Jawaban Singkat
Faceted navigation atau navigasi faset adalah penelusuran dengan filter, seperti warna, merek, dan harga, yang banyak dipakai situs besar seperti e-commerce, travel, dan pencarian kerja.
- Setiap kombinasi filter bisa menghasilkan URL unik, sehingga berisiko menimbulkan konten duplikat, index bloat, pemborosan crawl budget, dan PageRank yang tersebar ke halaman tidak penting.
- Untuk mengoptimalkannya, tentukan kombinasi filter bernilai sebagai halaman kategori, lalu kendalikan sisanya dengan robots.txt, fragmen URL, canonical, atau noindex.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 4 sumber
Daftar Isi
Filter warna, ukuran, atau harga di toko online memudahkan pengguna menemukan produk, tetapi juga bisa menciptakan ribuan URL baru yang membebani mesin pencari. Fitur inilah yang disebut faceted navigation.
Artikel ini membahas pengertian faceted navigation, contohnya, cara kerjanya, dampaknya bagi SEO, hingga cara mengoptimasinya agar tetap ramah mesin pencari.
Apa Itu Navigasi Faset?
Faceted navigation atau navigasi faset adalah jenis penelusuran yang menggunakan teknik penyaringan (filter) pada halaman situs web. Navigasi faset lebih banyak digunakan di situs-situs besar, karena dapat membantu pengguna mencari apa yang mereka cari dengan lebih cepat dan mudah.
Misalnya, situs e-commerce, pencarian pekerjaan, online travel agent, katalog perpustakaan, real estate, direktori online, dan lain sebagainya.
Apa Contoh dari Navigasi Faset?
Di Indonesia, ada banyak website maupun aplikasi yang menerapkan faceted navigation untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Beberapa di antaranya sebagai berikut.
- Website Shopee: memungkinkan pengguna menyaring hasil pencarian berdasarkan produk terbaru, terlaris, harga paling rendah atau tinggi, lokasi, tipe penjual, metode pembayaran, opsi pengiriman, program promo, batas harga, hingga penilaian.
- Traveloka: memiliki sistem penyaringan halaman hasil pencarian berdasarkan waktu keberangkatan, waktu kedatangan, durasi transit, maskapai penerbangan, durasi penerbangan, fasilitas, tiket khusus, harga, preferensi penerbangan, hingga titik transit.
- LinkedIn: membuat hasil pencarian pekerjaan dapat difilter berdasarkan tanggal posting, tingkat pengalaman, perusahaan, jarak, lokasi, industri, fungsi pekerjaan, posisi, hingga tunjangan.
- Gramedia: memiliki sistem penyaringan halaman hasil pencarian berdasarkan kategori buku, bahasa, harga, stok, penulis, hingga tingkat relevansi.
Bagaimana Cara Kerja Faceted Navigation?
Navigasi faset bekerja dengan cara menyaring konten atau daftar produk yang dicari pengguna dengan filter atau kategori (faceted). Misalnya, berdasarkan merek, harga, pengiriman, fitur, kondisi, tipe, ukuran, hingga warna.
Filter-filter tersebut dapat dipilih oleh pengguna, sehingga hasil pencarian yang ditampilkan sesuai dengan apa yang diinginkan pengguna. Pemilihan filter tersebut umumnya menggunakan checkbox filter. Ketika kategori dicentang, daftar produk atau halaman hasil pencarian produk langsung diperbarui. Hal ini memungkinkan katalog yang awalnya berukuran besar langsung mengecil dan lebih efisien untuk dieksplor oleh pengguna.
Dalam hal ini, setiap kombinasi filter dapat menghasilkan URL unik dan berbeda-beda. Misalnya, ‘sepatu’ + ‘merah’ + ‘ukuran 42’ akan menghasilkan URL: domain.com/sepatu?color=red&size=42. Kondisi inilah yang seringkali mendatangkan masalah–memboroskan crawl budget mesin pencari, menyebabkan konten duplikat.
Apakah Faceted Navigation Bagus untuk SEO?
Dalam praktiknya, navigasi faset dapat berdampak baik untuk User Experience (UX) dan SEO ketika diimplementasikan dengan benar. Namun ketika implementasi kurang tepat atau salah, hal ini dapat menyebabkan masalah sebagai berikut.
- Konten duplikat – konten yang sama bisa diakses dari beberapa URL
- Indeks membengkak (index bloat) – mesin pencari mengindeks terlalu banyak halaman dari sebuah website, termasuk halaman-halaman yang tidak bernilai (tidak memberikan informasi penting atau duplikat) di hasil pencarian.
- Pemborosan crawl budget – terlalu banyak URL hasil kombinasi filter yang dirayapi oleh Google, sehingga jatah perayapan lebih banyak terbuang untuk halaman tidak penting atau tidak bernilai.
- Melemahkan distribusi PageRank – navigasi faset yang memiliki terlalu banyak link (terutama dari filter) membuat nilai SEO halaman utama melemah karena PageRank tersebar ke halaman yang tidak penting.
Cara Mengoptimasi Faceted Navigation agar SEO-Friendly
Navigasi faset tidak selamanya berdampak buruk bagi SEO. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimasi navigasi faset agar SEO friendly.
1. Gunakan Long-Tail Keyword
Tidak semua kombinasi filter dapat diindeks oleh Google dan dicari oleh orang. Maka untuk memaksimalkan pengindeksan, optimalkan halaman dengan menggunakan long-tail keyword. Anda bisa memperlakukan long-tail keyword sebagai menu yang bisa dipilih untuk ditampilkan di etalase karena banyak orang yang mencarinya.
- Cari kombinasi keyword yang berpotensi tinggi dicari orang, memiliki permintaan pencarian yang cukup, dan gunakan keyword tersebut dalam kategori baru di listing, misalnya ‘vintage dress korea’, ‘vintage dress hitam midi’, atau ‘vintage dress 90s original’.
- Buat halaman kategori khusus dengan kombinasi keyword tersebut, misalnya /vintage-dress-hitam/, /vintage-dress-midi/, atau /vintage-dress-90s/.
- Optimalkan halaman tersebut sebagai kategori SEO dan lengkapi dengan title dan meta description khusus, konten deskriptif, hingga internal linking yang jelas.
2. Optimasi URL
Setelah menemukan kombinasi filter yang bernilai (long-tail keyword), optimasi halaman varian agar SEO friendly.
- Gunakan URL yang lebih pendek, lebih mudah dibaca, dan mengandung keyword. Misalnya, dari URL /collections/dress?color=black&style=vintage menjadi /dress/vintage/black.
- Tambahkan URL kategori yang ingin diindeks ke XML Sitemap agar Google lebih mudah menemukannya. Sitemap membantu proses penemuan dan crawling, tetapi tidak menjamin halaman diindeks atau dinilai sebagai konten yang bernilai.
- Lakukan optimasi on-page pada bagian title tag, meta description, dan header. Optimasi ini memungkinkan Google tidak hanya melihat URL, tetapi juga membaca struktur konten.
- Tambahkan konten pendukung yang menarik sebagai informasi tambahan. Jadi, halaman tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga informasi lain yang relevan dan dapat mendorong user untuk melakukan konversi.
3. Kendalikan URL Filter yang Tidak Perlu Diindeks
Sebagian besar kombinasi filter tidak perlu muncul di hasil pencarian. Pada Desember 2024, Google menerbitkan panduan khusus tentang pengelolaan crawling URL faceted navigation di dokumentasi Google Search Central. Berikut teknik inti yang bisa Anda terapkan agar crawl budget tidak terbuang:
- Blokir parameter filter lewat robots.txt – jika URL hasil filter tidak perlu diindeks, cegah perayapannya dengan aturan disallow untuk parameter tertentu, misalnya
Disallow: /*?*color=. Menurut Google, cara ini paling efektif untuk menghemat sumber daya crawling. - Gunakan fragmen URL (#) untuk filter – Google umumnya tidak merayapi bagian URL setelah tanda #, sehingga filter berbasis fragmen tidak menciptakan URL baru untuk dirayapi.
- Pasang tag canonical – arahkan halaman hasil filter ke halaman kategori utama dengan
rel="canonical"agar sinyal tidak terpecah ke banyak URL duplikat. Perlu diingat, canonical hanyalah petunjuk, sehingga Google tetap mungkin merayapi URL tersebut. - Gunakan noindex untuk halaman filter yang tipis – halaman filter yang tetap perlu diakses pengguna tetapi tidak bernilai di hasil pencarian bisa diberi meta robots
noindex. Jangan gabungkan noindex dengan blokir robots.txt pada URL yang sama, karena Google tidak dapat membaca tag noindex di halaman yang tidak dirayapi. - Jaga konsistensi URL filter – gunakan pemisah parameter standar (&), urutan filter yang selalu sama, dan kembalikan kode status 404 untuk kombinasi filter yang tidak menghasilkan produk.
Sementara itu, kombinasi filter bernilai yang sudah dioptimasi sebagai halaman kategori (seperti pada poin 1 dan 2) tetap dibiarkan dapat dirayapi dan diindeks.
Penutup
Ketika mulai muncul masalah seperti duplikasi URL atau pemborosan crawl budget, itu menjadi sinyal bahwa website membutuhkan optimasi faceted navigation. Sayangnya, proses ini kerap terasa kompleks dan berisiko, terutama bagi pemilik website yang tidak memiliki latar belakang teknis.
Padahal, dengan strategi yang tepat, struktur filter dan URL tetap bisa dikelola agar lebih SEO-friendly tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Untuk membantu proses tersebut, Anda tidak perlu khawatir.
Layanan jasa SEO Sitespirit dapat menjadi langkah solutif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tim kami siap mengoptimalkan struktur URL dan navigasi produk agar lebih mudah terindeks Google, sehingga produk lebih cepat ditemukan dan peluang konversi pun meningkat. Hubungi tim Sitespirit untuk konsultasi dan temukan solusi optimasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah faceted navigation buruk untuk SEO?
Tidak selalu. Jika diterapkan benar, navigasi faset baik untuk pengalaman pengguna dan SEO. Masalah muncul bila salah implementasi, misalnya konten duplikat, indeks membengkak, dan pemborosan crawl budget.
Mengapa filter produk bisa memboroskan crawl budget?
Setiap kombinasi filter dapat menghasilkan URL unik, misalnya domain.com/sepatu?color=red&size=42. Terlalu banyak URL itu membuat Google merayapi halaman yang tidak penting dan menyisakan lebih sedikit jatah untuk halaman bernilai.
Bagaimana cara mencegah URL filter diindeks Google?
Gunakan aturan disallow di robots.txt, filter berbasis fragmen (#), canonical ke halaman kategori utama, atau noindex untuk halaman tipis. Jangan gabungkan noindex dengan blokir robots.txt pada URL yang sama.
Apa contoh situs yang memakai navigasi faset?
Contohnya Shopee untuk menyaring produk, Traveloka untuk tiket dan akomodasi, LinkedIn untuk lowongan kerja, dan Gramedia untuk buku. Semuanya memakai filter agar pengguna menemukan hasil lebih cepat.
Referensi
- Google Search Central (2025). Managing crawling of faceted navigation URLs
- Google Search Central (2025). Designing a URL structure for ecommerce websites
- Google Search Central (2025). Introduction to robots.txt
- Nielsen Norman Group (2014). Filters vs. Facets: Definitions
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.



