Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Apa itu White Space? Arti, Fungsi, & Contohnya pada Website

Nadya Nafisah Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 9 menit baca

Jawaban Singkat

White space adalah ruang kosong di antara dan di sekitar elemen desain pada halaman web, seperti margin dan jarak antarbaris; ruang ini tidak harus berwarna putih.

  • White space membuat teks lebih mudah dibaca dan dipindai, menjaga keseimbangan layout, menonjolkan elemen penting, serta memberi kesan rapi dan profesional.
  • Cara menerapkan white space: susun teks yang jelas, prioritaskan elemen utama, hindari terlalu banyak elemen dalam satu halaman, dan beri margin yang cukup.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 4 sumber

Daftar Isi
  1. Apa itu White Space?
  2. Space Kosong Artinya Apa dalam Desain?
  3. Fungsi White Space pada Web Design
    1. 1. Membuat Teks Lebih Mudah Dibaca
    2. 2. Mengatur Layout Konten
    3. 3. Menambah Kesan Mewah
    4. 4. Memfokuskan Elemen yang Penting
  4. Tujuan White Space dalam Desain Web
    1. 1. Menunjukkan Hierarki Visual
    2. 2. Meningkatkan Fokus Visual
    3. 3. Memberikan Keseimbangan dan Harmoni
    4. 4. Memudahkan Pemindaian Informasi
    5. 5. Menunjukkan Profesionalisme
    6. 6. Memberikan Waktu Istirahat Visual
  5. Tips Menggunakan White Space Pada Web Design
    1. 1. Buatlah Teks yang Jelas dan Terorganisir
    2. 2. Prioritaskan Elemen yang Akan Dipresentasikan
    3. 3. Jangan Menyertakan Terlalu Banyak Elemen
    4. 4. Berikan Margin yang Cukup
  6. Whitespace dalam Kode HTML dan CSS
  7. Contoh White Space pada Website

White space adalah ruang kosong di antara dan di sekitar elemen desain, seperti teks, gambar, tombol, dan margin halaman. Ruang ini tidak harus berwarna putih; warna apa pun yang tidak terisi elemen tetap disebut white space atau negative space. Fungsinya membuat tampilan lebih rapi, teks lebih mudah dibaca, dan perhatian pengguna terarah pada elemen penting.

Dalam dunia design, Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah tersebut, bukan?

Istilah tersebut berkaitan dengan estetika dan highlight elemen, loh. Ternyata, hal itu juga diperlukan ketika membuat desain web.

Penasaran tentang apa itu white space dalam desain? Tepat sekali, kali ini kami akan memberikan beberapa rangkuman informasi mengenainya. Jadi, pastikan untuk menyimak, ya!

Apa itu White Space?

Mungkin Anda bertanya-tanya, sebenarnya apa yang dimaksud dengan white space dalam desain grafis?

Pada dunia design, white space adalah ruang kosong yang disertakan di antara beberapa unsur desain. Beberapa orang juga menyebutnya dengan negative space.

Sementara itu, dalam konteks web design, white space adalah sebuah ruang kosong yang berada di antara elemen-elemen pada halaman web.

Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, white space berarti ruang putih. Kata space sendiri berarti ruang atau jarak, sehingga white space bisa dipahami sebagai ruang kosong atau jarak di antara elemen. Akan tetapi, sebenarnya ruang kosong tersebut tidak harus berwarna putih, bisa juga memiliki warna lain berdasarkan identitas website tersebut.

Dengan kata lain, white space adalah bagian kosong yang tidak terisi elemen apapun pada halaman website, entah itu berwarna putih ataupun lainnya.

Adanya ruang kosong ini penting untuk membuat desain web lebih selaras, tertata rapi, dan elemennya tidak terkesan berdesakan.

Hal tersebut juga dapat membuat halaman website terkesan lebih eye catching dan tidak sesak.

Pada halaman website, yang termasuk white space adalah ruang kosong di sekitar teks atau gambar, margin halaman, dan juga jarak di antara barisan elemen.

Dengan adanya ruang kosong ini, pengguna akan lebih fokus pada elemen utama yang Anda sajikan pada halaman tersebut.

Space Kosong Artinya Apa dalam Desain?

Space kosong artinya ruang atau jarak yang sengaja dibiarkan tanpa elemen. Kata space berarti ruang atau jarak, sedangkan kosong berarti tidak terisi, sehingga istilah ini sama maknanya dengan white space atau negative space. Dalam glosarium desain visual, Nielsen Norman Group menggambarkannya sebagai ruang kosong di antara elemen desain yang membantu menyeimbangkan tampilan serta memudahkan pengguna memindai dan membaca.

Ruang kosong ini bukan area yang terbuang. Jarak yang diatur dengan sengaja menunjukkan elemen mana yang saling berkaitan: elemen yang berdekatan terbaca sebagai satu kelompok, sedangkan elemen yang berjauhan terbaca sebagai bagian yang berbeda. Prinsip ini dikenal sebagai proximity (kedekatan) dan menjadi dasar penataan judul, paragraf, formulir, serta menu pada halaman website.

Fungsi White Space pada Web Design

Lantas, apa saja fungsi untuk memberikan ruang kosong pada desain web? Pertanyaan yang bagus. Simak beberapa informasi berikut untuk memahami pentingnya white space pada web design!

1. Membuat Teks Lebih Mudah Dibaca

contoh white space untuk mengatur jarak teks

(Sumber: Vistek)

Bayangkan jika Anda membaca teks informasi pada sebuah website dengan jarak yang penuh dan berdempetan tanpa ada ruang spasi, lebih susah dan kurang menarik, bukan?

Nah, white space adalah ruang bernapas bagi seluruh elemen, termasuk teks yang Anda sertakan pada halaman web.

Untuk membuatnya lebih mudah dibaca, Anda perlu memberikan negative space di antara elemen teks tersebut, baik berupa margin di sekitar teks, atau jarak spasi antar barisnya. Dengan itu, pengguna akan lebih nyaman untuk membaca teks tersebut.

Jarak yang cukup antarbaris dan antarparagraf membantu mata berpindah dari satu baris ke baris berikutnya dengan lebih mudah, sehingga teks terasa lebih ringan untuk dibaca dan dipahami. Pedoman aksesibilitas WCAG 2.1 (kriteria 1.4.12) bahkan mensyaratkan halaman tetap terbaca dan berfungsi ketika pengguna mengatur tinggi baris hingga 1,5 kali dan jarak antarparagraf hingga 2 kali ukuran huruf.

Oleh karena itu, white space adalah hal yang perlu Anda terapkan ketika memasukkan informasi teks pada halaman website.

2. Mengatur Layout Konten

white space dapat membuat layout konten lebih seimbang

(Sumber: International Design School)

Padatnya desain web akan membuat pengguna tidak nyaman dalam mengakses halaman Anda.

Terlebih, jika Anda tidak memberikan ruang kosong di antara elemen, maka desain web mungkin terlihat tidak seimbang.

Untuk mengatur layout halaman agar tetap seimbang, berikan jarak atau ruang kosong di setiap teks, gambar, atau elemen apapun.

Pastikan untuk tidak menumpuk elemen di salah satu sisi saja, dan membiarkan sisi lainnya kosong. Atur jarak spasi antar elemen agar lebih proporsional. Penggunaan grid membantu menjaga jarak tersebut tetap konsisten.

3. Menambah Kesan Mewah

Negative space dapat memberikan kesan minimalis tetapi tetap mewah pada web desain.

Memberikan ruang kosong di halaman web akan membuatnya terlihat sederhana dan elegan, sehingga pengguna akan lebih betah untuk membukanya.

Tak hanya itu, white space adalah ruang yang dapat membuat halaman web Anda terlihat lebih teratur dan rapi.

Lain halnya jika Anda tidak memberikan ruang kosong pada web design, maka halaman tersebut akan terkesan berantakan dan sesak. Hal itu tentu saja dapat mempengaruhi user experience.

4. Memfokuskan Elemen yang Penting

Jika Anda memberikan terlalu banyak elemen pada halaman web, maka pengguna mungkin akan kebingungan untuk fokus pada informasi yang Anda tonjolkan.

Berbeda jika Anda membiarkan ruang di sekitar elemen utama tetap kosong, maka pengguna pasti akan lebih fokus pada objek tersebut.

Maka dari itu, white space adalah hal yang sangat berperan untuk meng-highlight objek tertentu. Teknik ini berkaitan erat dengan focal point, yaitu titik yang pertama kali menarik perhatian pengguna pada halaman.

Tujuan White Space dalam Desain Web

Setelah mengetahui fungsi white space, Anda juga perlu memahami tujuan utamanya dalam desain grafis dan web. White space bukan hanya elemen estetika, melainkan memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan visual yang kuat dan efektif.

Berikut beberapa tujuan dari penggunaan white space:

1. Menunjukkan Hierarki Visual

White space membantu membentuk struktur hierarki dalam desain web. Dengan memberikan ruang kosong yang cukup pada elemen tertentu, pengguna dapat lebih mudah mengetahui mana elemen yang paling penting.

Misalnya, judul utama biasanya dikelilingi ruang kosong yang cukup untuk menonjolkan keberadaannya. Hal ini mengarahkan perhatian pengguna secara alami pada informasi utama.

2. Meningkatkan Fokus Visual

Ketika elemen desain tidak terlalu padat, pengguna akan lebih mudah fokus. Tujuan dari white space adalah menyaring kebisingan visual dan mengarahkan pandangan pengguna secara selektif pada elemen yang ingin disorot.

Hal ini sangat bermanfaat dalam penempatan tombol Call-to-Action (CTA), heading, atau visual produk.

3. Memberikan Keseimbangan dan Harmoni

White space menciptakan keseimbangan antar elemen dalam halaman web. Dengan memanfaatkan ruang kosong secara efektif, tampilan tidak terlihat berat di satu sisi saja.

Desain yang seimbang akan membuat pengguna merasa lebih nyaman dalam menavigasi dan menyerap informasi yang disajikan.

4. Memudahkan Pemindaian Informasi

White space juga bertujuan untuk meningkatkan keterbacaan dan pemindaian teks. Dalam konteks digital, pengguna jarang membaca teks secara detail — mereka cenderung memindai.

Dengan adanya ruang kosong antar paragraf, heading, dan poin-poin penting, informasi akan lebih cepat ditangkap oleh mata pengguna.

5. Menunjukkan Profesionalisme

Desain yang “lega” dan tidak sesak akan memberi kesan bahwa brand atau website Anda lebih profesional dan terpercaya. Hal ini dapat membangun citra positif terhadap kualitas produk atau layanan yang ditawarkan.

6. Memberikan Waktu Istirahat Visual

Dalam dunia desain, white space sering diibaratkan sebagai “napas” bagi mata. Penggunaan ruang kosong yang cukup memberikan istirahat visual, sehingga pengguna tidak merasa lelah saat mengakses halaman dalam waktu lama.

Tips Menggunakan White Space Pada Web Design

Setelah mengetahui pengertian dan fungsinya, Anda juga perlu menyimak tips untuk menerapkan white space pada desain web berikut ini.

1. Buatlah Teks yang Jelas dan Terorganisir

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam menerapkan white space adalah penggunaan teks yang jelas.

Ruang kosong pada halaman website memang akan membantu pengguna untuk menerima informasi dengan lebih mudah, tetapi hal itu juga ditentukan dari tulisan Anda.

Pastikan untuk membuat teks yang jelas dan terorganisir. Jangan lupa untuk memperhatikan tata bahasa yang tepat, ukuran, font, hingga warna teks agar pengguna lebih nyaman untuk membacanya.

2. Prioritaskan Elemen yang Akan Dipresentasikan

White space adalah ruang yang akan membantu Anda untuk memfokuskan pengguna pada elemen yang paling penting.

Oleh karena itu, pastikan untuk elemen yang Anda letakkan di antara ruang kosong tersebut adalah prioritas.

Bayangkan jika dalam satu halaman terdapat satu gambar saja dan tidak ada elemen lain di sekitarnya, tentunya pengguna akan lebih fokus, bukan?

Oleh karena itu, hindari meletakkan elemen yang tidak terlalu penting dengan layout seperti itu agar pengguna tidak salah fokus.

3. Jangan Menyertakan Terlalu Banyak Elemen

Sebaliknya, Anda juga tidak disarankan untuk menyertakan terlalu banyak elemen pada halaman website.

Alih-alih membuat pengguna fokus, hal itu justru akan membuat mereka bingung untuk menangkap informasi yang Anda sajikan pada halaman web.

4. Berikan Margin yang Cukup

Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam menggunakan white space adalah penggunaan margin.

Jadi, jangan hanya berfokus pada jarak antar elemen. Anda juga harus memperhatikan jarak tepi dari keseluruhan elemen yang ada.

Whitespace dalam Kode HTML dan CSS

Dalam pemrograman web, whitespace juga dapat berarti karakter spasi, tab, dan baris baru yang tertulis di dalam kode. Secara bawaan, browser menggabungkan beberapa karakter tersebut menjadi satu spasi saat menampilkan halaman, sehingga menambah spasi berulang di HTML tidak akan menambah jarak pada tampilan.

Untuk mengatur ruang kosong secara visual, gunakan properti CSS seperti margin, padding, dan gap. Properti CSS white-space sendiri tidak mengatur jarak antarelemen, melainkan cara browser memperlakukan spasi dan baris baru di dalam teks.

Contoh White Space pada Website

Apakah Anda penasaran bagaimana tampilan website yang menerapkan white space dalam desainnya?

Tenang saja, kami akan memberikan gambarannya. Perhatikan tampilan halaman website berikut ini!

contoh penerapan white space pada website design

Contoh Web Design dengan White Space

Halaman tersebut didominasi dengan ruang kosong dan hanya terdapat beberapa elemen gambar di tengahnya.

Apple sengaja untuk memberikan white space di sekitar gambar tersebut dengan tujuan agar pengguna dapat lebih fokus untuk mengetahui gambaran produk terbaru mereka.

Jika Anda perhatikan, hampir semua halaman website pasti memberikan ruang kosong. Sebab, hal itu memang menjadi sesuatu yang wajib dalam dunia desain, khususnya UI/UX design.

Tanpa memperhatikan negative space, pengguna mungkin akan pusing untuk berinteraksi dengan website Anda.

Oleh karena itu, untuk memastikan user interface dan user experience yang maksimal, white space adalah hal yang wajib Anda terapkan pada desain halaman website.

Namun tak hanya itu saja, UI/UX juga dipengaruhi oleh banyak hal lainnya, seperti responsivitas desain web, kemudahan navigasi, kecepatan loading, pemilihan warna yang sesuai, copywriting yang menarik, dan banyak aspek lainnya.

Maka dari itu, pastikan untuk membuat desain web yang baik dan menarik untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Jika membutuhkan bantuan, layanan jasa desain website dari Sitespirit dapat membantu merancang tampilan yang lega, rapi, dan mudah digunakan. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Sitespirit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah white space harus berwarna putih?

Tidak. White space adalah ruang kosong tanpa elemen, dan warnanya bisa apa saja sesuai identitas visual website. Istilah ini juga sering disebut negative space.

Mengapa white space penting untuk UX website?

White space membantu pengguna fokus pada informasi utama, memudahkan pemindaian teks, dan mengurangi kesan sesak. Hasilnya, halaman terasa lebih nyaman dijelajahi sehingga pengalaman pengguna meningkat.

Bagaimana white space membentuk hierarki visual?

Elemen yang dikelilingi ruang kosong lebih banyak, seperti judul utama atau tombol CTA, akan tampak lebih menonjol. Dengan begitu, pengguna dapat langsung mengenali elemen mana yang paling penting di halaman.

Bagaimana white space membantu mengelompokkan konten?

Elemen yang jaraknya berdekatan dipersepsikan sebagai satu kelompok, sedangkan jarak yang lebih lebar memisahkannya. Dengan mengatur ruang kosong, desainer bisa menunjukkan elemen mana yang saling berkaitan tanpa garis atau kotak tambahan.

Apa contoh website yang memakai white space dengan baik?

Situs Apple sering dijadikan contoh: halaman produknya didominasi ruang kosong dengan sedikit elemen gambar di tengah, sehingga perhatian pengguna langsung tertuju pada produk.

Referensi

  1. Nielsen Norman Group (2020). Proximity Principle in Visual Design
  2. Nielsen Norman Group (2024). Visual Design: Glossary
  3. W3C Web Accessibility Initiative (WAI) (2025). Understanding Success Criterion 1.4.12: Text Spacing
  4. MDN Web Docs (Mozilla) (2026). Handling whitespace

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Nadya Nafisah

Ditulis oleh

Nadya Nafisah

Graduated to Arabic Language and Literature, experienced in SEO content writing, also interested in digital marketing.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.