Jawaban Singkat
Scrum adalah kerangka kerja agile yang membantu tim bekerja sama mengembangkan produk, terutama software, dalam siklus pendek bernama sprint dengan umpan balik berkala.
- Tim Scrum terdiri dari tiga peran: Product Owner yang memprioritaskan Product Backlog, Developers yang mengerjakan item hingga menjadi Increment, dan Scrum Master yang memfasilitasi proses.
- Alur Scrum: Sprint Planning, Sprint (maksimal satu bulan), Daily Scrum 15 menit, Sprint Review, lalu Sprint Retrospective; kekurangannya, tim butuh waktu beradaptasi dan pengalaman.
Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani Didukung 3 sumber
Daftar Isi
Perkembangan teknologi semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu contoh pemanfaatannya adalah penggunaan website maupun software dalam membantu pemasaran bisnis maupun menunjang kelancaran aktivitas perusahaan.
Perusahaan-perusahaan besar banyak menggunakan metode agile dalam mengembangkan software ataupun proyek lainnya. Di mana metode agile memiliki beragam jenis yang dapat Anda gunakan, salah satunya adalah metode scrum.
Metode ini berguna untuk meningkatkan efektivitas suatu proyek yang lebih jelas dan terstruktur. Lantas bagaimana penggunaan dan peran metode scrum dalam menunjang suatu projek? Simak selengkapnya pada artikel ini.
Apa Itu Metode Scrum?
Metode scrum adalah kerangka kerja yang membantu suatu tim untuk bekerja sama dalam pelaksanaan suatu proyek maupun pengembangan software. Kerangka kerja seperti ini meningkatkan kemudahan dalam kolaborasi dengan tim pada suatu pekerjaan.
Perlu diketahui, Scrum tidak mengenal peran project manager. Tanggung jawab yang biasanya dipegang manajer proyek dibagi ke tiga peran, yaitu Product Owner, Scrum Master, dan Developers, yang bekerja sama sebagai satu tim Scrum. Jadi, metode scrum adalah suatu kerangka yang dapat mempermudah tim dalam beradaptasi, bekerja dengan cepat, fleksibel, dan efektif. Dengan metode ini dapat memberikan penilaian selama pengembangan proyek berlangsung.
Dengan ini, project management akan terbantu karena dapat memenuhi kebutuhan pelanggan melalui lingkungan (perangkat lunak scrum) yang transparan dalam komunikasi, tanggung jawab bersama, dan kemajuan di masa mendatang.
Tahapan Metode Scrum

Metode Scrum terdiri dari beberapa tahapan yang membantu dalam mengorganisir dan mengelola pengembangan perangkat lunak dengan cara yang terstruktur dan terukur. Selain penyusunan Product Backlog, tahapan berikut merupakan acara (event) resmi dalam Scrum, masing-masing dengan batas waktu (timebox) yang ditetapkan dalam Scrum Guide. Berikut adalah tahapan-tahapan utama dalam metode Scrum:
1. Product Backlog
Tahapan pertama dalam Scrum adalah membuat Product Backlog. Product Backlog merupakan daftar seluruh kebutuhan, fitur, dan perbaikan yang harus dilakukan pada produk. Daftar ini disusun berdasarkan prioritas, dan dapat berubah selama proyek berlangsung dengan adanya umpan balik dari pemangku kepentingan.
Product Backlog perlu dirapikan secara berkala melalui backlog refinement (dulu sering disebut backlog grooming). Ini bukan acara resmi Scrum, melainkan aktivitas berkelanjutan di mana Product Owner dan Developers memecah, memperjelas, dan memperkirakan item backlog agar siap dikerjakan pada sprint berikutnya.
2. Sprint Planning
Setelah Product Backlog disusun, tim melakukan Sprint Planning. Menurut Scrum Guide, durasi pertemuan ini maksimal delapan jam untuk sprint satu bulan, dan biasanya lebih singkat untuk sprint yang lebih pendek. Selama Sprint Planning, tim memilih item dari Product Backlog yang akan diambil untuk diimplementasikan dalam sprint berikutnya. Mereka juga menetapkan tujuan sprint yang jelas.
3. Sprint
Sprint adalah periode waktu tetap di mana tim bekerja untuk menyelesaikan item-item yang dipilih dalam Sprint Planning. Durasi sprint maksimal satu bulan dan dalam praktiknya biasanya berkisar antara satu hingga empat minggu, tergantung pada kompleksitas dan skala proyek. Tim berfokus sepenuhnya pada pekerjaan yang telah dipilih selama sprint ini.
4. Daily Scrum
Setiap hari selama Sprint, tim melakukan Daily Scrum. Ini adalah pertemuan pendek selama 15 menit yang diadakan pada waktu dan tempat yang sama setiap hari. Developers memeriksa kemajuan menuju tujuan sprint dan menyesuaikan rencana kerja. Format yang banyak dipakai adalah membahas apa yang telah dikerjakan sejak pertemuan sebelumnya, apa yang akan dikerjakan selanjutnya, dan apakah ada hambatan.
5. Sprint Review
Setelah selesai sprint, tim melakukan Sprint Review. Pertemuan ini melibatkan seluruh tim dan pemangku kepentingan untuk meninjau hasil pekerjaan yang telah selesai selama sprint. Tim menunjukkan Increment, yaitu produk yang dapat digunakan yang telah diperbarui selama sprint tersebut, lalu mengumpulkan umpan balik untuk menyesuaikan Product Backlog. Durasinya maksimal empat jam untuk sprint satu bulan.
6. Sprint Retrospective
Setelah Sprint Review, tim melanjutkan dengan Sprint Retrospective. Ini adalah pertemuan untuk merefleksikan dan mengevaluasi proses kerja selama sprint. Tim mencari peluang untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan kerja sama dalam sprint mendatang. Durasinya maksimal tiga jam untuk sprint satu bulan.
Peran-peran pada Metode Scrum
1. Product Owner atau Pemilik Produk
Product owner pada metode scrum adalah seseorang dengan tanggung jawab untuk memaksimalkan laba atas investasi dari upaya pengembangan proyek. Product owner juga memiliki tanggung jawab atas visi produk yang harus memprioritaskan product backlog, menyesuaikan ekspektasi jangka panjang seperti rencana rilis.
Pada dasarnya product owner memiliki wewenang untuk menerima dan menolak setiap penambahan produk dan wewenang untuk memutuskan apakah proyek akan dilanjutkan. Tetapi, product owner perlu untuk mempertimbangkan kepentingan dengan berkontribusi dengan anggota tim.
2. Developers (Tim Pengembang)
Developers adalah anggota tim yang mengerjakan item backlog hingga menjadi Increment yang dapat digunakan. Sejak Scrum Guide 2020, istilah Development Team diganti menjadi Developers untuk menegaskan bahwa seluruh anggota adalah satu tim Scrum bersama Product Owner dan Scrum Master.
Developers bersifat mandiri (self-managing): mereka menentukan sendiri cara menyelesaikan pekerjaan, menyusun Sprint Backlog, dan saling berkolaborasi tanpa pembagian tugas yang didikte dari luar tim.
3. Scrum Master
Tugas dari scrum master adalah memfasilitasi proses jalannya, membantu mengatasi hambatan, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengorganisasian diri dan tim, menangkap data empiris demi menyesuaikan prakiraan dan melindungi tim dari gangguan internal maupun eksternal agar tetap dalam zona visi dan misi grup.
Scrum master juga memiliki tugas dalam melakukan promosi praktek rekayasa yang lebih baik demi masa yang akan datang. Namun, pada dasarnya scrum master tidak memiliki otoritas manajemen atas tim. Seluruh kegiatan dan tanggung jawab scrum master diperuntukan keberlangsungan dan kepentingan jalannya proyek.
Nilai Metode Scrum
Menurut Scrum Guide, ada lima nilai inti yang menjadi dasar kerangka kerja ini, yaitu:
1. Komitmen (Commitment)
Setiap anggota tim berkomitmen untuk mencapai tujuan tim dan saling mendukung.
2. Fokus (Focus)
Tim berfokus pada pekerjaan dalam sprint agar kemajuan menuju tujuan bisa dicapai sebaik mungkin.
3. Keterbukaan (Openness)
Tim dan pemangku kepentingan terbuka tentang pekerjaan yang dilakukan beserta tantangannya.
4. Saling Menghormati (Respect)
Anggota tim saling menghormati sebagai individu yang mampu dan mandiri, termasuk menghormati orang-orang yang bekerja bersama mereka.
5. Keberanian (Courage)
Tim berani melakukan hal yang benar dan menghadapi masalah yang sulit.
Artefak Scrum
Artefak ini membantu memberikan transparansi dan visibilitas ke dalam kemajuan proyek dan juga memfasilitasi kolaborasi di antara anggota tim dan pemangku kepentingan. Artefak ini terus ditinjau dan diperbarui untuk memastikan proyek tetap berada di jalur yang benar dan memenuhi tujuannya. Dalam Scrum, ada tiga artefak utama yang membantu mengatur dan menggambarkan pekerjaan yang perlu dilakukan:
- Product Backlog: Daftar semua fitur, perbaikan, dan perubahan yang harus dilakukan pada produk. Ini berfungsi sebagai “to-do list” bagi tim.
- Sprint Backlog: Daftar tugas-tugas yang dipilih oleh tim untuk diselesaikan selama sprint tertentu.
- Increment: Hasil dari setiap sprint yang mencakup semua elemen yang telah diselesaikan selama sprint tersebut. Increment harus merupakan produk yang dapat digunakan dan siap untuk dirilis.
Pentingnya Scrum untuk Pengembangan Software
Scrum adalah kerangka kerja yang terorganisir dan terstruktur untuk pengembangan perangkat lunak yang berfokus pada transparansi, inspeksi, dan adaptasi. Metode ini menekankan pada kolaborasi tim, pengiriman iteratif, dan kemampuan untuk merespons perubahan kebutuhan pengguna dengan cepat. Beberapa alasan mengapa Scrum menjadi sangat penting dalam pengembangan perangkat lunak adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan Produktivitas
Scrum memecah proyek menjadi sprint-sprint kecil, biasanya berdurasi dua hingga empat minggu. Ini memungkinkan tim untuk fokus sepenuhnya pada setiap sprint dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
2. Adaptabilitas
Scrum memfasilitasi perubahan kebutuhan pengguna dengan cepat. Dengan adanya iterasi reguler, tim dapat menyesuaikan perangkat lunak dengan cepat sesuai dengan umpan balik yang diterima selama pengembangan.
3. Transparansi
Dalam Scrum, semua orang dalam tim mengetahui apa yang sedang terjadi pada proyek secara terbuka. Ini menciptakan transparansi yang memungkinkan pemangku kepentingan untuk melihat kemajuan dan mengidentifikasi hambatan dengan lebih mudah.
4. Peningkatan Kualitas
Scrum mendorong praktik pengujian yang berulang dan pengiriman perangkat lunak yang dapat digunakan (potentially shippable product increment) di setiap sprint. Hal ini menyebabkan peningkatan kualitas perangkat lunak yang dihasilkan.
Kelebihan dan Kekurangan Metode Scrum

Ilustrasi brainstorm metode scrum (Sumber: Freepik)
Kelebihan utama dari metode scrum dapat membantu berbagai bentuk pekerjaan, terutama dalam software development. Selain itu, terdapat beberapa kelebihan lain serta kekurangan dalam penggunaan metode scrum. Simak selengkapnya di bawah ini.
Kelebihan Metode Scrum
Salah satu kelebihan metode Scrum adalah hasil kerja dapat dinilai lebih awal. Karena produk dikembangkan sedikit demi sedikit dalam setiap sprint, tim dan pemangku kepentingan dapat segera melihat hasilnya, memberi masukan, dan memperbaiki arah sebelum terlambat. Dengan begitu, risiko kegagalan proyek dapat ditekan.
Tidak hanya itu, kelebihan metode Scrum yaitu fleksibilitas didapat dari berbagai segi proyek dan seluruh hal yang berkaitan akan sangat signifikan. Ini bisa dilihat dari penggunaan metode Scrum dimana terdapat transparansi dengan memberikan akses untuk tim melakukan komunikasi dan melakukan proyek dengan fleksibel.
Karena adanya fleksibilitas yang tinggi, ini berpengaruh pada pengeluaran biaya. Metode scrum dapat menekan pengeluaran yang berasal dari proyek yang dijalankan. Dengan begitu, kecepatan masuk ke pasar dan kepuasan pelanggan pada akhirnya akan mengikuti seiring proyek management dengan seluruh tim berjalan dengan baik dan cepat.
Kekurangan Metode Scrum
Mengetahui dua sisi dari setiap hal itu penting supaya dapat belajar tidak hanya dari satu sisi saja. Maka dari itu, jika sudah membahas mengenai kelebihan metode Scrum, di sini Anda akan memahami kekurangan metode Scrum.
Kekurangan metode Scrum yang mungkin paling terlihat adalah waktu adaptasi yang tidak singkat. Scrum adalah kerangka kerja manajemen, bukan teknologi, sehingga tantangannya ada pada perubahan cara kerja dan kebiasaan tim. Setiap anggota perlu memahami peran, acara, dan artefak Scrum, lalu mempraktikkannya secara konsisten.
Untuk menguasainya, tim biasanya membutuhkan pelatihan dan beberapa kali siklus sprint sampai terbiasa. Jadi, inti dari pelatihan metode Scrum adalah seberapa banyak pengalaman tim dalam menerapkannya secara langsung.
Selain itu, kekurangan metode scrum adalah akan terjadi kesulitan untuk mendapatkan transformasi besar dalam organisasi dan juga membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman.
Scrum vs Kanban
Kanban adalah metode pengelolaan pekerjaan lainnya yang menekankan pada visualisasi aliran kerja dan pembatasan work in progress (WIP). Perbandingan antara Scrum dan Kanban adalah sebagai berikut:
| Scrum | Kanban | |
|---|---|---|
| Komitmen | Sprint ketat | Fleksibel |
| Jadwal | Jadwal tetap | Continue tanpa batas waktu |
| Limit Kerja | Membatasi dengan sprint | Mengatur batas dengan WIP (Work In Progress) |
| Peran Tim | Terstruktur | Tidak memiliki peran tim yang kaku |
| Perubahan Kebutuhan | Mudah beradaptasi dengan perubahan kebutuhan karena ada sprint yang berulang | Dapat berubah sesuai dengan permintaan pengguna dalam aliran kerjanya. |
Scrum adalah metode yang kuat dan efektif untuk pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan tim untuk bekerja dengan lebih terstruktur, transparan, dan adaptif. Pilihan antara Scrum dan Kanban tergantung pada kebutuhan dan karakteristik proyek yang sedang dikerjakan. Penting bagi tim untuk memahami perbedaan antara keduanya dan memilih metode yang paling sesuai dengan situasi mereka.
Apabila Anda membutuhkan tim untuk mengembangkan website bisnis, Anda dapat menyerahkannya kepada Sitespirit melalui jasa pembuatan website yang dikerjakan mulai dari perencanaan hingga peluncuran.
Tunggu apa lagi? Yuk segera konsultasikan kebutuhan pengembangan website Anda dengan kami!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja tahapan dalam Scrum?
Mulai dari Product Backlog, lalu Sprint Planning, Sprint, Daily Scrum, Sprint Review, dan Sprint Retrospective. Selain Product Backlog, tahapan itu adalah event resmi Scrum dengan batas waktu tertentu.
Siapa saja yang terlibat dalam tim Scrum?
Tim Scrum terdiri dari Product Owner, Scrum Master, dan Developers. Scrum tidak mengenal peran project manager; tanggung jawabnya dibagi ke ketiga peran itu.
Apa perbedaan Scrum dan Kanban?
Scrum bekerja dalam sprint berjadwal tetap dengan peran yang terstruktur. Kanban memvisualisasikan aliran kerja secara berkelanjutan dan membatasi pekerjaan lewat WIP, tanpa peran tim yang kaku.
Berapa lama durasi satu sprint dan Daily Scrum?
Menurut Scrum Guide, sprint maksimal satu bulan, dalam praktik biasanya satu sampai empat minggu. Daily Scrum adalah pertemuan singkat 15 menit pada waktu dan tempat yang sama setiap hari.
Referensi
- Ken Schwaber dan Jeff Sutherland (scrumguides.org) (2020). The 2020 Scrum Guide
- Agile Manifesto (2001). Manifesto for Agile Software Development
- Kanban University (2026). The Official Guide to The Kanban Method
Layanan Sitespirit yang Berkaitan
- Jasa Pembuatan Website Dari perencanaan, desain, hingga peluncuran, website Anda dikerjakan tim Sitespirit yang berbasis di Malang. Lihat layanan →
- Jasa SEO Tim Sitespirit menyusun strategi SEO teknis, konten, dan pelaporan sesuai target bisnis Anda. Lihat layanan →
- Jasa Desain Website Desain UI/UX yang berangkat dari kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis Anda. Lihat layanan →
Punya pertanyaan tentang topik ini? Chat WhatsApp atau isi formulir konsultasi.
Ditulis oleh
She writes and edits for a variety of businesses across many subjects including business, technology, travel, psychology, linguistics and marketing.
LinkedIn →Ditinjau oleh Muhammad Robith Adani, SEO & Content Specialist pada



