3 Cara Optimasi Javascript untuk SEO, Begini Langkah-Langkahnya

Visibilitas pencarian, performa situs, dan hasil bisnis tidak hanya ditentukan oleh konten dan optimasi SEO on-page, melainkan juga optimasi JavaScript. Optimasi tersebut dapat membantu memastikan konten terbaca oleh mesin pencari, sehingga dapat meningkatkan pengalaman pengguna dan mencegah konten kehilangan traffic organik.Namun, masih banyak pemilik website yang belum menyadari peran teknis JavaScript dalam mendukung kinerja SEO secara keseluruhan. Untuk mendapatkan informasi lebih mengenai manfaat JavaScript dalam website, simak penjelasan dalam artikel berikut.
DAFTAR ISI

Apa Itu Optimasi JavaScript?

Optimasi JavaScript adalah teknik untuk meningkatkan kinerja eksekusi kode JavaScript dalam sebuah aplikasi web. Sementara JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang biasa digunakan untuk membuat halaman website yang lebih dinamis dan interaktif. Optimasi ini bertujuan agar web dapat muncul di posisi teratas dan mendapatkan performa baik dalam SERP.

Beberapa teknik optimasi yang biasa digunakan, seperti minifikasi file, pengurangan request HTTP, caching, dan penggunaan Web Workers. Selain menerapkan serangkaian teknik, kinerja JavaScript juga dapat ditingkatkan melalui pemahaman terhadap cara kerja JavaScript dengan DOM dan cara menghindari manipulasi berlebihan.

Apakah JavaScript Ramah SEO?

JavaScript dapat bersifat ramah terhadap SEO ketika diimplementasikan dengan tepat. Dalam praktik SEO modern, SEO JavaScript adalah bagian dari teknikal SEO yang memungkinkan situs dengan kode JavaScript yang kaya, mudah untuk dicrawling, diindeks, dan ramah dalam pencarian. 

Tujuan optimasi SEO JavaScript adalah untuk meningkatkan visibilitas website yang dibangun dengan JavaScript dan mengetahui strategi optimasi yang tepat. Selain itu, SEO JavaScript juga dapat membantu dalam meningkatkan pengalaman pengguna, mengoptimalkan kecepatan pemuatan halaman, mobile-friendly, dan memastikan bahwa semua konten dalam web dapat diindeks oleh mesin telusur dengan benar.

Bagaimana Cara Membuat JavaScript Berjalan Lebih Cepat?

1. Minimalkan dan Kompres File JavaScript

Untuk mempercepat waktu pemuatan web, penting untuk meminimalkan ukuran file JavaScript. Semakin besar ukuran fail, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan web untuk memuat. 

Proses kompres dapat dilakukan dengan menghapus karakter yang tidak diperlukan atau mentransfer data dari server ke browser. Tak perlu mengeditnya satu per satu, karena hal ini dapat dilakukan melalui sejumlah alat, seperti UglifyJS, terser, Google Closure Compiler, Gzip, hingga Brotli.

2. Kurangi Jumlah Request HTTP

Pengurangan jumlah request HTTP memungkinkan server mengakses file halaman web dengan lebih cepat. Sebab, setiap kali browser memuat file JavaScript baru, maka browser akan mengirimkan permintaan HTTP ke server, dan hal ini bisa menyebabkan halaman terasa lebih lambat saat dimuat. Pengurangannya dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

  • Menggabungkan file-file JavaScript menjadi satu – membuat jumlah permintaan lebih sedikit.
  • Memanfaatkan Content Delivery Network (CDN) – mempercepat akses file dari lokasi server terdekat dengan pengguna.
  • Menerapkan lazy loading untuk memuat JavaScript ketika diperlukan – mengurangi beban awal pada browser.

3. Gunakan Teknik Lazy Loading

Teknik lazy loading adalah praktik menunda pemuatan atau inisialisasi sumber daya atau objek hingga benar-benar diperlukan. Penundaan ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan menghemat sumber daya sistem.

Ketika diaplikasikan di JavaScript, teknik lazy loading memungkinkan JavaScript hanya dimuat ketika diperlukan saja, bukan dimuat semuanya di awal. Sebab, apabila semua file JavaScript langsung dimuat sejak awal, browser akan berat, halaman lebih lama tampil, dan memicu menurunnya pengalaman pengguna. 

4. Optimalkan Manipulasi DOM 

Document Object Model (DOM) adalah antarmuka pemrograman (API) yang merepresentasikan dokumen HTML atau XML sebagai struktur pohon (tree) node. Manipulasi ini diperlukan karena JavaScript harus berinteraksi langsung dengan halaman web yang ditampilkan pengguna. 

Tanpa manipulasi DOM, halaman web tidak bisa berubah secara dinamis. Dalam praktiknya, manipulasi DOM perlu dioptimalkan, karena setiap perubahan DOM, browser akan recalculating style, refloe (layout ulang), repaint (render ulang). Ketika manipulasi dilakukan berulang atau terpisah, browser akan bekerja lebih berat dan halaman melambat.

Untuk menghindari hal tersebut, gunakan batch update agar perubahan dapat dilakukan sekaligus, gunakan document fragments untuk menghindari pemanggilan berulang, dan framework seperti React dan Vue.js untuk mengurangi perubahan langsung pada elemen HTML, sehingga performa lebih optimal.

5. Gunakan Caching dan Service Workers

Caching adalah teknik mengoptimalkan performa JavaScript dengan menyimpan data yang sering digunakan agar tidak perlu dimuat ulang setiap kali pengguna mengakses halaman. 

Penyimpanan ini dilakukan oleh local storage dan indexedDB yang memungkinkan data dengan pemakaian tinggi bisa diambil langsung dari browser tanpa request ulang ke server.

Sementara Service Workers berfungsi sebagai pengelola cache yang memungkinkan file JavaScript dan aset lain disimpan secara lokal. Penggunaannya memungkinkan website lebih cepat diakses, bisa tetap berjalan meski koneksi lambat, dan dapat berfungsi dalam kondisi offline

6. Hindari Penggunaan Variabel Global

Variabel global adalah variabel yang dideklarasikan di luar fungsi atau blok apapun, sehingga dapat diakses oleh seluruh bagian kode Javascript. Dalam konteks ini, penggunaan variabel global seringkali menimbulkan masalah, seperti konflik nama, sulit debugging, hingga berisiko di aplikasi besar.

Untuk menghindari hal ini, gunakan scope lokal melalui let dan const yang mampu membatasi variabel hanya berlaku di blok tertentu. 

Selain itu, gunakan closure untuk menjaga variabel tetap terisolasi dari kode lain. Gunakan ES6 Modules untuk kode modular. Tujuannya adalah untuk mengelola dependensi dan menghindari polusi global.

7. Gunakan Web Workers untuk Tugas Berat

Web Workers sangat membantu ketika web manipulasi gambar atau menangani data besar, seperti analisis data, enkripsi, atau perhitungan kompleks yang biasanya memakan banyak sumber daya CPU. Implementasi Web Workers memungkinkan proses tetap berjalan di background tanpa mengganggu UI. 

Optimasi JavaScript untuk SEO

Membuat website JavaScript menjadi SEO-friendly adalah cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan visibilitas online. Mengingat, JavaScript dapat ramah SEO ketika diimplementasikan dengan tepat.

1. Gunakan Google Search Console untuk Menemukan Error

Salah satu masalah yang sering dialami website JavaScript adalah ketika berada di tahap rendering. Googlebot memang menggunakan Chrome, tetapi proses rendering-nya dibatasi waktu dan sumber daya.

Ketika Javascript gagal dirender, konten utama tidak terbaca, link internal tidak dikenali, dan alaman bisa dianggap kosong oleh Google. Penggunaan Google Search Console membantu melihat versi halaman yang dirender Google, mendeteksi error JavaScript, dan memastikan konten penting benar-benar terbaca crawler.

2. Pastikan Google Mengindeks Konten JavaScript

Kendati demikian, render saja tidak cukup. Kamu juga harus memastikan bahwa halaman benar terindeks Google. Ketika halaman tidak terindeks Google, maka halaman juga tidak akan muncul di SERP dan optimasi menjadi sia-sia. 

Untuk menangani kondisi tersebut, Google Search Console dapat menjadi alat bantu yang memastikan bahwa halaman benar-benar diakui Google. Dengan demikian, konten JavaScript berpeluang ranking.

3. Jalankan Audit Lokasi Secara teratur

Audit lokasi bertujuan untuk mendeteksi JavaScript yang memblokir rendering, konten yang hanya muncul setelah interaksi user, hingga link internal yang tidak terbaca crawler. Dalam konteks ini, Semrush dapat digunakan untuk menjalankan audit lokasi. 

Alat ini bekerja dengan meniru cara Googlebot merayapi JavaScript, menguji client-side rendering, dan menemukan masalah SEO yang tidak terlihat secara visual.

Tools untuk Mengevaluasi dan Mengoptimasi JavaScript

  • ESLint – membantu menemukan dan memperbaiki kesalahan, gaya penulisan yang tidak konsisten, dan menerapkan pedoman terbaik dalam kode JavaScript.
  • Prettier – alat untuk memformat ulang kode JavaScript agar konsisten secara visual. Alat ini mampu memastikan gaya penulisan kode JavaScript tetap seragam.
  • Webpack – alat bundler JavaScript yang memungkinkan kamu menggabungkan dan mengemas file-file JavaScript, gaya, dan sumber daya lain menjadi satu agar lebih efisien.
  • Babel – alat konversi kode JavaScript menjadi format yang lebih kompatibel dengan browser tua. Alat ini memungkinkan kamu menulis kode dengan fitur-fitur terbaru JavaScript tanpa khawatir akan kompatibilitasnya.
  • Jest – kerangka kerja pengujian yang populer. Alat ini dapat memastikan kode JavaScript berfungsi dengan benar dan sesuai spesifikasi yang diinginkan.

Penutup

Dalam praktiknya, optimasi JavaScript memang membutuhkan usaha. Diperlukan pengetahuan teknis untuk menanganinya. Keterbatasan inilah yang seringkali membuat pemilik website memilih untuk tidak melakukannya. 

Namun saat ini tidak perlu bingung, kamu bisa menggunakan layanan jasa SEO Sitespirit yang dapat membantu optimasi JavaScript dalam website dengan tepat. Dengan demikian, traffic organik tidak hanya berkelanjutan, tetapi konversi juga meningkat berkat pengalaman pengguna yang lebih baik. Hubungi tim kami dan konsultasikan kebutuhanmu sekarang.

Update Informasi Terbaru

Dapatkan pemberitahuan lebih cepat setiap minggu-nya dengan berlangganan artikel dari Sitespirit.

sitemap XML
GEO vs SEO
AI content SEO

Ikuti Update Informasi dari Sitespirit!

Cantumkan email Anda untuk mendapatkan informasi penawaran terbaik, update berita dan artikel, serta portofolio dari Sitespirit.