Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

STP Marketing Adalah: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya

Alvana Noor Fariza Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 6 menit baca

Jawaban Singkat

STP marketing adalah model pemasaran tiga langkah: segmentation (membagi pasar), targeting (memilih segmen sasaran), dan positioning (membentuk persepsi produk di benak segmen).

  • Segmentasi umumnya memakai empat dasar: demografis, geografis, psikografis, dan perilaku; segmen layak dibidik bila terukur, dapat dijangkau, cukup besar, dan dapat ditindaklanjuti.
  • Dalam pemasaran digital, data analitik, media sosial, dan iklan online membuat STP lebih cepat diuji karena segmen dapat dibentuk dari perilaku nyata, bukan sekadar asumsi.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 4 sumber

Daftar Isi
  1. Apa Itu STP Marketing?
  2. 1. Segmentation (Segmentasi Pasar)
    1. a. Demografis
    2. b. Geografis
    3. c. Psikografis
    4. d. Perilaku
  3. 2. Targeting (Penentuan Target Pasar)
    1. a. Terukur
    2. b. Dapat Dijangkau
    3. c. Cukup Besar dan Berkelanjutan
    4. d. Dapat Ditindaklanjuti
    5. Strategi Targeting
    6. Ilustrasi: Mengapa Target Itu Penting
  4. 3. Positioning (Pemosisian)
  5. Peran STP dalam Pemasaran Digital
  6. Contoh Penerapan STP Marketing
  7. Kesimpulan

STP marketing adalah model pemasaran tiga langkah, yaitu segmentation (segmentasi), targeting (penentuan target), dan positioning (pemosisian). Melalui STP, bisnis membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen, memilih kelompok yang paling sesuai untuk dilayani, lalu merancang produk dan pesan pemasaran agar menempati posisi yang jelas di benak kelompok tersebut.

Prinsip dasarnya sederhana: tidak ada produk yang cocok untuk semua orang. Daripada menyebar anggaran ke seluruh pasar, STP membantu Anda menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat. Artikel ini membahas pengertian STP, penjelasan tiap langkahnya, perannya dalam pemasaran digital, dan contoh penerapannya.

Apa Itu STP Marketing?

STP adalah singkatan dari segmentation, targeting, positioning. Model ini menjadi salah satu kerangka paling dasar dalam ilmu pemasaran dan banyak dibahas dalam literatur manajemen pemasaran, antara lain oleh Philip Kotler.

Tujuan utama STP bukan sekadar menarik sebanyak mungkin pelanggan, melainkan menemukan pelanggan yang paling mungkin membutuhkan dan menghargai produk Anda. Urutannya selalu sama:

  1. Segmentation: membagi pasar yang luas menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dengan karakteristik serupa.
  2. Targeting: menilai setiap segmen dan memilih satu atau beberapa yang paling menguntungkan untuk dilayani.
  3. Positioning: menentukan bagaimana produk ingin dipersepsikan oleh segmen sasaran dibandingkan pesaing.

Ketiga langkah ini menjadi dasar untuk menyusun bauran pemasaran, mulai dari desain produk, harga, saluran distribusi, hingga isi promosi.

1. Segmentation (Segmentasi Pasar)

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen berdasarkan kesamaan karakteristik, kebutuhan, atau perilaku. Hasil segmentasi nantinya dipakai untuk menyesuaikan produk dan pesan iklan bagi tiap kelompok.

Segmentasi diperlukan karena bisnis tidak bisa menawarkan produk kepada semua orang dengan cara yang sama. Meski begitu, segmen yang terlalu kecil juga berisiko: pasarnya mungkin tidak cukup besar untuk menutup biaya pemasaran. Di sisi lain, segmen kecil atau ceruk (niche) sering menjadi titik awal yang baik bagi usaha baru. Kuncinya, segmen harus realistis untuk dilayani dan sejalan dengan tujuan bisnis.

Ada empat dasar segmentasi yang paling umum digunakan.

a. Demografis

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Status perkawinan
  • Pekerjaan
  • Pendidikan
  • Pendapatan

b. Geografis

  • Negara
  • Provinsi atau wilayah
  • Kota
  • Lingkungan tempat tinggal (perkotaan, pinggiran, pedesaan)

c. Psikografis

  • Nilai yang dianut
  • Kepribadian
  • Gaya hidup
  • Sikap
  • Minat

d. Perilaku

  • Bagaimana konsumen menggunakan produk
  • Manfaat apa yang mereka cari
  • Seberapa sering mereka membeli dan seberapa loyal mereka terhadap merek
  • Bagaimana mereka berperilaku di kanal online Anda, misalnya halaman yang dikunjungi atau produk yang dilihat

2. Targeting (Penentuan Target Pasar)

Setelah segmen terbentuk, langkah berikutnya adalah memilih segmen yang paling layak dibidik. Targeting berarti mengevaluasi peluang setiap segmen lalu memilih yang paling sesuai dengan tujuan dan kemampuan bisnis.

Godaan untuk mengejar banyak segmen sekaligus memang besar, tetapi hal itu jarang efektif, terutama bagi bisnis dengan sumber daya terbatas. Dengan memfokuskan upaya pada segmen tertentu, Anda bisa mengukur hasilnya dengan lebih jelas sebelum memperluas ke segmen lain.

Untuk menilai sebuah segmen, gunakan kriteria berikut.

a. Terukur

Apakah ukuran, perilaku, dan kebutuhan segmen dapat diketahui dengan data yang cukup jelas?

b. Dapat Dijangkau

Apakah Anda bisa berkomunikasi dengan segmen tersebut, melalui saluran pemasaran apa, seberapa sering, dan berapa biayanya?

c. Cukup Besar dan Berkelanjutan

Apakah keuntungan dari segmen ini cukup untuk menopang upaya pemasaran, dan apakah Anda bisa memberikan nilai kepada mereka secara berkelanjutan?

d. Dapat Ditindaklanjuti

Apakah bisnis Anda mampu membuat penawaran yang sesuai dengan kebutuhan segmen dan mempertahankan keunggulan dibanding pesaing?

Strategi Targeting

Setelah menilai segmen, bisnis biasanya memilih salah satu pendekatan berikut:

  • Pemasaran massal (undifferentiated): satu penawaran untuk seluruh pasar. Cocok untuk produk kebutuhan dasar yang perbedaannya kecil.
  • Pemasaran terdiferensiasi: penawaran berbeda untuk beberapa segmen sekaligus.
  • Pemasaran terkonsentrasi (niche): fokus pada satu segmen yang spesifik. Umum dipilih usaha kecil dan startup.
  • Pemasaran mikro: penawaran yang disesuaikan dengan lokasi atau individu tertentu, misalnya lewat personalisasi di kanal digital.

Ilustrasi: Mengapa Target Itu Penting

Bayangkan Anda menjual buku catatan dengan sampul menarik dan kertas tebal. Jika Anda menjualnya di depan gedung perkantoran, banyak calon pembeli mungkin tidak tertarik karena terbiasa mencatat di ponsel atau laptop. Namun, jika Anda menawarkannya kepada pelajar dan mahasiswa yang masih banyak mencatat dengan tangan, produk yang sama bisa jauh lebih laku. Produknya tidak berubah; yang berubah adalah ketepatan target.

3. Positioning (Pemosisian)

Positioning adalah upaya membentuk persepsi tentang produk di benak segmen sasaran, terutama dibandingkan dengan pesaing. Pada tahap ini Anda menyesuaikan produk dan pesan pemasaran agar menjawab kebutuhan segmen yang dipilih.

Banyak pemasar menganggap tahap ini paling menentukan. Segmen yang tepat tidak akan memberi hasil jika penawaran Anda tidak terlihat berbeda atau lebih relevan dibanding alternatif yang ada.

Beberapa alat yang membantu menentukan posisi:

  • Unique selling point (USP): keunggulan khas yang tidak dimiliki pesaing di segmen tersebut.
  • Proposisi nilai: pernyataan singkat tentang masalah pelanggan yang Anda selesaikan dan manfaat yang mereka dapatkan.
  • Peta posisi (perceptual map): diagram dua sumbu, misalnya harga dan kualitas, untuk melihat letak merek Anda dibanding pesaing menurut persepsi konsumen.
  • Pernyataan positioning: rumusan internal seperti “Untuk [segmen], [merek] adalah [kategori] yang [manfaat utama], karena [alasan untuk percaya].”

Dengan memetakan pesaing di segmen yang sama, Anda dapat melihat celah yang belum diisi dan memastikan USP Anda benar-benar relevan.

Peran STP dalam Pemasaran Digital

Pemasaran digital membuat penerapan STP lebih cepat dan terukur. Data dari analitik website, media sosial, dan iklan online memungkinkan Anda membentuk segmen berdasarkan perilaku nyata, bukan hanya asumsi.

Beberapa keuntungan STP di kanal digital:

  • Eksperimen lebih cepat. Anda bisa menguji pesan yang berbeda untuk beberapa segmen dan melihat responsnya dalam hitungan hari.
  • Segmen kecil tetap layak diuji. Biaya masuk iklan digital relatif fleksibel, sehingga segmen yang dulu dianggap terlalu kecil bisa dicoba dan ternyata menguntungkan.
  • Penargetan lebih presisi. Platform iklan menyediakan opsi penargetan berdasarkan demografi, minat, lokasi, dan perilaku.
  • Positioning terlihat di hasil pencarian. Kata kunci yang dipakai segmen sasaran saat mencari solusi membantu Anda menyusun konten dan halaman website yang relevan bagi mereka.

STP juga berkaitan erat dengan sales funnel: segmen dan posisi yang jelas memudahkan Anda menyusun pesan yang tepat di setiap tahap perjalanan pelanggan. Meski begitu, prinsipnya tetap sama dengan pemasaran tradisional: segmen harus berbasis data, realistis, dan menguntungkan.

Contoh Penerapan STP Marketing

Berikut ilustrasi penerapan STP pada sebuah kedai kopi baru di kota pelajar.

Segmentation. Pemilik membagi calon pelanggan di sekitar lokasi menjadi beberapa kelompok: mahasiswa yang mencari tempat belajar, pekerja kantoran yang membutuhkan kopi cepat di pagi hari, dan keluarga yang berkunjung di akhir pekan.

Targeting. Setelah menilai ukuran, daya beli, dan kedekatan lokasi, pemilik memilih mahasiswa sebagai segmen utama. Jumlahnya besar, mereka datang hampir setiap hari, dan mudah dijangkau melalui media sosial serta komunitas kampus.

Positioning. Kedai diposisikan sebagai “tempat belajar yang nyaman dengan harga ramah kantong”. Penawarannya disesuaikan: Wi-Fi stabil, banyak stopkontak, jam buka hingga malam, dan paket hemat untuk pelajar. Pesan promosinya menekankan kenyamanan belajar, bukan sekadar rasa kopi.

Dari contoh ini terlihat bahwa STP tidak hanya memengaruhi iklan, tetapi juga produk, harga, dan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

Kesimpulan

STP marketing adalah model pemasaran yang terdiri dari segmentation, targeting, dan positioning. Segmentasi membagi pasar menjadi kelompok yang lebih kecil, targeting memilih kelompok yang paling layak dilayani, dan positioning membentuk persepsi produk di benak kelompok tersebut.

Model ini dapat digunakan oleh perusahaan besar untuk menemukan segmen yang menguntungkan maupun oleh startup dan usaha kecil untuk menemukan ceruk sebagai jalur pertumbuhan. Dalam pemasaran digital, data membuat setiap langkah STP lebih cepat diuji dan diperbaiki.

Setelah segmen dan posisi bisnis Anda jelas, langkah berikutnya adalah memastikan segmen tersebut dapat menemukan Anda di mesin pencari. Sitespirit menyediakan jasa SEO mulai dari riset kata kunci hingga optimasi konten. Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

STP singkatan dari apa dalam pemasaran?

STP singkatan dari segmentation, targeting, positioning. Model ini banyak dibahas dalam literatur manajemen pemasaran, antara lain oleh Philip Kotler, dengan urutan tetap: segmentasi, penentuan target, lalu pemosisian.

Apa saja dasar segmentasi pasar?

Empat dasar yang paling umum adalah demografis (usia, pekerjaan, pendapatan), geografis (wilayah dan kota), psikografis (gaya hidup, minat, nilai), dan perilaku (cara memakai produk dan loyalitas merek).

Apa saja strategi targeting dalam STP?

Ada pemasaran massal, terdiferensiasi, terkonsentrasi (niche), dan mikro. Pendekatan niche umum dipilih usaha kecil dan startup karena fokus pada satu segmen yang spesifik.

Apa itu USP dalam tahap positioning?

USP (unique selling point) adalah keunggulan khas yang tidak dimiliki pesaing di segmen sasaran. Bersama proposisi nilai dan peta posisi, USP membantu menentukan bagaimana produk ingin dipersepsikan.

Referensi

  1. OpenStax, Principles of Marketing (Albrecht, Green, Hoffman) (2023). 5.1 Market Segmentation and Consumer Markets
  2. OpenStax, Principles of Marketing (Albrecht, Green, Hoffman) (2023). 5.5 Selecting Target Markets
  3. OpenStax, Principles of Marketing (Albrecht, Green, Hoffman) (2023). 5.6 Product Positioning
  4. Google Ads Help (2026). About audience segments

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Alvana Noor Fariza

Ditulis oleh

Alvana Noor Fariza

Working as a quality management system that makes me have experience in developing working system and influence employees with my idea to carry out their work of the highest quality in company.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.