Jawaban Singkat
PHP adalah bahasa pemrograman open source yang berjalan di sisi server dan dipakai untuk mengembangkan website; namanya singkatan rekursif dari PHP: Hypertext Preprocessor.
- Fungsi utama PHP adalah mengubah halaman website statis menjadi dinamis, antara lain mengumpulkan data form, mengelola database, mengontrol akses pengguna, dan mengelola file di server.
- PHP dibuat Rasmus Lerdorf pada 1994, bisa digabung dengan HTML, CSS, dan JavaScript, mendukung database seperti MySQL dan PostgreSQL, serta punya framework seperti Laravel dan Symfony.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Hypertext Preprocessor atau PHP adalah salah satu jenis bahasa pemrograman yang populer di kalangan web developer.
Nah, bagi Anda yang merupakan programmer, pasti sudah akrab dan hafal dengan bahasa pemrograman satu ini, bukan?
Namun, bagi Anda yang masih pemula, mungkin penasaran dengan apa itu hypertext preprocessor? Apa fungsinya? Dan bagaimana sintaks dasarnya?
Semua pertanyaan tersebut, akan dijawab melalui penjelasan dalam artikel Sitespirit berikut ini. Jadi, simak sampai habis, ya!
Apa itu PHP?
Apa kepanjangan dari PHP? Awalnya, PHP adalah kependekan dari Personal Home Page. Kini, PHP merupakan singkatan rekursif dari PHP: Hypertext Preprocessor.
Arti hypertext preprocessor atau PHP adalah bahasa pemrograman yang bersifat open source dan biasa digunakan untuk mengembangkan website.
Dalam praktiknya, hypertext preprocessor bisa dikombinasikan dengan HTML, JavaScript, CSS, dan dapat mendukung berbagai jenis database, seperti Oracle dan MySQL.
Kini, sudah banyak framework atau kerangka kerja hypertext preprocessor yang bisa digunakan oleh web developer untuk mengembangkan website-nya. Adapun beberapa contoh framework-nya, yaitu Laravel dan Symfony.
Inilah salah satu alasan kenapa PHP adalah bahasa pemrograman yang populer dan banyak digunakan oleh pengembang website.
Perlu diketahui, PHP adalah bahasa pemrograman atau penulisan skrip untuk sisi server. Dengan kata lain, PHP artinya bahasa script yang nantinya dijalankan dan diproses oleh server, bukan klien.
Script sendiri merupakan sekumpulan perintah yang ditujukan untuk mengeksekusi suatu tugas secara otomatis saat runtime.
Sejarah PHP
Rasmus Lerdorf menemukan hypertext preprocessor pada tahun 1994 dan menggunakannya untuk memantau pengunjung yang masuk ke home page website–nya.
Inilah kenapa, di awal kemunculannya, bahasa pemrograman ini disebut dengan Personal Home Page tools atau disingkat menjadi PHP tools.
Seiring dengan berjalannya waktu, Rasmus Lerdorf mengembangkan tools ini menjadi lebih luas dan bisa diterapkan di berbagai hal. Alhasil, tool-nya bisa digunakan untuk membuat website yang dinamis.
Kemudian di tahun 1995, Rasmus Lerdorf merilis PHP versi terbarunya ini ke publik dan menjadikannya open source.
Tidak lama setelahnya, Rasmus menggabungkan PHP dengan Form Interpreter (FI) buatannya, sehingga versi keduanya dikenal sebagai PHP/FI (Personal Home Page / Forms Interpreter).
Pada tahun 1997, Andi Gutmans dan Zeev Suraski mulai menulis ulang parser PHP secara besar-besaran. Hasilnya, PHP 3.0 dirilis pada Juni 1998 dan bisa digunakan untuk mendukung website e-commerce. Sejak versi ini pula, nama PHP diartikan sebagai PHP: Hypertext Preprocessor.
Bahasa pemrograman ini terus dikembangkan hingga sekarang. Beberapa tonggak pentingnya antara lain PHP 4 (2000) yang memperkenalkan Zend Engine, PHP 5 (2004) dengan dukungan pemrograman berorientasi objek yang lebih matang, PHP 7 (2015) yang membawa peningkatan performa signifikan, serta PHP 8 (2020) yang menghadirkan compiler JIT. Seri PHP 8.x hingga kini terus mendapat versi baru secara rutin.
Fungsi PHP dalam Programming Web
Fungsi utama dari bahasa PHP adalah mengubah halaman website statis menjadi dinamis, sehingga tampilan kontennya bisa disesuaikan dengan situasi.
Artinya, website jadi lebih menarik dan bisa berubah sesuai dengan input yang diberikan oleh pengguna atau user.
Tak hanya itu, adapun kegunaannya adalah sebagai berikut:
- Mengumpulkan data form
- Enkripsi data
- Mengontrol akses pengguna
- Mengelola database, termasuk menghapus, menambahkan, atau memodifikasi data
- Membuat, membaca, menghapus, dan menutup file di server
Kelebihan PHP
Hypertext preprocessor adalah bahasa pemrograman yang kini banyak digunakan oleh web developer. Pasalnya, bahasa pemrograman ini memiliki berbagai kelebihan, di antaranya yaitu:
1. Aman
Hypertext preprocessor menyediakan berbagai fitur yang membantu Anda melindungi website dari kebocoran data, asalkan digunakan dengan benar.
Contohnya, prepared statement melalui PDO untuk mencegah serangan SQL injection, fungsi filter_var() untuk memvalidasi input pengguna, htmlspecialchars() untuk mencegah serangan XSS, serta password_hash() untuk menyimpan kata sandi secara aman. Fitur lama seperti magic quotes justru sudah dihapus sejak PHP 5.4 karena dinilai tidak aman.
Nah, yang tidak kalah penting adalah, hypertext preprocessor juga menyediakan ekstensi kriptografi, seperti OpenSSL dan Sodium, untuk enkripsi data.
2. Mudah Digunakan
Hypertext preprocessor adalah bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan digunakan karena memiliki fungsi dan sintaks yang sederhana.
Bagi para programmer yang sudah familier atau terbiasa dengan bahasa pemrograman C, tidak akan kesulitan menggunakan hypertext preprocessor ini.
3. Sumber Terbuka
Salah satu keuntungan terbesar dari hypertext preprocessor adalah sifatnya yang sumber terbuka (open source). Ya, Anda dapat mengakses kode sumbernya.
Pasalnya, PHP adalah bahasa pemrograman yang sifatnya open source, sehingga Anda bisa menggunakan bahasa, alat, database, fungsi, dan framework-nya tanpa harus mengeluarkan uang.
4. Fleksibel
Hypertext preprocessor memiliki fleksibilitas yang tinggi karena bisa dikombinasikan dengan berbagai teknologi web lainnya.
Dalam praktiknya, hypertext preprocessor sendiri biasanya digunakan bersama HTML (bahasa markah), CSS (bahasa stylesheet), dan JavaScript.
Di sisi lain, hypertext preprocessor juga mendukung integrasi data dengan berbagai jenis database, termasuk Oracle, PostgreSQL, dan MySQL.
Hal ini menjadikan web developer bisa mengembangkan website yang lebih kompleks dengan efektif dan efisien.
5. Memiliki Banyak Komunitas
Keberadaan komunitas pengguna sebuah bahasa pemrograman sangat penting untuk membantu para programmer memecahkan masalahnya.
Sebab, komunitas semacam ini biasanya menyediakan berbagai support untuk programmer melalui dokumentasi, tutorial, dan lainnya.
Nah, hypertext preprocessor sendiri memiliki komunitas pengguna yang banyak dan besar, sehingga Anda akan lebih mudah mencari bantuan.
Sintaks Dasar PHP
Perlu diketahui, setiap bahasa pemrograman memiliki aturan penulisan atau sintaks tersendiri. Begitu pun dengan bahasa pemrograman hypertext preprocessor ini.
Jadi, ketika Anda ingin menggunakan bahasa pemrograman ini, Anda harus memahami sintaksnya terlebih dahulu, agar perintah yang diberikan bisa dieksekusi dengan baik.
Dalam praktiknya, dokumen hypertext preprocessor biasanya mengandung tag HTML dan beberapa skrip hypertext preprocessor. Nah, skrip tersebut bisa diletakkan di bagian mana saja dalam dokumen.
Untuk penulisannya sendiri, hypertext preprocessor mengikuti aturan berikut ini:
- Diawali dengan <?php dan diakhiri dengan tanda ?>
- Statement dalam PHP diakhiri dengan tanda semicolon (;)
- Fungsi, kelas, dan keyword hypertext preprocessor, seperti if, else, echo, dan while tidak case-sensitive. Artinya, penggunaan huruf kapital dan non kapital pada skripnya tidak akan memengaruhi hasilnya
- Semua variabel dalam hypertext preprocessor, seperti $color, sensitif terhadap penggunaan huruf kapital. Penggunaan huruf kapital yang salah bisa memengaruhi output-nya. Hanya penulisan yang benar yang akan dieksekusi dengan baik
Adapun contoh penulisan skrip hypertext preprocessor adalah sebagai berikut:

Skrip PHP dalam dokumen HTML
Nah, output dari skrip tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut ini:

Itulah dia penjelasan mengenai apa itu PHP programming beserta sejarah, fungsi, sintaks, dan kelebihannya.
Jika disimpulkan, PHP adalah bahasa pemrograman yang bersifat open-source dan berfungsi untuk mengubah website statis menjadi dinamis.
Bahasa hypertext preprocessor kini populer digunakan karena memiliki berbagai kelebihan.
Adapun beberapa di antaranya, yaitu sumber terbuka, fleksibel, mendukung keamanan data, dan memiliki banyak komunitas.
Tak hanya itu, PHP juga mudah digunakan karena memiliki fungsi dan sintaks yang sederhana.
Meski demikian, bagi Anda yang masih pemula, mungkin akan sedikit kesulitan menggunakannya. Apalagi jika Anda ingin membuat website dinamis yang kompleks.
Di era digital ini, website menjadi salah satu sarana yang wajib dimiliki oleh semua bisnis. Tanpa adanya situs web, mungkin perkembangan bisnis Anda akan lebih lambat. Di zaman ini, semua informasi bisnis dapat diakses melalui internet.
Jika bisnis Anda belum mempunyai situs web, Anda tak perlu susah payah untuk membuatnya sendiri. Tim Sitespirit dapat membantu melalui jasa pembuatan website, mulai dari perencanaan, desain, dan pengembangan hingga pemeliharaan setelah situs diluncurkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
PHP kepanjangan dari apa?
Awalnya PHP singkatan dari Personal Home Page. Kini PHP adalah singkatan rekursif dari PHP: Hypertext Preprocessor, nama yang dipakai sejak PHP 3.0.
Apa fungsi PHP dalam pembuatan website?
PHP mengubah halaman statis menjadi dinamis sehingga konten dapat menyesuaikan input pengguna. Kegunaannya mencakup mengumpulkan data form, mengelola database, mengontrol akses pengguna, serta membuat dan membaca file di server.
Apa bedanya PHP dengan HTML?
HTML adalah bahasa markah untuk menyusun tampilan halaman, sedangkan PHP adalah bahasa skrip yang dijalankan dan diproses oleh server, bukan klien. Keduanya sering dipakai bersama dalam satu dokumen.
Siapa pembuat PHP dan kapan dibuat?
PHP dibuat Rasmus Lerdorf pada 1994 untuk memantau pengunjung halaman webnya. Ia merilisnya ke publik sebagai open source pada 1995, lalu Andi Gutmans dan Zeev Suraski menulis ulang parser-nya untuk PHP 3.0.
Referensi
- The PHP Group (php.net) (2026). PHP: Introduction - Manual
- The PHP Group (php.net) (2026). PHP: History of PHP - Manual
- The PHP Group (php.net) (2026). PHP: Prepared statements and stored procedures - Manual
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
SEO content writer who loves creating informative and engaging content. I find joy in exploring new topics and presenting them with a creative touch.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



