Jawaban Singkat
Sub domain adalah bagian tambahan di depan nama domain utama, dipisahkan titik, yang membentuk alamat tersendiri di bawah domain induk, misalnya blog.namadomain.com.
- Sub domain berfungsi memisahkan konten seperti blog, toko online, versi seluler, atau versi bahasa lain dari website utama, termasuk untuk menguji situs baru.
- Sub domain tidak otomatis meningkatkan peringkat. Pakai sub domain untuk sistem yang benar-benar terpisah, dan subdirektori bila kontennya hanya bagian dari situs utama.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Sub domain adalah bagian tambahan di depan nama domain utama yang dipisahkan tanda titik dan membentuk alamat tersendiri di bawah domain induk, misalnya blog.namadomain.com. Sub domain dapat dipakai untuk memisahkan konten, seperti blog, toko online, atau versi bahasa lain, dari website utama.
Istilah domain dan sub domain tidaklah asing lagi di dunia IT dan website development. Namun sayangnya, masih banyak yang masih bingung dengan apa itu subdomain. Singkatnya, subdomain (ditulis juga sub domain) adalah alamat tambahan di depan domain utama, seperti blog.namadomain.com, yang dipakai untuk memisahkan bagian tertentu dari sebuah website.
Perlu digarisbawahi, domain dan sub domain adalah dua hal yang berbeda. Jadi, Anda jangan sampai salah, ya.
Domain sendiri merujuk pada alamat utama sebuah website, sementara sub domain adalah alamat yang digunakan untuk menuju halaman lain suatu situs web.
Selengkapnya, mari simak penjelasan SiteSpirit mengenai apa itu subdomain mulai dari pengertian, fungsi, contoh, hingga perbedaannya dengan domain dalam artikel berikut!
Apa itu Sub Domain?

Sub Domain dalam Struktur URL (Sumber: goup)
Untuk mengunjungi suatu situs web, Anda membutuhkan Uniform Resource Locator (URL) atau alamat sebuah website.
Nah, URL ini akan berubah-ubah sesuai dengan halaman website yang Anda tuju. Sebagai contoh, Anda mengunjungi sebuah website dengan URL sitespirit.co. Nantinya, Anda akan diarahkan ke halaman utama website tersebut.
Namun, ketika Anda mengunjungi halaman karir website tersebut, URL-nya bisa berganti menjadi subdomain seperti career.namadomain.com.
Nah, ekstensi laman “career” inilah yang disebut dengan sub domain. Umumnya, subdomain bisa berupa www atau nama khusus sesuai kategori halaman situs web Anda.
Jika ditinjau dari artinya, sub domain adalah nama tambahan untuk domain Anda. Subdomain terletak di bagian awal struktur URL sebelum tanda titik pertama dan Second-Level Domain (SLD).
Dalam praktiknya, penambahan nama domain ini ditujukan untuk memberikan informasi tambahan mengenai suatu website.
Selain itu, subdomain juga bisa digunakan untuk memisah dan mengorganisasikan konten dalam suatu website.
Misalnya saja, Anda ingin memisahkan konten blog atau news dengan halaman utama website.
Dalam kasus seperti ini, Anda bisa menggunakan subdomain. Adapun contoh subdomain yang bisa Anda gunakan, yaitu blog.namadomain.com.
Perbedaan Sub Domain dan Domain
Setelah membaca pengertian sub domain di atas, apakah Anda sudah paham dengan istilah satu ini? Atau Anda masih bingung dan sulit membedakannya dengan domain?
Jika masih bingung, Anda tenang saja, karena artikel ini juga akan membahas mengenai perbedaan sub domain dan domain.
Pertama-tama, perbedaan domain dan subdomain bisa Anda lihat dari fungsinya. Fungsi sub domain adalah untuk menuju halaman lain sebuah website.
Sebagai contoh, jika Anda masuk ke website dengan nama sub domain blog.hubspot.com, maka Anda akan diarahkan ke halaman berita situs web tersebut.
Sementara itu, domain merupakan alamat utama sebuah situs web yang mewakili IP address suatu website.
Jadi, ketika Anda mengunjungi URL hubspot.com, Anda akan diarahkan untuk masuk ke halaman utama situs web tersebut.
Inilah kenapa, domain disebut sebagai alamat utama suatu website, sedangkan sub domain adalah alamat tambahan situs web.
Contoh Sub Domain
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh sub domain berikut. Pada domain mozilla.org, Anda dapat membuat sub domain dengan konten berbeda di setiap alamatnya, seperti developer.mozilla.org dan support.mozilla.org. Pola yang sama dipakai banyak situs, misalnya:
- blog.namadomain.com untuk artikel atau berita
- shop.namadomain.com atau store.namadomain.com untuk toko online
- support.namadomain.com untuk pusat bantuan
- en.namadomain.com untuk versi bahasa Inggris
- m.namadomain.com untuk versi seluler
Pada blog.namadomain.com, blog adalah sub domain, namadomain adalah second-level domain (SLD), dan com adalah top-level domain (TLD). Secara teknis, www juga merupakan sub domain, hanya saja sudah menjadi kebiasaan untuk alamat utama situs.
Fungsi Sub Domain

Contoh Penggunaan Sub Domain
Telah disinggung sebelumnya, fungsi sub domain adalah memisah dan mengorganisasikan konten suatu website. Selain itu, berikut beberapa fungsi subdomain:
1. Menciptakan Website versi Mobile
Anda bisa memanfaatkan subdomain untuk menciptakan situs web yang kompatibel di perangkat mobile. Adapun contoh sub domain untuk versi mobile, yaitu m.facebook.com
2. Menawarkan Layanan yang Berbeda
Penggunaan subdomain memungkinkan Anda untuk membuat halaman blog, forum, news, dan toko yang terpisah dari root domain.
Dengan demikian, Anda bisa menyajikan konten dan layanan yang berbeda dengan penawaran di domain utama
3. Membuat Website dengan Bahasa yang Berbeda
Subdomain bisa digunakan untuk membuat situs web dalam bahasa asing.
Dalam hal ini, Anda bisa membuat website dengan subdomain nama negara. Misalnya, en.namawebsiteanda.com untuk membuat situs web berbahasa Inggris
4. Uji Coba Website Baru
Membuat subdomain menjadi salah satu cara untuk menguji situs web baru tanpa harus menyematkan status maintenance pada website utama
5. Kebutuhan SEO
Sub domain memungkinkan konten tertentu, seperti blog, dikelola dan tampil di halaman pencarian dengan alamatnya sendiri. Perlu dicatat, penggunaan sub domain tidak otomatis meningkatkan peringkat; kualitas konten dan optimasi SEO tetap menjadi penentu utama.
6. Meningkatkan Keamanan
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, subdomain bisa digunakan untuk memisahkan konten spesifik dengan domain utama.
Artinya, subdomain dapat mengisolasi suatu kategori situs web dari satu sama lain. Secara tidak langsung, hal ini bisa meningkatkan keamanan.
Dengan pemisahan yang dikonfigurasi benar, masalah keamanan pada satu subdomain lebih mudah dibatasi dampaknya sehingga tidak langsung menjalar ke subdomain lainnya. Bagaimanapun, semua subdomain tetap perlu dijaga, seperti dibahas dalam cara mengamankan website dari hacker
Sub Domain atau Subdirektori?
Selain sub domain (blog.namadomain.com), konten juga bisa dipisahkan dengan subdirektori atau subfolder (namadomain.com/blog/). Keduanya sah digunakan, dan pilihannya bergantung pada kebutuhan.
Panduan Google tentang situs multiregional dan multibahasa menyebut sub domain mudah disiapkan dan memungkinkan lokasi server yang berbeda, tetapi pengguna bisa kurang mengenali penargetan wilayah dari URL-nya. Subdirektori lebih mudah dipelihara karena berada pada host yang sama, tetapi lokasi server-nya hanya satu dan pemisahan situsnya lebih sulit.
Jika tujuan Anda memisahkan sistem yang benar-benar berbeda, seperti aplikasi atau toko dengan platform sendiri, sub domain biasanya lebih praktis. Jika konten tersebut hanya bagian dari situs utama, subdirektori sering lebih sederhana untuk dikelola.
Cara Membuat Sub Domain
Untuk membuat subdomain, Anda bisa meminta bantuan dari penyedia layanan web hosting yang Anda gunakan. Selain itu, Anda juga bisa membuatnya melalui cPanel.
Setidaknya, berikut cara membuat subdomain:
1. Tentukan Nama Subdomain
Cara membuat subdomain yang pertama, yaitu tentukan namanya terlebih dahulu. Kira-kira, Anda ingin menggunakan nama apa?
Biasanya, subdomain menggunakan nama store, shop, support, news, blog, dan lainnya.
Tipsnya, pilihlah nama subdomain yang bisa menggambarkan situs web Anda dan batasi penamaannya hanya satu kata saja. Hal ini ditujukan agar nama subdomain Anda mudah diingat.
2. Masuk ke cPanel

Tampilan cPanel untuk Membuat Sub Domain
Jika sudah menemukan nama yang tepat, langkah membuat subdomain selanjutnya, yaitu masuk ke cPanel.
Setelah berhasil log in, tampilan cPanel Anda akan tampak seperti gambar di atas. Namun sebagai catatan, tampilan ini mungkin akan sedikit berbeda tergantung penyedia layanan hosting yang Anda gunakan.
3. Masukkan Nama Subdomain

Cara Membuat Subdomain
Setelah itu, untuk membuat nama subdomain baru, Anda bisa memilih menu “Subdomain” atau “Add Subdomain”.
Jika sudah, Anda bisa memasukkan nama subdomain Anda di kolom yang tersedia. Di tahap ini, jangan lupa juga untuk memasukkan nama domain Anda, ya!
4. Buat DNS Baru

DNS Baru untuk Subdomain
Langkah membuat subdomain selanjutnya, yaitu menambahkan DNS record baru. Caranya, pilih menu “DNS” lalu klik “Add”. Kemudian, Anda bisa memilih IP address, server name, atau wildcard domain.
5. Klik “Create”
Setelah mengikuti semua langkah-langkah di atas, step terakhir yang harus Anda lakukan, yaitu klik “create”. Biasanya, sub domain baru bisa berfungsi setelah 30 menit hingga 24 jam.
Demikian penjelasan lengkap mengenai apa itu sub domain hingga cara membuatnya. Bagaimana? Anda tentu sudah paham, kan?
Jadi intinya, sub domain adalah nama tambahan dalam domain yang digunakan untuk memisahkan konten spesifik dari alamat utama situs web.
Selain itu, sub domain juga memiliki beberapa fungsi, salah satunya yaitu untuk memudahkan proses uji coba situs web baru, sehingga Anda tak perlu menggunakan status maintenance.
Jika bisnis Anda belum mempunyai situs web, Anda tak perlu susah payah untuk membuatnya sendiri. Sekarang, sudah banyak tersedia jasa pembuatan website berkualitas yang dapat Anda gunakan. Jasa membuat website tersebut akan membantu Anda dalam pembuatan situs web yang sesuai dengan kebutuhan.
Mulai perjalanan website Anda sekarang!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa contoh subdomain yang sering dipakai?
Contoh umumnya blog.namadomain.com untuk artikel, shop.namadomain.com untuk toko online, support.namadomain.com untuk pusat bantuan, en.namadomain.com untuk versi bahasa Inggris, dan m.namadomain.com untuk versi seluler.
Apa bedanya subdomain dengan domain utama?
Domain adalah alamat utama sebuah website, sedangkan subdomain adalah nama tambahan di depannya untuk menuju bagian atau layanan lain. Pada blog.namadomain.com, blog adalah subdomain dan namadomain.com adalah domainnya.
Apakah www termasuk subdomain?
Ya. Secara teknis www juga merupakan subdomain, hanya saja sudah menjadi kebiasaan untuk dipakai sebagai alamat utama sebuah situs.
Lebih baik memakai subdomain atau subdirektori?
Keduanya sah digunakan. Subdomain lebih praktis untuk sistem yang benar-benar terpisah, seperti toko dengan platform sendiri, sedangkan subdirektori sering lebih sederhana bila konten hanya bagian dari situs utama.
Referensi
- RFC Editor (IETF) (1987). RFC 1034: Domain Names - Concepts and Facilities
- MDN Web Docs (Mozilla) (2025). What is a Domain Name?
- Google Search Central (2026). Managing multi-regional and multilingual sites
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
SEO content writer who loves creating informative and engaging content. I find joy in exploring new topics and presenting them with a creative touch.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



