Apa Itu Navigasi Faset?
Faceted navigation atau navigasi faset adalah jenis penelusuran yang menggunakan teknik penyaringan (filter) pada halaman situs web. Navigasi faset lebih banyak digunakan di situs-situs besar, karena dapat membantu pengguna mencari apa yang mereka cari dengan lebih cepat dan mudah.
Misalnya, situs e-commerce, pencarian pekerjaan, online travel agent, katalog perpustakaan, real estate, direktori online, dan lain sebagainya.
Apa Contoh dari Navigasi Faset?
Di Indonesia, ada banyak website maupun aplikasi yang menerapkan faceted navigation untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Beberapa diantaranya sebagai berikut.
- Website Shopee: memungkinkan pengguna menyaring hasil pencarian berdasarkan produk terbaru, terlaris, harga paling rendah atau tinggi, lokasi, tipe penjual, metode pembayaran, opsi pengiriman, program promo, batas harga, hingga penilaian.
- Traveloka: memiliki sistem penyaringan halaman hasil pencarian berdasarkan waktu keberangkatan, waktu kedatangan, durasi transit, maskapai penerbangan, durasi penerbangan, fasilitas, tiket khusus, harga, preferensi penerbangan, hingga titik transit.
- LinkedIn: membuat hasil pencarian pekerjaan dapat difilter berdasarkan tanggal posting, tingkat pengalaman, perusahaan, jarak, lokasi, industri, fungsi pekerjaan, posisi, hingga tunjangan.
- Gramedia: memiliki sistem penyaringan halaman hasil pencarian berdasarkan kategori buku, bahasa, harga, stok, penulis, hingga tingkat relevansi.
Bagaimana Cara Kerja Faceted Navigation?
Navigasi faset bekerja dengan cara menyaring konten atau daftar produk yang dicari pengguna dengan filter atau kategori (faceted). Misalnya, berdasarkan merek, harga, pengiriman, fitur, kondisi, tipe, ukuran, hingga warna.
Filter-filter tersebut dapat dipilih oleh pengguna, sehingga hasil pencarian yang ditampilkan sesuai dengan apa yang diinginkan pengguna. Pemilihan filter tersebut umumnya menggunakan checkbox filter. Ketika kategori dicentang, daftar produk atau halaman hasil pencarian produk langsung diperbarui. Hal ini memungkinkan katalog yang awalnya berukuran besar langsung mengecil dan lebih efisien untuk dieksplor oleh pengguna.
Dalam hal ini, setiap kombinasi filter dapat menghasilkan URL unik dan berbeda-beda. Misalnya, ‘sepatu’ + ‘merah’ + ‘ukuran 42’ akan menghasilkan URL: domain.com/sepatu?color=red&size=42. Kondisi inilah yang seringkali mendatangkan masalah–memboroskan crawl budget mesin pencari, menyebabkan konten duplikat.
Apakah Faceted NavigationBagus untuk SEO?
Dalam praktiknya, navigasi faset dapat berdampak baik untuk User Experience (UX) dan SEO ketika diimplementasikan dengan benar. Namun ketika implementasi kurang tepat atau salah, hal ini dapat menyebabkan masalah sebagai berikut.
- Konten duplikat – konten yang sama bisa diakses dari beberapa URL
- Indeks membengkak (index bloat) – mesin pencari mengindeks terlalu banyak halaman dari sebuah website, termasuk halaman-halaman yang tidak bernilai (tidak memberikan informasi penting atau duplikat) di hasil pencarian.
- Pemborosan crawl budget – terlalu banyak URL hasil kombinasi filter yang dirayapi oleh Google, sehingga jatah perayapan lebih banyak terbuang untuk halaman tidak penting atau tidak bernilai.
- Melemahkan distribusi PageRank – navigasi faset yang memiliki terlalu banyak link (terutama dari filter) membuat nilai SEO halaman utama melemah karena PageRank tersebar ke halaman yang tidak penting.
Cara Mengoptimasi Faceted Navigationagar SEO-Friendly
Navigasi faset tidak selamanya berdampak buruk bagi SEO. Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimasi navigasi faset agar SEO friendly.
1. Gunakan Long-Tail Keyword
Tidak semua kombinasi filter dapat diindeks oleh Google dan dicari oleh orang. Maka untuk memaksimalkan pengindeksan, optimalkan halaman dengan menggunakan long-tail keyword. Anda bisa memperlakukan long-tail keyword sebagai menu yang bisa dipilih untuk ditampilkan di etalase karena banyak orang yang mencarinya.
- Cari kombinasi keyword yang berpotensi tinggi dicari orang, memiliki search volume tinggi, dan gunakan keyword tersebut dalam kategori baru di listing, misalnya ‘vintage dress korea’, ‘vintage dress hitam midi’, atau ‘vintage dress 90s original’.
- Buat halaman kategori khusus dengan kombinasi keyword tersebut, buat /vintage-dress-hitam/, /vintage-dress-midi/, /vintage-dress-90s/
- Optimalkan halaman tersebut sebagai kategori SEO dan lengkapi dengan title dan meta description khusus, konten deskriptif, hingga internal linking yang jelas.
2. Optimasi URL
Setelah menemukan kombinasi filter yang bernilai (long-tail keyword), optimasi halaman varian agar SEO friendly.
- Gunakan URL yang lebih pendek, lebih mudah dibaca, dan mengandung keyword. Misalnya, dari URL /collections/dress?color=black&style=vintage menjadi /dress/vintage/black.
- Tambahkan URL ke XML Sitemap agar Google dapat menemukan halaman tersebut dengan cepat dan membacanya sebagai konten yang bernilai. Dengan demikian, Google lebih cepat melakukan crawling dan ini dapat memperbesar potensi indeks halaman.
- Lakukan optimasi on-page pada bagian title tag, meta description, dan header. Optimasi ini memungkinkan Google tidak hanya melihat URL, tetapi juga membaca struktur konten.
- Tambahkan konten pendukung yang menarik sebagai informasi tambahan. Jadi, halaman tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga informasi lain yang relevan dan dapat mendorong user untuk melakukan konversi.
Penutup
Ketika mulai muncul masalah seperti duplikasi URL atau pemborosan crawl budget, itu menjadi sinyal bahwa website membutuhkan optimasi faceted navigation. Sayangnya, proses ini kerap terasa kompleks dan berisiko, terutama bagi pemilik website yang tidak memiliki latar belakang teknis.
Padahal, dengan strategi yang tepat, struktur filter dan URL tetap bisa dikelola agar lebih SEO-friendly tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Untuk membantu proses tersebut, kamu tidak perlu khawatir.
Layanan jasa SEO Sitespirit dapat menjadi langkah solutif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tim kami siap mengoptimalkan struktur URL dan navigasi produk agar lebih mudah terindeks Google, sehingga produk lebih cepat ditemukan dan peluang konversi pun meningkat. Hubungi tim Sitespirit untuk konsultasi dan temukan solusi optimasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnismu.



