Dapatkan penawaran menarik sekarang
Sitespirit
Sitespirit

Pengertian WooCommerce dan Panduan Lengkap Membuat Toko Online

Amalia Ageng Harvianti Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Diperbarui: 7 menit baca

Jawaban Singkat

WooCommerce adalah plugin WordPress open source yang mengubah situs WordPress menjadi toko online, dengan keranjang belanja, checkout, pengelolaan produk dan pesanan, serta pembayaran.

  • WooCommerce hanya berjalan di atas WordPress. WordPress adalah CMS untuk membuat website, sedangkan WooCommerce adalah plugin tambahan yang membuat website tersebut bisa berjualan.
  • WooCommerce menyediakan empat tipe produk bawaan: simple, variable, grouped, dan external atau affiliate. Model seperti langganan dan bundle memerlukan ekstensi tambahan.

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber

Daftar Isi
  1. Apa Itu WooCommerce?
  2. Apa Bedanya WordPress dan WooCommerce?
  3. Jenis Produk di WooCommerce WordPress
  4. Langkah-Langkah Pembuatan Website Online dengan WooCommerce
  5. Persyaratan Teknis Menjalankan WooCommerce
  6. Kelebihan WooCommerce
    1. 1. Memiliki fitur lengkap dan unggulan
    2. 2. Mobile friendly
    3. 3. Keamanan dapat diperkuat
    4. 4. Mudah dikustomisasi
    5. 5. Memfasilitasi berbagai produk
    6. 6. Dapat mengukur performa toko
  7. Kekurangan WooCommerce
    1. 1. Memerlukan plugin tambahan
    2. 2. Mengoptimalkan performa
    3. 3. Mengeluarkan biaya pemeliharaan
    4. 4. Terbatas pada WordPress
  8. Kesimpulan

Saat ini, banyak toko online yang memanfaatkan WooCommerce sebagai salah satu langkah dan strategi marketing untuk bisnisnya.

Selain karena lebih fleksibel, WooCommerce memungkinkan toko online untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Artikel ini akan membahas pengertian dan panduan lengkap terkait seluk beluk WooCommerce dan penerapannya dalam membuat website toko online.

Apa Itu WooCommerce?

WooCommerce adalah plugin WordPress open source yang mengubah situs WordPress menjadi toko online. Plugin ini menyediakan keranjang belanja, halaman checkout, pengelolaan produk dan pesanan, metode pembayaran, pengiriman, serta laporan penjualan, dan dapat diperluas dengan ekstensi sesuai kebutuhan bisnis. Karena berjalan di atas situs WordPress milik Anda sendiri, Anda tetap memegang kendali atas situs, kode, dan datanya.

Dengan WooCommerce, efisiensi dan efektivitas bisnis online semakin baik. Hal itu karena banyak fitur menarik yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna.

Fitur yang dapat ditemui di WooCommerce untuk menyokong kebutuhan toko online diantaranya adalah keranjang belanja, payment, laporan, manajemen produk, analitik performa toko, dan lainnya.

Menariknya lagi, Anda dapat mengakses plugin ini dengan cepat, mudah, dan tanpa dipungut biaya.

Fleksibilitas plugin memungkinkan Anda untuk menyesuaikan e-commerce dengan preferensi bisnis Anda. Sehingga, tidak hanya menarik dari segi fungsional tapi juga estetika.

Kustomisasi dan integrasinya yang dapat digunakan pengguna dengan mudah disebabkan karena plugin WooCommerce yang menjadi bagian dari WordPress yang tentu mengikuti prinsip open source.

Karena itulah pengguna memiliki kebebasan penuh dalam mengelola website online dan dalam mengakses berbagai fitur.

Apa Bedanya WordPress dan WooCommerce?

WordPress adalah sistem pengelola konten (CMS) untuk membuat dan mengelola website, sedangkan WooCommerce adalah plugin yang ditambahkan ke WordPress agar website tersebut bisa berjualan. Tanpa WordPress, WooCommerce tidak dapat berjalan. Sebaliknya, WordPress tetap bisa dipakai sebagai blog, company profile, atau website lain yang tidak menjual produk.

Karena itu, memilih WooCommerce berarti juga memilih WordPress sebagai fondasi website toko online Anda. Jika Anda belum memiliki website, mulailah dari WordPress, lalu pasang WooCommerce. Panduan lengkapnya ada di artikel cara membuat website toko online di WordPress.

Jenis Produk di WooCommerce WordPress

Jenis WooCommerce produk fisik

Ilustrasi Contoh Produk Fisik (Sumber: Pexels)

Secara bawaan, WooCommerce menyediakan empat tipe produk berikut:

  • Simple Products, hanya menjual satu barang tanpa variasi warna dan ukuran.

  • Variable Products, yang memiliki banyak variasi dan atribut seperti ukuran baju S, M, L, dan XL atau warna, jenis, dan sebagainya.

  • Grouped Products, kumpulan beberapa produk sederhana yang saling terkait dan ditampilkan dalam satu halaman sehingga dapat dibeli bersama, misalnya satu set peralatan dapur yang tiap itemnya tetap bisa dibeli terpisah.

  • External/ Affiliate Products, produk yang ditampilkan di toko Anda tetapi dijual di website lain. Tombolnya tidak menambahkan produk ke keranjang, melainkan mengarahkan pengunjung ke situs penjual (teks tombol dapat diatur, misalnya “Beli di Toko Mitra”). Di luar tipe bawaan tersebut, WooCommerce dapat dipakai untuk menjual berbagai jenis barang dan jasa. Produk digital memanfaatkan opsi virtual dan downloadable pada pengaturan produk, sedangkan beberapa model penjualan memerlukan ekstensi tambahan.

  • Produk Fisik, yang secara material dapat digenggam dan dikirim oleh penjual pada pembeli, seperti mainan, pakaian, dan peralatan rumah tangga.

  • Produk Digital, yang berupa barang digital yang dapat diunduh, seperti e-book, foto, dan template desain.

  • Layanan, yang memberikan penyediaan jasa, seperti layanan konsultasi, pemesanan hotel, jasa renovasi.

  • Langganan, yang merujuk pada penjualan dengan pembayaran atau akses berulang, seperti kursus online. Model ini memerlukan ekstensi berbayar seperti WooCommerce Subscriptions.

  • Produk Bundle, yang menjual beberapa barang dalam satu paket dan biasa dimanfaatkan untuk keperluan promosi atau untuk paket hemat. Fitur ini memerlukan ekstensi seperti WooCommerce Product Bundles.

Langkah-Langkah Pembuatan Website Online dengan WooCommerce

Sebelum memakai plugin ini untuk bisnis Anda, Anda perlu memahami beberapa langkah berikut untuk memulai toko online Anda.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti untuk membuat website online dengan WooCommerce:

langkah-langkah pembuatan website toko online dengan WooCommerce

Ilustrasi Langkah Pembuatan Website Toko Online (Sumber: WooCommerce)

  1. Login ke dashboard admin WordPress dengan nama domain website yang ditambahkan /wp-admin. Lalu klik Login
  2. Pilih menu Plugin pada sidebar lalu klik Add New Plugin
  3. Kemudian ketik kata ‘WooCommerce’ pada kolom pencarian
  4. Pilih plugin WooCommerce dan klik Install
  5. Setelah instalasi selesai, klik Activate Plugin
  6. Jika sudah mengaktifkannya, refresh web page dan klik pada menu Siapkan Toko Saya
  7. Lalu wujudkan dan sesuaikan setting WooCommerce plugin ini dengan bisnis Anda seperti memilih tema toko online, menambahkan produk, mengatur metode pembayaran, menentukan penggunaan pajak penjualan (opsional), dan menggunakan ekstensi yang tersedia untuk mengembangkan bisnis.

Baca Juga: 6 Cara Membuat WordPress untuk Pemula, Mudah!

Persyaratan Teknis Menjalankan WooCommerce

Agar toko berjalan stabil, hosting dan server perlu memenuhi persyaratan WooCommerce, antara lain:

  • versi WordPress, PHP, dan MySQL atau MariaDB yang masih didukung (cek versi minimum terbaru di dokumentasi resmi);
  • batas memori PHP sedikitnya 256 MB;
  • dukungan HTTPS atau SSL, penting karena toko menerima data pelanggan dan transaksi.

Penyedia hosting yang baik biasanya sudah memenuhi syarat tersebut. Bila Anda masih memilih layanan, pelajari dulu tips memilih web hosting sebelum memasang WooCommerce.

Kelebihan WooCommerce

1. Memiliki fitur lengkap dan unggulan

Fitur yang dapat dipergunakan diantaranya mencakup laporan penjualan, pengiriman, keranjang belanja, payment gateway, dan lain sebagainya.

Untuk memantau conversion rate, yaitu persentase pengunjung yang akhirnya membeli, WooCommerce umumnya perlu dihubungkan dengan Google Analytics 4 atau ekstensi analitik tambahan, karena laporan bawaannya berfokus pada data penjualan dan pesanan.

Baca Juga: Conversion Rate Optimization (CRO) adalah

2. Mobile friendly

Kelebihan WooCommerce yang mobile friendly

Ilustrasi Website Toko Online yang Mobile Friendly (Sumber: Pexels)

Penggunaan gadget yang lebih umum digunakan di mana saja dan kapan saja tentu membuat masyarakat lebih sering mengunjungi suatu website melalui handphone.

Dengan tema yang responsif, toko WooCommerce yang mobile friendly memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penjual maupun pelanggan dalam mengakses web e-commerce di mana pun hanya dengan mengandalkan jaringan internet.

3. Keamanan dapat diperkuat

Keamanan toko online sangat penting, mengingat WooCommerce menyimpan data penting seperti data pelanggan, data penjualan, dan informasi produk di database WordPress.

WooCommerce sendiri rutin mendapatkan pembaruan keamanan. Namun, tingkat keamanan toko tetap bergantung pada kualitas hosting, kedisiplinan memperbarui WordPress, tema, dan plugin, penggunaan SSL, serta plugin keamanan dan backup rutin.

4. Mudah dikustomisasi

Selain memiliki fitur yang menarik dan lengkap, plugin ini dapat dikustomisasi dengan mudah tanpa perlu kemampuan coding.

Diantara kustomisasi extension yang sangat banyak jumlahnya untuk penjual adalah live chat, shipping, pembayaran, dan masih banyak lagi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penjual.

Lebih menariknya lagi, penjual diberikan kebebasan untuk menyesuaikan situs web toko online dengan AJAX yang memungkinkan web page menampilkan data baru tanpa menunggu reload halaman dahulu.

5. Memfasilitasi berbagai produk

WooCommerce yang dikenal dengan fleksibilitasnya ini memiliki fitur yang memungkinkan penjual untuk mengkategorikan produknya.

Selain itu, tersedia banyak pilihan tema WordPress yang kompatibel dengan WooCommerce dan dapat disesuaikan dengan jenis usaha, seperti hotel, makanan, dan lainnya.

6. Dapat mengukur performa toko

Ini merupakan fungsi dari salah satu fiturnya yakni analytics yang dapat menampilkan statistik data penjualan, besaran barang yang terjual, dan lainnya pada penjual.

Dengan kemudahan untuk mendapatkan data statistik pelanggan, tentu penjual dapat mengukur performa toko dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menentukan strategi marketing terbaik untuk bisnis.

Kekurangan WooCommerce

1. Memerlukan plugin tambahan

Plugin tambahan yang diperlukan ketika pengguna menambahkan fitur-fitur tertentu memungkinkan pengguna harus mengeluarkan lebih banyak biaya.

2. Mengoptimalkan performa

WooCommerce perlu dioptimalkan agar tetap berjalan dengan efisien, karena banyaknya plugin yang dijalankan dan value traffic yang meningkat dapat membuat situs menjadi lambat.

3. Mengeluarkan biaya pemeliharaan

Dalam menjaga efektivitas dan kelancaran toko online pengguna perlu menggelontorkan sejumlah uang untuk hosting, tema, extension, dan keamanan.

4. Terbatas pada WordPress

Karena WooCommerce merupakan plugin yang hanya dapat beroperasi pada WordPress, sehingga hanya pengguna WordPress yang dapat menggunakannya. Jika Anda mencari platform toko online lain, pelajari Shopify sebagai pembanding.

Kesimpulan

WooCommerce merupakan plugin WordPress yang dapat membantu meningkatkan performa bisnis Anda dengan membuat toko online Anda sendiri.

Anda hanya perlu memanfaatkan berbagai fiturnya dengan tepat untuk memastikan toko online berjalan efisien dan efektif.

Namun, Anda tidak perlu khawatir jika menjumpai kesulitan dalam penggunaannya. Karena Sitespirit hadir dengan layanan jasa pembuatan website.

Dengan memberikan layanan yang berkualitas dan menyeluruh kepada klien, kami siap untuk mendukung bisnis Anda tetap unggul di tengah digitalisasi. Jika Anda tertarik dengan layanan kami, silakan menghubungi kontak Sitespirit untuk dapatkan penawaran menarik!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah WooCommerce bisa dipakai tanpa WordPress?

Tidak bisa. WooCommerce adalah plugin yang hanya berjalan di WordPress, sehingga memilih WooCommerce berarti memilih WordPress sebagai fondasi toko online. WordPress sendiri tetap bisa dipakai untuk blog atau company profile.

Apa saja tipe produk bawaan WooCommerce?

Ada empat: simple products untuk satu barang tanpa variasi, variable products untuk produk dengan variasi seperti ukuran atau warna, grouped products untuk beberapa produk terkait, dan external atau affiliate products yang dijual di website lain.

Bagaimana cara memasang WooCommerce di WordPress?

Masuk ke dashboard admin WordPress, buka menu Plugin lalu Add New Plugin, cari WooCommerce, dan klik Install lalu Activate Plugin. Setelah itu pilih Siapkan Toko Saya untuk mengatur tema, produk, dan metode pembayaran.

Apa persyaratan teknis untuk menjalankan WooCommerce?

Dibutuhkan versi WordPress, PHP, dan MySQL atau MariaDB yang masih didukung, batas memori PHP sedikitnya 256 MB, serta HTTPS atau SSL. Cek versi minimum terbaru di dokumentasi resmi WooCommerce.

Referensi

  1. WooCommerce (2026). Adding and Managing Products Documentation
  2. WordPress.org Plugin Directory (2026). WooCommerce
  3. WooCommerce (2026). WooCommerce Server Requirements

Layanan Sitespirit yang Berkaitan

Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.

Amalia Ageng Harvianti

Ditulis oleh

Amalia Ageng Harvianti

I am a writer with experience in content writing and cinematography. After completing my internship as a content writer, I developed my SEO skills to create interesting and effective content. In addition, I have experience writing film scripts and fiction works, including short stories and short films.

LinkedIn →

Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada

Informasi Terkait

ARTIKEL LAINNYA

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.