Meskipun tampaknya website berjalan lancar dan tidak ada kendala yang terlihat oleh mata, tetapi sebenarnya website dapat menunjukkan tanda-tanda ketika mengalami masalah. Misalnya, halaman gagal loading, formulir gagal dikirim, atau tampilan halamannya berantakan. Kondisi tersebut adalah tanda bahwa website butuh pemeliharaan atau perbaikan.
Apa Itu Bug Website?
Bug website adalah istilah yang mengacu pada kesalahan atau masalah dalam kode atau fungsi website. Kesalahan ini menyebabkan website tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Hal ini berdampak pada pengalaman pengguna, keamanan, dan fungsionalitas situs secara keseluruhan.
Penyebabnya bervariasi, seperti human error, kegagalan integrasi dengan sumber daya eksternal, tidak memberikan validasi pada data yang berasal dari luar, hingga ketidakcocokan desain software dan lingkungan penggunaan.
Perbedaan Bug, Error, dan Issue pada Website
| Bug | Error | Issue | |
| Definisi | Masalah yang dihasilkan oleh kesalahan pengkodean yang memengaruhi fungsionalitas website. | Kesalahan dalam kode, logika, atau desain yang dibuat selama pengembangan. | Istilah yang lebih luas dari bug, yang mencakup berbagai masalah, tugas, atau masalah dalam proyek perangkat lunak. |
| Penyebab | Kesalahan pengkodean, seperti sintaks, logika, atau kesalahan pemrosesan data. | Kesalahan muncul dari kode sumber, karena inkonsistensi atau kekeliruan langsung dalam struktur kode internal. | Human error, miskomunikasi, pengujian yang tidak memadai, kompleksitas sistem, dokumentasi yang kurang atau salah, hingga pembaruan atau kompatibilitas. |
| Contoh | Ketika aplikasi berjalan, pelanggan melihat harga yang salah, karena sistem memiliki logika diskon yang salah. Pada akhirnya, hal ini memengaruhi pengalaman pembelian mereka. | Seorang pengembang menulis perhitungan diskon dengan “total = harga – diskon” bukan total = harga – (harga * diskon : 100). Hal ini menyebabkan perhitungan diskon yang salah. | Bug, eror, permintaan perubahan fitur (feature change request), masalah dokumentasi, dan lain sebagainya. |
Jenis-Jenis Bug Website yang Umum Ditemukan
1. Functional Error
Bug functional error adalah kesalahan yang terjadi ketika fungsi atau fitur pada website tidak berfungsi dengan baik. Misalnya, formulir tidak bisa diisi, tombol tidak berfungsi, halaman tertentu pada website tidak bisa diakses dengan benar, perhitungan yang salah, error, atau fitur yang tidak responsif.
2. Performance Defects
Performances defects adalah masalah yang muncul pada performa dan kecepatan website. Bug ini berkaitan dengan kecepatan, response time, stabilitas, dan penggunaan resource. Misalnya, proses loading website sangat lambat, gambar dan konten tidak teroptimasi
3. Usability Defects
Usability defects merupakan bug yang berkaitan dengan user experience (pengalaman pengguna) dan navigasi yang tidak intuitif. Hal ini umumnya disebabkan oleh desain UI (antarmuka pengguna) yang terlalu rumit, sehingga pengguna kesulitan menemukan informasi yang mereka butuhkan. Jenis bug ini biasa ditemui ketika tata letak halaman tidak jelas dan tombol yang sulit diidentifikasi.
4. Compatibility Error
Jenis bug ini berkaitan terjadi ketika tampilan website rusak atau tidak berfungsi dengan semestinya di beberapa browser atau perangkat tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa website tidak kompatibel dengan berbagai perangkat dan browser pengguna. Misalnya, layout website tampak normal di Google Chrome, tetapi berantakan di Safari.
5. Security Error
Bug security error dikenal sebagai bug paling berbahaya diantara jenis lainnya, karena berhubungan langsung dengan keamanan website. Bug ini menyerang kelemahan keamanan website, akibatnya, security error berpotensi mencuri data atau merusak website.
6. Syntax Error
Syntax Error adalah bug atau kesalahan yang terjadi dalam penulisan kode atau sintaks pada website. Masalah ini mengakibatkan website tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau mengalami crash saat bekerja. Kondisi ini biasa terjadi ketika ada kesalahan penulisan kata kunci (keyword) yang membuat program tidak dapat dijalankan.
7. Logic Error
Jenis bug lainnya adalah logic error. Bug yang berkaitan dengan kesalahan dalam logika atau algoritma pada website yang menyebabkan hasil pencarian tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bug ini termasuk dalam salah satu masalah yang sulit dilacak, karena tidak menghasilkan error pada console atau log.
Kondisi ini dapat terjadi ketika alur logika atau perhitungan matematis yang dituliskan programmer tidak sesuai.
Bagaimana Bug Bisa Terjadi pada Website?
Bug merupakan masalah yang muncul karena kesalahan pengkodean. Hal ini dapat terjadi ketika logika pemrograman tidak dirancang dengan tepat, misalnya kesalahan penulisan kode, kondisi yang tidak teruji, atau konflik antar komponen sistem. Pada website, bug juga bisa muncul akibat perbedaan browser, kesalahan konfigurasi server, hingga input pengguna yang tidak tervalidasi dengan baik.
Cara Mencari Bug Website Secara Manual
Setelah mengetahui jenis-jenis bug pada website, kini Anda bisa mengecek keberadaannya dalam perangkat yang Anda pakai. Cara mencari bug website secara manual, bisa dilakukan dengan beberapa opsi berikut.
1. Lakukan Cross-Browser Testing
Pertama, cobalah untuk membuka website di beberapa browser, seperti Chrome, Fierox, Safari, Edge, Mozilla, dan lain sebagainya. Setiap browser memiliki cara berbeda dalam merender alamat website, sehingga setiap browser memiliki tampilan berbeda hingga mengalami malfungsi fitur.
Untuk menguji kompatibilitas website dengan perangkat dan browser, Anda dapat menggunakan beberapa alat, seperti BrowserStack, LambdaTest, atau alat pengujian otomatis seperti Selenium, Cypress.io, atau WebdriverIO. Alat tersebut dapat mengidentifikasi bug yang muncul, menentukan prioritas perbaikan, hingga melakukan pengujian ulang terhadap website.
2. Lakukan Pengujian Manual
Langkah praktis lain yang dapat dilakukan adalah dengan pengujian manual. Bagaimana cara menguji bug pada sebuah situs web dengan pengujian manual? Caranya sederhana.
Pertama, jelajahi website. Lalu klik setiap tautan yang ada di dalamnya, isi formulir, dan gunakan fitur-fitur yang tersedia. Pengujian ini memungkinkan Anda menemukan bug website yang mungkin tidak terdeteksi oleh alat otomatis.
3. Uji Validasi Input
Uji validasi input adalah langkah pengujian untuk memastikan website mampu menangani input pengguna dengan aman dan benar, terutama pada fitur-fitur penting seperti form. Caranya dapat dilakukan dengan memasukkan data yang valid, kemudian data yang tidak valid. Perhatikan bagaimana respon sistem terhadap data-data tersebut.
Cara Mencari Bug Website dengan CMD
CMD atau Command Prompt adalah alat untuk menguji kemampuan komputer dalam mencapai tujuan tertentu. Salah satunya adalah ketika Anda ingin memastikan apakah website memiliki masalah atau tidak. Apabila website mengalami masalah, maka layar Anda akan menampilkan halaman putih bertuliskan error.
Ketika kondisi ini terjadi, maka cara memastikan keberadaan bug adalah dengan mengirim perintah ‘ping’ untuk memastikan bahwa koneksi jaringan aktif dan komputer bisa mengirim atau menerima data. Jika website yang dituju tidak membalas atau menunjukkan respon, gunakan perintah tracert untuk memastikan website bermasalah atau tidak.
Tools yang Bisa Digunakan untuk Mencari Bug Website
1. ClickUp
ClickUp merupakan alat yang dirancang untuk menyederhanakan proses pelacakan bug. Permintaan bug dapat dikumpulkan dalam satu form, pembuatan formulir dapat disesuaikan, dan pengiriman formulir dapat dilacak. Selain itu, alat ini juga memungkinkan anggota tim memantau progres pelacakan bug dengan mudah.
Fitur-fitur yang ditawarkan, seperti ClickUp Forms, ClickUp Brain, ClickUp Automations, Autopilot Agents, ClickUp Docs, dan lain sebagainya.
2. Jira
Alat testing Jira unggul dalam fitur pelacakan bug dan masalah yang komprehensif. Alat ini memungkinkan pengguna menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, seperti menambah lampiran, menugaskan bug kepada anggota tim tertentu, hingga menambah orang baru untuk melacak kemajuan bug.
Jira didukung dengan berbagai fitur utama, seperti alur kerja yang dapat dikonfigurasi, papan Kanban dan Scrum, aturan otomatisasi, lampiran dan komentar, hingga dasbor dan pelaporan.
3. Bugzilla
Selain itu, Bugzilla juga dapat diandalkan untuk mengkategorikan dan melacak bug berdasarkan produk dan komponen. Antarmukanya mudah dinavigasi, sehingga dapat melakukan pencarian bug dalam jumlah banyak dan mengirimkan pembaruan email untuk perubahan bug.
Fitur-fitur yang ditawarkan, antara lain sistem pencarian tingkat lanjut, integrasi pelacakan waktu, laporan dan bagan khusus, hingga pencegahan bug duplikat.
Penutup
Itulah beberapa cara mencari bug website yang dapat dilakukan untuk menjaga performa website tetap optimal. Dari pembahasan tersebut, dapat dipahami bahwa bug bukan sekadar soal error teknis, tetapi juga berpotensi memengaruhi pengalaman pengguna, menurunkan kepercayaan dan reputasi, hingga menyebabkan hilangnya peluang penjualan atau konversi.
Di era digital yang menuntut stabilitas dan keamanan website, pemilik website tidak harus menangani masalah tersebut sendiri. Layanan maintenance website dan WordPress Sitespirit hadir untuk membantu memastikan Anda tetap berjalan optimal secara konsisten.
Melalui layanan ini, Anda akan mendapatkan perbaikan minor, SEO Check & Recommendation, penambahan halaman baru, report dan analisa performa website, hingga hak akses. Hubungi kami melalui kontak Sitespirit dan konsultasikan kebutuhan Anda segera.



