Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Pedoman dan Cara Riset Keywords untuk SEO

Rifqi Hilman Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 12 menit baca

Jawaban Singkat

Riset keyword adalah proses menemukan kata kunci yang paling relevan dan dicari audiens untuk menentukan target serta kebutuhan konten SEO Anda.

  • Alat yang bisa dipakai antara lain Google Trends, Google Keyword Planner, dan Ubersuggest. Google Trends hanya menampilkan minat pencarian relatif, bukan jumlah trafik atau volume pencarian absolut.
  • Langkah dasarnya: tentukan tujuan dan niche, kumpulkan kata kunci dengan alat riset, pertimbangkan long-tail, analisis pesaing, lalu tetapkan prioritas berdasarkan volume, relevansi, dan persaingan.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber

Daftar Isi
  1. Sekilas Tentang SEO
  2. Fungsi Keyword dalam SEO
    1. 1. Identifikasi Intent Pengguna
    2. 2. Meningkatkan Visibilitas di Mesin Telusur
    3. 3. Penentu Relevansi Konten
    4. 4. Peningkatan Trafik Organik
    5. 5. Meningkatkan Kualitas Pengunjung
  3. Jenis-jenis Research Keyword Tools
    1. 1. Google Trends
    2. 2. Google Keyword Planner
    3. 3. Ubersuggest
  4. Pentingnya Riset Keyword
    1. 1. Menghindari Penargetan yang Salah
    2. 2. Membangun Konten yang Relevan
    3. 3. Bersaing dengan Pesaing
  5. Cara Menggunakan Masing-masing Research Keyword Tools
    1. 1. Google Trends
    2. 2. Google Keyword Planner (Google Ads)
    3. 3. Ubersuggest
  6. Tips Riset Keyword
    1. 1. Definisikan Tujuan dan Niche Anda
    2. 2. Gunakan Alat Riset Keyword
    3. 3. Pilih Kata Kunci Berdasarkan Intensi Pengguna
    4. 4. Pertimbangkan Kata Kunci Long-Tail
    5. 5. Analisis Pesaing
    6. 6. Gunakan Variasi Kata Kunci
    7. 7. Pantau Trend dan Musim
    8. 8. Jangan Melupakan Kata Kunci Lokal
    9. 9. Gunakan Pertanyaan sebagai Kata Kunci
    10. 10. Tetapkan Prioritas
  7. Studi Kasus: Contoh Keyword untuk Artikel menurut SEO
    1. Langkah 1: Identifikasi Tujuan dan Niche Artikel
    2. Langkah 2: Gunakan Alat Riset Keyword
    3. Langkah 3: Evaluasi Volume Pencarian dan Persaingan
    4. Langkah 4: Pertimbangkan Variasi dan Kata Kunci Long-tail
    5. Langkah 5: Gunakan Pertanyaan yang Relevan
    6. Langkah 6: Pilih Kata Kunci Prioritas
    7. Langkah 7: Integrasi Kata Kunci dalam Konten
  8. Kesimpulan

Saat ini, pemasaran produk ataupun jasa dari suatu perusahaan dilakukan secara digital (digital marketing) karena teknologi telah berkembang dengan sangat cepat. Salah satu jenis digital marketing yang banyak digunakan adalah SEO (Search Engine Optimization).

Dalam penerapannya, terdapat beberapa faktor yang dapat dilakukan untuk optimasi SEO, salah satunya yaitu dengan memaksimalkan riset keyword menggunakan research keyword tools.

Riset keyword perlu dilakukan untuk menentukan target dan kebutuhan konten Anda sehingga perlu dilakukan pemaksimalan dengan menggunakan tools terbaik.

Sebagian tools tersebut disediakan oleh Google, sedangkan sebagian lainnya dikembangkan oleh pihak ketiga, untuk memudahkan penggunanya melakukan riset keyword sesuai kebutuhan masing-masing.

Dengan demikian, apa saja tools terbaik yang dapat digunakan untuk riset keyword? Bagaimana cara menggunakannya? Semua akan dibahas di dalam artikel ini.

Ayo, simak dan pelajari lebih lanjut!

Sekilas Tentang SEO

SEO atau Search Engine Optimization merupakan upaya peningkatan peringkat website agar menempati peringkat teratas atau tampil pada halaman pertama mesin pencari. SEO dapat mengarahkan pengunjung ke situs Anda ketika menampilkan sesuatu yang menyiratkan bahwa mereka sedang menelusuri produk yang relevan.

Dalam SEO, Anda perlu meneliti dan menimbang berbagai faktor yang berpengaruh dalam pencapaian peringkat teratas, mulai dari aspek teknis website, kualitas dan relevansi konten, hingga otoritas yang dibangun melalui tautan dari situs lain. Kata kunci menjadi salah satu fondasinya, karena kata kunci menghubungkan konten Anda dengan apa yang dicari pengguna.

Dengan menggunakan kata kunci atau keyword yang tepat, maka Anda dapat menggunakan SEO untuk meningkatkan visibilitas secara besar-besaran dan memulai hubungan dengan pelanggan. Strategi SEO yang kuat sangat berpengaruh dalam kampanye digital marketing karena visibilitas merupakan langkah pertama menuju hubungan dengan pelanggan yang baik.

Fungsi Keyword dalam SEO

Keyword adalah kata atau frasa tertentu yang digunakan oleh pengguna internet ketika mereka mencari informasi, produk, atau layanan di mesin telusur seperti Google. Penggunaan keyword yang tepat dan relevan dalam konten website Anda memiliki beberapa fungsi kunci dalam SEO:

1. Identifikasi Intent Pengguna

Keyword berfungsi sebagai jendela ke dalam pikiran dan niat pengguna. Saat seseorang memasukkan kata atau frasa tertentu ke dalam mesin telusur, mereka secara tidak langsung memberikan petunjuk tentang apa yang mereka cari atau butuhkan. Dengan menganalisis kata kunci yang digunakan, bisnis atau pemilik situs web dapat lebih memahami inti dari apa yang pengguna cari. Informasi ini menjadi landasan untuk mengarahkan jenis konten yang dibuat.

2. Meningkatkan Visibilitas di Mesin Telusur

Penggunaan keyword yang tepat dan relevan dalam konten dapat meningkatkan visibilitas suatu situs web di mesin telusur. Algoritma mesin telusur, seperti Google, akan memindai dan mengindeks konten berdasarkan kata kunci yang ada. Ketika kata kunci tersebut sesuai dengan apa yang dicari oleh pengguna, peluang muncul di halaman hasil pencarian yang lebih tinggi menjadi lebih besar.

3. Penentu Relevansi Konten

Keyword berfungsi sebagai penghubung antara konten yang dibuat dan apa yang dicari oleh pengguna. Dengan memilih kata kunci yang tepat dan relevan, Anda memberikan petunjuk kepada mesin telusur tentang topik dan isi konten Anda. Ini membantu memastikan bahwa konten yang Anda sajikan kepada pengguna benar-benar relevan dengan apa yang mereka cari.

4. Peningkatan Trafik Organik

Trafik organik merupakan lalu lintas yang diperoleh situs web secara alami melalui hasil pencarian mesin telusur. Dengan menggunakan keyword yang tepat dan menargetkan, situs web memiliki peluang lebih besar untuk muncul di halaman hasil pencarian yang relevan. Semakin banyak halaman yang muncul di posisi atas hasil pencarian, semakin besar peluang mendapatkan klik dan trafik organik.

5. Meningkatkan Kualitas Pengunjung

Pengguna yang menemukan situs web Anda melalui pencarian kata kunci yang relevan cenderung lebih tertarik dengan konten Anda. Mereka datang dengan ekspektasi yang sesuai dengan kata kunci yang mereka gunakan, sehingga ada potensi lebih besar untuk retensi pengunjung yang lebih tinggi dan peluang konversi, apakah itu pembelian produk, berlangganan, atau tindakan lainnya.

Jenis-jenis Research Keyword Tools

Sebelum menentukan keyword yang akan dipakai, Anda sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu mengenai keyword tersebut. Riset tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis research keyword tools terbaik. Berikut merupakan jenis-jenis alat yang dapat Anda gunakan untuk riset kata kunci:

Google Trends merupakan salah satu tools yang diciptakan oleh Google. Tools ini dapat membantu Anda dalam mencari, membandingkan, dan menentukan kata kunci yang tepat sebelum menulis sebuah artikel atau blog. Anda cukup memasukkan kata kunci yang ingin dicari, lalu akan muncul grafik minat penelusuran relatif (skala 0-100) dari waktu ke waktu beserta topik dan kueri lain yang terkait. Perlu diingat, Google Trends tidak menampilkan jumlah traffic atau volume pencarian absolut.

2. Google Keyword Planner

Google Keyword Planner adalah salah satu fitur yang terdapat pada Google Ads. Anda dapat mencari dan menentukan keyword mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Tools ini juga menampilkan kata kunci terkait yang masih relevan dengan kata kunci utama Anda sehingga dapat menjadi referensi tambahan.

3. Ubersuggest

Ubersuggest merupakan tools pihak ketiga yang dimiliki dan dikembangkan oleh digital marketer Neil Patel. Dengan tools ini, Anda dapat mengetahui search volume, SEO difficulty, paid difficulty, dan CPC (Cost Per Click).

Di samping itu, tools ini juga menampilkan keyword ideas dengan saran dan keyword lain yang relevan, serta content ideas yang dilengkapi dengan backlinks. Namun, versi gratisnya dibatasi jumlah pencarian per hari, sehingga Anda perlu berlangganan untuk mendapatkan akses penuh.

Pentingnya Riset Keyword

Riset keyword adalah proses mendalam untuk menemukan kata kunci yang paling relevan dan berpotensi memberikan dampak positif terhadap strategi SEO Anda. Selain membantu memahami intent pengguna dan meningkatkan trafik organik seperti dijelaskan pada bagian fungsi keyword di atas, riset keyword juga penting karena alasan berikut:

1. Menghindari Penargetan yang Salah

Tanpa riset keyword, Anda mungkin berisiko menargetkan kata kunci yang kurang relevan atau tidak efektif. Ini dapat menyebabkan usaha optimisasi Anda menjadi sia-sia dan menghabiskan waktu dan sumber daya yang berharga. Riset keyword membantu Anda menghindari penargetan yang salah dan memfokuskan upaya pada kata kunci yang memiliki potensi nyata.

2. Membangun Konten yang Relevan

Konten adalah raja di dunia digital, dan riset keyword membantu Anda membangun konten yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pengguna. Dengan memahami kata kunci yang paling banyak dicari, Anda dapat mengembangkan artikel, blog, video, atau konten lainnya yang benar-benar berguna bagi pengunjung Anda. Konten yang relevan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan perhatian dan berbagi di media sosial.

3. Bersaing dengan Pesaing

Riset keyword juga membantu Anda memahami kata kunci yang digunakan oleh pesaing Anda. Ini memberikan pandangan tentang bagaimana pesaing mengarahkan upaya SEO mereka. Dengan memahami lanskap persaingan, Anda dapat mengidentifikasi peluang yang belum dimanfaatkan dan merancang strategi yang lebih efektif.

Cara Menggunakan Masing-masing Research Keyword Tools

Anda sudah mengetahui jenis-jenis tools terbaik yang dapat digunakan dalam memaksimalkan riset keyword. Mungkin Anda masih bingung bagaimana cara menggunakan tools tersebut, berikut penjelasan dan langkah-langkah dalam menggunakan masing-masing tools:

Hal pertama yang harus Anda lakukan yaitu mengunjungi situs https://trends.google.com/trends/?geo=ID. Anda akan menjumpai halaman utama dari Google Trends.

Halaman beranda Google Trends untuk Indonesia

Kemudian, Anda dapat mengetikkan keyword pada kolom yang telah disediakan dan tekan “enter”. Anda akan melihat grafik tingkat pencarian kata kunci tersebut. Anda juga dapat mengatur data yang ingin Anda ketahui, seperti 7 hari terakhir atau lainnya.

Grafik minat penelusuran kata kunci jasa pembuatan website di Google Trends

Filter rentang waktu 7 hari terakhir di Google Trends

Selain grafik, terdapat pula daerah serta topik dan queri yang relevan dengan kata kunci Anda.

Minat penelusuran menurut subwilayah di Google Trends

Anda juga dapat membandingkan antara satu kata kunci dengan kata kunci yang lain dengan menggunakan fitur “compare”.

Membandingkan dua kata kunci dengan fitur Bandingkan di Google Trends

2. Google Keyword Planner (Google Ads)

Silakan mengunjungi situs https://ads.google.com/intl/en_ID/home/ dan Anda akan melihat tampilan seperti gambar di bawah ini.

Halaman utama Google Ads

Silakan klik “Get Started” untuk memulai. Google akan meminta Anda untuk login menggunakan akun E-mail Anda.

Kemudian, Anda akan menjumpai laman berikut ini dan silakan klik “Switch to Expert Mode”. Setelah itu, Anda harus meng-klik “Create without a campaign” dan Anda akan langsung berada di halaman utama Google Ads.

Selanjutnya, buka menu “Tools” (ikon kunci pas) di sidebar kiri, lalu pilih “Planning” > “Keyword Planner”. Tampilan menu dapat sedikit berbeda karena Google Ads rutin memperbarui antarmukanya.

Halaman Keyword Planner Google Ads

Kemudian, pilih “Discover new keywords” dan Anda akan langsung berada di laman pencarian Keyword Planner.

Anda dapat langsung memasukkan keyword yang ingin Anda cari. Kemudian, tools ini akan menyajikan data pencarian, kompetisi, bid range, dan sebagainya. Perlu diketahui, akun yang belum menjalankan iklan berbayar biasanya hanya melihat rentang volume pencarian (misalnya 1 rb-10 rb), bukan angka yang spesifik.

3. Ubersuggest

Silakan Anda mengunjungi situs https://neilpatel.com/ubersuggest/ dan Anda akan menjumpai laman utama dari situs tersebut.

Halaman utama Ubersuggest dengan kolom pencarian kata kunci

Anda dapat langsung memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari. Namun, jangan lupa untuk mengubah lokasi sebelum melakukan pencarian. Setelah itu, Anda akan menjumpai data yang meliputi data pencarian, tingkat kesulitan, CPC, dan sebagainya.

Tips Riset Keyword

Riset keyword adalah langkah kunci dalam membangun strategi optimisasi mesin telusur (SEO) yang berhasil. Dengan memahami kata kunci yang relevan dan dicari oleh audiens Anda, Anda dapat mengarahkan upaya SEO Anda dengan lebih efektif. Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu Anda melakukan riset keyword yang sukses:

1. Definisikan Tujuan dan Niche Anda

Sebelum memulai riset keyword, pastikan Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan situs web atau bisnis Anda serta niche atau industri yang Anda bidik. Ini akan membantu Anda merinci jenis kata kunci yang paling relevan dan sesuai dengan audiens target Anda.

2. Gunakan Alat Riset Keyword

Manfaatkan alat-alat riset keyword yang tersedia, seperti Google Keyword Planner, SEMrush, Ahrefs, Ubersuggest, atau Moz Keyword Explorer. Alat-alat ini memberikan wawasan tentang volume pencarian, tingkat persaingan, dan saran kata kunci terkait yang dapat membantu Anda dalam pemilihan kata kunci.

3. Pilih Kata Kunci Berdasarkan Intensi Pengguna

Fokus pada kata kunci yang sesuai dengan niat dan kebutuhan pengguna. Pilih kata kunci yang mencerminkan apa yang pengguna cari secara spesifik. Misalnya, pilih kata kunci yang lebih long-tail seperti “cara merawat kulit kering” daripada yang lebih umum seperti “perawatan kulit.”

4. Pertimbangkan Kata Kunci Long-Tail

Kata kunci long-tail adalah frasa lebih panjang dan spesifik yang menggambarkan permintaan yang lebih tepat dari pengguna. Meskipun memiliki volume pencarian yang lebih rendah, kata kunci long-tail sering kali lebih relevan dan dapat menghasilkan trafik yang lebih terarah.

5. Analisis Pesaing

Teliti situs web pesaing Anda dan identifikasi kata kunci yang mereka targetkan. Ini dapat memberi Anda ide tentang tren kata kunci dalam industri Anda serta peluang yang belum dimanfaatkan.

6. Gunakan Variasi Kata Kunci

Jangan hanya fokus pada satu kata kunci. Gunakan variasi kata kunci yang terkait dengan topik utama Anda. Ini membantu Anda mencakup berbagai aspek dan memberikan peluang lebih besar untuk menjangkau berbagai audiens.

7. Pantau Trend dan Musim

Beberapa kata kunci mungkin menjadi tren atau populer hanya pada musim tertentu. Pantau tren dan musim dalam industri Anda dan sesuaikan strategi riset keyword Anda sesuai dengan perubahan tersebut.

8. Jangan Melupakan Kata Kunci Lokal

Jika Anda memiliki bisnis lokal, jangan lupa untuk mencari kata kunci lokal yang dapat membantu Anda menjangkau audiens yang berada di area tertentu.

9. Gunakan Pertanyaan sebagai Kata Kunci

Pertanyaan sering kali menjadi pencarian umum pengguna. Gunakan pertanyaan yang relevan sebagai kata kunci untuk menarik trafik yang mencari solusi atau informasi.

10. Tetapkan Prioritas

Setelah Anda mengumpulkan sejumlah kata kunci potensial, tetapkan prioritas berdasarkan volume pencarian, relevansi, dan persaingan. Fokuslah pada kata kunci yang memberikan potensi terbaik untuk hasil yang baik.

Studi Kasus: Contoh Keyword untuk Artikel menurut SEO

Dalam contoh ini, bayangkan Anda memiliki blog tentang perjalanan dan ingin menulis artikel tentang destinasi liburan yang eksotis di Asia Tenggara. Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan riset dan pemilihan kata kunci untuk artikel tersebut:

Langkah 1: Identifikasi Tujuan dan Niche Artikel

Tentukan tujuan artikel Anda, yaitu memberikan informasi menarik tentang destinasi liburan eksotis di Asia Tenggara kepada pembaca Anda yang tertarik dengan perjalanan.

Langkah 2: Gunakan Alat Riset Keyword

Gunakan alat riset keyword seperti Google Keyword Planner atau SEMrush untuk mencari kata kunci yang relevan dengan topik. Beberapa contoh kata kunci yang mungkin muncul adalah:

  1. “Destinasi liburan eksotis Asia Tenggara”
  2. “Tempat liburan terbaik di Asia Tenggara”
  3. “Destinasi wisata unik Asia Tenggara”
  4. “Pantai indah Asia Tenggara”
  5. “Wisata budaya Asia Tenggara”

Langkah 3: Evaluasi Volume Pencarian dan Persaingan

Evaluasi volume pencarian bulanan dan tingkat persaingan untuk setiap kata kunci. Pilih kata kunci yang memiliki volume pencarian yang cukup tinggi, tetapi juga persaingan yang masih terkelola.

Langkah 4: Pertimbangkan Variasi dan Kata Kunci Long-tail

Pertimbangkan kata kunci long-tail atau variasi lain yang masih relevan dengan topik. Misalnya:

  1. “Tempat menarik di Asia Tenggara untuk liburan”
  2. “Wisata off-the-beaten-path di Asia Tenggara”
  3. “Destinasi eksotis di Asia Tenggara yang belum ditemukan banyak orang”

Langkah 5: Gunakan Pertanyaan yang Relevan

Pilih pertanyaan yang relevan sebagai kata kunci, karena banyak orang mencari dengan menggunakan pertanyaan. Misalnya:

  1. “Apa saja destinasi liburan eksotis di Asia Tenggara?”
  2. “Bagaimana cara menemukan tempat-tempat unik di Asia Tenggara?”
  3. “Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi pantai-pantai Asia Tenggara?”

Langkah 6: Pilih Kata Kunci Prioritas

Setelah melakukan evaluasi, pilih beberapa kata kunci prioritas yang memiliki potensi terbaik untuk memberikan hasil yang baik. Misalnya:

  1. “Destinasi liburan eksotis Asia Tenggara”
  2. “Tempat liburan terbaik di Asia Tenggara”
  3. “Wisata off-the-beaten-path di Asia Tenggara”

Langkah 7: Integrasi Kata Kunci dalam Konten

Pastikan kata kunci yang Anda pilih diintegrasikan secara alami dalam judul artikel, subjudul, paragraf utama, dan beberapa kali dalam artikel sesuai konteks.

Kesimpulan

Memaksimalkan riset keyword merupakan salah satu cara yang ampuh dalam upaya optimasi SEO. Seperti yang telah Anda ketahui, terdapat berbagai macam tools yang dapat digunakan dalam memaksimalkan riset keyword tersebut, seperti Google Trends, Google Keyword Planner, dan Ubersuggest.

Masing-masing tools memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga dalam hal pemilihan tools yang hendak Anda gunakan itu merupakan wewenang Anda pribadi. Silakan pilih dan gunakan tools sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial Anda atau perusahaan Anda.

Jangan lupa untuk terus belajar karena mengingat SEO sangat berkaitan erat dengan algoritma Google yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Jika Anda ingin mengoptimalkan SEO bisnis Anda, percayakan pada layanan SEO dari Sitespirit.

Kontak kami sekarang!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana langkah dasar melakukan riset kata kunci?

Tentukan tujuan dan niche, kumpulkan ide kata kunci memakai alat riset, pertimbangkan kata kunci long-tail dan bentuk pertanyaan, analisis kata kunci pesaing, lalu pilih prioritas berdasarkan volume pencarian, relevansi, dan persaingan.

Alat apa yang bisa dipakai untuk riset kata kunci?

Anda bisa memakai Google Trends, Google Keyword Planner, dan Ubersuggest. Alat lain yang disebut untuk riset ini adalah SEMrush, Ahrefs, dan Moz Keyword Explorer.

Apa bedanya Google Trends dengan Keyword Planner?

Google Trends menampilkan minat penelusuran relatif dari waktu ke waktu beserta topik terkait, tetapi tidak menampilkan volume pencarian absolut. Keyword Planner di Google Ads menyajikan data pencarian, kompetisi, dan bid range.

Mengapa kata kunci long-tail layak dipertimbangkan?

Kata kunci long-tail adalah frasa yang lebih panjang dan spesifik. Volume pencariannya lebih rendah, tetapi sering lebih relevan dengan kebutuhan pengguna sehingga trafik yang datang lebih terarah.

Referensi

  1. Google Ads Help (2026). Use Keyword Planner
  2. Google Trends Help (2026). FAQ about Google Trends data
  3. Google Search Central (2025). Search Engine Optimization (SEO) Starter Guide

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Rifqi Hilman

Ditulis oleh

Rifqi Hilman

Rifqi likes to read scientific papers and make an analysis of the documents.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.