Jawaban Singkat
Laravel adalah framework PHP open-source yang dikembangkan Taylor Otwell dan diperkenalkan pada 2011 untuk memudahkan pengembangan aplikasi web.
- Fitur utamanya mencakup Blade template engine, routing, Eloquent ORM, query builder, migrasi database, autentikasi, dukungan Redis, serta pengujian dengan PHPUnit dan Pest.
- Kelebihannya antara lain kode bersih, komunitas besar, dan paket eksternal lewat Composer. Kekurangannya, sebagian pengembang menilai kinerjanya kurang efisien di aplikasi besar berlalu lintas tinggi.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 4 sumber
Daftar Isi
- Apa itu Laravel?
- Kelebihan Laravel
- Kekurangan Laravel
- Fitur Laravel
- Cara Menggunakan Laravel
- Langkah 1: Membuat Proyek Laravel Baru
- Langkah 2: Menjalankan Server Pengembangan
- Langkah 3: Membuat Rute (Routing)
- Langkah 4: Membuat Controller
- Langkah 5: Membuat dan Mengelola Tampilan
- Langkah 6: Manajemen Basis Data
- Langkah 7: Autentikasi dan Otorisasi
- Langkah 8: Middleware
- Langkah 9: Pengujian
- Langkah 10: Notifikasi
Jika Anda adalah seorang pengembang web atau sedang mempertimbangkan memasuki dunia pengembangan web, Anda mungkin sudah mendengar tentang framework Laravel.
Laravel adalah framework yang dikembangkan oleh Taylor Otwell dan merupakan salah satu framework PHP yang paling populer dan paling kuat yang digunakan oleh ribuan pengembang di seluruh dunia.
Apa yang dimaksud dengan Laravel? Dan Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut!
Apa itu Laravel?
Laravel adalah framework PHP yang sangat kuat dan bersifat open-source. Framework ini pertama kali diperkenalkan oleh Taylor Otwell pada tahun 2011.
Hingga kini, framework ini telah menjadi pilihan utama bagi banyak pengembang web untuk membangun aplikasi web yang canggih, efisien, dan mudah dikembangkan.
Keunggulan utama framework Laravel adalah caranya menyederhanakan proses pengembangan web. Ini adalah panduan yang kuat bagi pengembang dalam membangun aplikasi web.
Dengan bantuan fitur-fitur seperti routing yang elegan, manajemen basis data yang mudah, dan sistem templating yang kuat, framework ini mempercepat siklus pengembangan secara signifikan.
Bahasa pemrograman Laravel adalah PHP. PHP adalah bahasa pemrograman server-side yang sangat populer untuk pengembangan web.
Dengan menggunakan framework ini, Anda dapat memanfaatkan kekuatan PHP untuk membangun aplikasi web yang kuat dan dinamis.
Kelebihan Laravel

Ilustrasi Laravel (from Freepik)
Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer dan kuat untuk pengembangan aplikasi web.
Kelebihan framework ini yang signifikan menjadikannya pilihan utama bagi banyak pengembang. Di bawah ini, kami akan menguraikan beberapa kelebihan utama dari Laravel:
1. Kode yang Bersih
Framework ini mempromosikan penggunaan kode yang bersih dan mudah dibaca. Ini membuat pengembangan lebih cepat dan lebih mudah dipahami oleh tim pengembang.
2. Komunitas yang Besar
Framework ini memiliki komunitas pengembang yang besar dan aktif. Ini berarti Anda memiliki akses ke banyak sumber daya, tutorial, dan paket tambahan yang dapat mempercepat pengembangan Anda.
3. Mudah Dipelajari
Meskipun Anda mungkin baru dalam pengembangan web, Laravel mudah dipelajari. Framework ini menyediakan dokumentasi yang sangat baik dan banyak sumber daya belajar.
4. Dukungan untuk Paket Eksternal
Laravel memanfaatkan Composer, manajer paket (package manager) standar untuk PHP, sehingga Anda dapat mengintegrasikan paket-paket eksternal dengan mudah ke dalam proyek Anda.
5. Pemeliharaan yang Mudah
Dengan alat bawaan seperti migrasi dan rollback database, pemeliharaan aplikasi menjadi lebih mudah. Anda dapat memperbarui aplikasi Anda dengan aman tanpa khawatir tentang menghancurkan struktur database.
Kekurangan Laravel
Sementara Laravel memiliki banyak kelebihan yang signifikan, tidak ada framework yang sempurna, dan framework ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Berikut adalah beberapa kekurangan dari Laravel:
1. Kinerja
Meskipun framework sangat kuat, beberapa pengembang mungkin menganggapnya kurang efisien daripada beberapa framework PHP lainnya. Ini terutama menjadi masalah dalam aplikasi besar dengan lalu lintas tinggi.
2. Ketergantungan Terhadap Composer
Penggunaan composer yang luas dalam framework ini membuat aplikasi Anda bergantung pada banyak paket eksternal. Ini dapat menyebabkan masalah jika ada perubahan dalam paket-paket tersebut.
Fitur Laravel

Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer dan kuat untuk pengembangan web.
Salah satu alasan utama kepopulerannya adalah karena kaya akan fitur-fitur yang memudahkan pengembangan aplikasi web yang kompleks:
1. Blade Template Engine
Blade adalah mesin template untuk mendesain tata letak yang unik. Tata letak yang dirancang dapat digunakan dalam tampilan lain, memastikan konsistensi desain dan struktur sepanjang proses pengembangan.
Keuntungan Blade dibandingkan mesin templating lainnya adalah tidak membatasi pengembang untuk menggunakan kode PHP biasa di dalam tampilan. Selain itu, template Blade dikompilasi menjadi kode PHP biasa dan disimpan dalam cache hingga ada perubahan, sehingga hampir tidak menambah beban kinerja.
2. Routing
Dalam kerangka framework ini, semua permintaan pengguna dipetakan menggunakan rute. Dasar dari routing adalah merutekan permintaan pengguna ke pengontrol yang relevan.
Routing ini dapat meningkatkan kinerja dan menyederhanakan pengembangan situs web. Ada tiga jenis routing di framework, yaitu routing dasar, parameter rute, dan rute bernama.
3. Modularity
Modularitas ini berasal dari kata “modul”. Laravel tersusun atas komponen-komponen modular dan dapat diperluas dengan paket yang dipasang melalui Composer. Fitur ini dapat membantu memperbaiki dan menyempurnakan fungsionalitas website yang dibuat.
Selain itu, modularitas juga cocok untuk pengembangan situs web skala besar. Modularitas memfasilitasi proses pengembangan. Satu lagi, fitur ini juga mempermudah proses update, sehingga error dan bug dapat teratasi dengan baik.
4. Testability
Laravel dirancang agar mudah diuji. Dukungan pengujian dengan PHPUnit (dan Pest) sudah tersedia sejak awal, lengkap dengan berkas phpunit.xml yang dapat disesuaikan dengan aplikasi web yang dibangun.
Kerangka kerja ini juga dibangun menggunakan metode bantuan praktis, memungkinkan situs web diuji dengan cara yang bersih.
5. Query Builder and ORM
Laravel Database Query Builder menyediakan antarmuka yang lancar untuk membuat dan menjalankan query database.
Fitur ini dapat digunakan untuk melakukan berbagai operasi database di situs web dan mendukung sistem database yang berbeda.
6. Authentication
Laravel menyederhanakan proses autentikasi pengguna. Berkas konfigurasinya terletak di config/auth.php.
Untuk mempercepat pembuatan fitur login, Laravel menyediakan starter kit resmi yang sudah mencakup pendaftaran, login, logout, verifikasi email, hingga reset kata sandi bagi pengguna yang lupa password. Sejak Laravel 12, pilihan resminya adalah starter kit React, Svelte, Vue, dan Livewire yang memakai Laravel Fortify untuk autentikasi, sedangkan Laravel Breeze dan Jetstream tidak lagi menerima pembaruan. Bagi yang ingin membangun tampilan sendiri, Laravel Fortify dapat dipakai sebagai backend autentikasi.
7. Schema Builder
Fungsionalitas kelas skema Laravel menyediakan cara untuk memanipulasi tabel secara independen dari database.
Skema ini dapat berjalan pada tipe database berbeda yang didukung oleh framework dan memiliki API yang sama di semua sistem.
8. Configuration Management Features
Semua file konfigurasi Laravel disimpan di direktori config. Anda tidak perlu khawatir untuk mengubah setiap konfigurasi yang tersedia karena setiap opsi didokumentasikan sepenuhnya.
9. E-mail Class
Framework ini menyediakan API (Application Programming Interface) email yang sederhana. Sejak Laravel 9, fitur ini dibangun di atas komponen Symfony Mailer yang menggantikan SwiftMailer, dan mendukung pengiriman melalui SMTP, Mailgun, Postmark, Amazon SES, sendmail, serta layanan lainnya.
Fitur ini memungkinkan Anda mengirim email dengan cepat melalui aplikasi lokal atau layanan cloud.
10. Redis
Laravel mendukung Redis secara bawaan. Redis dapat dipakai sebagai penyimpanan cache, sesi (session), maupun antrean (queue), sehingga aplikasi dapat merespons lebih cepat.
Redis adalah aplikasi sumber terbuka yang menyimpan nilai-nilai kunci. Selain itu, Redis juga dikenal sebagai server struktur data yang mampu menyimpan kunci dalam string, hash, daftar, set, dan set yang diurutkan.
11. Event and Command Bus
Laravel menyediakan sistem event serta job dan antrean (queue), yang pada Laravel 5.0 dikenal sebagai command bus. Fitur ini memungkinkan tugas-tugas aplikasi dipisahkan menjadi unit kecil yang dapat dijalankan secara langsung maupun di latar belakang.
12. Eloquent ORM
Eloquent adalah ORM bawaan Laravel yang memungkinkan Anda berinteraksi dengan tabel database layaknya objek PHP. Laravel secara resmi mendukung MySQL, MariaDB, PostgreSQL, SQLite, dan SQL Server. Selain itu, framework ini menyediakan dokumentasi lengkap untuk semua fungsi Eloquent.
Cara Menggunakan Laravel
Menggunakan framework ini untuk pengembangan aplikasi web adalah proses yang bisa menjadi lebih mudah jika Anda mengikuti panduan langkah demi langkah.
Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk menggunakan Laravel. Contoh perintah di bawah ini mengacu pada Laravel versi terbaru (11 ke atas), kecuali disebutkan lain.
Langkah 1: Membuat Proyek Laravel Baru
a. Buka terminal Anda dan navigasikan ke direktori tempat Anda ingin membuat proyek Laravel baru.
b. Gunakan perintah berikut untuk membuat proyek Laravel baru:
composer create-project --prefer-dist laravel/laravel nama-proyek-anda
Gantilah nama-proyek-anda dengan nama yang sesuai untuk proyek Anda.
c. Setelah perintah di atas selesai, Laravel akan membuat struktur dasar proyek Anda, termasuk file-file dan direktori yang diperlukan.
Langkah 2: Menjalankan Server Pengembangan
a. Navigasikan ke direktori proyek Anda dengan menggunakan perintah cd nama-proyek-anda.
b. Jalankan server pengembangan Laravel dengan perintah:
php artisan serve
Ini akan menjalankan server pengembangan pada alamat http://localhost:8000.
Langkah 3: Membuat Rute (Routing)
a. Buka file routes/web.php dengan editor kode favorit Anda. Di sini, Anda akan mendefinisikan rute URL untuk aplikasi Anda.
b. Anda dapat menambahkan rute dengan sintaks berikut:
Route::get('/halaman', [NamaController::class, 'metode']);
Sintaks ini menjadi standar sejak Laravel 8. Jangan lupa menambahkan use App\Http\Controllers\NamaController; di bagian atas berkas.
Ini akan mengarahkan permintaan HTTP yang masuk ke URL /halaman ke metode metode yang terletak dalam controller NamaController.
Langkah 4: Membuat Controller
a. Untuk membuat controller baru, Anda dapat menggunakan perintah Artisan:
php artisan make:controller NamaController
Ini akan membuat file controller di dalam direktori app/Http/Controllers.
b. Di dalam controller yang baru dibuat, Anda dapat menambahkan metode-metode yang akan menangani logika aplikasi Anda.
Langkah 5: Membuat dan Mengelola Tampilan
a. Tampilan aplikasi Anda dapat disimpan di dalam direktori resources/views. Anda dapat membuat file tampilan baru di sini sesuai kebutuhan Anda.
b. Gunakan Blade, mesin templating bawaan Laravel, untuk menggabungkan kode PHP dengan tampilan HTML Anda. Anda dapat membuat tampilan yang dinamis dengan mudah menggunakan Blade.
Langkah 6: Manajemen Basis Data
a. Laravel menyediakan migrasi basis data yang kuat. Anda dapat membuat migrasi baru dengan perintah Artisan:
php artisan make:migration NamaMigrasi
b. Setelah Anda membuat migrasi, Anda dapat menjalankannya untuk membuat atau memperbarui skema basis data:
php artisan migrate
Langkah 7: Autentikasi dan Otorisasi
a. Perintah php artisan make:auth yang dulu populer sudah dihapus sejak Laravel 6 (2019). Untuk mengimplementasikan sistem autentikasi, gunakan starter kit resmi Laravel. Contoh berikut untuk proyek yang masih memakai Laravel Breeze (paket ini tidak lagi dikembangkan; untuk proyek baru, pilih starter kit saat menjalankan laravel new):
composer require laravel/breeze --dev
php artisan breeze:install
Starter kit akan membuat semua hal yang dibutuhkan untuk autentikasi, termasuk pendaftaran, masuk, keluar, dan pemulihan kata sandi. Pada versi terbaru, starter kit juga dapat dipilih langsung saat membuat proyek baru dengan Laravel installer (laravel new).
b. Anda juga dapat mengatur otorisasi dan mengelola hak akses pengguna dengan mudah.
Langkah 8: Middleware
a. Middleware adalah komponen antara yang memungkinkan Anda mengeksekusi kode sebelum atau setelah permintaan HTTP tertentu diolah oleh aplikasi Anda. Anda dapat membuat middleware kustom sesuai kebutuhan Anda.
b. Pada Laravel 11 ke atas, middleware didaftarkan di berkas bootstrap/app.php, sedangkan pada Laravel 10 ke bawah di berkas app/Http/Kernel.php. Setelah didaftarkan, middleware dapat digunakan dalam rute atau grup rute tertentu.
Langkah 9: Pengujian
a. Laravel memiliki dukungan yang kuat untuk pengujian otomatis menggunakan PHPUnit. Anda dapat membuat pengujian untuk menguji berbagai aspek aplikasi Anda.
b. Jalankan pengujian dengan perintah:
php artisan test
Langkah 10: Notifikasi
a. Laravel menyediakan fitur notifikasi yang kuat yang memungkinkan Anda mengirim notifikasi melalui berbagai saluran seperti email, SMS, dan banyak lagi.
b. Anda dapat membuat notifikasi kustom dan mengirimnya dalam aplikasi Anda.
Itulah dia uraian selengkapnya tentang Laravel. Pada intinya, Laravel adalah salah satu framework PHP yang paling populer dan kuat untuk pengembangan aplikasi web.
Ia menawarkan sintaks yang ekspresif dan mudah dibaca, sistem templating yang kuat dengan Blade, serta pola arsitektur MVC yang membantu pengembangan yang terstruktur.
Dalam pengembangan aplikasi web, framework yang satu ini tetap menjadi pilihan yang kuat, terutama jika Anda menghargai kenyamanan penggunaan, produktivitas tinggi, dan fitur-fitur kuat yang ditawarkannya.
Jika masih bingung, percayakan pembuatan website Anda pada layanan pembuatan website profesional. Konsultasikan kebutuhan website Anda bersama Sitespirit.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Laravel itu apa dan memakai bahasa pemrograman apa?
Laravel adalah framework open-source untuk membangun aplikasi web. Bahasa pemrogramannya PHP, bahasa server-side yang populer untuk pengembangan web.
Model Laravel adalah apa?
Model adalah kelas PHP yang mewakili sebuah tabel database. Model dikelola lewat Eloquent, ORM bawaan Laravel yang mendukung MySQL, MariaDB, PostgreSQL, SQLite, dan SQL Server.
Apa saja kelebihan Laravel bagi developer?
Kodenya bersih dan mudah dibaca, komunitasnya besar, paket eksternal mudah dipasang lewat Composer, dan alat bawaan seperti migrasi database memudahkan pemeliharaan aplikasi.
Bagaimana cara membuat proyek Laravel baru?
Jalankan composer create-project laravel/laravel nama-proyek di terminal. Setelah itu masuk ke folder proyek dan jalankan php artisan serve untuk membuka server pengembangan di localhost:8000.
Referensi
- Laravel Documentation 13.x (2026). Installation (Meet Laravel)
- Laravel Documentation 13.x (2026). Database: Getting Started
- Laravel Documentation 13.x (2026). Starter Kits
- Laravel Documentation 12.x (2025). Release Notes (Laravel 12)
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
Fresh graduate who has experience as a Writer in Internship and Freelance. Really enjoy in a writing content and looking for ideas for the content I produce.
LinkedIn →Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



