Jawaban Singkat
Web server adalah perangkat lunak pada server yang menerima permintaan dari klien, umumnya browser, lewat HTTP atau HTTPS, lalu mengirim respons berupa halaman web beserta file pendukungnya.
- Cara kerjanya: browser mencari alamat IP server lewat DNS, mengirim permintaan HTTP atau HTTPS, lalu server mengembalikan file yang diminta atau kode status 404 jika tidak ditemukan.
- Contoh web server antara lain Apache, Nginx, Lighttpd, dan IIS buatan Microsoft; Cloudflare berbeda karena bekerja sebagai reverse proxy dan CDN di depan server asal.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Web server adalah salah satu kunci kenyamanan kita selama berselancar di internet. Tahukah Anda apa itu web server dan bagaimana cara kerjanya? Web server adalah perangkat lunak pada server yang menerima permintaan dari browser melalui HTTP atau HTTPS, lalu mengirimkan halaman web yang diminta.
Secara singkat, browser yang biasa Anda gunakan mengirim permintaan ke server ini setiap kali Anda membuka halaman web. Namun, ternyata hubungan kerja sama antara keduanya tidak sesederhana yang Anda kira.
Dalam artikel ini Sitespirit akan membahas pengertian, cara kerja, dan beberapa contohnya. Yuk, simak!
Apa itu Web Server?
Web server adalah perangkat lunak pada server yang menerima permintaan dari klien, yang biasa kita kenal sebagai browser, melalui protokol HTTP atau HTTPS, lalu mengirimkan respons. Respons tersebut biasanya berupa halaman web dalam bentuk dokumen HTML beserta file pendukungnya.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa web server ini merupakan server atau penyedia layanan untuk klien web yang di sini adalah browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, Microsoft Edge, Opera, dan lainnya.
Server ini memungkinkan browser untuk menampilkan halaman atau informasi yang Anda minta dan masukkan ke dalam browser.
Fungsi Web Server
Fungsi web server yang paling utama adalah mengeksekusi atau mentransfer file permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Halaman web yang diminta ini berisi file teks, video, gambar, file, dan lainnya.
Contoh server yang cukup terkenal adalah Apache. Apache HTTP Server merupakan salah satu web server tertua dan masih termasuk yang paling banyak digunakan di internet, bersama Nginx dan Cloudflare.
Program ini pertama kali dikembangkan untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Apache memiliki sejumlah utilitas yang menawarkan layanan cukup lengkap untuk para penggunanya.
Selain itu, web server juga memiliki beberapa fungsi lain seperti mengatur cache, mencatat log akses, hingga menerapkan pengaturan keamanan, misalnya autentikasi, pembatasan akses, dan HTTPS.
Cara Kerja Web Server

Menjelajahi internet dengan bantuan web server (Foto: Pexels)
Jika kami sederhanakan, cara kerja web server adalah menerima permintaan dari klien dan mengembalikan file yang diminta oleh klien.
Perangkat lunak server web berada di komputer server dan informasi situs web juga disimpan dengan benar di dalamnya. Seperti komputer klien, komputer server harus terhubung ke Internet agar klien dapat menggunakannya.
Ketika klien meminta sebuah halaman web, browser lebih dulu mencari alamat IP server melalui DNS. Setelah itu, browser mengirim permintaan menggunakan protokol HTTP atau HTTPS yang dibawa oleh TCP sebagai protokol transport (khusus HTTP/3 memakai QUIC di atas UDP).
Kemudian, data yang diminta oleh browser dikenal sebagai permintaan HTTP, yang kemudian dicari oleh server di komputer.
Ketika data ditemukan, server web merangkumnya dalam TCP dan mengirimkannya kembali ke browser untuk ditampilkan.
Nah, informasi yang dikirimkan dari server ke browser disebut HTTP response. Jika server tidak dapat menemukan informasi yang diminta oleh browser, server akan mengirimkan respons dengan kode status 404.
Akibatnya, browser menampilkan pesan tertentu seperti “halaman tidak ditemukan” atau “kesalahan 404” yang tak jarang kita temukan saat menjelajah internet.
Meskipun proses di atas atau cara kerja server terlihat sangat rumit, namun dalam praktik prosesnya sangat cepat.
Bahkan, seluruh proses tersebut biasanya hanya berlangsung dalam hitungan milidetik hingga beberapa detik, sehingga Anda nyaris tidak menyadarinya.
Contoh Web Server
Untuk memahami server ini lebih jauh, berikut beberapa contoh server yang dapat Anda temui:
1. Web Server Apache

Logo web server apache (Foto: questechie.com)
Seperti yang disebutkan oleh penjelasan di atas, Apache adalah salah satu server terpopuler dan paling banyak digunakan di internet.
Apache pada awalnya dikembangkan untuk mendukung penuh sistem operasi UNIX. Selain cukup mudah diimplementasikan, Apache memiliki beberapa pendukung yang menyediakan layanan lengkap seperti PHP, SSI, dan kontrol akses.
Apache sangat aman dan nyaman digunakan karena memiliki beberapa keunggulan seperti instalasi tergolong mudah dan sistem konfigurasi yang relatif sederhana. Selain itu, server ini juga dapat berjalan pada sistem operasi sumber terbuka atau tertutup.
2. Web Server Nginx
Salah satu pesaing utama Apache adalah Nginx. Berdasarkan data W3Techs per Oktober 2026, Nginx dipakai oleh sekitar 31% situs yang web server-nya terdeteksi, hanya sedikit di bawah Cloudflare dan di atas Apache. Nginx dikenal sebagai server web dengan kemampuan melayani semua jenis permintaan, termasuk permintaan dengan trafik yang sangat tinggi.
Nginx dikenal efisien dalam menangani banyak koneksi sekaligus dengan penggunaan memori yang rendah. Ia memiliki banyak keunggulan dari segi fitur, antara lain penulisan ulang URL, host virtual, akses file, proxy terbalik, kontrol akses, dan keunggulan lainnya.
3. Web Server Lighttpd
Contoh server web selanjutnya adalah web server lighttpd. Perlu Anda ketahui, pengembang Jerman telah membuat server sumber terbuka untuk mendukung sistem Linux dan Unix.
Dilihat dari kelebihannya, server ini memiliki beberapa keunggulan berdasarkan fitur tambahan yang ada. Seperti FastCGI, output compression, dan URL rewriting. Lighttpd dirancang ringan dan hemat memori, sehingga cocok untuk server dengan sumber daya terbatas.
4. Web Server Cloudflare

Logo web server cloudflare (Foto: softpedia)
Menurut data W3Techs per Oktober 2026, Cloudflare Server terdeteksi pada sekitar 32% situs yang web server-nya dapat dideteksi, sehingga menempati posisi pertama, diikuti Nginx dan Apache.
Perlu dipahami, Cloudflare bekerja sebagai reverse proxy dan CDN di depan server asal Anda, bukan web server yang Anda pasang sendiri seperti Apache atau Nginx. Keuntungannya, Cloudflare menyediakan paket dasar yang sudah mencakup fitur dasar seperti CDN dan sertifikat SSL.
Selain itu, Cloudflare juga mengutamakan keamanan situs web, terutama terhadap serangan DDoS, antara lain dengan menyembunyikan alamat IP server asal.
5. Web Server IIS
Contoh web server yang terakhir adalah IIS. IIS (Internet Information Services) adalah web server buatan Microsoft yang berjalan di sistem operasi Windows Server. Selain HTTP dan HTTPS, IIS juga mendukung protokol seperti FTP dan umum dipakai untuk menjalankan aplikasi berbasis ASP.NET.
Demikianlah artikel lengkap yang menjelaskan tentang apa itu server web, mulai dari fungsi, cara kerja, dan contohnya.
Ketika Anda mempertimbangkan untuk membuat atau mengelola website, kualitas web server adalah hal yang tidak boleh diabaikan.
Bukankah tujuan Anda membuat website tersebut adalah untuk memberi informasi dan promosi kepada calon pelanggan yang potensial?
Oleh karena itu, penting untuk menjaga website bisnis Anda dari semua permasalahan sehingga pelanggan tetap nyaman berlama-lama membaca informasi yang terdapat pada situs web. Dengan demikian, tingkat konversi atau penjualan dari bisnis Anda akan berpotensi untuk meningkat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja contoh web server yang populer?
Contohnya Apache, Nginx, Lighttpd, dan IIS (Internet Information Services) buatan Microsoft yang berjalan di Windows Server. Apache dan Nginx termasuk yang banyak dipakai di internet.
Apa yang terjadi jika halaman yang diminta browser tidak ditemukan di server?
Server mengirim respons dengan kode status 404, lalu browser menampilkan pesan seperti halaman tidak ditemukan atau kesalahan 404.
Apakah Cloudflare termasuk web server?
Tidak seperti Apache atau Nginx yang Anda pasang sendiri, Cloudflare bekerja sebagai reverse proxy dan CDN di depan server asal. Ia juga dapat membantu menyembunyikan alamat IP server asal dari serangan DDoS.
Selain mengirim halaman web, apa fungsi lain web server?
Web server juga mengatur cache, mencatat log akses, dan menerapkan pengaturan keamanan seperti autentikasi, pembatasan akses, dan HTTPS.
Referensi
- MDN Web Docs (Mozilla) (2025). What is a web server?
- IETF (RFC Editor) (2022). RFC 9110: HTTP Semantics
- W3Techs (2026). Usage Statistics and Market Share of Web Servers, October 2026
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Maintenance Website Pembaruan, keamanan, cadangan, dan pemantauan rutin supaya website Anda tetap stabil. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
SEO Content writer who loves to explore more information to give the best informational article for others. Besides writing non-fiction she also actively writes fiction works.
LinkedIn →Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



