Jawaban Singkat
Botnet adalah jaringan bot, yaitu komputer atau perangkat yang terinfeksi malware, terhubung lewat internet, dan dikendalikan dari jarak jauh oleh pelaku yang disebut botmaster.
- Botnet dipakai untuk serangan DDoS, brute force, phishing, dan spam, dengan dampak pencurian data pribadi, pengintaian perangkat, instalasi aplikasi berbahaya, dan penyebaran malware.
- Pencegahannya meliputi kata sandi panjang dan unik, antivirus, pembaruan sistem operasi, kewaspadaan pada tautan dan lampiran email, serta autentikasi dua faktor (2FA).
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Bagi orang yang telah mengenal dunia jaringan komputer dan internet tentu tidak akan asing dengan botnet. Namun, beberapa orang yang awam mungkin masih asing dengan istilah tersebut.
Banyak hal-hal yang perlu diketahui mengenai botnet, karena akan sangat memengaruhi berjalannya suatu perangkat.
Perangkat yang terkena hal tersebut akan mengalami penurunan fungsi dan keamanannya. Simak artikel dari SiteSpirit berikut untuk lebih paham mengenai botnet!
Apa itu Botnet?
Botnet merupakan istilah yang diambil dari kata “robot” dan “network”. Botnet adalah kumpulan program yang terhubung satu sama lain melalui jaringan internet dan dikendalikan oleh pihak tertentu.
Dapat dipahami juga bahwa hal tersebut berarti sekumpulan bot yang dirancang untuk dapat dijalankan dari jarak jauh secara otomatis pada sebuah jaringan.
Menurut glosarium NIST, botnet terbentuk ketika pelaku menembus keamanan banyak komputer pengguna, mengambil alih kendalinya, lalu mengorganisasikan komputer yang terinfeksi itu menjadi jaringan bot yang dapat dikelola dari jarak jauh.
Pada umumnya, hal tersebut digunakan untuk mengirimkan surat elektronik secara spam, sebagai fitur keamanan pada kanal IRC dan berpartisipasi dalam serangan DDoS.
Cara kerja dari botnet adalah, pelaku mengumpulkan bot sebanyak-banyaknya yang kemudian digabungkan menjadi jaringan bot.
Dari komputer yang terinfeksi malware dan dikendalikan oleh botmaster tersebutlah bot dibentuk.
Apabila sebuah komputer telah terinfeksi oleh jaringan bot itu, perintah apapun yang keluar dari botmaster akan dijalankan oleh komputer tersebut.
Dampak Negatif dari Botnet
Berikut adalah dampak yang akan terjadi pada perangkat apabila berhasil diinfeksi oleh botnet:
1. Data Pribadi Dicuri
Botnet dapat melihat seluruh file yang ada pada perangkat. Hal tersebut mengakibatkan informasi dapat dengan mudah didapatkan.
Data informasi pribadi yang diambil biasanya berupa password atau informasi rahasia lainnya.
2. Terjadinya Pengintaian
Perangkat akan diambil alih dan dengan mudah diintai segala aktivitasnya. Hal tersebut terjadi karena jaringan bot yang menyerang mendapat akses ke segala perangkat pribadi.
3. Install Aplikasi yang Tidak Aman
Akses pada perangkat telah dimiliki oleh botnet, sehingga hacker akan dengan mudah menginstal aplikasi. Bahkan, aplikasi yang di instal pun juga telah terinfeksi di dalam jaringan.
4. Perangkat Lain Terinfeksi
Perangkat yang telah terinfeksi akan menyebarkan malware ke perangkat lain. Hal itu dilakukan dengan pemindaian jaringan untuk menemukan perangkat yang rentan dengan perangkat lain.
Jenis-Jenis Botnet
Berdasarkan cara botmaster mengendalikan perangkat yang terinfeksi, botnet umumnya dibagi menjadi beberapa jenis berikut:
1. Botnet Terpusat (Client-Server)
Pada model ini, setiap bot terhubung ke satu server pusat yang disebut command and control (C&C). Dulu, server C&C banyak memakai kanal IRC, sementara botnet modern umumnya memakai protokol web seperti HTTP/HTTPS agar lalu lintasnya tampak normal.
Model terpusat mudah dikendalikan, tetapi memiliki titik lemah: jika server C&C berhasil dilumpuhkan, seluruh jaringan bot ikut terputus.
2. Botnet Peer-to-Peer (P2P)
Botnet P2P tidak bergantung pada satu server pusat. Setiap bot dapat menerima dan meneruskan perintah ke bot lain, sehingga jaringan ini lebih sulit dilacak dan dimatikan.
3. Botnet IoT
Jenis ini menyasar perangkat Internet of Things seperti router, kamera CCTV berbasis IP, dan perekam video digital (DVR) yang masih memakai kata sandi bawaan atau jarang diperbarui. Contoh terkenalnya adalah Mirai, yang pada akhir 2016 dipakai untuk melancarkan serangan DDoS berskala sangat besar.
Jenis Serangan Botnet
Setelah terbentuk, botnet biasanya dimanfaatkan untuk melancarkan serangan berikut:
1. Brute Force Attack
Metode peretasan brute force attack ini adalah dengan menggunakan metode trial and error untuk mendapatkan akses login dan kunci enkripsi.
Serangan ini berjalan dengan menerobos secara paksa akun web. Cara ini dilakukan untuk mengambil password pengguna dan mengakses data di dalamnya.
2. DDoS attack
DDoS atau Distributed Denial of Service adalah serangan siber yang mengirimkan traffic palsu pada suatu server secara terus menerus.
Tujuan dari serangan ini adalah agar server tidak mampu untuk ditangani semua traffic, sehingga menyebabkan sistem tersebut menjadi down.
DDoS ini memiliki beberapa tanda, yaitu peningkatan traffic yang tiba-tiba dan tidak wajar dari banyak alamat IP, situs atau server menjadi sangat lambat hingga tidak bisa diakses, serta lonjakan permintaan ke satu halaman atau endpoint tertentu.
3. Phishing
Phishing adalah penyalahgunaan data untuk mengelabui korban dengan melakukan tindak penipuan yang terlihat normal.
Pelaku membuat alur serangan dengan menyamar menjadi pihak atau organisasi tepercaya.
Pada umumnya, alur dari phishing ini melibatkan campaign spam dengan skala besar untuk mencuri informasi akun pengguna.
Contoh Kasus Botnet
Berikut adalah contoh dari beberapa kasus botnet:
1. BotenaGo
BotenaGo adalah malware botnet yang ditemukan peneliti keamanan AT&T Alien Labs pada akhir 2021. Botnet ini berpotensi menyerang jutaan router dan perangkat IoT yang belum ditambal.
BotenaGo ditulis dengan bahasa pemrograman Go dan memanfaatkan puluhan celah keamanan (exploit) untuk menginfeksi router serta perangkat IoT, lalu menunggu perintah dari server pengendalinya.
Pada kasus BotenaGo ini hanya ada 6 dari 62 antivirus di VirusTotal yang menandai sampel berbahaya dan beberapa teridentifikasi sebagai Mirai.
2. KashmirBlack
Jaringan bot KashmirBlack ini dijalankan dari Indonesia dan telah menyerang situs web yang memakai CMS populer seperti Joomla, Drupal, dan WordPress.
Botnet ini menginfeksi situs web yang rentan, lalu memanfaatkan servernya untuk menambang cryptocurrency dan mengalihkan pengunjung ke halaman spam.
Setelah diteliti, jaringan bot tersebut merupakan hasil dari hacker bernama “Exect1337” yang merupakan salah satu anggota kru peretas Indonesia PhantomGhost.
3. Zloader
Botnet Zloader ini dibuat untuk mendistribusikan ransomware. Tujuan awal dibuatnya Zloader ini adalah untuk pencurian harta, yaitu dengan mencuri ID login akun, kata sandi, dan informasi lainnya untuk mengambil uang dari korban.
Zloader juga menambahkan beberapa komponen untuk mematikan perangkat lunak keamanan dan antivirus.
4. Satori
Satori adalah botnet IoT turunan kode Mirai yang dikembangkan oleh Kenneth Schuchman bersama beberapa rekannya. Botnet ini dan berbagai variannya menginfeksi ratusan ribu perangkat seperti router, kamera pengawas, dan DVR.
Schuchman mengklaim lebih dari 32 ribu perangkat yang terinfeksi berasal dari satu penyedia layanan internet besar, dan botnet-nya mampu melancarkan serangan DDoS hingga 1 Tbps.
Cara Mengatasi Botnet
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi botnet:
1. Kombinasi Password yang Kuat
Kombinasi password yang sederhana akan lebih mudah ditebak oleh sistem. Salah satu cara menghindari serangan password adalah menggunakan password yang panjang, acak, dan berbeda untuk setiap akun.
Pedoman autentikasi NIST saat ini lebih mengutamakan panjang daripada kerumitan: kata sandi yang menjadi satu-satunya faktor autentikasi minimal 15 karakter, misalnya berupa frasa sandi (passphrase) yang terdiri atas beberapa kata acak. Agar tidak kesulitan mengingatnya, simpan semua password di password manager.
2. Gunakan Antivirus Terbaik
Antivirus merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan siber. Demi menjaga keamanan data pada perangkat, menginstall software antivirus pada perangkat menjadi hal yang penting.
Namun, tak semua software antivirus terpercaya. Oleh karena itu, instal antivirus yang terbaik agar dapat membantu perangkat dalam mengatasi berbagai jenis malware.
3. Hindari Klik Link Sembarangan pada Email
Ketika terdapat email masuk, pastikan untuk tidak mengklik link sembarangan. Link tersebut dapat mengandung malware yang berpotensi untuk menyerang perangkat.
Selain itu, pastikan untuk selalu mengecek pengirim email agar perangkat tetap aman.
4. Lakukan Update Operating System
Ketika operating system merilis update terbaru, hal tersebut berarti tanda bahwa perangkat membutuhkan peningkatan sistem keamanan.
Jadi, pastikan untuk segera update operating system secara berkala agar perangkat tetap dalam keadaan aman.
5. Waspada dalam Membuka Email Attachments
Ketika menerima email, cek nama pengirim sebelum mengklik link atau attachment yang terdapat dalam pesan tersebut.
Hal itu sangat penting, karena kejahatan siber banyak bermula dari pesan random yang dikirim kepada korban.
6. Penggunaan 2FA
Selain menggunakan password, tingkat keamanan juga bisa ditambahkan dengan menggunakan two-factor authentication (2FA).
Jenis 2FA dapat berupa PIN, kode OTP yang dikirimkan melalui pesan, email verification, atau fingerprint. Dengan menerapkan 2FA ini, tingkat keamanan akan lebih baik.
Itulah dia penjelasan lengkap mengenai apa itu botnet, mulai dari jenis, dampak, hingga cara mengatasinya.
Dengan membaca pembahasan di atas, diharapkan Anda akan semakin paham dan peduli terhadap perangkat pribadi.
Keamanan adalah aspek yang paling penting untuk diperhatikan pada website bisnis, terutama pada situs yang memerlukan data rahasia seperti aktivitas login dan pendaftaran akun menggunakan informasi pribadi.
Tentu saja pelanggan tidak akan mempercayai website Anda jika Google melabelinya dengan ‘Not Secure’. Sebab, website dengan tingkat keamanan rendah akan berpotensi mendapatkan serangan cyber seperti hacking, phishing, spamming, atau beberapa serangan lainnya.
Dengan memelihara website secara rutin, Anda dapat meminimalisir kejahatan cyber dan memastikan situs tersebut aman untuk pengguna maupun pemilik website. Konsultasikan kebutuhan Anda!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara kerja botnet?
Pelaku menginfeksi banyak komputer dengan malware dan mengambil alih kendalinya, lalu menggabungkannya menjadi jaringan bot. Komputer yang terinfeksi menjalankan perintah apa pun yang dikirim botmaster.
Apa perbedaan botnet terpusat dan peer-to-peer?
Botnet terpusat menghubungkan setiap bot ke satu server command and control, sehingga mudah dikendalikan tetapi terputus bila server itu dilumpuhkan. Botnet P2P tidak punya server pusat sehingga lebih sulit dilacak dan dimatikan.
Apa contoh botnet yang menyerang perangkat IoT?
Mirai adalah contoh terkenal. Botnet ini menyasar router, kamera CCTV berbasis IP, dan DVR yang masih memakai kata sandi bawaan atau jarang diperbarui, lalu dipakai untuk serangan DDoS berskala sangat besar pada akhir 2016.
Bagaimana cara melindungi perangkat dari botnet?
Gunakan kata sandi panjang yang berbeda untuk tiap akun, aktifkan 2FA, perbarui sistem operasi, pasang antivirus, dan jangan mengklik tautan atau lampiran email dari pengirim yang tidak jelas.
Referensi
- NIST Computer Security Resource Center (2026). botnet (Glossary)
- USENIX Security Symposium (2017). Understanding the Mirai Botnet
- NIST (2025). NIST SP 800-63B-4: Digital Identity Guidelines, Authentication and Authenticator Management
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Maintenance Website Pembaruan, keamanan, cadangan, dan pemantauan rutin supaya website Anda tetap stabil. Lihat layanan →
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
An undergraduate Indonesian Language and Literature student who loves to write.
LinkedIn →Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



