Jawaban Singkat
Backup atau pencadangan adalah kegiatan menyalin data ke perangkat atau media lain, seperti hard disk, flash disk, atau cloud, agar data bisa dipulihkan jika hilang.
- Backup melindungi data dari malware, serangan siber, server down, kesalahan manusia, dan kerusakan HDD atau SSD karena salinan data selalu tersedia untuk di-restore.
- Strategi utamanya full, incremental, dan differential backup. Terapkan aturan 3-2-1 dan uji proses restore secara berkala agar cadangan benar-benar bisa dipakai.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Kehilangan data secara tiba-tiba tentu sangat menjengkelkan dan membuat pekerjaan jadi terganggu.
Nah, melakukan pencadangan data atau backup adalah langkah yang tepat untuk mengatasi hal tersebut.
Backup memungkinkan Anda untuk membuat salinan file, sehingga semua data-data yang dimiliki tetap aman.
Jika hilang, Anda bisa memulihkannya, sehingga semua data-datanya akan kembali tersimpan dengan baik.
Inilah salah satu alasan, kenapa pencadangan data ini penting dilakukan, apalagi untuk Anda yang memiliki website.
Lantas, apa itu back up? Seberapa sering harus dilakukan? Bagaimana strateginya? Serta apa saja manfaatnya? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Backup Data?
Pencadangan atau lebih sering disebut dengan backup adalah kegiatan menyalin data atau menduplikasi data menggunakan perangkat atau media sekunder. Dalam percakapan sehari-hari, ngebackup artinya membuat salinan cadangan data, sedangkan data yang sudah terbackup berarti data tersebut telah memiliki salinan di media lain.
Pencadangan ini bisa dilakukan menggunakan hard disk, flash disk, atau bahkan media penyimpanan online, seperti cloud. Adapun tujuan dari backup adalah menjaga data agar tidak hilang.
Tak jarang, masalah seperti serangan siber atau virus bisa membuat server down dan berdampak pada hilangnya data-data penting di dalamnya.
Jika hal ini terjadi, maka aktivitas atau pekerjaan Anda tentu akan terganggu. Namun, tenang saja, dengan melakukan pencadangan, Anda bisa mengembalikan data-data tersebut.
Jadi, bisa dibilang, fungsi backup adalah menyediakan data yang hilang agar bisa dipulihkan kembali.
Dalam konteks back up website, data yang dicadangkan biasanya mencakup database dan file website, seperti tema, plugin, gambar, serta dokumen-dokumen penting.
Manfaat Backup Data
Setelah memahami penjelasan sebelumnya, dapat diketahui bahwa manfaat utama dari backup adalah mengamankan dan menyediakan salinan data.
Selengkapnya, berikut beberapa manfaat pencadangan data:
1. Melindungi Data dari Serangan Malware
Saat malware berhasil menyusup dan merusak sistem komputer Anda, maka data-data yang ada di dalamnya biasanya mengalami kerusakan atau bahkan hilang.
Nah, apabila Anda mencadangkan datanya, kejadian semacam ini bisa diatasi dengan baik. Pasalnya, Anda sudah memiliki salinan datanya dan bisa melakukan restore atau pemulihan.
2. Melindungi Data saat Server Down
Tahukah Anda bahwa server down bisa berdampak pada hilang dan rusaknya data? Ya, nyatanya, downtime bisa menyebabkan Anda kehilangan data-data penting.
Namun tenang, jika Anda melakukan backup data website, hilangnya data bisa diatasi dengan mudah. Jadi, jika pun ada data yang hilang atau corrupt, Anda bisa memulihkannya.
3. Menghindari Human Error
Tak dapat dipungkiri, hilangnya data dalam komputer bisa disebabkan oleh human error, seperti tidak sengaja menghapus dokumen atau file penting.
Dengan melakukan pencadangan, Anda tidak perlu panik, karena salinan datanya sudah tersedia.
4. Solusi HDD/SSD Rusak
Anda mungkin sudah tahu, bahwa HDD atau SSD memiliki masa pakai masing-masing. Diketahui, masa pakai keduanya akan semakin pendek, ketika terlalu sering digunakan dan diberi beban yang besar.
Penggunaan berlebihan (overuse) dan suhu yang terlalu panas (overheat) dapat mempercepat kerusakan HDD maupun SSD. Jika rusak, maka data yang ada di dalamnya akan hilang.
Nah, back up adalah aktivitas yang bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah HDD atau SSD rusak secara tiba-tiba.
Saat HDD atau SSD Anda rusak dan semua datanya hilang, Anda bisa memulihkannya kembali karena sudah memiliki salinannya.
5. Mengatasi Cyber Attack
Cyber attack adalah serangan berbahaya yang ditujukan untuk mencuri, membocorkan, atau merusak data-data penting.
Nah, Anda tidak bisa memprediksi, hal berbahaya semacam ini kapan akan menyerang website Anda.
Oleh karena itu, lakukan pencadangan data. Dengan begitu, saat data hilang, Anda bisa melakukan restore atau pemulihan.
Jenis Strategi Backup Data
Untuk melakukan pencadangan data, terdapat beberapa jenis strategi yang bisa Anda gunakan. Adapun strategi back up adalah sebagai berikut:
1. Full Backup
Sesuai namanya, full backup artinya pencadangan yang dilakukan dengan menyalin seluruh data yang ingin diamankan.
Biasanya, strategi satu ini digunakan ketika Anda baru pertama kali melakukan pencadangan. Perlu diketahui, untuk melakukan pencadangan data seluruhnya, Anda membutuhkan waktu yang lama.
2. Incremental Backup
Selanjutnya, incremental backup adalah strategi pencadangan untuk data yang mengalami pembaruan sejak pencadangan terakhir dilakukan.
Sebagai contoh, Anda mencadangkan data terakhir kali di hari Sabtu. Kemudian, Anda melakukan pencadangan incremental di hari Senin.
Jika demikian, maka data yang akan dicadangkan hanya data-data yang berubah sejak pencadangan di hari Sabtu.
3. Differential Backup
Differential backup adalah aktivitas mencadangkan data yang mengalami pembaruan sejak full backup dilakukan.
Misalnya, Anda melakukan full backup di hari Minggu. Setelah itu, Anda melakukan pencadangan di hari Kamis.
Nantinya, data yang dicadangkan hanya data yang sudah mengalami perubahan sejak pencadangan di hari Minggu lalu.
Jika Anda kembali melakukan differential backup di hari Jumat, data yang dicadangkan tetap mencakup semua perubahan sejak full backup hari Minggu, bukan hanya sejak hari Kamis. Inilah perbedaan utamanya dengan incremental backup, yang hanya menyalin perubahan sejak pencadangan terakhir.
Backup Data Harus Dilakukan Berapa kali?
Pencadangan penting dilakukan secara rutin agar Anda bisa melindungi data-data penting yang berhubungan dengan bisnis atau perusahaan.
Pertanyaannya, seberapa sering pencadangan data harus dilakukan? Sebetulnya, tidak ada aturan pasti yang menjelaskan mengenai hal ini.
Meski begitu, praktik yang umum adalah melakukan full backup secara berkala, misalnya sekali seminggu di akhir pekan atau hari libur kerja, lalu menyesuaikan frekuensinya dengan seberapa sering data Anda berubah.
Di samping itu, Anda juga bisa menjadwalkan pencadangan incremental untuk mencadangkan data-data yang baru di-update.
Selain frekuensi, terapkan juga aturan 3-2-1: simpan tiga salinan data, di dua jenis media penyimpanan yang berbeda, dengan satu salinan disimpan di lokasi terpisah (offsite), misalnya di cloud. Uji juga proses restore secara berkala untuk memastikan data cadangan benar-benar bisa dipulihkan saat dibutuhkan.
Kesimpulan
Demikianlah penjelasan mengenai backup yang perlu Anda ketahui. Dapat disimpulkan, backup adalah kegiatan menyalin data yang ditujukan untuk mengurangi risiko kehilangan data.
Pencadangan penting dilakukan untuk mengamankan data penting dari berbagai kemungkinan, seperti serangan siber, malware, atau downtime,
Tak hanya itu saja, pencadangan juga ditujukan untuk mengamankan data ketika Anda ingin mendesain ulang website.
Bagi pemilik website, backup rutin adalah bagian penting dari pemeliharaan website, bersama pembaruan sistem, pemantauan keamanan, dan perbaikan bug. Dengan begitu, data tetap aman dan pengunjung dapat terus mengakses informasi di situs Anda tanpa gangguan.
Yuk, mulai tingkatkan performa website Anda agar optimal setiap saat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti ngebackup dan terbackup?
Ngebackup artinya membuat salinan cadangan data. Data yang sudah terbackup berarti telah memiliki salinan di media lain, seperti hard disk, flash disk, atau cloud.
Apa fungsi backup data pada website?
Backup menyediakan salinan database dan file website, seperti tema, plugin, dan gambar. Jika data hilang karena malware, server down, atau terhapus tidak sengaja, website bisa dipulihkan.
Apa beda incremental backup dan differential backup?
Incremental backup hanya menyalin data yang berubah sejak pencadangan terakhir. Differential backup menyalin semua perubahan sejak full backup terakhir, sehingga ukurannya terus bertambah sampai full backup berikutnya.
Seberapa sering backup data harus dilakukan?
Tidak ada aturan pasti. Praktik umumnya full backup berkala, misalnya seminggu sekali, lalu frekuensinya disesuaikan dengan seberapa sering data berubah. Terapkan juga aturan 3-2-1 untuk jumlah dan lokasi salinan.
Referensi
- Canadian Centre for Cyber Security (2024). Tips for backing up your information (ITSAP.40.002)
- WordPress.org (2026). Backups (WordPress Advanced Administration Handbook)
- National Cyber Security Centre (NCSC), UK (2021). Backing up your data
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Maintenance Website Pembaruan, keamanan, cadangan, dan pemantauan rutin supaya website Anda tetap stabil. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
SEO content writer who loves creating informative and engaging content. I find joy in exploring new topics and presenting them with a creative touch.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



