding
    1. 1. Menyesuaikan dengan Perkembangan Pasar
    2. 2. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
    3. 3. Menyempurnakan Brand yang Sudah Ada
    4. 4. Mengeksplorasi Pasar Baru
    5. 5. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan
  4. Kelemahan Rebranding
    1. 1. Biaya Tinggi
    2. 2. Kegagalan Implementasi
  5. Cara Melakukan Rebranding Agar Optimal
    1. 1. Riset persaingan dan kompetitor
    2. 2. Identifikasi strategi rebranding
    3. 3. Bangun target pasar dan konsumen
  6. Kesimpulan

Setiap bisnis pasti memiliki cara atau strategi yang khas dalam meningkatkan penjualan. Salah satu strategi yang umum dilakukan adalah rebranding.

Tidak dapat dipungkiri banyak bisnis besar yang melakukan pengubahan atau pembaruan brand untuk bertahan dalam dunia persaingan. Sebab, munculnya bisnis baru dengan beragam keunikan dapat memicu sebuah persaingan bahkan ancaman.

Satu hal yang perlu diingat, nama dan logo baru hasil rebranding sebaiknya dicek terlebih dahulu di pangkalan data merek DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) lalu didaftarkan, agar tidak melanggar merek milik pihak lain sebagaimana diatur dalam UU Merek dan Indikasi Geografis. Jika bisnis Anda perlu pembaruan, simak penjelasan lengkap mengenai strategi berikut ini.

Pengertian Rebranding

Menyusun strategi untuk rebranding

Menyusun strategi untuk rebranding (sumber: Freepik)

Rebranding adalah strategi yang dilakukan untuk memperbaiki citra bisnis yang sudah ada. Hal yang mencolok dari strategi ini adalah mengubah brand menjadi baru.

Mulai dari logo, desain, dan identitas agar konsumen terpikat dengan keberadaan bisnis yang baru.

Sehingga banyak yang menggunakan strategi ini sebagai senjata khusus untuk melakukan inovasi dan pembaruan pada bisnisnya.

Dengan begitu, akan lebih mudah untuk bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif dari waktu ke waktu.

Namun, strategi ini tidak semata-mata dilakukan untuk mencari konsumen baru. Oleh karena itu, melakukan rebranding adalah hal yang perlu dipikirkan secara matang karena membutuhkan strategi yang tepat.

Jenis-jenis Rebranding

Sebelum melangkah lebih jauh untuk mengubah bisnis Anda, perlu dipahami mengenai jenis-jenis rebranding. Dengan begitu, Anda dapat mengklasifikasikannya sesuai dengan sebab dan alasan dilakukannya pembaruan.

1. Proaktif

Jenis ini dilakukan jika bisnis Anda masih merasa tumbuh lagi jika dilakukan pembaruan. Alasan dari setiap bisnis melakukan strategi ini juga bermacam-macam.

Sebagai contoh, hanya sekadar untuk berinovasi, mencari konsumen atau target pasar baru, atau hanya untuk mempertahankan hubungan dengan konsumen.

Pada intinya, jenis rebranding ini dilakukan jika pebisnis melihat peluang untuk tetap berkembang dan tumbuh di tengah ketatnya persaingan.

2. Reaktif

Berbeda dengan proaktif, rebranding reaktif dilakukan sebagai respons terhadap suatu peristiwa yang membuat brand perlu diubah. Contohnya, merger atau akuisisi bisnis, krisis reputasi, masalah hukum seperti sengketa merek, atau perubahan regulasi.

Kelebihan dan Manfaat Rebranding

Jika direncanakan dengan matang, rebranding dapat membuat bisnis lebih menonjol dibanding kompetitor. Karena itu, sebelum melakukannya, tinjau kembali alasan utama bisnis Anda melakukan rebranding dan lakukan riset terlebih dahulu agar strategi ini tepat sasaran.

Strategi ini juga mampu memikat hati para konsumen lama. Dengan inovasi dan pembaruan yang lebih menarik dari brand lama, konsumen akan lebih tertarik sekaligus tetap terhubung dengan cerita di balik brand tersebut. Berikut beberapa kelebihan dan manfaat rebranding dalam bisnis.

1. Menyesuaikan dengan Perkembangan Pasar

Dunia bisnis terus berkembang, dan rebranding dapat membantu bisnis untuk beradaptasi dengan tren baru, target pasar yang berubah. Strategi ini dapat menganalisis perkembangan situasi pasar terkini dengan lebih baik dan lebih tepat sasaran dalam mengarahkan produk kepada konsumen.

2. Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

Rebranding yang dilakukan dengan baik dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dengan memberikan pengalaman baru dan menarik, menunjukkan komitmen bisnis untuk berinovasi, dan memperkuat motivasi pelanggan terhadap merek.

3. Menyempurnakan Brand yang Sudah Ada

Seiring waktu, reputasi merek dapat hilang atau tidak relevan dengan pasar yang terus berubah. Dengan melakukan rebranding, bisnis dapat memperbarui citranya dengan menggunakan logo, nama, atau pesan baru yang lebih segar dan menarik bagi audiens target.

4. Mengeksplorasi Pasar Baru

Bisnis mungkin ingin berhubungan dengan pelanggan baru yang memiliki minat atau demografi yang berbeda. Rebranding dapat membantu menarik perhatian pasar baru dengan citra dan pesan yang lebih sesuai dengan preferensi mereka.

5. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Jika bisnis telah mengalami perubahan signifikan, seperti kepemilikan baru, perluasan produk, atau merger, strategi ini dapat membantu membangun kembali kepercayaan pelanggan dan mengomunikasikan perubahan tersebut dengan cara yang positif.

Kelemahan Rebranding

Jika Anda ingin melakukan, pengubahan atau pembaruan brand, maka usahakan untuk melakukan dengan optimal. Sebab, tidak semua rebranding berjalan dengan baik. Tidak bisa dipungkiri apabila ternyata konsumen tidak tertarik dengan pembaruan brand milik Anda.

Ketika semua hal tersebut terjadi, Anda akan kehilangan konsumen. Bahkan mereka akan beralih menggunakan brand lain. Untuk menghindari hal itu, Anda bisa melakukan survei konsumen untuk mengetahui pandangan dari mereka terhadap bisnis Anda.

1. Biaya Tinggi

Rebranding dapat menjadi proses yang mahal, melibatkan berbagai elemen seperti desain logo baru, kampanye pemasaran, perubahan konsep, dan pelatihan karyawan. Biaya ini bisa menjadi beban signifikan, terutama bagi bisnis kecil atau startup.

2. Kegagalan Implementasi

Rebranding yang tidak direncanakan dan dieksekusi dengan baik dapat berakibat fatal. Jika strategi yang dilakukan tidak jelas, pesan yang disampaikan tidak konsisten, atau target audiens tidak tepat, selain itu strategi ini juga bisa gagal mencapai tujuannya dan bahkan memperburuk citra merek.

Cara Melakukan Rebranding Agar Optimal

Mengingat penjelasan-penjelasan di atas, melakukan rebranding memang harus dengan cara khusus dan smart. Hal itu dilakukan agar terhindar dari kerugian besar bagi suatu bisnis.

Agar strategi ini berjalan dengan baik dan optimal, Sitespirit akan berusaha membantu memberikan tips cara melakukan rebranding. Berikut penjelasannya.

1. Riset persaingan dan kompetitor

Dengan melakukan riset kompetitor bukan berarti ingin mengambil ide dan inovasi mereka. Namun, cara ini dapat membantu Anda untuk menemukan apa kelebihan dan kelemahan dari bisnis mereka.

Anda bisa belajar dari mereka tentang pemasaran, pengelolaan produk, atau target pasarnya. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk berdiri dan bersaing bersama kompetitor.

2. Identifikasi strategi rebranding

Sebelum Anda melangkah lebih lanjut untuk melakukan rebranding, Anda harus mengidentifikasi strategi yang cocok untuk bisnis Anda.

Anda harus benar-benar mencermati kebutuhan brand bisnis Anda. Jika brand Anda hanya membutuhkan pembaruan sebagian, maka strategi tersebut dinamakan rebranding parsial. Sebagai contoh, brand Anda hanya membutuhkan pembaruan pada logo dan tagline saja.

Sebaliknya, jika membutuhkan pembaruan total yang disebabkan banyak hal, maka strategi itu dinamakan rebranding total, seperti tujuan, visi misi, bahkan identitas brand bisnis Anda.

3. Bangun target pasar dan konsumen

Seperti penjelasan di atas, penting diadakannya survei terhadap konsumen lama brand bisnis Anda. Beberapa jawaban mengenai pandangan mereka terhadap bisnis Anda dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan bisa menjadi bahan untuk pembaruan.

Selain itu, pentingnya survei konsumen akan membantu Anda untuk menyeleksi dan menemukan target pasar yang cocok untuk bisnis Anda.

Kesimpulan

Demikian penjelasan terkait rebranding dalam bisnis yang merupakan strategi yang dilakukan untuk memperbaiki citra bisnis yang sudah ada. Hal yang mencolok dari strategi ini adalah mengubah brand menjadi baru.

Terdapat dua jenis rebranding yaitu proaktif dan reaktif. Perbedaan jenis itu disesuaikan dengan alasan setiap bisnis yang akan melakukan pembaruan brand.

Kelebihan dari strategi ini adalah bisnis memiliki potensi lebih menonjol dibanding kompetitor.

Sedangkan kelemahannya, jika strategi ini tidak berjalan optimal maka kerugian besar akan ditanggung oleh pemilik bisnis.

Beberapa tips cara melakukan rebranding agar optimal dapat dilakukan dengan riset kompetitor, identifikasi strategi, dan membangun target pasar atau konsumen.

Menjalankan bisnis dengan layanan digital akan menjadi salah satu strategi yang tepat untuk memperbaiki citra bisnis Anda.

Jika Anda tertarik untuk melakukan digitalisasi terhadap bisnis, Sitespirit yang telah dipercaya melayani banyak klien sebagai jasa pembuatan website, desain, hingga pemeliharaannya siap melayani Anda.

Untuk info selengkapnya, silakan menghubungi kontak kami!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan sebuah bisnis perlu melakukan rebranding?

Rebranding proaktif dilakukan saat bisnis ingin berinovasi atau menjangkau pasar baru. Rebranding reaktif dilakukan karena peristiwa tertentu, seperti merger atau akuisisi, krisis reputasi, sengketa merek, atau perubahan regulasi.

Apa untungnya bisnis melakukan rebranding?

Jika direncanakan matang, rebranding dapat membantu bisnis menyesuaikan diri dengan pasar, memperbarui citra, menjangkau pasar baru, dan membangun kembali kepercayaan pelanggan setelah perubahan besar seperti merger.

Apa risiko rebranding yang perlu diwaspadai?

Rebranding yang tidak direncanakan dengan baik bisa gagal dan memperburuk citra merek, apalagi jika pesannya tidak konsisten. Pelanggan juga bisa tidak tertarik dan beralih, serta prosesnya membutuhkan biaya.

Apa perbedaan rebranding parsial dan total?

Rebranding parsial hanya memperbarui sebagian elemen brand, misalnya logo dan tagline. Rebranding total mengubah menyeluruh, termasuk tujuan, visi misi, dan identitas brand bisnis.

Referensi

  1. JDIH BPK RI (2016). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis
  2. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) (2023). Pemeriksaan Merek dalam Proses Pendaftaran Merek
  3. Journal of Business Research (Elsevier), via repositori ISCTE-IUL (2020). The role of brand equity in a new rebranding strategy of a private label brand

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Sastia Ainun Ningdyah

Ditulis oleh

Sastia Ainun Ningdyah

Have a passion in the field of novel writing and technology.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.